Tag: stikes muhammadiyah manado

Jangan jadi TKI Non Prosedural BP3TKI Manado Sosialisasi Ketenagakerjaan

BNP2TKI Manado (Foto Ist)

MANADO – Sosialisasi Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia ke Luar Negeri gencar dilakukan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Manado. Dalam sosialisasi tersebut memberikan pemahaman tentang skema yang benar berangkat ke luar negeri sebagai tenaga kerja, agar meminimalkan kesalahan prosedur agar nantinya tidak terjadi permasalahan ketika bekerja di luar negeri.

Kepala BP3TKI Manado Jefry Sigar SE mengimbau kepada pencari kerja untuk memilih yang prosedural. Ia pun mengharapkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bisa berkualitas dan bermartabat.

“Jangan jadi tenaga kerja yang non prosedural. Itu rentan bahaya,” tuturnya dihadapan ratusan mahasiswa/wi keperawatan Stikes Muhammadiyah Manado, Kamis (13/4/2017).

BP3TKI Manado sendiri melakukan kerjasama dengan Stikes Muhammadiyah Manado dalam melakukan sosialisasi. Sigar menjelaskan bahwa Pemerintah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pencari kerja yang ingin bekerja di luar negeri sesuai kompetensi. Asalkan sesuai dengan Undang-undang No 39 tahun 2004.

Sementara Ketua Stikes Muhammadiyah Manado, Agus A. Laya SKM, M.Kes menyebutkan soal manfaat bekerja di luar negeri. “Ini adalah kesempatan yang tidak boleh lepas. Tenaga keperawatan tiap tahun meningkat. Dan ini adalah tantangan ketika mencari pekerjaan dalam negeri. Semakin banyak tenaga kerja, peluang kerja semakin kecil,” ujar Agus Laya. (*/don)

Resmi Menutup Kegiatan Mabicam, Ini Pesan Agus Laya

Prosesi penutupan Mabicam STIKES Muhammadiyah Manado (Foto Ist)

Prosesi penutupan Mabicam STIKES Muhammadiyah Manado (Foto Ist)

MANADO – Sukses melaksanakan Masa Bimbingan Calon Mahasiswa Baru (Mabicam) Sekolah Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Manado yang digelar dari tanggal 12-17 Agustus 2015, dapat menjadi contoh positif bagi Perguruan Tinggi (PT) lainnya di Sulawesi Utara (Sulut). Mabincam yang ditutup Ketua STIKES Muhammadiyah Manado, Agus Laya SKM, dengan upacara bendara dalam rangka HUT RI Ke-70 berlangsung tertib.

”Mari kita terus memelihara hal baik yang dipraktekkan saat Mabincam. Lewat Mabicam semoga karakter-karakter tangguh, bersih dan berkarakter terus lahir di STIKES Muhammadiyah. Dan di momentum HUT RI Ke-70 mari secara bersama kita pererat persatuan dan kesatuan,” ucap Laya dalam sambutannya.

Sekedar diketahui, kegiatan Mabicam yang telah dilaksanakan berjalan sukses dan aman karena panitia pelaksana telah menyesuaikan dengan istruksi kementerian pendidikan, yakni proses pengenalan tanpa perploncoaan di hal-hal negatif.

Sementara itu, Ketua Panitia Mabicam, Frangky Podungge menambahkan, selama kegiatan panitia menjalankan tugasnya sesuai dengan instruksi Kementerian Pendidikan tanpa tindakan kekerasan.

”Dalam rangka menjaga tindakan-tindakan kekerasan, setiap harinya panitia melakukan rapat evaluasi. Dan syukur sampai berakhirnya Mabicam tidak ada keluhan dari peserta dan kejadian yang tidak diinginkan,” ungkap Podungge.

Ditempat terpisah, Ari Putra selaku Ketua SC Mabicam menyampaikan, Penekanan pengenalan kampus, pelatihan dan pendidikan karakter kepada Mahasiswa bersyukur bisa tercapai, hal ini dibuktikan dengan keaktifan mahasiswa baru dalam menerima materi dan referensi tulisan ketika selesai menerima materi.

”Hasil dari Mabicam ini memang belum sepenuhnya berhasil karena waktu yang singkat dalam pelaksanaannya. Tapi setidaknya, penguatan materi dan karakter telah dimaksimalkan kepada para mahasiswa baru untuk menjadi mahasiswa seutuhnya,” tutur Ari.

Hal ini ditegaskan Wakil Ketua IV STIKES Muhammadiyah, Rizal Arsyad MA ikut juga menegaskan, sejak awal pelaksanaan Mabicam cara-cara yang tidak mendidik mahasiswa baru telah disampaikan kepada panitia. Pihak kampus juga menambahkan dalam pelaksanaanya di tahun ini berpegang teguh pada prinsip-prinsip kemajemukan dalam beragama.

”Tambahnya positif dari konsep Mabicam tahun ini adalah, konsep menjaga kerukunan antar umat beragama, karena disadari betapa rawannya gangguan stabilitas keamanan apalagi terkait isu-isu keagamaan yang mengancam NKRI,” tegas Arsyad. (Iky Tukuboya)

Pameran Pendidikan IAIN Manado Hadirkan Puluhan Universitas se-Sulut

Abdul Halil Lumbessy dan Ketua Badan Tadzkir FISPOL Unsrat (Foto Suluttoday.Com)

Abdul Halil Lumbessy dan Ketua Badan Tadzkir FISPOL Unsrat (Foto Suluttoday.Com)

MANADO – Setelah alih status dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kota Manado menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dipublikasikan pada media massa belum lama ini. Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) IAIN Manado berencana melakukan kegiatan dengan tema Pameran Pendidikan dan Kebudayaan yang direncanakan Senin, (27-29/10/2014).

Dalam kapasitas sebagai peserta, Indra R. Tilolango yang juga Ketua Umum Badan Tadzkir (BT) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISPOL) ketika di konfirmasi oleh wartawan Suluttoday.com, Minggu (26/10/2014), menyampaikan bahwa pihaknya akan mengikuti pameran tersebut dengan maksud menciptakan silaturhami dan saling menunjang.

”Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan ukhua Islamia serta kerja sama antara Badan Tadzkir FISPOL dengan KBM, IAIN Manado. Kegiatan ini juga akan kami jadikan ajang perkenalan dengan peserta lain agar kedepan bisa menjadi patner kerja dalam menjalankan setiap program organisasi,” tutur Indara.

Selaku Ketua Umum Organisasi Kemahasiswaan, dirinya juga menyampaikan undangan yang disebarkan kepada seluruh perguruan tinggi di Sulawesi Utara (Sulut), dan Badan Tadzkir FISPOL juga telah menerima undangan dari panitia pelaksana kegiatan.

”Para undangan yang hadir terdiri dari perwakilan kampus, seperti Universitas Klabat, Universitas Nusantara, Universitas Teknik Sulawesi Utara, Universitas Kristen Indonesia Tomohon, Politeknik Negeri Manado, Poltekkes Manado, Akper Teling Manado, Delasal Manado, STIMIK Parnaraya, STIE Gunung Potong, STIE Petra Bitung, STIPAR Manado, STIKES Muhammadiyah Manado, STAKEN Manado, STF-SP Tomohon, dan Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Manado yang terdiri dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISPOL), Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran, Serta Universitas Negeri Manado (UNIMA), yang terdiri dari Fakultas MIPA, Fakultas PGSD, Fakultas Seni dan Olahraga,” papar Tilolango.

Disisi lain Abdul Halil Lumbessy yang juga Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) Badan Tadzkir Fispol Unsrat Manado menyampaikan kegiatan seperti ini harus di ikuti dengan serius oleh Badan Tadzkir FISPOL Unsrat. ”Kegiatan semacam ini sangat penting, selain meningkatkan kreatifitas, keilmuan, dan pengalaman, kita juga akan membangun silaturahmi yang lebih terbuka lagi. Apalagi Badan Tadzkir FISPOL dikenal begitu dinamis, reformis dan gemar melakukan kegiatan-kegiatan edukatif, tradisi semacam ini tetaplah ditumuhkan,” ujar Dace sapaan akrab Lumbessy. (Faruk Umasangaji/Am)

Rekrut 100.000 Kader, Komisariat KAMMI Stikes Manado Gelar DM 1

Kader KAMMI Sulut usai menggelar DM 1 (Foto Suluttoday.Com)

Kader KAMMI Sulut usai menggelar DM 1 belum lama ini (Foto Suluttoday.Com)

MANADO – Belajar merupakan kunci peningkatan wawasan pemikiran setiap manusia, terutama dipandang penting dan menjadi kebutuhan bagi para aktivis mahasiswa. Dalam visi merekrut seratus ribu kader yang berkompetensi, pengurus Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKES) Mummadiyah Koya Manado berencana melaksanakan tranning Daurah Marhala (DM 1), Jumat (24/10/2014).

Menurut Ketua Panitia Pelaksana (OC), Aifan Umasangaji ketika dikonfirmasi Suluttoday.com, Minggu (19/10/2014) menyampaikan kalau kegiatan DM 1 sudah menjadi kewajiban bagi setiap Komisariat yang ada dibawa lingkup KAMMI Sulut dalam menjalankan program organisasi setiap masa kepengurusan.

”Kegiatan DM1 yang akan kami laksanakan selama tiga hari, yaitu Jumat 24 s/d Minggu 26 Oktober 2014, bertempat di Tateli Vila Hj, Jafar. Peserta kegiatan DM1 bukan hanya di fokuskan pada Stikes Muhammadiyah Manado saja, namun yang akan mengikuti kegiatan ini juga dari mahasiswa STAIN Manado, mahasiswa Unsrat Manado, POLTEKKES Kemenkes Manado,” ujar Aifan selaku Ketua Panitia yang adalah mahasiswa STIKES Muhammadiyah Manado ini.

Kegiatan ini juga akan di hadiri pengurus KAMMI Daerah (KAMMDA) Manado, dan KAMMI Wilayah (KAMMWIL) Sulawesi Utara, tambah Aifan. Sementara itu, Nurheni Duwila perwakilan Panitia Pengarah (SC), bahwa kami juga telah mengundang para sesepuh dan senior KAMMI yang ada di Manado pada khususnya dan Sulut. ”Kami juga mengundang pengurus KAMMDA dan KAMMWIL untuk menjadi pemateri, kita berharap kegiatan nantinya berjalan sukses dan membawa dampak positif bagi para kader baru,” kata Duwila.

Sendapa dengan Nurheni, Ketua Komisariat KAMMI STIKES Muhammadiyah Manado Tamsil Fokatea, menamahkan bahwa kegiatan ini mengusung tema Rekrutmen 100.000 kader KAMMI menjadi muslim Negarawan yang berbasis kompetensi.

”Tema yang diangkat terkait Rekrutmen 1.00.000 kader KAMMI, dan materi yang kami ambil adalah KeKAMMIan, Managemen Waktu, Syahadatain, Problematika umat, Fikih aksi, serta beberapa materi lain yang mampuh memperkuat pemahaman terkait, iman dan taqwa, kesadaran moral, prilaku yang bercorak Islami, sekaligus arah perjuangan organisasi KAMMI itu sendiri dalam membangun bangsa dan Negara Indonesia,” kata Tamsil menutup. (Faruk Umasangaji/Am)

iklan1