Tag: Sulawesi utara

Kedai Kopi’ah Hadir di Manado, Warkop Strategis Sediakan Ragam Menu

Sejumlah Imam yang hadir dalam doa syukuran (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Menjamurnya berbagai usaha kreatif dari masyarakat ikut menopang pergerakan ekonomi di Kota Manado yang mulai terdegradasi. Sepi peminat dan nyaris mati suri akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Selasa (5/1/2021), Ustad Taufiq Adam hadir dengan membuka usaha rumah kopi. Tanpa berlama-lama, pria yang juga aktivis muslim Sulawesi Utara (Sulut) itu melakukan pembacaan doa. Sebagai tanda warung kopi yang dikelolanya resmi beroperasi.

Warkop ini juga hadir dengan nama yang khas. Tidak main-main, Ustad Taufiq memberi nama Kedai Kopi’ah. Dalam kesempatan doa bersama, bentuk syukur atas dimulainya usaha rumah kopi tersebut, Taufiq mengundang para imam dan warga aktivis untuk menggelar doa bersama. Kedai yang beralamat di Kelurahan Tuminting, Kecamatan Tuminting Kota Manado itu mengambil posisi strategis.

Kedai Kopi’ah dengan layan parkir yang representatif (Foto Suluttoday.com)

Berada di depan jalan raya. Tak hanya itu, Kedai yang berdiri berdampingan dengan ruko yang berposisi tak jauh dari Lapas Tuminting itu dipenuhi suasana yang tenang. Diatur apik, interiornya memanjakan mata pelanggan, membuat nyaman. Saat diwawancarai Suluttoday.com, Selasa (5/1/2021) usai doa syukuran Taufiq menyampaikan ragam menu yang disediakan. Kedai tersebut mengandalkan kopi dengan khasnya tersendiri.

Doa bersama di lantai 2 Kedai Kopi’ah (Foto Suluttoday.com)

”Sejumlah menu kita sediakan. Selain kopi susu, kopi hitam kental. menu minuman lainnya. Juga kita sediakan kue, mie kuah, sampai makanan berat juga akan disediakan. Doakan ya, semoga usaha kecil-kecilan ini diberkahi Allah SWT. Bisa berkembang pesat kedepan,” ujar Taufiq.

Suasana akrab, makan siang usai doa syukur (Foto Suluttoday.com)

Tidak hanya itu, menurut jebolan Sekretaris Wilayah Syarikat Islam (SI) Sulut itu pengelola Kedai Kopi’ah akan melayani para pelanggan dengan ramah. Dengan halaman parkir yang relatif luas, kondisi bangunan dua lantai, Kedai ini menarik perhatian masyarakat yang melintas. Taufiq juga mengajak aktivis, kaum milenial, mahasiswa, sampai masyarakat umum untuk bisa mampir di Kedai tersebut.

Posisi depan Kedai Kopi’ah, tepatnya pemandangan jalan umum (Foto Suluttoday.com)

”Tentu saya juga berterima kasih kepada rekan-rekan aktivis, para Imam dan Ustad yang hadir dalam acara baca doa ini. Pengelola Kedai akan maksimal, kita hadir dengan inovasi layanan tentunya. Disini tersedia beberapa fasilitas. Diantaranya free wifi, colokan listrik gratis, lantai 2 disediakan ruang untuk shalat berjamaah. Bagi mahasiswa, milenial, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat umumnya bisa datang disini. Merasakan kopi dan menu-menu lain yang kami sediakan,” kata Taufiq menutup.

(*/Amas)

Buntut dari Konflik Internal, Sekretaris DPW PBB Sulut Memilih Mundur

Hadi Prestasi, ST.,M.Si (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Dinamika berupa riak-riak politik memang penting. Bahkan ditumbuhkan di institusi partai politik. Namun, ketika dinamika berubah menjadi carut-marut, tak terorganisir dan terjadi polarisasi, maka ancamannya implementasi visi besar partai politik menjadi tidak berjalan dengan baik. Khusus untuk struktur kepengurusan Partai Bulan Bintang (PBB) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencuat benturan kepentingan.

Hal itu seperti disampaikan Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PBB Provinsi Sulawesi Utara, Hadi Prestasi, ST.,M.Si. Menurutnya dirinya mengambil langkah penting di tengah situasi yang baginya genting, dimana gejolak kepentingan politik internal PBB Sulut begitu kencang. Sehingga dirinya mengaku tidak konsentrasi menjalankan amanah yang diemban, itu sebabnya Hadi memilih melepas jabatannya tersebut.

”Ini akibat konflik internal. Saya secara resmi mengundurkan diri dari posisi sebagai Sekretaris Wilayah PBB Sulawesi Utara. Dinamika yang begitu kencang melahirkan ketidaknyamanan. Akhirnya juga kita menjadi tidak sevisi lagi. Saya memilih fokus di bidang yang saya tekuni yakni sebagai Kontraktor,” ujar Hadir, saat diwawancarai di Hotel Griya Sintesa, Sabtu (19/12/2020).

Potongan Surat Pengunduran Diri dari Hadi (Foto Suluttoday.com)

Lanjut disampaikan politisi muda pekerja keras dan visioner itu menyampaikan bahwa keputusan yang diambil telah melawati prosedur resmi yakni menyurat ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PBB. Selain itu, Hadi berharap dengan pengunduran dirinya dari pengurus dan kader PBB, sekiranya partai tersebut lebih maju berkembang.

”Saya sudah menyurat kepada Ketua Umum DPP PBB, tertanggal 15 Desember 2020. Langkah mundur dari posisi Sekretaris dan juga mundur dari Partai PBB merupakan keputusan yang sadar dari saya pribadi. Saya berharap kedepan PBB Provinsi Sulawesi Utara semakin baik,” kata Hadi yang juga Ketua Pemuda Muslimin Indonesia (PMI) Kota Manado ini tegas.

Playing Victim, Hoax dan Lelucon yang Tidak Lucu serta “Dosa Politik”

Abid Takalamingan (Foto Istimewa)

Oleh : Abid Takalamingan, S.Sos,MH, Ketua BAZNAS Sulawesi Utara

Salah satu cara seseorang menghadapi sebuah peristiwa atau masalah adalah dengan mengambil peran sebagai, baik secara sadar maupun tidak. Hal inilah yang disebut dengan playing victim. Menurut pakar, cara ini biasa dilakukan oleh mereka yang merasa takut atau tidak berani menghadapi dan mengakui keberadaan amarah dalam dirinya.

Di politik cara ini biasa digunakan, terutama dengan maksud untuk memainkan emosi masyarakat (konstituen) agar orang kasihan terhadap dirinya dan akhirnya terlibat secara emosional untuk melakukan pembelaan terhadap si korban. Kalau playing Victim memiliki dasar rasional yang kuat biasanya cara ini akan berhasil tapi jika tidak maka playing Victim akan kelihatan seperti lelucon dan akhirnya makin “blunder”.

Dalam kasus pilwako Manado playing Victim sepertinya coba dimainkan oleh kelompok tertentu. Dalam catatan saya paling tidak itu dapat dilihat pada dua hal yang terjadi jelang pencoblosan atau jelang memasuki masa tenang.

Yang pertama ; tuduhan bahwa ada aktor atau pihak-pihak yang melakukan penyebaran kebohongan tentang calon boneka sehingga isu itu coba digoreng tapi tak jadi sajian yang enak dimata publik karena aktor atau pihak yang dimaksud tak bisa diidentifikasi dan mmg tdk bisa karena tidak ada (hoax).

Potongan postingan Abid di Facebook (Foto Suluttoday.com)

Kedua ; menyebarnya beberapa spanduk dengan teks yang sama atas nama seorang tokoh, ini juga jadi lucu karena tak ada logika yang bisa menghubungkannya, dimana rakyat tak merasa melakukan akhirnya “blunder”.

Lepas dari sebuah strategy mempengaruhi bahkan bermaksud mengalihkan opini untuk menaikan elektabilitas plying Victim yang tidak dibangun dengan dasar ilmu dan pemahaman yang kuat akhirnya menjadi sekedar sebuah lelucon yang tidak lucu. Selebihnya menurut hemat saya ini adalah politik kotor menghalalkan segala cara demi tercapai suatu maksud dan tujuan demi keuntungan kelompok sekalipun harus berdusta.

Saya tak lagi bicara soal dosa karena dalam fiqh siyasah wilayah hitam putih terlalu sempit dibandingkan wilayah abu-abu atau ijtihadiah. Tapi silahkan berkesimpulan masing-masing dalam kasus playing Victim dalam pilwako Manado. Apakah ini dosa dalam politik?. Wallahu’alam.

Data Terbaru LSI, OLLY STEVEN di Ambang 2 Periode Sulit Terkejar

Aji Alfarabi ketika menyampaikan hasil survey LSI di Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tersisa 7 hari lagi menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020, Rabu 9 Desember 2020. Kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menyajikan aneka warna konstelasi politik tersendiri. Umumnya, di menit-menit terakhir ada pergerakan politik yang makin kencang. Di Pilgub Sulut kekuatan petahana Olly DondokambeySteven Kandouw atau yang akrab disingkat Olly Steven makin kokoh elektabilitasnya.

Berdasarkan hasil survey yang disampaikan LSI Denny JA, per Desember 2020, Rabu (2/12/2020) menempatkan Olly Steven makin sulit terkejar penantang. Menurut Aji Alfarabi, peneliti senior LSI Denny JA tingkat kepuasan kinerja, persepsi keberhasilan, populer dan disukai, dan aspek personality, Olly disebut masih unggul. Kecerdasan masih menjadi magnet bagi masyarakat Sulut untuk memilih kembali Olly Steven.

”Sejumlah alasan menguatkan kenapa Olly Steven perkasa?, diantaranya karena tingkat kepuasan kinerja diatas 80%. Selain itu, persepsi berhasil diatas 80%, ODSK paling populer dan paling disukai. Diatas 65% masyarakat menginginkan petahana memimpin kembali Provinsi Sulawesi Utara. Mereka yang berkeinginan petahana terpilih, diatas 75%. Setelahnya, Olly ditemukan dalam survey unggul dari semua aspek personality,” kata Aji.

Melalui sesi tanya jawab bersama wartawan, Aji juga menegaskan saat merespon sejumlah pertanyaan wartawan, mengatakan bahwa sesuai waktu yang tersedia dan posisi elektabilitas Olly Steven yang masih tinggi, maka penantang menemui kesulitan serius untuk mengejar Olly Steven. Disebutnya, sangat mustahil penantang dapat mengalahkan petahana dengan tren simpati publik yang ada.

”Elektabilitas ODSK (Olly Steven) diatas 65%. Jarak elektabilitas dengan kompetitor terdekat +/-40%, modal ODSK diantaranya juga karena punya pemilih militan diatas 55%. Hampir mustahil kompetitor mengejar elektabilitas petahana,” ujar Aji di Swiss-Belhotel Maleosan Manado.

Suasana usai konfrensi pers, Aji ketika diwawancarai (Foto Suluttoday.com)

Lanjut dipaparkan Aji bahwa LSI juga mengantongi rincian data terkait sebaran suara Olly Steven di Sulut. Berdasarkan peta kekuatan kandidat 6 (enam) segmen pemilih penting, kata Aji keberadaan petahana masih mengungguli semua segmen. Tidak tanggung-tanggung, bahkan untuk pemilih muslim di Sulut Olly Steven masih mendapatkan dukungan lebih dari 50%.

”Ada enam segmen pemilih penting yang kami klasifikasi. Diantaranya, ODSK unggul di pemilih laki-laki maupun perempuan. Yang sebarannya seperti ditampilkan. ODSK juga unggul di semua penganut agama, terlebih untuk di segmen pemilih Islam ODSK mendapatkan 51,6%, protestan dan Katolik di atas 71,5%. Tidak hanya itu, ODSK pun unggul di semua generasi, milenial hingga lansia. ODSK unggul di pemilih pendidikan rendah, hingga terpelajar. Selanjutnya, ODSK unggul di Wong Cilik hingga mereka yang mapan. Dan yang terakhir, ODSK unggul di semua profesi pemilih,” tutur Aji tegas.

LSI dalam paparan tersebut menyimpulkan, 7 hari menjelang pemilihan, ODSK di ambang 2 periode. Elektabilitas petahana diatas 65%, ODSK perkasa di 6 segmen pemilih penting. Pada semua aspek (variabel) yang menjadi pertimbangan pemilih dalam memilih diungguli petahana. Sulit sekali (hampir mustahil) kompetitor mampu mengejar elektabilitas petahana.

(*/Amas)

Gelar Kerja Sama, IRTI Berikan Bimtek Pengadaan Barang/Jasa ke Pemkab Bolsel

Sesi tanya jawab peserta Bimtek dan narasumber (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Mewujudkan pengelolaan pemerintahan yang baik melalui manajemen keuangan yang transparan dan akumtabel, pemerintah daerah memang terus melakukan pembenahan untuk tetap melayani secara profesional. Kamis (26/11/2020), Indonesia Research & Training Institute (IRTI) bersama pemerintah daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Menurut Direktur IRT, Mahmud Katili saat diwawancarai Suluttoday.com di Hotel Quality Manado, Kamis (26/11/2020) menyebutkan perlunya Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Keuangan dilakukan untuk pemerintah daerah. Terlebih bagi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), atau Bagian birokrasi yang berkaitan dengan urusan keuangan agar para pejabat atau birokratnya mengerti tentang mekanisme pengelolaan, penggunaan dan penyaluran anggaran daerah.

”Tentunya Bimtek ini begitu penting. Selain memberikan pembekalan, menguatkan, menambah serta mengingatkan para pemangku kepentingan di daerah untuk mengerti kerja-kerjanya. Terlebih yang berkaitan dengan penanggung jawab KPA dan PPK. Sasarannya agar mereka memahami betul prosedur penganggaran sampai pada implementasi atau penggunaan anggaran, baik prioritas penggunaan anggaran dan peruntukannya. Aspek perundang-undangan sebagai rujukan juga disampaikan narasumber dalam Bimtek ini. Mereka peserta Bimtek diberikan modul, materi untuk menambah, memperkaya khasanah pemikiran para jebatan atau birokrat yang ikut Bimtek ini,” ujar Mahmud.

Peserta ketika menyampaikan pertanyaan dan tanggapan (Foto Suluttoday.com)

Sebagai pemberi materi, dalam kegiatan yang diagendakan tanggal 26 – 28 November 2020 di Hotel Quality Manado tersebut, Dr. Jufri Jacob, SE.,M.Si mengulas seputar Buku Kerja PPK atau Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa tentang kontrak pengadaan barang/jasa pemerintah berdasarkan Perpres Nomor 16 Tahun 2018. Jufri menengaskan pula soal konsolidasi pengadaan yang bersifat e-Katalog. Sehingga dengan sistem yang digunakan Perangkat Daerah (PD) dapat melakukan penghematan anggaran belanja.

Sementara itu, Anas Kangiden, SP Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Bolsel, selaku salah satu peserta Bimtek menyampaikan bahwa pentingnya Bimteng ini dilaksanakan. Anas juga menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini terus dilanjutkan, guna mengupdate dan menambah pengalaman bagi para birokrat yang menangani soal pengadaan barang dan jasa di daerah.

Foto bersama peserta Bimtek, narsum dan Direktur IRTI (Foto Suluttoday.com)

“Pentingnya Bimteng diantaranya meningkatkan kompetensi dan menambahkan pengetahuan dan pengalaman dalam proses pengadaan barang dan jasa. Harapnya tentunya sebagai peserta kita setelah ini bisa mengimplementasikan pengetahuan yang didapat di tempat kerja,” ujar Anas, yang juga alumni Unsrat Manado ini tegas.

Narasumber, Dr. Jufri Jacob saat memaparkan materi (Foto Suluttoday.com)

Sekedar diketahui, IRTI merupakan lembaga resmi yang selalu bekerja sama dengan pemerintah daerah ini terbentuk sejak tahun 2007 yang saat ini intens bersinergi dengan Bappenas. Dan kini membangun kemitraan strategi bersama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). IRTI menyediakan fasilitas, sumber daya dan instruktur yang berkompeten di bidang pengadaan barang dan jasa.

(*/Amas)

iklan1