Tag: sultan udin musa

Ketua DPRD Manado Hadiri Pelantikan Pengurus Forum Pedagang Bersatu

Pengurus Forum Pedagang Bersatu Kota Manado saat dilantik (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kesadaran para pedagang tradisional di Kota Manado untuk bersatu dalam suatu wadah organisasi dan berkomitmen memperjuangkan kepentingan bersama terus ditunjukkan. Rabu (26/2/2020), bertempat di Tempat Pelelangan Ikan Pasar Bersehati Manado, dilaksanakan pengukuhan dan pelantikan Dewan pengurus Forum Pedagang Bersatu Kota Manado periode 2020-2024.

Dalam sambutannya, Noho Poiyo selaku Dewan Pembina Forum Pedagang Bersatu mengajak PD Pasar Manado agar memperhatikan nasib pedagang. Bahkan untuk kebutuhan perkembangan, dan transparansi sudah harus dipikirkan pihak PD Pasar soal manajemen pembayaran melalui sistem perbankan. Ia juga meminta Dirut PD Pasar serius memperjuangkan nasib pedagang.

”Pedagang tradisional Kota Manado, utamanya di pasar Bersehati meminta adanya aturan bagi dari pihak PD Pasar Manado. Agar kedepan tidak ada masalah, atau minimalnya setoran biaya kontrak, sewa lahan, retribusi atau iuan ada dasar hukumnya. Kami berharap sarana prasarana pasar juga mendapat perhatian Dirut PD Pasar Manado, jangan kemudian masyarakat yang terus ditarik pungutan, lalu pembangunan infrastruktur dikesampingkan,” kata Noho yang juga pengurus DPD KNPI Sulawesi Utara ini yang juga mengharapkan ada sistem penagihan atau pembayaran iuran melalui alat elektronik.

Selain itu, Ketua Forum Pedagang Bersatu Darwis Hutuba, dalam sesi Focus Group Discussion (FGD) mengharapkan pemerintah Kota Manado melalui PD Pasar Kota Manado tidak mengabaikan hak pedagang. Janganlah dianggap pedagang sebagai bagian yang terpisah dari sistem utuh yang diterapkan manajemen PD Pasar. Harusnya, pedagang dijadikan mitra, bukan objek untuk diperas.

”Kami selaku pedagang mengharapkan keadilan. Perlakuan yang setara, antara apa yang telah kami berikan ke PD Pasar dengan pembangunan dan pelayanan dari PD Pasar Manado. Kondisi yang kami rasakan saat ini, tidak ada kemajuan, yang terjadi malah kemunduran. Pedagang diabaikan nasibnya. Kami diposisikan seperti bagian yang kurang diperhatikan, padahal kontribusi pedagang terhadap operasionalisasi PD Pasar sangat besar. Tolong perlakukan pedagang sebagai mitra yang sejajar,” ujar Darwis.

Ketua DPRD Kota Manado saat menghadiri pelantikan Forum Pedagang Bersatu (Foto Suluttoday.com)

Selain itu, yang masuk dalam jajaran struktur dalam hal ini Sekretaris adalah Riflan Noho, dan Bendahara Yasin Gani, Dewan Pembina Noho Poiyo. Untuk diketahui yang hadir dalam kegiatan ini diantaranya, Ketua DPRD Kota Manado Aaltje Dondokambey, Kepala Bank Indonesia Wilayah Sulawesi Utara, Syarifudin Saafa anggota DPRD Manado, Boby Daud anggota DPRD Manado, Sultan Udin Musa mantan anggota DPRD Manado yang didaulat sebagai Dewan Pembina Forum Pedagang Bersatu, mantan Direktur PD Pasar Manado Ferry Keintje.

Hadir pula Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulawesi Utara, mantan Dirum PD Pasar Manado, Hendra Zoenardji, para jurnalis, tokoh masyarakat, dan para undangan lainnya. Sedangkan jajaran Direksi PD Pasar Kota Manado sendiri tak ada satu pun yang hadir dalam acara ini.

Pelantikan yang dirangkaikan dengan FGD tersebut berjalan sukses. Hal ini berjalan atas kerja sama Forum Pedagang Bersatu dengan Komunitas Pers Manado (KPM). Selanjutnya, Ketua DPRD Kota Manado juga menyampaikan pendapat dan sarannya soal pengelolaan pasar tradisional Kota Manado. Begitu pula Udin Musa yang sedikit banyak menyoal terkait legitimasi dan Perda yang berkaitan dengan pengelolaan pasar tradisional di Manado. Saafa maupun Boby Daud pun memberikan dukungan penuh terhadap Forum Pedagang Bersatu, dan mengatakan agar pemerintah Kota Manado bersinergi dengan Forum tersebut. (*/Amas)

Faisal Salim Dialog Bersama Mahasiswa dan Aktivis Pemuda

Faisal Salim (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Dialog Bersama Faisal Salim yang dilaksanakan secara rutin, Jumat (21/11/2019) kembali dilaksanakan. Bang Faisal yang juga bakal calan Wakil Wali Kota Manado kali ini didampingi politisi senior Sultan Udin Musa sebagai pembicara, yang dimoderatori Ai Firman Mustika, senior HMI Cabang Manado.

Kegiatan yang bertempat di Buts Café, Kelurahan Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado itu dihadiri para aktivis mahasiswa, tokoh pemuda dan juga jurnalis. Bang Faisal kali ini mengelaborasi soal tema penting, atau visi besar yang dirancangnya untuk diajukan kepada warga Manado dalam kontestasi Pilwako 2020.

Bagi Faisal, kebutuhan akan rumah merupakan kebutuhan primer masyarakat. Selain itu, dalam amanat Undang-Undang Dasar 1945 juga memuat tentang hak dasar masyarakat untuk mendapatkan hunian yang layak. Tokoh muda vokal itu mengaku ditengah rutinitas safari politik sekaligus silaturahmi melalui dialog itu ditemukan banyak masukan dari masyarakat yang menggambarkan betapa rumah begitu diperkukan masyarakat Manado saat ini.

‘’Ketentuan Pasal 28 H, dalam UUD 1945 yang diamandemen secara lugas menjelaskan bahwa rumah adalah salah satu hak dasar rakyat dan oleh karena itu setiap warga negara berhak untuk bertempat tinggal dan mendapat lingkungan hidup yang baik dan sehat. Dialog bersama yang saya buat ini menghasilkan banyak hal. Menjadi medium untuk menjaring aspirasi masyarakat. Kita juga dapat mengukur berapa banyak kebutuhan warga Manado untuk mendapatkan rumah sendiri,’’ ucap Bang Faisal.

Dialog bersama Faisal Salim di Buts Cafe (FOTO Suluttoday.com)

Ketua BM PAN Kota Manado itu memberikan penjelasan soal posisi hak masyarakat dan kewajiban Negara terhadap masyarakat. Politisi muda yang energik dan pemberani itu mengaku jika dirinya dipercayakan warga Manado menjadi Wakil Wali Kota Manado, maka sejumlah program yang dipersiapkannya akan dijalankan secara konsisten.

“Saya butuh doa dan dukungan masyarakat untuk mewujudkan program perumahan tanpa bank dan tanpa ribah ini. Ayo, pemerintah harus hadir melakukan intervensi dalam pembangunan perumahan. Bagiamana pun Negara berkewajiban atas keberadaan masyarakatnya. Sayangnya, masyarakat yang belum diberikan haknya diam saja dan pemerintah pun seolah menutup mata. Harusnya masyarakat mengingatkan itu,” ujar Bang Faisal. (*/Redaksi)

UDIN MUSA: Program 1000 Rumah Faisal Salim Bisa Direalisasikan

Para mahasiswa saat mendengarkan penyampaian Sultan Udin Musa dan Faisal Salim (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Saat hadir dalam Dialog soal Perumahan tanpa Bank, Jumat (22/11/2019) bertempat di Buts Coffe Kelurahan Bahu Malalayang Kota Manado, Sultan Udin Musa SH, politisi Partai Golkar Sulut menyampaikan komentar positif. Mengomentari program bakal calon Wakil Wali Kota Manado, Faisal Salim SE, Udin Musa menyampaikan sangat realistis program tersebut.

“Program 1000 rumah untuk warga Manado yang diperjuangkan Bung Faisal Salim sangat bisa dilakukan. Kemudian beliau mendesain konsep rumah tanpa Bank, dan tanpa riba, ini rasional. Konsepnya kuat, sehingga dapat dilaksanakan,” ujar mantan Ketua Komisi A DPRD Kota Manado itu.

Politisi yang akrab disapa Barol itu mengulas sedikit soal sumber daya dan kemampuan keuangan pemerintah Kota Manado. Menurutnya, ketika ada gagasan positif dari bakal calon Wali Kota dan bakal calon Wakil Wali Kota Manado perlu didukung. Ditambahkannya lagi bahwa tantangan pembangunan Manado kedepan makin kompleks, sehingga diperlukan calon pemimpin yang memiliki visi jelas.

“Saya punya pengalaman bagaimana menjadi wakil rakyat di Manado, sebetulnya Kota Manado potensinya luar biasa. Pengelolaan sumber daya daerah Kota Manado bila dilakukan secara baik, benar, sistematis, terukur dan tidak serampangan, maka hasilnya pembangunan daerah ini berjalan makin pesat. Termasuk Faisal Salim yang mengusung program perumahan bagi masyarakat, perlu diberikan apresiasi. Sesuai kondisi keuangan di pemerintah daerah Kota Manado, program ini bisa direalisasikan,” kata Musa.

Dialog bersama Faisal Salim, Sultan Udin Musa memberikan komentar (FOTO Suluttoday.com)

Untuk diketahui, pemaparan tersebut disampaikan ditengah-tengah dialog bersama para mahasiswa dan aktivis pemuda yang digagas Faisal Salim. Kegiatan ini, kata Faisal menjadi pemantik dan ruang untuk silaturahmi antara dirinya dengan masyarakat. Dia berharap masyarakat apa yang dilakukannya demi masyarakat itu bermanfaat bagi banyak orang.

Selain itu, seperti jadwal yang ditetapkan bahwa Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Manado akan dilaksanakan serentak dengan pelaksanaan Pilkada lainnya di tahun 2020. Sejumlah tokoh mulai melakukan sosialisasi, untuk Faisal arus dukungan terhadap sosok yang satu ini makin mengalir deras. Faisal diprediksi akan diusung DPD PAN Kota Manado. (*/Redaksi)

Mau Dapat Rumah?, Ayo ke Jarod Manado Rabu Besok

Bang Faisal Salim (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Ragam konsep pembangunan fasilitas publik didorong pemerintah. Semuanya tentu didukung kajian yang komprehensif, studi perbandingan dan kesediaan sumber daya. Untuk konteks Kota Manado sendiri pemerintah daerah tengah memaju laju pembangunan, tujuannya demi kesejahteraan serta kemajuan masyarakat.

Hal yang terkesan tidak terlalu mendapat perhatian adalah soal perumahan murah, perumahan layak huni, cara mendapatkannya dan kiat-kiat sukses menjadi pengusaha properti. Konteks ini dilirik Faisal Salim, SE pengusaha muda yang kini digadang-gadang maju sebagai calon Wakil Wali Kota Manado membuka ‘dapur developer’. Mewujudkan komitmennya, Faisal menggelar dialog bersama masyarakat Kota Manado.

”Kami akan menggelar dialog bersama Bang Faisal Salim. Untuk itu, secara terbuka sebagai pelaksana kami mengundang masyarakat agar bisa hadir di Jalan Roda (Jarod) Manado, Rabu 13 November 2019. Bang Faisal akan membagikan kiat-kiat mendapatkan rumah tanpa bank. Termasuk rahasia sukses menjadi pengusaha properti. Agar kita bisa punya rumah sendiri tentunya bagi yang belum punya rumah,” ujar Gilang Hiola saat diwawancarai wartawan, Selasa (12/11/2019).

Lanjut disampaikan Gilang, banyak masyarakat Manado yang penasaran atas konsep perumahan tanpa bank yang dibuat Faisal Salim. Untuk hal tersebut, Gilang mengajak segenap warga Manado hadir dalam acara yang juga dihadiri politis, aktivis OKP dan Ormas, serta tokoh masyarakat.

”Yang Penasaran Dengan Dialog ini kami undang Untuk Hadir di Jalan Roda Pada Tanggal 13/11/19 Jam 15.00 di Warung Kopi Hanny. Para Narasumber  diantaranya Owner Perumahan satu-satunya tanpa menggunakan Bank Bapak Faisal Salim, dan Pak Haji Sultan Udin Musa. Moderator Sekretaris DPD KNPI Manado,” kata Gilang menutup. (*/Redaksi)

Demi Kemanusiaan Ribuan Umat Islam Sulut Tumpah Ruah di Lapangan Sparta Tikala

Laporan Ketua Panitia, H. Lukman Wakid (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Bentuk protes secara damai atas kebrutalan pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya, di Rakhine State, Myanmar ditunjukkan ribuan umat Islam di Sulawesi Utara (Sulut), kali ini melalui Solidaritas Kemanusiaan Tragedi Rohingya para tokoh Islam Sulut dan pimpinan Organisasi Keagamaan Islam menggelar Dzikir Akbar dan Doa Bersama untuk warga Rohingya bertempat di Lapangan Sparta Tikala, Kelurahan Tikala Ares Kecamatan Tikala Kota Manado, Sabtu (16/9/2017) tadi malam.

Dalam sambutannya Ketua Panitia, H. Lukman Wakid menyampaikan pentingnya empati publik terhadap peristiwa kemanusiaan yang dialami warga Rohingya. Kegiatan tersebut, kata Lukman merupakan langkah konkrit umat Islam Sulut memperlihatkan solidaritasnya, tidak hanya itu Lukman pun berpesan agar pemerintah Indonesia terus mengulurkan tangan memberikan bantuan kepada para korban pembantaian sekaligus melawan bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Rohingya.

Ribuan umat Islam Sulut saat dzikir dan doa bersama (Foto Suluttoday.com)

”Luar biasa, inilah komitmen kita bersama bahwa umat Islam di Sulawesi Utara dan Manado pada khususnya mengutuk tragedi kemanusiaan yang terjadi di Rohingnya. Tindakan kekerasan yang tidak manusiawi dan menginjak-injang nilai kemanusiaan patut dihentikan, malam ini kita bersepakat atas nama solidaritas dan kepedulian sesama manusia Forum Solidaritas Kemanusiaan Tragedi Rohingya menggelar Dzikir Akbar dan Doa Bersama di Lapangan Sparta Tikala, Kota Manado. Kita mendoakan, sekaligus menggalang dana untuk membantu saudara-saudara kita di Rohingnya yang ditindas,” ujar Lukman Wakid.

Pembacaan resolusi yang disampaikan H. Djafar Alkatiri (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, H. Djafar Alkatiri tokoh Islam Sulawesi Utara ini dipercayakan membacakan Resolusi, dengan penuh semangat Alkatiri membacakan poin-poin Resolusi yang menerangkan terkait penghentian praktek pembantaian manusia atas manusia di muka bumi ini. Tak hanya itu, Alkatiri yang juga mantan Anggota DPRD Sulut mengecam tindakan kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Rohingya.

”Kita mendesak pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas melalui diplomasi, dan menyampaikan ke PBB bahwa insiden kemanusiaan yang dialami etnis minoritas di Rohingya melanggar HAM, dan wajib dihentikan. Disisi lain, semangat yang luar biasa dari umat Islam Sulawesi Utara untuk mengirimkan doa, sekaligus berdzikir demi Rohingnya agar Allah SWT menguatkan mereka yang dalam kesusahan ini perlu diapresiasi. Sesungguhnya, yang dipraktekkan di Rohingya adalah genosida ini tak boleh dibiarkan, atas nama keadilan, hukum dan kemanusiaan kami mengutuk tragedi kemanusiaan di Rohingya,” tegas Alkatiri yang juga mantan Sekretaris Jenderal BKPRMI ini.

Plt Sekda Kota Manado, H. Rum Usulu bersama para tokoh Islam Sulut (Foto Suluttoday.com)

Masih ditempat Lapangan Sparta Tikala, sejumlah tokoh Islam Sulut dan pimpinan Ormas pun menandatangani Resolusi perdamaian diantaranya H. Rum Usulu, Ulyas Taha, Taufiq Pasiak, Rukmina Gonibala, Sultan Udin Musa, Ayub Ali Albugis, Mahyudin Damis, Amir Liputo, Muardi Rahmola, Hj Lutfia Alwi, M Sofyan, Saiful Bongso, Azis Tegela, Hj. Fatma bin Syech Abubakar, Yaser Bachmid, Syahrul Poli, Suaib Soleman, Ridwan Syawie, mereka bersepakat agar dihentikannya praktek kekerasan kemanusiaan di Rohingya saat ini.

Tertib ribuan umat Islam saat mengikuti dzikir dan doa bersama di Lapangan Sparta Tikala (Foto Suluttoday.com)

Selain itu, menurut Rolandy Thalib selaku Sekretaris Panitia menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi seluruh Jamaah masjid yang hadir dalam acara bersama tersebut. Olan begitu pengurus KAHMI Manado ini akrab disapa menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa kemanusiaan yang terjadi dan dialami warga minoritas di Rohingya.

H. Djafar Alkatiri saat diwawancarai dan Ketua panitia bersama H. Mahyudin Damis, Ridwan Sawie, bendahara panitia (Foto Suluttoday.com)

”Syukur Alhamdulillah kegiatan Dzikir Akbar dan Doa Bersama di Lapangan Sparta Tikala malam ini berjalan sukses, inilah wujud kebersamaan kita yang harus dirajut terus. Atas nama kemanusiaan kita harus berus bersatu, kejatahan apapun bentuknya diatas dunia ini wajib dilawan, kami prihatin dengan insiden yang menimpa warga minoritas Rohingya,” kata Olan.

Sekretaris panitia, Rolandy Thalib saat bersama panitia lainnya (Foto Suluttoday.com)

Untuk diketahui acar ini dimulai dengan Shalat Isya dan Shalat Ghaib berjamaah yang dipimpin KH Abdul Wahab Abdul Gafur, Ketua MUI Sulut sebagai Imam, laporan panitia disampaikan H. Lukman Wakid, selaku Ketua. Selanjutnya pembacaan kalam ilahi oleh Qori Sulut, Rithon Igisani. Kemudian, Dzikir serta Doa Bersama yang dipimpin Ustad Yaser bin Salim Bahmid dan Ustad Abdurahman Mahrus, selain itu ada selingan pembacaan puisi untuk Rohingya yang dibacakan Ustad Faisal Sabaya, sementara yang membaca Resolusi yaitu H. Djafar Alkatiri, kegiatan yang baru pertama dilakukan di Sulut ini dihadiri ribuan umat Islam dan dihadiri Plt Sekretaris Daerah Kota Manado, H. Rum Usulu.

Panitia ketika menghitung dana yang terkumpul (Foto Suluttoday.com)

Begitu pun dengan dana yang terkumpul, menurut Bendahara Panitia Ridwan Syawie saat diwawancarai media ini menyampaikan bahwa dana tunai yang terkumpul pada acara tersebut berkisar puluhan juta rupiah. Belum terhitung dengan dana bantuan yang ditransfer melalui rekening yang dibuka resmi panitia, ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang bersedia bersedekah kepada warga Rohingya.

”Malam ini dana yang terkumpul saat penghitungan terakhir berjumlah Rp 61 juta, ini diluar dana yang ditransfer ke rekening. Memang panitia secara resmi membuka rekening atas nama ketua panitia dan bendahara. Tentunya, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada donatur yang dengan tulus dan iklas memberikan sumbangan ini kepada warga Rohingya melalui kami,” tutur Syawie. (Amas)

iklan1