Tag: sultan udin musa

Sultan Udin Musa dan Percaturan Politik di Manado

Hi. Sultan Udin Musa, SH (Foto Istimewa)

Oleh : Bung Amas, Pegiat Literasi

Sekali lagi politik itu soal momentum, bagi mereka yang mulai meredup berlahan dilupakan publik. Sebab ingatan publik bersama memori kolektifnya mudah hilang dengan kebaikan, perjuangan politisi dengan lahirnya pragmatisme politik. Hal itu mengharuskan tiap politis harus selalu hidup. Tumbuh berkembang melintasi jaman, tanpa harus diam bertapa lagi terlalu lama. Ditambah lagi dengan roh politik yang dinamis, bukan statis.

Sosok politisi yang rekam jejaknya begitu akrab di hati masyarakat, dialah Hi. Sultan Udin Musa, SH. Pria yang akrab disapa Barol itu merupakan kader handal Partai Golkar, semenjadi menjadi anggota DPRD Kota Manado beberapa periode, ia dikenal begitu vokal dan menjadi oposisi yang baik pagi pemerintahan (eksekutif). Tak pernah kita dengar Barol terlibat dugaan kasus korupsi. Dosa politik atau aibnya dalam pengabdian pada masyarakat nyaris tidak kita temukan.

Bukan berarti disimpan rapi, tapi sepengetahuan rekaman publik memang tidak ada. Politisi yang satu ini cukup konsisten menjadi oposisi saat sebagai Ketua Komisi A DPRD Kota Manado, kekritisannya melahirkan edukasi yang sistematis terhadap pelayanan publik. Barol tidak pernah kompromi dengan sesuatu hal yang melanggar hukum, ia tak segan mengoreksi dan memberi kritik. Bahkan Barol pernah terlibat ‘pertengkaran politik’ karena meluruskan persoalan dengan GS Vicky Lumentut Wali Kota Manado waktu itu.

Belum pernah kita dengarkan Barol takluk pada kejahatan. Namanya kesalahan itu musuhnya, politisi senior ini memang garang. Pemahamannya tentang hukum perundang-undangan tak perlu diragukan lagi. Alumnis Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) itu banyak mengetahui tentang perkembangan Kota Manado. Ketika di temui, di musim COVID-19, narasi kritis masih dikembangkannya. Memang telah menjadi gaya hidup dan pandangannya, hal positif disampaikannya terbuka fulgar tanpa takut intimidasi dan intervensi penguasa yang anti kritik.

Wacana dan program yang dikembangkan di Manado tak luput dari keterlibatan dirinya. Soal penataan Kota Manado, disaat dirinya menjadi wakil rakyat banyak aspirasi masyarakat pedagang (PKL) yang diselamatkannya. Bagi Barol, kepentingan masyarakat lebih tinggi di atas kepentingan politik. Sebagai politisi yang berlatar belakang Sarjana Hukum, Barol mengetahui anatomi persoalan hukum di Kota Manado, bahkan Sulawesi Utara (Sulut). Pada momentum Pilkada Serentak Lanjutan 9 Desember 2020, sejumlah pihak juga mengajukan dirinya untuk maju bertarung di Pilwako Manado.

Sosok politisi ‘tanpa rasa takut’ itu dianggap layak memimpin Kota Manado, entak sebagai Wali Kota atau Wakil Wali Kota Manado. Cara pandang serta perilakunya diidentikkan sebagai simbol pemikiran kritis dan perlawanan terhadap hal-hal yang destruktif. Sesepuh Syarikat Islam Sulawesi Utara tersebut selalu menggelorakan spirit pembangunan, memberi support kepada siapa saja untuk berkontribusi pada pembangunan. Tanpa berfikir mendiskriminasi kelompok tertentu.

Politisi yang meletakkan kebenaran dan keadilan sebagai trigger dasar pembangunan. Beragam persepsi, konsep ditelorkannya, sering kita temui ketika berbincang sambil ngopi dengan Barol di sejumlah tempat. Konteks Pilwako Manado kita mulai membaca kandidat Kepala Daerah, namun yang latar belakangnya dari praktisi Hukum masih minim. Barol sebetulnya menjadi kekuatan yang perlu dilirik, kalau masyarakat menghendaki akan ada kemajuan signifikan di daerah ini.

Tidak hanya bermodalkan pengetahuan hukum. Dari segi pengalaman praktis, Barol telah melewati perjalanan panjang perpolitikan. Politik penuh intrik, konsesi, saling telikung, melawan tirani pernah dilaluinya, sehingga dalam pembangunan demokrasi lokal, figur yang satu ini bukanlah pendatang baru. Mengalirnya ekspektasi masyarakat agar Barol bisa tampil di panggung Pilkada Manado akan tidak ada pengaruhnya sama sekali, bila elit partai politik tidak memikirkan tentang kemajuan daerah. Tapi lebih memikirkan kemenangan politik dan keuntungan sesaat.

Padahal, idealnya ketokohan, kontribusi, integritas, niat serta keberanian seorang pemimpin itu yang perlu menjadi indikator utama dalam menghimpun koalisi. Bukan tentang siapa yang banyak materi atau amunisi perang, sehingga sesuatu yang ideal, dan penting bagi masyarakat diabaikan. Sebetulnya Kota Manado butuh pembenahan dari aspek hukum, itu artinya potret pemimpin kedepan diharapkan harus melibatkan praktisi hukum menjadi pemegang kendali kekausaannya.

Jangan lagi para jebolan hukum hanya menjadi pelengkap dalam pembangunan. Haruslah menjadi penentu, paradigma pembangunan daerah yang berbasis pada aturan-aturan yang jelas hanya bisa berjalan ketika orang yang mempeloporinya mengerti hal itu. Pemimpin kedepan di Manado sebetulnya mereka yang mahfum soal hukum. Agar tidak terjadi lagi ‘patahan sejarah’ Kepala Daerah berurusan dengan persoalan hukum. Barol perlu mengambil ruang ini, untuk memberi karya terbaiknya bagi daerahnya tercinta.

Tinggalkan dulu kebiasaan buruk, stop kebiasaan lama memilih pemimpin karena diberi uang. Kedepankan memilih pemimpin karena rekam jejaknya, perbuahan-perbuatan baik, punya pengalaman dan berintegritas. Jangan lagi salah memilih pemimpin di daerah jika mengharapkan adanya kemajuan yang pesat. Dalam logika pembangunan berkelanjutan, kunci dari pembangunan terletak pada pemimpinnya. Kalau pemimpinnya bobrok, sudah pasti daerah tidak akan mengalami kemajuan. Selalu tertinggal dari mobilitas perubahan.

Bahkan tergilas karena pemimpin yang dipilih malah membawa mudharat terhadap daerah. Mudharatnya bisa seperti melakukan tindakan korupsi, mencuri uang rakyat untuk memperkaya dirinya. Sampai saat ini, kalau kita mengikuti kiprah Barol, dirinya selalu hidup sederhana. Selama beberapa periode menjadi anggota DPRD Kota Manado, tidak pernah kita melihatnya hidup mewah dan kaya raya. Tetap yang dikedepankan yaitu berdiri di atas kepentingan semua golongan masyarakat, bekerja, mengkritik yang salah, kemudian memberi usulan untuk pembangunan.

Banyak usulannya yang konstruktif semenjak menjadi anggota DPRD Manado juga tercecer. Tidak ditindaklanjuti, atau juga menjadi seperti mubajir. Media massa juga tidak semua mempublikasikan kritik dan dukasi yang sampaikannya. Kesempatan Pilkada Manado kali ini mesti lebih berkualitas, caranya tentu dengan melibatkan orang-orang yang berkualitas juga sebagai kompetitor politik. Saatnya Barol kembali ke panggung pertarungan politik. Politisi seperti Barol memang punya basis pendukung luas, tersebar disemua tingkatan. Banyak pihak yang bersimpati padanya karena pikirannya yang original, blak-blakan dan berpihak terhadap kebenaran.

Percaturan politik di daerah ini akan sepi dari narasi konstruktif, tidak lagi menjadi festival dan pameran gagasan, bisa saja menjadi instrumen bagi kapitalis dalam mengendalikan kekuasaan. Pemilihan Kepala Daerah menjadi kesempatan seleksi kepemimpinan pro rakyat, jangan dijadikan ajang kapitalisasi nilai terhadap. Kaum pemodal yang menguasai panggung politik berlebihan, akan menyusahkan ekonomi masyarakat pada akhirnya.

Mematahkan arus penguasaan berlebihan dari pemodal, maka politisi kritis harus turun ambil kendali. Diberi ruang, bukan mereka orang-orang yang malas berfikir, politisi abal-abal diberikan rekomendasi partai politik untuk bertarung. Pilkada bukanlah pertarungan materi, tapi tentang adu gagasan. Jangan pula membuat masyarakat cepat lupa atas kebaikan para politisi, termasuk Barol. Kemudian secepat itu berpaling memilih orang-orang yang gen politiknya tidak jelas. Segeralah sadar pemilih materalistik, kembalilah pulang pada idealismemu.

Ketua DPRD Manado Hadiri Pelantikan Pengurus Forum Pedagang Bersatu

Pengurus Forum Pedagang Bersatu Kota Manado saat dilantik (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kesadaran para pedagang tradisional di Kota Manado untuk bersatu dalam suatu wadah organisasi dan berkomitmen memperjuangkan kepentingan bersama terus ditunjukkan. Rabu (26/2/2020), bertempat di Tempat Pelelangan Ikan Pasar Bersehati Manado, dilaksanakan pengukuhan dan pelantikan Dewan pengurus Forum Pedagang Bersatu Kota Manado periode 2020-2024.

Dalam sambutannya, Noho Poiyo selaku Dewan Pembina Forum Pedagang Bersatu mengajak PD Pasar Manado agar memperhatikan nasib pedagang. Bahkan untuk kebutuhan perkembangan, dan transparansi sudah harus dipikirkan pihak PD Pasar soal manajemen pembayaran melalui sistem perbankan. Ia juga meminta Dirut PD Pasar serius memperjuangkan nasib pedagang.

”Pedagang tradisional Kota Manado, utamanya di pasar Bersehati meminta adanya aturan bagi dari pihak PD Pasar Manado. Agar kedepan tidak ada masalah, atau minimalnya setoran biaya kontrak, sewa lahan, retribusi atau iuan ada dasar hukumnya. Kami berharap sarana prasarana pasar juga mendapat perhatian Dirut PD Pasar Manado, jangan kemudian masyarakat yang terus ditarik pungutan, lalu pembangunan infrastruktur dikesampingkan,” kata Noho yang juga pengurus DPD KNPI Sulawesi Utara ini yang juga mengharapkan ada sistem penagihan atau pembayaran iuran melalui alat elektronik.

Selain itu, Ketua Forum Pedagang Bersatu Darwis Hutuba, dalam sesi Focus Group Discussion (FGD) mengharapkan pemerintah Kota Manado melalui PD Pasar Kota Manado tidak mengabaikan hak pedagang. Janganlah dianggap pedagang sebagai bagian yang terpisah dari sistem utuh yang diterapkan manajemen PD Pasar. Harusnya, pedagang dijadikan mitra, bukan objek untuk diperas.

”Kami selaku pedagang mengharapkan keadilan. Perlakuan yang setara, antara apa yang telah kami berikan ke PD Pasar dengan pembangunan dan pelayanan dari PD Pasar Manado. Kondisi yang kami rasakan saat ini, tidak ada kemajuan, yang terjadi malah kemunduran. Pedagang diabaikan nasibnya. Kami diposisikan seperti bagian yang kurang diperhatikan, padahal kontribusi pedagang terhadap operasionalisasi PD Pasar sangat besar. Tolong perlakukan pedagang sebagai mitra yang sejajar,” ujar Darwis.

Ketua DPRD Kota Manado saat menghadiri pelantikan Forum Pedagang Bersatu (Foto Suluttoday.com)

Selain itu, yang masuk dalam jajaran struktur dalam hal ini Sekretaris adalah Riflan Noho, dan Bendahara Yasin Gani, Dewan Pembina Noho Poiyo. Untuk diketahui yang hadir dalam kegiatan ini diantaranya, Ketua DPRD Kota Manado Aaltje Dondokambey, Kepala Bank Indonesia Wilayah Sulawesi Utara, Syarifudin Saafa anggota DPRD Manado, Boby Daud anggota DPRD Manado, Sultan Udin Musa mantan anggota DPRD Manado yang didaulat sebagai Dewan Pembina Forum Pedagang Bersatu, mantan Direktur PD Pasar Manado Ferry Keintje.

Hadir pula Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulawesi Utara, mantan Dirum PD Pasar Manado, Hendra Zoenardji, para jurnalis, tokoh masyarakat, dan para undangan lainnya. Sedangkan jajaran Direksi PD Pasar Kota Manado sendiri tak ada satu pun yang hadir dalam acara ini.

Pelantikan yang dirangkaikan dengan FGD tersebut berjalan sukses. Hal ini berjalan atas kerja sama Forum Pedagang Bersatu dengan Komunitas Pers Manado (KPM). Selanjutnya, Ketua DPRD Kota Manado juga menyampaikan pendapat dan sarannya soal pengelolaan pasar tradisional Kota Manado. Begitu pula Udin Musa yang sedikit banyak menyoal terkait legitimasi dan Perda yang berkaitan dengan pengelolaan pasar tradisional di Manado. Saafa maupun Boby Daud pun memberikan dukungan penuh terhadap Forum Pedagang Bersatu, dan mengatakan agar pemerintah Kota Manado bersinergi dengan Forum tersebut. (*/Amas)

Faisal Salim Dialog Bersama Mahasiswa dan Aktivis Pemuda

Faisal Salim (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Dialog Bersama Faisal Salim yang dilaksanakan secara rutin, Jumat (21/11/2019) kembali dilaksanakan. Bang Faisal yang juga bakal calan Wakil Wali Kota Manado kali ini didampingi politisi senior Sultan Udin Musa sebagai pembicara, yang dimoderatori Ai Firman Mustika, senior HMI Cabang Manado.

Kegiatan yang bertempat di Buts Café, Kelurahan Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado itu dihadiri para aktivis mahasiswa, tokoh pemuda dan juga jurnalis. Bang Faisal kali ini mengelaborasi soal tema penting, atau visi besar yang dirancangnya untuk diajukan kepada warga Manado dalam kontestasi Pilwako 2020.

Bagi Faisal, kebutuhan akan rumah merupakan kebutuhan primer masyarakat. Selain itu, dalam amanat Undang-Undang Dasar 1945 juga memuat tentang hak dasar masyarakat untuk mendapatkan hunian yang layak. Tokoh muda vokal itu mengaku ditengah rutinitas safari politik sekaligus silaturahmi melalui dialog itu ditemukan banyak masukan dari masyarakat yang menggambarkan betapa rumah begitu diperkukan masyarakat Manado saat ini.

‘’Ketentuan Pasal 28 H, dalam UUD 1945 yang diamandemen secara lugas menjelaskan bahwa rumah adalah salah satu hak dasar rakyat dan oleh karena itu setiap warga negara berhak untuk bertempat tinggal dan mendapat lingkungan hidup yang baik dan sehat. Dialog bersama yang saya buat ini menghasilkan banyak hal. Menjadi medium untuk menjaring aspirasi masyarakat. Kita juga dapat mengukur berapa banyak kebutuhan warga Manado untuk mendapatkan rumah sendiri,’’ ucap Bang Faisal.

Dialog bersama Faisal Salim di Buts Cafe (FOTO Suluttoday.com)

Ketua BM PAN Kota Manado itu memberikan penjelasan soal posisi hak masyarakat dan kewajiban Negara terhadap masyarakat. Politisi muda yang energik dan pemberani itu mengaku jika dirinya dipercayakan warga Manado menjadi Wakil Wali Kota Manado, maka sejumlah program yang dipersiapkannya akan dijalankan secara konsisten.

“Saya butuh doa dan dukungan masyarakat untuk mewujudkan program perumahan tanpa bank dan tanpa ribah ini. Ayo, pemerintah harus hadir melakukan intervensi dalam pembangunan perumahan. Bagiamana pun Negara berkewajiban atas keberadaan masyarakatnya. Sayangnya, masyarakat yang belum diberikan haknya diam saja dan pemerintah pun seolah menutup mata. Harusnya masyarakat mengingatkan itu,” ujar Bang Faisal. (*/Redaksi)

UDIN MUSA: Program 1000 Rumah Faisal Salim Bisa Direalisasikan

Para mahasiswa saat mendengarkan penyampaian Sultan Udin Musa dan Faisal Salim (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Saat hadir dalam Dialog soal Perumahan tanpa Bank, Jumat (22/11/2019) bertempat di Buts Coffe Kelurahan Bahu Malalayang Kota Manado, Sultan Udin Musa SH, politisi Partai Golkar Sulut menyampaikan komentar positif. Mengomentari program bakal calon Wakil Wali Kota Manado, Faisal Salim SE, Udin Musa menyampaikan sangat realistis program tersebut.

“Program 1000 rumah untuk warga Manado yang diperjuangkan Bung Faisal Salim sangat bisa dilakukan. Kemudian beliau mendesain konsep rumah tanpa Bank, dan tanpa riba, ini rasional. Konsepnya kuat, sehingga dapat dilaksanakan,” ujar mantan Ketua Komisi A DPRD Kota Manado itu.

Politisi yang akrab disapa Barol itu mengulas sedikit soal sumber daya dan kemampuan keuangan pemerintah Kota Manado. Menurutnya, ketika ada gagasan positif dari bakal calon Wali Kota dan bakal calon Wakil Wali Kota Manado perlu didukung. Ditambahkannya lagi bahwa tantangan pembangunan Manado kedepan makin kompleks, sehingga diperlukan calon pemimpin yang memiliki visi jelas.

“Saya punya pengalaman bagaimana menjadi wakil rakyat di Manado, sebetulnya Kota Manado potensinya luar biasa. Pengelolaan sumber daya daerah Kota Manado bila dilakukan secara baik, benar, sistematis, terukur dan tidak serampangan, maka hasilnya pembangunan daerah ini berjalan makin pesat. Termasuk Faisal Salim yang mengusung program perumahan bagi masyarakat, perlu diberikan apresiasi. Sesuai kondisi keuangan di pemerintah daerah Kota Manado, program ini bisa direalisasikan,” kata Musa.

Dialog bersama Faisal Salim, Sultan Udin Musa memberikan komentar (FOTO Suluttoday.com)

Untuk diketahui, pemaparan tersebut disampaikan ditengah-tengah dialog bersama para mahasiswa dan aktivis pemuda yang digagas Faisal Salim. Kegiatan ini, kata Faisal menjadi pemantik dan ruang untuk silaturahmi antara dirinya dengan masyarakat. Dia berharap masyarakat apa yang dilakukannya demi masyarakat itu bermanfaat bagi banyak orang.

Selain itu, seperti jadwal yang ditetapkan bahwa Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Manado akan dilaksanakan serentak dengan pelaksanaan Pilkada lainnya di tahun 2020. Sejumlah tokoh mulai melakukan sosialisasi, untuk Faisal arus dukungan terhadap sosok yang satu ini makin mengalir deras. Faisal diprediksi akan diusung DPD PAN Kota Manado. (*/Redaksi)

Mau Dapat Rumah?, Ayo ke Jarod Manado Rabu Besok

Bang Faisal Salim (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Ragam konsep pembangunan fasilitas publik didorong pemerintah. Semuanya tentu didukung kajian yang komprehensif, studi perbandingan dan kesediaan sumber daya. Untuk konteks Kota Manado sendiri pemerintah daerah tengah memaju laju pembangunan, tujuannya demi kesejahteraan serta kemajuan masyarakat.

Hal yang terkesan tidak terlalu mendapat perhatian adalah soal perumahan murah, perumahan layak huni, cara mendapatkannya dan kiat-kiat sukses menjadi pengusaha properti. Konteks ini dilirik Faisal Salim, SE pengusaha muda yang kini digadang-gadang maju sebagai calon Wakil Wali Kota Manado membuka ‘dapur developer’. Mewujudkan komitmennya, Faisal menggelar dialog bersama masyarakat Kota Manado.

”Kami akan menggelar dialog bersama Bang Faisal Salim. Untuk itu, secara terbuka sebagai pelaksana kami mengundang masyarakat agar bisa hadir di Jalan Roda (Jarod) Manado, Rabu 13 November 2019. Bang Faisal akan membagikan kiat-kiat mendapatkan rumah tanpa bank. Termasuk rahasia sukses menjadi pengusaha properti. Agar kita bisa punya rumah sendiri tentunya bagi yang belum punya rumah,” ujar Gilang Hiola saat diwawancarai wartawan, Selasa (12/11/2019).

Lanjut disampaikan Gilang, banyak masyarakat Manado yang penasaran atas konsep perumahan tanpa bank yang dibuat Faisal Salim. Untuk hal tersebut, Gilang mengajak segenap warga Manado hadir dalam acara yang juga dihadiri politis, aktivis OKP dan Ormas, serta tokoh masyarakat.

”Yang Penasaran Dengan Dialog ini kami undang Untuk Hadir di Jalan Roda Pada Tanggal 13/11/19 Jam 15.00 di Warung Kopi Hanny. Para Narasumber  diantaranya Owner Perumahan satu-satunya tanpa menggunakan Bank Bapak Faisal Salim, dan Pak Haji Sultan Udin Musa. Moderator Sekretaris DPD KNPI Manado,” kata Gilang menutup. (*/Redaksi)

iklan1