Tag: sulut

Alumni SMA CATAR AKABRI Manado Deklarasi Mendukung CEP-SSL

CEP ketika menyampaikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com –  Pasangan calon Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Nomor Urut 1 yakni Christiany Eugenia Paruntu (CEP) dan Sehan Salim Landjar (SSL) bagai magnet yang terus menarik dukungan masyarakat. Rabu (25/11/2020), Alumni Sekolah Menengah Atas (SMA) Calon AKABRI (CATAR) Manado memberikan dukungannya terhadap CEP-SSL. Melalui deklarasi dukungan yang dibacakan, Alumni SMA CATAR Manado berkomitmen memenangkan CEP-SSL.

Melalui kesempatan tersebut, Jimmy Sangkay, Koordinator reuni dan deklarasi dukungan untuk CEP-SSL dalam sambutannya menyebutkan sosok CEP-SSL layak mendapat dukungan seluruh masyarakat Sulut. Hal itu bukan tanpa alasan, dimana dua sosok politisi senior ini dinilai telah memiliki kontribusi nyata membangun Sulut melalui kiprahnya sebagai masing-masing sebagai Bupati Minahasa Selatan (Minsel) 2 periode dan Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) 2 periode.

“Kenapa kita memberi dukungan untuk CEP-SSL, karena kita warga Sulawesi Utara mengharapkan Sulut bangkit. Forum Alumni CATAR Manado dengan ini bersatu mendukung dan siap memenangkan CEP-SSL. Kami berkomitmen bekerja maksimal guna memenangkan CEP-SSL sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara. Kedua figur ini tidak asing lagi bagi warga Sulut. Mereka menjadi punya pengalaman menjadi Bupati 2 periode, bukan politisi jadi-jadian, tapi politisi petarung yang merakyat dan dicintai masyarakat,” ujar Jimmy Sengkey.

Jimmy Sangkay ketika menyampaikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, Tetty Paruntu begitu CEP akrab disapa warga Sulut menyampaikan terima kasih atas dukungan para Alumni CATAR Manado. Dalam sambutannya Tetty mengaku terharu dengan arus dukungan yang datang tersebut. Politisi perempuan yang dikenal brilian itu menyampaikan sejumlah program unggula yang akan diwujudkan dirinya bersama Sehan jika diamanahkan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur, 9 Desember 2020.

“Saya menyampaikan terima kasih atas dukungan Alumni SMA Catar Akabri Manado. Kami yakin, tanggal 9 Desember 2020 CEP-SSL akan menang. Sulut jangan begini-begini terus, itu sebabnya Sulut harus bangkit,” kata Tetty Paruntu, begitu CEP akrab disapa.

Calon Gubernur CEP disaat menerima Surat Dukungan dari Alumni CATAR AKABRI Manado (Foto Suluttoday.com)

Pada kesempatan tersebut, Tetty juga mengungkap keberhasilan dirinya dan Sehan Landjar sebagai penerima penghargaan Satya Lencana dari Presiden Ir. Joko Widodo. Menurut Tetty Sulut harus mengalami transformasi, semua harapan itu akan terlaksana jika pemimpin di daerah ini benar-benar konsisten membangun serta memiliki political will. Tetty meyakinkan bahwa dirinya bersama Sehan akan memangkas birokrasi yang memperlambat pelayanan publik.

CEP dan SSL saat sesi tanya jawab (Foto Suluttoday.com)

“Saya memilih Pak Sehan Landjar sebagai postur kepemimpinang seimbang dan strategis. Kami akan menawarkan manajemen kepemimpinan publik baru. CEP Sehan akan pangkas birokrasi yang panjang dan kesannya diperlambat. Sulut harus tampil beda, kita akan bekerja sama lebih luas lagi. Bapak/Ibu tidak usah ragu dengan saya dan Pak Sehan, kita jamin bahwa Sulut ditangan kami akan lebih berkembang dan transformatif,” ucap Tetty yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Utara 2 periode ini tegas.

Untuk diketahui, deklarasi dukungan ini dihadiri Alumni CATAR AKABRI Manado Angkatan 1977-1984. Kemudian setelah deklarasi dukungan juga dilakukan dialog, tanya jawab dan sambutan dari Ketua Umum Alumni SMA CATAR AKABRI Manado, M. Saleh Bantilan yang juga Raja Toli-Toli melalui virtual.

(*/Redaksi)

Bantu Kaum Dhuafa, BSG Bagikan Hewan Kurban

Proses penyembelihan hewan kurban (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Jajaran Bank Sulut Gorontalo (BSG), Minggu (2/8/2020) menggelar penyembelihan hewan kuran bertempat di kawasan Marina Plaza Kota Manado. Kegiatan yang bertepatan dengan perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah itu, kata Direktur Pemasaran Bank SulutGo, Mahmud Turuis, SE merupakan bagian dari kegiatan rutin BSG.

”Kegiatan seperti ini memang menjadi agenda tahunan bagi Bank SulutGo. Di tengah pandemi COVID-19 ini masyarakat sangat kesulitan dalam hal kebutuhan ekonomi, kiranya pemotongan hewan kurab berupa sapi yang dilakukan Bank SulutGo dapat membantu mereka masyarakat penerima. Prioritasnya adalah bagi kaum dhuafa,” kata Mahmud saat diwawancarai wartawan, Minggu (2/8/2020).

Kegiatan yang mengusung tema: ”Dengan Berkurban Kita Tingkatkan Rasa Ketaqwaan Kepada Allah SWT” ini dihadiri jajaran Direksi, Komisaris, dan Karyawan Bank SulutGo. Melaksanakan Hari Raya Kurban 1414 H, tepatnya di tahun 2020 disebut Mahmud sebagai sebuah ibadah. Pria yang digadang-gadang maju sebagai calon Wakil Wali Kota Manado itu mengharapkan agar bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi para penerima.

Berlangsungnya pembagian hewan kurban BSG (Foto Suluttoday.com)

”Selain itu, kegiatan kurban ini secara regelius adalah ibadah bagi umat Islam. Bagi mereka yang mampu dan institusi pemerintah yang melakukan kurban diharapkan melaksanakannya secara suka rela, iklas dan tentu berniat untuk saling membantu sesama. Harapan kami, kiranya daging hewan kurban yang dibagikan kepada penerima dapat membantu mereka,” ujar Mahmud.

Lebih lanjut Mahmud yang juga Ketua Syarikat Islam (SI) Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) itu menyebutkan bahwa Bank Pembangunan Daerah Sulut Gorontalo (Bank SulutGo) dalam kesempatan Hari Raya Idul Adha 1441 H, menyerahkan 24 ekor sapi untuk dibagikan kepada kaum dhuafa. Puluhan sapi tersebut dibagikan di seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Sulut. Rinciannya, 21 ekor untuk 15 kabupaten kota di Sulut dan enam di Gorontalo.

Mahmud Turuis, SE saat diwawancarai wartawan (Foto Suluttoday.com)

“Bantuan hewan kurban kita bagikan di Sulut dan Gorontalo sesuai wilayah kerja atau jangkauan BSG. Pola penyelurannya untuk Kabupaten/Kota diserahkan  kantor cabang Bank SulutGo setempat,” tutur Mahmud menutup.

(*/Bung Amas)

Tidak Fokus, Kinerja Felly Runtuwene Dipertanyakan

Taufik Tumbelaka (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Direktur Eksekutif Tumbelaka Academic Canter (TAC), Taufik Tumbelaka, S.IP angkat bicara terkait sinergitas kerja pemerintah dalam penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Senin (29/6/2020), Tumbelaka menyebut eskalasi warga yang terpapar pandemi COVID-19 makin meningkat, sehingga penting semua stakeholder bahu-membahu melakukan pencegahan dan penanganan.

”Pada saat ini Sulawesi Utara telah tembus angka psikologis 1000 pasien positif covid-19 dan saat ini terkonfirmasi telah sekitar 1057 pasien dan sekitar 76 meninggal dunia dimana ada sekitar 172 pasien sembuh. Jumlah pasien positif covid 19 di Sulut relatif sangat tinggi dikarenakan jumlah penduduk Sulut tergolong sedikit, sekitar 2,6 juta jiwa. Untuk itu perlu perhatian khusus dari semua pihak termasuk Pemerintah Pusat,” kata Tumbelaka.

Tidak hanya itu, pengamat politik pemerintahan ini mengingatkan para wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), khususnya yang membidangi kesehatan agar responsif terhadap situasi yang ada di Sulut. Jangan sampai ada kesan penghuni Senayan asal Sulut hanya bersikap pasif serta apatis terhadap situasi daerahnya.

”Terkait hal tersebut diharapkan wakil rakyat Sulut di DPR RI dapat berperan lebih jauh, apalagi diketahui Ketua IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, berasal dari daerah pemilihan Sulut. Felly E Runtuwene diharapkan bisa berkontribusi lebih besar lagi terkait masalah yang dihadapi dunia kesehatan Sulut yang tengah menghadapi pandemi COVID-19 dengan lebih keras lagi,” ujar Tumbelaka.

Felly Estelita Runtuwene (Foto Istimewa)

Di tempat terpisah, Benny Tenda, S.IP, selaku kader Partai NasDem menyampaikan harapannya agar Felly Runtuwene lebih memaksimalkan kinerjanya sebagai kebanggaan warga Sulawesi Utara di Senayan. Menurut Benny harapan masyarakat agar utusan mereka dapat berbuat lebih banyak di DPR RI harus dapat diwujudkan Felly Runtuwene.

”Yang utama adalah tingkatkan kemampuan. Ibu Felly Runtuwene ini kebanggaan warga Sulawesi Utara, itu berarti warga berharap Ibu berbuat, memperjuangkan kepentingan masyarakat Sulawesi Utara di Senayan. Tidak mudah capaian yang diembang sebagai wakil rakyat di Senayan, kita berharap Ibu Felly bekerja sepenuh hati dan lebih fokus lagi untuk mengabdi pada masyarakat,” ujar Benny tegas.

Keprihatinan juga datang dari Direktur Sulut Political Institute (SPI), Fumiko Rorong, S.Pd, yang menyentil soal peran aktif para wakil rakyat dalam menyerap serta memperjuangkan aspirasi masyarakat. Aktivis perempuan ini mengajak agar Felly Runtuwene dapat menjadi role model, tidak bersikap cuek terhadap kondisi Sulut yang tengah dilanda pandemi COVID-19. Menurutnya jika Felly bekerja aktif, menjadi pioneer maka hal itu turut membuat bangga para perempuan di daerah ini.

”Kami mendorong dan ikut mengingatkan para wakil rakyat di Senayan. Bersyukur mereka punya kesempatan, kedudukan yang didapat dengan upaya keras itu harus berbuah manis untuk sebuah pengabdian bagi banyak orang. Ibu Felly Runtuwene tentu menjadi kebanggan warga Sulut, terlebih bagi kaum perempuan. Tapi, jangan lantas hal itu membuat Ibu Felly berdiam diri, lambat merespon keluhan masyarakat Sulut. Ayo jadilah pelopor dalam memberantas COVID-19 di daerah Nyiur Melambai ini, kami tentu bangga dan ikut memberi support,” tutur Fumiko.

(*/Bung Amas)

Hebat, Diknas Sulut Bangun SMA dari Pasir Laut dan Kerikil Karang

SMA yang dibangun Diknas Sulut (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Tampaknya 3 (tiga) unit bangunan sekolah yang berdiri di Desa Lobo, Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyedot perhatian masyarakat sekitar. Hal mana seperti ditemui media ini bahwa SMA Negeri 1 Lobbo, Kecamatan Beo Utara itu menuai tanya. Masyarakat beranggapan kalau kualitas bangunan tersebut tidak sesuai spesifikasi khusus.

Sekedar diketahui, awalnya konstruksi sekolah ini berasal dari program suntikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Tahun Anggaran 2019, dengan pagu anggaran mencapai Rp3,583.712.000. Cukup fantastis dananya.

Menanggapi hal itu, Jumat (12/6/2020), Ketua Investigasi Sulut LSM Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Sulut Alfrets Ingkiriwang menuturkan bahwa sekolah itu dibangun dari material pasir laut dan kerikil karang.

Yang mengkhawatirkan, kata dia, SMA tersebut dibangun dari material pasir laut dan kerikil karang.

“Kami menemukan material pasir laut dan karang batu yang dipakai untuk membangun sekolah. Ini bahaya karena jika sewaktu-waktu terjadi gempa bumi,” ujar Ingkiriwang kepada wartawan di Manado.

Kejanggalan lainnya, tambah Ingkiriwang menjelaskan, pembangunan sekolah tahun 2019 itu diambil alih Dinas Pendidikan Nasional Sulut. Pengalihan model pembangunan itu menjadi tanggung jawab Kepala Diknas Sulut dr Grace Punuh.

Ingkiriwang menyebutkan, idealnya penggunaan anggaran bangunan bersifat swakelola. Artinya, pihak SMA Negeri 1 Lobbo yang semestinya membangun.

Terkait alasan pengalihan motif kegiatan, Diknas Sulut kata Ingkiriwang, beralasan pengalihan sifat kegiatan karena sekolah baru.

“Ternyata sekolah itu sudah tiga tahun beroperasi. Jadi alasan pengalihan itu rancu,” kata Ingkiriwang, aktivis vokal ini tegas.

(*/Red)

Miris, Gugus Tugas Covid-19 Sangihe Lecehkan Tim Pemprov Sulut

Drs. Fransiskus Maindoka (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Tim Satuan Gugus Tugas Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bentukan pemerintah Kabupaten Kepualaun Sangihe Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dinilai tidak professional dalam bekerja. Bahkan ada kesan praktek diskriminasi dilakukan terhadap tim pemerintah Provinsi Sulut yang bertugas di Kabupaten tersebut.

Seperti informasi yang dihimpun Suluttoday.com, Jumat (29/5/2020) perlakukan pilih kasih dilakukan Gugus Tugas Pemkab Sanghie terhadap tim yang ditugaskan secara resmi oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, SE. Diantaranya sebagaimana dikonfirmasi media ini, salah satu yang ikut dari tim pemerintah Provinsi Sulut adalah Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut, Drs. Fransiskus Maindoka, birokrat yang dikenal santun ini membenarkan kejadian itu.

‘’Oh iya, kami mendapat tugas untuk ke Sangihe. Anehnya, saat turun dari Kapal hanya kami tim dari pemerintah Provinsi yang datang dengan mengantongi semua surat-surat secara resmi, tapi di karantina. Sementara beberapa penumpan lainnya, seperti TNI yang bersama-sama dalam perjalanan dari Manado, malah dibiarkan bebas. Kenapa ada tebang pilih seperti itu?. Sekarang kami masih berada di Sangihe,’’ ujar Maindoka.

Di tempat terpisah, Ketua LSM Transparansi Sulut, Donal Pakuku, S.IP, mengecam tindakan tersebut. Menurutnya Bupati Sangihe, Jabes Ezar Gaghana, SE.,ME harus memberikan sanksi keras kepada Gugur Tugas Sangihe atas sikap yang melecehkan pemerintah Provinsi tersebut. Donal menyebutkan apa yang diperbuat Gugus Tugas Covid-19 sesungguhnya mencoreng nama baik Gaghana.

‘’Ini memalukan, sama saja Pemda Sangihe melecehkan perintah Gubernur Sulut, Pak Olly Dondokambey. Kenapa ada indikasi menghalang-halangi tugas pemerintah di atasnya, kan pemerintah Sangihe melalui Gugus Tugas Covid-19 bisa berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulut. Kenapa malah melakukan karantina, sementara mereka sudah lengkap surat-suratnya semua. Belum lagi tugas yang dijalankan itu sifatnya segera dan ada batas waktunya mereka bekerja,’’ kata Donal.

Aktivis muda vokal itu secara tegas meminta Bupati Gaghana agar mengantikan seluruh personil Gugus Tugas Covid-19 Sangihe yang dalam pandangannya bisa ada unsur kesengajaan membuat runyam hubungan baik pemerintah Sulut dengan pemerintah Sangihe saat ini. Donal juga menyentil pentingnya koordinasi sinergis dilakukan pemerintah Sangihe untuk soal penanganan penyebaran Covid-19 dan cara-cara karantina.

‘’Mirisnya lagi ada kesan Gugus Tugas ini tebang pilih. Ada yang dikarantina, ada yang tidak. Ada apa ini?. Kami meminta Bupati Jabes Gaghana segera mencopot personil Gugus Tugas Covid-19 yang bekerja amatiran seperti ini. Harusnya koordinasi diperkuat dengan pemerintah Provinsi Sulut. Bukan malah tim yang dikirimkan ke Sangihe malah seperti dihadang untuk tidak dapat melaksanakan tugas secara cepat. Jangan hubungan baik Pak Gubernur Sulut dan Bupati Sangihe direcoki dengan cara-cara seperti ini,’’ tutur Donal, jebolan aktivis HMI itu tegas.

(*/Bung Amas)

iklan1