Tag: sumarsono

Sonni Sumarsono: Kelak BMR Juga Menjadi Daerah Otonomi

Dr Sonni Sumarsono saat silaturahmi di Manado (Foto Ist)

Dr Sonni Sumarsono saat silaturahmi di Manado (Foto Ist)

MANADO – Sabtu (16/7/2016) siang tadi, bertempat di Wisata Bahari Manado, Dirjen Otonomi Derah (Otda) Kemendagri Dr Soni Sumarsono, melakukan Silahturahmi sekaligus Halal Bi Halal dengan jajaran Pemprov Sulawesi Utara (Sulut).

Kedatangan mantan Penjabat Gubernur Sulut di daerah ini, lebih bersifat pribadi karena akan menjadi saksi pelaksanaan pencatatan sipil dan resepsi pekawinan anak dari Ferry Rende, mantan staf khusus bidang komunikasi publik di saat Sumarsono menjabat Pj. Gubernur Sulut.

Sumarsono disambut serta dijamu langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs Jhon Palandung MSi, Karo Pemerintahan dan Humas DR Jemmy Kumendong MSi, dan Karo SDA Dr Frangky Manumpil, wartawan JIPS serta Plh Bupati Bolmong Drs Ashari Sugeha beserta jajarannya, serta mantan Wakil Bupati Bolmong Yanny Tuuk yang kebetulan bersamaan jam untuk makan siang bersama di rumah makan wisata bahari ini.

Sumarsono mengatakan, yang utama dalam pertemuan ini adalah silahturami dan halal bi halal karena saat ini masih dalam suasana bulan syawal (idul fitri-red) dengan jajaran pemprov sulut. Selain itu, bersamaan berkahirnya masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Bolmong, serta jajarannya yang hadir di rumah makan wisata bahari saat ini.

“Akhirnya saya bisa ke Manado, walaupun semua daerah semasa saya menjabat Pj. Gubernur Sulut lalu, tinggal Kabupaten Bolmong yang belum kesampaian di kunjunginya. Tapi syukur Alhamdulillah, kita masih bisa dipertemukan dalam suasana silahturahmi ini, baik dengan jajaran Pemprov Sulut maupun pemkab Bolmong, tapi juga dengan para rekan-rekan wartawan liputan Pemprov yang tergabung dalam wadah JIPS Sulut,” ungkap Sumarsono.

Dirinya tetap merasakan rasa silaturahmi karena walaupun dirinya sudah tidak lagi menjabat sebagai Pj Gubernur namun tetap akan dipertemukan dengan dirinya yang masih menjabat sebagai Ditjen Otda, di Jakarta.

“Yang jelas Sulut ini tidak lepas dari tupoksi saya juga Dirjen Otda. Kelak nanti juga untuk BMR akan menjadi daerah otonomi sendiri walaupun terpisah secara administrasi nantinya, dan itu saya akan tetap kawal,” tutu Sumarsono. (*/Ino)

Spektakuler Mendagri ke Manado, Pelantikan GSVL-MOR Tinggal 5 Hari Lagi

GSVL-Mor bersama istri tercinta saat pengukuhan Tim Rajawali tingkat Kecamatan (Foto Suluttoday.com)

GSVL-Mor bersama istri tercinta saat pengukuhan Tim Rajawali tingkat Kecamatan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Kerinduan warga Manado untuk mendapatkan pemimpin defenitif akhirnya terwujud. Dimana pelantikan GS Vicky Lumentut-Mor D Bastiaan (GSVL-Mor) sebagai Wali Kota dan Wakil Walik Kota Manado periode 2016-2021 sudah dipastikan akan digelar Senin (18/4/2016) pekan depan. Informasi ini seperti disampaikan Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Otda Kemendagri) Dr Soni Sumarsono MDM dalam pesan singkat yang diterima wartawan.

Menurut mantan Penjabat Gubernur Sulut ini, Surat Keputusan (SK) Pelantikan GSVL-Mor sudah ditandatangani Mendagri Tjahjo Kumolo, dan Pemprov Sulut harus menjemut SK itu ke Jakarta Rabu (13/4/2016) besok.

”Iya, Pak Menteri sudah teken SK itu, dan Pemprov Sulut harus jemput. Kalau tidak, ya menunggu,” ungkap Sumarsono kepada SwaraManado.com (Swara Kita Group), Selasa (12/4/2016) malam. ”18 April (prosesi pelantikan, red),” sambung dia. Pelantikan ini akan dilakukan oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE di Graha Gubernuran, Bumi Beringin.

Bahkan menariknya, pelantikan GSVL-Mor ini akan menjadi lebih bermakna dan istimewa karena Mendagri rencananya akan menghadiri langsung prosesinya. Ini menjadi pembeda, selain GSVL-Mor merupakan kepala dan wakil kepala daerah di Sulut yang dilantik paling terakhir, juga dikabarkan akan dihadiri sejumlah pejabat pusat dan para kepala daerah se-Sulut.

Rencana kehadiran Mendagri di pelantikan GSVL-Mor 18 April ini juga diungkapkan Sumarsono. ”Pak Mendagri akan hadir langsung di pelantikan, karena juga hari yang sama bersamaan dengan pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) tingkat Provinsi,” papar Sumarsono, yang juga dikabarkan akan hadir mendampingi Mendagri.

Kabar gembira ini disambut sukacita masyarakat Manado yang sudah menantikan hadirnya Wali Kota definitif di Manado. ”Ini tentu kabar baik bagi kita semua, sebab jika Walikota dan Wakil sudah dilantik maka program pemerintahan akan berjalan normal,” ujar Ketua Rajawali GSVL, Michael Towoliu.

Sementara itu, tekait SK yang harus dijemput langsung Pemprov Sulut ke Kemendagri, Towoliu yakin Gubernur Olly tidak akan memperlambat. “Pak Gub pasti langsung perintahkan pihak terkait untuk jemput di Jakarta,” ucap Towoliu. (**/Amas)

Sejumlah DOB ‘Tersandera’, DPD RI Kompak Angkat Bicara

Anggota DPD RI saat melakukan pembahasan (Foto Ist)

Anggota DPD RI saat melakukan pembahasan (Foto Ist)

JAKARTA – Otonomi daerah yang sering disalahtafsirkan oleh rakyat dan kelompok kepentingan politik tertentu menuai reaksi publik. Kali ini, adanya arus penolakan terhadap Daerah Otonomi Baru (DOB), pemerintahan Jakarta menolak dan tidak mengakomodir aspirasi daerah tentang Daerah Otonomi Bari (DOB) dalam RPP Desain Besar Penataan Daerah dan RPP Penataan Daerah.

Padahal, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI telah menyampaikan masukan dengan memperhatikan kepentingan daerah. Pemerintah Jakarta gagal melihat Indonesia dari kacamata kepentingan daerah. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komite I DPD RI, Benny Rhamdani kepada wartawan di Jakarta.

”Selaras dengan kebijakan Presiden Joko Widodo yang selalu berusaha mengedepankan solusi pada persoalan-persoalan daerah yang selama ini tidak bisa diselesaikan oleh Jakarta. Sekarang justru pemerintahannya semakin menumpuk persoalan baru, yang satu saat dapat meledak ke permukaan,” ucap Rhamdani, Sabtu (27/2/2016).

Sebelumnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Gabungan DPR dan DPD RI dengan Ditjen Otda di ruang Rapat Komisi II DPR RI, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (26/02) Benny Rhamdani menyayangkan masih banyaknya aspirasi DPD RI yang tidak diakomodir.

“Ini sudah saya duga sebelumnya. Komite 1 sudah melakukan beberapa rapat kerja dengan Kemendagri, hasil dari 2 kali RDP, banyak aspirasi DPD yang tidak diakomodir dalam RPP desain besar penataan daerah dan RPP penataan daerah, seperti daerah rawan konflik dan daerah kepulauan yang belum bisa diakomodir dalam RPP ini,” demikian anggota DPD asal Sulawesi Utara ini.

Ia juga berharap agar dalam membuat RPP ini, Pemerintah menggunakan kacamata daerah dalam memotret kebutuhan di daerah.

“DPD RI mendukung pemekaran daerah sepanjang sesuai dengan perspektif daerah dalam upaya integrasi nasional,” pungkasnya.

Sementara itu, Senator asal Maluku Utara, Abdulraham Lahabato mempertanyakan daerah-daerah yang telah memiliki ampres pembentukan DOB, namun tidak masuk dalam prioritas tahun 2015-2025.

“Di Malut, ada 3 calon DOB sudah pegang ampres tapi tidak berada dalam prioritas hingga tahun 2025. Seharusnya, yang sudah keluar ampresnya harua dimasukkan dalam daftar prioritas,” tegasnya.

Hana Hasanah Fadel, Senator Gorontalo menyampaikan kekecewaannya terkait belum masuknya Gorontalo dalam daftar DOB. Menurutnya, Gorontalo layak untuk mendapatkan alokasi DOB karena ada potensi mas dan migas.

“Saya kaget Gorontalo tidak masuk dalam daftar DOB. Gorontalo merupakan salah satu kota strategis. Untuk itu saya minta Pemerintah agar memperhatikan Gorontalo tolong, karena hal ini sudah diperjuangkan oleh rakyat Gorontalo selama 10 tahun,” ungkapnya.

Sesuai dengan hal ini, sebelumnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) Gabungan itu, Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Otda) Kementeriaan Dalam Negeri, Soni Sumarsono menegaskan pemerintah akan fokus pada penyelesaian Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Desain Besar Penataan Daerah dan RPP Penataan Daerah sehingga diharapkan pada bulan Maret 2016, kedua RPP ini bisa direalisasikan.

Sumarsono mengemukakan pemerintah saat ini fokus pada upaya penyelesaian kedua RPP mengingat tingginya kebutuhan pembentukan DOB.

“Seluruh masukan dari DPD dan DPR telah diakomodir dalam RPP ini, sehingga diharapkan akan menghasilkan desain yang komprehensif terkait dengan penataan DOB,” tambahnya.

Terkait perkembangan usulan pembentukan daerah, Sumarsono mengatakan terdapat 132 usulan DOB yang tercatat di Kementrian Dalam Negeri yang dialokasikan pada tahun 2015 yang terdiri atas 22 usulan pembentukan Provinsi, 96 usulan Kabupaten, dan 14 usulan Kota.

“Selain itu juga ada 12 pemekaran provinsi dengan pertimbangan kepentingan strategis nasional yakni Aceh, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat,” ujar Sumarsono.

Sementara itu, pembentukan DOB akan berlangsung hingga tahun 2025, dimana diperkirakan maksimal jumlah DOB baik provinsi, kabupaten dan kota adalah sebanyak 804 DOB. (ST/Bergelora.cm)

Juara Pilgub Sulut Resmi Disahkan DPRD Sulut

Penandatanganan berita acara pengesahan oleh pimpinan DPRD Sulut dan disaksikan langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sulut Dr. Soni Sumarsono (Foto Suluttoday.com)

Penandatanganan berita acara pengesahan oleh pimpinan DPRD Sulut dan disaksikan langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sulut Dr. Soni Sumarsono (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – DPRD Sulut menetapkan pasangan nomor urut 1 Olly Dondokambey dan Steven O E Kandouw sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2016-2021 dalam pemilihan tahun 2015 lalu dalam rapat paripurna, Rabu (27/1/2016) Malam.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Sulut Bartolomeus Mononutu SH membacakan surat masuk DPRD nomor 6/KPU-Provinsi-023/1/2016 perihal pengumuman pengusulan pengesahan pengangkatan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih.

“Berdasarkan ketentuan pasal 62 ayat 1 PKPU nomor 11 tahun 2011 tentang rekapitulasi hasil Pilgub disampaikan pengumuman pengusulan pengesahan pengangkatan Olly Dondokambey-Steven kandouw sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih dalam Pilgub Sulut,” ucap Mononutu.

Olly Dondokambey ketika berjabat tangan dengan anggota DPRD Sulut (Foto Suluttoday.com)

Olly Dondokambey ketika berjabat tangan dengan anggota DPRD Sulut (Foto Suluttoday.com)

Dengan diadakannya paripurna tersebut, DPRD Sulut melalui Ketua DPRD Sulut sementara Stevanus Vreeke Runtu menyatakan dan mengucapkan selamat kepada pasangan tersebut.

“OD-SK sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut tahun 2016-2021. Hal tersebut mengingat Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang-Djouhari Kansil telah berakhir September 2015. Selanjutnya semua itu akan disampaikan ke Mendagri guna pengesahan sesuai perundang-perundangan,” tutur SVR.

 Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih bersama Sekprov Sulut Ir S.R Mokodongan.(Foto Suluttoday.com)

Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih bersama Sekprov Sulut Ir S.R Mokodongan.(Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, Sumarsono mengatakan, dengan telah dilaksanakannya rapat paripurna ini sebagai pemenuhan tanggung jawab. “Ini sebagai bentuk memastikan pembangunan pemerintahan dan sosial di bumi nyiur melambai ini,” ucap Sumarsono.

Lepas dari itu semua, Sumarsono tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan keberlangsungan Pilkada di Sulut.

 Sekertaris DPRD Sulut Bartolomeus Mononutu, SH saat membacakan surat masuk (Foto Suluttoday.com)

Sekertaris DPRD Sulut Bartolomeus Mononutu, SH saat membacakan surat masuk (Foto Suluttoday.com)

“Terutama insan PERS Sulut yang telah bersama-sama menyukseskan Pilkada secara baik. Dan juga kepada unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para pasangan calon yang telah dengan hati terbuka melaksanakan Pilkada,” ucap Sumarsono.(Advetorial/Jimmy Lumingkewas)

Bersama Sendoh, Sumarsono Tetap Sampaikan Prioritas ‘Mari Jo Ka Manado’

Soni Sumarsono dan Haefrey Sendoh saat meninjau lapangan (Foto Ist)

Soni Sumarsono dan Haefrey Sendoh saat meninjau lapangan (Foto Ist)

MANADO – Kali ini, sENIN (11/1/2016), Sekretaris Daerah Kota Ir. Haefrey Sendoh mewakili Penjabat Wali Kota Manado menghadiri Peresmian studio integrasi RRI Manado oleh Penjabat Gubernur Sulut Dr. Sumarsono, MDM, di Puncak Tikala Manado yang ditandai dengan Pengguntingan Pita oleh Sumarsono dan Penandatanganan Prasasti oleh direktur Utama LPP RRI Dra. Rosita Niken Widyastuti, MSi.

“Menjadi harapan Saya kiranya dengan diresmikannya pengoperasian Studio Integrasi LPP RRI Manado yang baru ini, RRI Manado dapat melakukan Transformasi ke arah yang semakin baik dalam menyajikan program acara yang bersifat edukatif dan informasi kemajuan daerah, seperti menyebarluaskan program prioritas Pemprov Sulut yaitu Mari Jo Ka Manado, Gerakan Bersih Kuala, Gerakan Sulut Menanam serta Gerakan Sulut Berkarya,” ujar Sumarsono.

Setelah melakukan giat tersebut, Penjabat Guberbernur Sulut bersama Sekretaris Daerah Kota Manado Ir. Haefrey Sendoh meninjau pembangunan di God Bless Park di kawasan Boulevard. Rencananya kota Manado akan ketambahan satu ikon lagi untuk menunjang pariwisata dio kota Manado. (Tim Redaksi)

iklan1