Tag: sumirat dwiyanto

Kini ABG Bisa Mabuk Dengan Pembalut Wanita dan Popok Bayi

pembalut-wanita-ilustrasi-edit

Ilsutrasi pembalut wanita yang bisa memabukan

BOLTIM, Suluttoday.com – Selain komix dan lem ehabon yang sebelumnya trend dikalangan remaja atau para Anak Baru Gede (ABG) untuk bisa membuat mereka mabuk. Kini Remaja dan ABG di Boltim kembali menemukan racikan baru yang bisa membuat orang tidak sadar alias mabuk, yang diduga Popok Bayi dan Softex atau pelindung dalam wanita.

Menurut sejumlah warga Boltim, selain  komix dan ehabon yang menjadikan remaja bisa mabuk. Kini softex dan popok bayi ini diduga kuat sering dijadikan oleh para remaja untuk dijadikan sebagai bahan untuk mabuk-mabukan.

“Kami pernah melihat ada sekitar empat remaja dalam keadaan mabuk diruas jalan menuju pantai Desa Togid Kecamatan Tutuyan. Setelah kami dekati minuman yang dikonsumsi oleh para pemuda tersebut bukanlah komix atau miras pada umumnya. Namun beberapa bungkus pembalut wanita yang direndam didalam air panas kemudian diminum sampai mabuk.” Ungkap warga kepada media, belum lama ini.

Bahkan menurut warga tak hanya itu, ada informasi juga bahwa beberapa waktu lalu sejumlah pemuda lainnya ketangkap tangan lagi melakukan pesta miras dengan cara yang sama, namun menggunakan bahan dasar popok bayi.

Hal ini pun dibenarkan mantan Kepala Badan Narkotika Nosional (BNN) Sulut, Sumirat Dwiyanto saat berkunjung di Boltim baru-baru ini guna melakukan test narkoba dikalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Boltim. Menurut dia, hasil penemuan BNN dilapangan memang benar pelindung dalam wanita atau softex dan popok bayi mengandung zat kimia yang memabukan.

“Ada beberapa penemuan yang kami dapat, selain narkoba dan sejenisnya, komix serta ehabon yang membuat pengkonsumsi mabuk. Softex dan popok bayi juga mengandung zat yang bisa memabukan.” Ungkap Sumirat. (Rahman)

Bupati Geram Ratusan PNS Termasuk Beberapa Pejabat Enggan Tes Urin Narkoba

eyang-tes-urine-pns-edit

BNN Sulut melakukan tes urin kepada PNS Boltim Senin 19/09/2016 (Rahman)

BOLTIM, Suluttoday.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar tes Urin Narkoba kepada 169 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Senin, (19/09/2016).

Ketua BNN Sulut Kombes, Pol, Drs. Sumirat Dwiyanto, Msi mengatakan, pemeriksaan di lakukan pada ASN tentang penyalah gunaan narkotika. Kata dia, yang dilakukan pemeriksaan ada enam yaitu seperti Ganja, heroin, Kokain, sabu, ekstasi, Diazepam atau obat-obat penenang.

“Dari enam pariameter yang ada, terhadap 169 PNS dan pejabat dari Kabupaten Bolaang Mongondow Timur di nyatakan negatif terhadap penyalah gunaan narkoba.” Beber Sumirat.

Namun, Bupati Sehan Landjar geram adanya ratusan PNS termasuk beberapa pejabat eselon tidak melakukan tes urin.

“Sangat kecewa dengan PNS yang hanya Sedikit melakukan tes urin, hanya berjumlah 169 PNS. Sedangkan jumlah PNS yang kita undang ada sekitar delapan ratusan PNS dilingkup pemerintah daerah. Sedangkan harapan saya dalam pemeriksaan tes urin narkotika tersebut seharusnya di atas tiga ratusan atau mencapai empat ratus PNS. Ini sangat jauh dari harapan saya.” Ungkap Sehan.

Dikatakannya,  dari 169 PNS negatif narkotika hari ini, bukan kita berhenti di situ. Karena bisa saja besok-besok ada yang berubah positif, kalau ada yang ternyata tergelincir pada hari esok. Selain itu, hasil negatif ini menjadi tolak ukur kita dari sebagian kecil yang di lakukan tes urin.

“Ingat. Ada dua ribuan PNS kita di tambah seribu lebih non PNS jadi ada tiga ribuan dibawah tanggung jawab pemerintah daerah. Tentunya kita akan protek.” Beber Sehan.

Untuk mencegah timbulnya pemakai barang haram di Boltim, dia menegaskan akan mengupayakan di lakukan pemeriksaan untuk semua PNS dan Pejabat Eselon.

“Karena boltim sudah menyiapkan sarana alat mendeteksi atau tes urin narkoba. Untuk itu yang belum sempat akan di upayakan agar semua PNS sampai pejabat eselon dilakukan tes urin dan itu harus.” Tandasnya. (Rahman)

BNN Sulut Galang PKK Kalasey Melalui P4GN

BNN Sulut usai melakukan sosialisasi (Foto Ist)

BNN Sulut usai melakukan sosialisasi (Foto Ist)

MANADO – Fokus kerja yang ditunjukkan, Kombes. Pol. Sumirat Dwiyanto, selaku Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Sulawesi Utara untuk memberantas peredaran Narkoba di daerah ini makin kencang dilakukan. Baik melalui kampanye Stop Narkoba, menggalang masyarakat untuk menghindari Narkoba tidak pernah kenal lelah dilakukan.

BNN Sulut menilai pentingnya peran kader Tim Penggerak PKK di setiap kecamatan dan kelurahan, ternyata dijadikan BNN sebagai media sosialisasi dalam membantu membebaskan anak-anak pengguna bebas dari barang haram narkoba dan zat adiktif.

Demi memberikan pemahaman kepada kader PKK di desa Kalasey,  BNN menyampaikan informasi penerangan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di aula kantor desa, Sabtu  (3/9/2016)

Pemateri BNNP yakni Satriana,S.Psi dan Octovinna Pattikawa,SE. turun langsung mensosialisasikan secara detail bahaya penyalahgunaan narkoba serta peran peran PKK dalam memerangi narkoba.

“Kader PKK berperan sangat penting dalam keluarga dan lingkungan masyarakat. Harapan kita, dengan informasi soal bahaya narkoba ini bisa diteruskan kepada kekuarga, masyarakat sekitar secara tidak langsung, untuk pencegahan bahaya narkoba bagi anak di lingkungan keluarga masing-masing,” jelas Satriana dihadapan kader PKK yang hadir.

Lanjut dipaparkan Satria menjelaskan bahwa Indonesia sudah masuk status daurat Narkoba. “Kami  sudah banyak membangun komitmen dengan berbagai pihak bahkan sampai ke sekolah-sekolah,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Octovinna Pattikawa,SE menjelaskan pentingnya sosialisasi ini agar Kader PKK bukan hanya paham bahaya kesehatannya, tetapi paham upaya pencegahan, mendeteksi perilaku anak-anak hingga pengobatan melalui rehabilitasi. (*/Dace)

Cegah Bahaya Narkoba, BNN Sulut Raker Bersama Komponen Masyarakat

Berlangsungnya Raker yang dilaksanakan BNN Sulut (Foto Ist)

Berlangsungnya Raker yang dilaksanakan BNN Sulut (Foto Ist)

MANADO – Kinerja Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk memberantas peredaran dan konsumsi Narkoba di daerah ini dilakukan dengan berbagai inovasi. Dalam mencegah bahaya Narkoba terhadap masyarakat, kali ini BNN Sulut mengerakkan komunitas masyarakat sebagai motornya.

Metode tersebut salah satunya adalah dengan mengajak dan membina masyarakat agar melaksanakan Rapat Kerja (Raker)  program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Rabu (31/8/2016) bertempat di Kantor Bappeda Provinsi Sulut.

”Memang kegiatan Raker tersebut diikuti sebanyak 60 peserta, yakni kepala sekolah dan guru SMA/SMK negeri dan Swasta se-Kota Manado dan para pendidik pun dibekali dengan materi P4GN agar pemahaman dan skill mereka dalam melakukan pemberantasan Narkoba bisa optimal,” ucap Satriana, S.Psi, Plt Kepala Seksi Pembangunan berwawasan anti narkoba saat diwawancarai Suluttoday.com.

Lanjut Satria sapaan akrab, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama BNNP Sulut dengan dinas pendidikan dalam hal dukungan serta peran aktif bagi program P4GN dan merupakan program kerja BNNP sulut tahun anggaran 2016.

Tak bisa dipungkiri menurut Satriana, angka pengguna narkoba terus meningkat dengan total sebanyak 42.876 orang sebagai pengguna narkoba untuk usia rata-rata 10-59 tahun,dimana tahun 2015 silam sebelumnya hanya berjumlah 38.307 pengguna.

“Iya, salah satu upaya menekan angka itu adalah maksimalisasi program P4GN dalam bentuk sosialisasi, test urine serta upaya represif sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya. (*/Dace)

Kombes Pol Sumirat: ”Karyawan Indomart Jangan Jual Lem Ehabon…”

Karyawan Indomart ketika mendengarkan sosialisasi dari BNN Sulut (Foto Ist)

Karyawan Indomart ketika mendengarkan sosialisasi dari BNN Sulut (Foto Ist)

MANADO – Melalui sosialisasi bersama karyawan Indomart, Jumat (12/8/2016) belum lama ini, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Kombes Pol Sumirat Dwiyanto menyampaikan agar para karyawan tidak menjual Lem Ehabon atau Komix  kepada anak-anak maupun remaja.

”Mari hindarkan generasi muda kita dari praktek mendapatkan barang-barang ‘terlarang’ yang membuat masa depan mereka hancur. Saya mengajak karyawan Indomart sekaligus mengingatkan agar tidak menjual Lem Ehabon atau Komix kepada anak-anak dan para remaja, kasihan nanti karena pengaruh mengkonsumsi barang tersebut, masa depan mereka menjadi suram,” ujar Sumirat.

Kombes Sumirat juga meminta semua elemen masyarakat termasuk pihak swasta untuk ikut mencegah adanya barang-barang yang berakibat merusak masa depan generasi muda.

”Barang seperti Lem Ehabon mestinya dipakai untuk ngelem malah dihirup dan komix di campur dengan minuman keras. Ehabon yang dihirup bisa merusak organ tubuh juga gangguan mental, karena itu bukan untuk dikomsumsi sama halnya dengan komix tentunya,” tutur Sumirat.

Sekedar diketahui, kegiatan sosialisasi ini dirangkaikan dengan pameran jenis-jenis narkoba yang dilaksanakan BNN Sulawesi Utara. (*/Dace)

iklan1