Tag: sumirat

Sumirat Dwiyanto: Konsumsi Narkoba Berakibat Fatal

Drs Sumirat Dwiyanto, M.Si (Foto Ist)

Drs Sumirat Dwiyanto, M.Si (Foto Ist)

MANADO – Pengurus Badan Narkotika Nasional (BNN) Propinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Lingkungan Keluarga di Gereja Filadelvia Kilu, Kamis (12/5/2016).

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan Drs. Sumirat Dwiyanto Msi dan Sam Repy selaku narasumber BNNP bertujuan agar pengenalan Narkoba dapat dilakukan secara dini melalui lingkungan keluarga karena keluarga adalah unit sosial paling kecil dalam masyarakat yang peranannya besar sekali terhadap perkembangan kepribadian anak.

”Keluarga juga merupakan gerbang awal untuk mencegah seseorang agar tidak menggunakan Narkoba. Sebagian besar orang menggunakan Narkoba akibat kurangnya perhatian dari lingkungan keluarga. Misalnya orang tua yang terlalu sibuk bekerja, sehingga si anak merasa tidak dipedulikan dan diperhatikan akibatnya melakukan pencarian jati diri di luar rumah, dengan bergaul bersama teman sebaya yang menggunakan Narkoba, imbasnya tentu tingkah laku si anak jadi tidak terkendali,” ujar Repy

Tambah Repy, jika si anak sudah kecanduan dengan Narkoba, program rehabilitasi menjadi salah satu program yang tepat untuk kesembuhannya. “Karena Narkoba itu berawal dari coba-coba, ketagihan, hingga maut menjemput,” tambahnya.

Kaban BNNP Sumirat dalam materinya menjelaskan masyarakat telah banyak mengenal macam narkoba yang sering disalahgunakan dalam mengkonsumsinya.

“Konsumsi narkoba yang salah, berakibat fatal bagi diri mereka, dan dampaknya dapat mengganggu ketenangan, ketertiban, dan keamanan masyarakat,” jelasnya

Bahaya yang diakibatkan menurut Sumirat, pemakaian narkoba dapat bermacam-macam dan terkadang bagi pecandu itu sendiri kebanyakan tidak mengetahui organ tubuh mana saja yang dapat terserang, sehingga mereka tidak dapat mengetahui bahwa akibat dari pemakaian tersebut akan banyak sekali kerugian yang mereka dapatkan atau mereka derita.

Tidak hanya organ tubuh seperti otak, jantung dan paru-paru mereka yang terserang bahkan virus pun akan lebih mudah masuk kedalam tubuh mereka. Seperti virus Hepatitis C, virus HIV/AIDS dan juga penyakit menular lainnya dan bahaya ini tidak hanya menyerang fisik saja melainkan mental, emosional dan spiritual mereka.(Amas)

BNN Sulut Gelar Bimtek pada Kelurahan dan Desa Terkait Anti Narkoba

BNN Sulut selesai melakukan Bimtek (Foto Suluttoday.com)

BNN Sulut selesai melakukan Bimtek (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Patut diapresiasi, langkah yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Utara (Sulut) intens melakukan sosialisasi. Lihat saja, sebagai bentuk perpanjangan tangan secara kelembagaan dalam memberantas narkoba, Badan Narkotika Nasional Propinsi ( BNNP) Sulawesi Utara kembali melakukan kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) kepada desa dan kelurahan dalam rangka pemberdayaan penggiat anti narkoba dimasyarakat se-kecamatan Tuminting, 23/03/2016

Kepala badan (kaban) BNN Sulut Kombespol Sumirat Dwiyanto dalam sambutannya menyampaikan narkoba merupakan tindakan teroris dan provokator, diharapkan semua peserta dapat mengaplikasikan di tempatnya masing-masing untuk menyelamatkan generasi bangsa tentunya.

Sumirat mengharapkan peserta harus memahami penjabaran undang-undang 35 tahun 2009 tentang narkotika, baik tujuannya, kedudukan BNN, dan peran masyarakat dalam program-program P4GN.

“Kelompok masyarakat harus jadi penggiat anti narkoba, kejahatan narkotika ini sudah seumur dunia, kejahatan inilah yg harus sama-sama kita perangi, karena tanpa dukungan masyarakat, BNNP Sulut tidak akan pernah dapat memerangi kejahatan narkotika ini,” ujar Sumirat

”Tahun sebelumnya Provinsi Sulut ada di urutan sembilan namun saat ini sudah masuk lima besar dengan jumlah 40 ribuan pengguna narkoba, ini menjadi masalah yang amat besar bagi warga Sulut, untuk itu mari kita bekerja bersama melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba demi anak-anak dan cucu kita bersama,” katanya.

Sementara itu kabid pencegahan dan pemberdayaan masyatakat BNNP Sulut Sam Repy mengajak masyarakat untuk lebih berperan aktif dalam mengawal program P4GN, ” Hal ini penting dilakukan karena upay pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba tidak akan maksimal tanpa dukungan dan peran serta masyarakat,” pungkas Repy.

Nah untuk diketahui setelah selesai pertemuan, Sumirat menghimbau agar para Camat dan Lurah membuat surat edaran kepada pemilik toko-toko penjual Ehabond agar tidak menjualnya secara bebas ke anak-anak. (Amas)

Sosialisasi Stop Narkoba, BNN Sulut Ajak IPRA Ikut Ambil Bagian

Kepala BNN Sulut saat melakukan sosialisasi (Foto Suluttoday.com)

Kepala BNN Sulut saat melakukan sosialisasi (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Konsisten melakukan sosialisasi melawan narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi utara (Sulut) pekan lalu melakukan sosialisasi tentang jenis dan dampak buruk narkoba kepada Ikatan Pemuda Remaja Assalaam (IPRA ) Manado. Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Mahawu, Kecamatan Tuminting Manado ini berlangsung sukses.

Hadir sebagai pembicara Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulut Kombes Pol Sumirat Dwiyanto yang menjelaskan tentang jenis narkoba dan dampaknya. Sumirat menjelaskan, sosialisasi tentang bahaya narkoba yang dilakukan BNNP Sulut kepada IPRA merupakan salah satu program kerja dan tugas BNNP Sulut untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang dampak buruk narkoba.

“Iya kami BNNP Sulut lakukan sosialisasi kepada IPRA juga supaya mereka sebagai pemuda-pemuda Islam mengenal jenis dan bentuk-bentuk narkoba serta dampak buruknya bagi kesehatan, dimana dari tahun ke tahun semakin meningkat yang dampaknya pada generasi muda penerua bangsa, dan menurut data rata-rata pemakai narkoba adalah usia 15-24 tahun,” ujar Sumirat.

Lanjut dijelaskan Sumirat bahwa jenis narkoba yang sering di salahgunakan antara lain heroin, ganja, sabu, dan lain-lain yang seringkali digunaka untuk mengatasi stres serta bersenang-senang tentunya.

Untuk diketahui, dalam sosialisasi tersebut, Sumirat menekankan bahaya peredaran dan penggunaan narkoba dari sisi hukum, dimana bagi seorang pengedar narkoba atau bandar, hukumannya sangat berat karena bertentangan dengan hukum. Sedangkan bagi para pemakai, BNNP Sulut akan merehabilitasi para generasi muda. (Amas

Sumirat Dwiyanto Himbau Pemerintah Kabupaten/Kota Sediakan Tempat Rehabilitasi

Kombes Pol Drs Sumirat Dwiyanto bersama DJ (Foto Suluttoday.com)

Kombes Pol Drs Sumirat Dwiyanto bersama DJ (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Utara (BNNP Sulut) Kombes Pol Drs Sumirat Dwiyanto dan pihaknya terus berupaya serta berusaha untuk melakukan Diskusi Interaktif Pelaksanaan Layanan Rehabilitas, Selasa (22/03/2016). BNNP Sulut akan merehabilitasi sebanyak mungkin pecandu Narkoba yang ada di Sulawesi Utara (Sulut), dikarenakan tingkat penyalahguna Narkoba di Sulawesi Utara sudah sangat memprihatinkan.

Dimana jumlahnya kini sudah mencapai 42.876 penyalahgunaan Narkoba. Sumirat juga berharap ada dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) maupun Pemerintah Kabupaten dan Kota dapat membantu serta berperan aktif dengan BNNP Sulut dalam penyediaan lokasi rehabilitasi.

”Kami juga mengimbau kepada Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk bisa menyediakan tempat rehabilitasi yang lahannya atau di Rumah Sakit berbeda di Sulut melalui kebijakan Pemprop atau Pemda setempat bisa menyisihkan ruangan untuk melakukan rehabilitasi Narkoba,” ujar Kombes itu.

Sumirat juga menambahkan selain rehabilirasi, BNNP Sulut juga menargetkan pengurangan kekambuhan dari para pecandu yang telah mendapatkan direhabilitasi.

”Kalau bisa sekitar 370 orang (target) yang direhabilitasi, dari mereka kalau bisa tidak ada yang kambuh lagi,” tambahnya Sumirat.

Ia juga menegaskan warga Sulut agar tak lagi main-main ataupun menjadi penyalahguna Narkoba. ”Siapapun yang menyalahgunakan Narkotika berhadapan dengan BNNP Sulut dan pihak Kepolisian,” pungkasnya. (Ghopal Umasangaji)

BNNP Sulut Bersama Wartawan Polresta Manado Diskusi Soal Hidup Tanpa Narkoba

BNN Sulut dan HN saat melakukan diskusi di Jarod (Foto Suluttoday.com)

BNN Sulut dan HN saat melakukan diskusi di Jarod (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Utara bersama wartawan Hunter News Crime (HNC) Polresta Manado Diskusi serta Sosialisasi hidup tanpa Narkoba, yang berlangsung di wisata kuliner Jalan Roda (Jarod) Selasa (15/03/2016). Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Utara mengadakan sosialisasi tentang penanganan masalah narkoba di Sulut.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala BNNP Sulut Kombes Pol. Drs Sumirat ini, juga dihadiri oleh Komunitas Hunter News Crime (HNC) Polresta Manado. Kepala BNNP Sulut ini mengajak kepada masyarakat untuk memerangi narkoba di wilayah Sulut ini.

”Sulawesi Utara rangking 5 Nasional kecanduan narkoba. Saat ini ada 747 orang sudah direhabilitasi BNNP Sulut. Menjadi perhatian kami, bersama-bersama melaksanakan mencegah penyalahgunaan Narkoba ini,” katanya.

Menyikapi kegiatan tersebut beberapa warga melayangkan pertanyaan kepada Sumirat. Nyong Bilondatu salah satu warga memberikan pertanyaan bagaimanan cara BNN menanggulangi masalah peredaran obat-obat keras.

“Di daerah saya di Singkil banyak yang sering pakai Amox Curah (Amorah), itu obat-obat yang diminum dalam dosis banyak. Bahakn anak-anak yang kecil saja sudah tahu kehadiran obat itu,” ujarnya.

Menjawab keluhan warga tersebut Sumirat mengatakan siap membantu. “Saya juga butuh kerjasama warga, kalau ada hal seperti itu bisa dilaporkan kepada kami,” ujarnya. Ia pun tak memungkiri dampak akan hal tersebut besar bagi pertumbuhan masyarakat.

“Orang yang sudah pakai ehabond, narkoba atau obat-obatan pasti fisik dan kerja otaknya terganggu. Orang yang menjadi pecandu pasti prikemanusiaannya hilang, hal itu terbukti dari banyak kasus yang kita temukan,” katanya. I

a pun mengajak semua elemen untuk bersama memerangi narkotika dan psikotropika.

“Saat ini saya rangkul HNC untuk bersama kita perangi narkoba di Sulut. Kita saling menopang, ini juga untuk massa depan anak-anak kita nanti,” jelas Sumirat.

Ketua HNC Valdy Suak mengaku sangat senang bisa bersama BNNP meju memerangi narkoba. “Kita tak hanya ikut serta mendukung, BNNP sebagai intitusi yang berwenang tentu kami tekan juga agar lebih giat dalam melakukan pemberantasan. Kita juga akan mengawal, dan memberikan semangat agar BNNP giat dalam melakukan operasi berantas narkotika,” katanya. (M. Isnain Umasangaji)

iklan1