Tag: Syaiful Umbola

Lecehkan Sehan Landjar, Pemda Sayangkan Peryataan Julkifli Hasan

Sekda-Muhammad-Assagaf-Boltim-edit

Ir. Hi. Muhammad Assagaf, Sekda Boltim (Rahman)

BOLTIM, Suluttoday.com – Pernyataan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, sebagaimana di beritakan salah satu media regional di Sulawesi Utara, berbuntut panjang.

Sebagaimana dalam pemberitaan tersebut dikatakan, Zulkifli Hasan menuding Eyang (sapaan akrab Bupati Boltim, Sehan Landjar) Sakit Jiwa terkait ketidak hadirannya pada kampanye pasangan calon yang diusung PAN.  Pernyataan bernada melecehkan yang diduga disampaikan Zulkifli Hasan saat diwawancarai sejumlah awak media tersebut, menimbulkan reaksi keras dari Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Sekretaris Daerah Boltim, Ir. Hi. Muhammad Assagaf, atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Boltim mengaku sangat menyayangkan ‎pernyataan dari Zulkifli Hasan yang juga menjabat sebagai Ketua MPR-RI. Kata Assagaf, tidak sepantasnya seorang pejabat negara diruang publik melontarkan kalimat melecehkan atau menyerang kehormatan seseorang.

“Sakit jiwa perlu dibuktikan dengan pemeriksaan medis. Atas dasar apa Dia menuding Bupati seperti itu. Terlepas benar tidaknya pernyataan tersebut, yang pasti itu sudah naik cetak di media dan menimbulkan ketersinggungan masyarakat.” Ujar Assagaf diruang kerjanya, Rabu (18/1/2017).

Assagaf menambahkan, bila benar Zulkifli Hasan melontarkan kalimat itu maka Pemda akan melakukan gugatan sebab Sehan Landjar adalah Bupati Boltim lepas dari jabatannya sebagai Ketua DPW PAN‎. Sebaliknya bila tidak benar, pemda  akan melakukan somasi terhadap media yang menulis berita itu.‎ Dikatakannya, terlebih dahulu Pemda akan menyurat secara resmi kepada Zulkifli Hasan untuk meminta klarifikasi maksud dari pernyataan ‎tersebut.

“Bila benar Ketum PAN mengatakan hal itu, Pemda menuntut agar Dia menyampaikan permohonan maaf secara langsung serta menyampaikannya di media cetak dan media elektronik, bila tidak diindahkan kami akan menempuh jalur hukum.” Tegas Birokrat senior tersebut.

Senada, tokoh masyarakat Bolaang Mongondow Timur yang juga mantan ketua pemuda Muhammadiah Bolmong Raya, Syaiful Umbola, mengungkapkan kekecewaan atas statement dari Ketua MPR RI tersebut. Menurutnya, Bupati adalah orang yang dihormati dan merupakan representasi dari masyarakat yang dipimpinnya sehingga penghinaan kepada Bupati secara tidak langsung juga merupakan penghinaan kepada masyarakat.

“Kami tidak terima jika Bupati disebut sakit jiwa. Itu sama dengan mengatakan kalau masyarakat yang memilihnya juga sakit jiwa.” Ujarnya geram.

‎Umbola menilai, pernyataan tersebut menunjukan sikap yang tidak menjunjung adat dan budaya timur serta melanggar norma sopan santun. ‎Terlebih konstitusi telah memberi perlindungan terhadap harkat dan martabat seseorang sebagai salah satu hak asasi manusia.

“Atas dasar apa dia menyebut Bupati sakit jiwa. Perbuatan tersebut melanggar undang-undang karena dilakukan secara sengaja untuk menyerang Bupati agar diketahui umum sebagai Bupati sakit jiwa.” Terangnya.

Terpisah tokoh masyarakat Boltim, Robi Mamonto,menilai apa yang dinyatakan Ketum PAN sebagai pelecehan terhadap institusi pemerintah daerah. Robi menyayangkan adanya pihak yang melakukan hal yang kurang etis, sehingga memunculkan opini publik yang kurang baik terhadap bupati.

“Sebagai warga Boltim, saya tersinggung ketika nama baik bupati dilecehkan. Kami meminta agar Zulkifli Hasan yang notabene adalah Ketua MPR RI meminta maaf, karena telah mengucapkan kata-kata yang menghina seorang kepala daerah sebagai khalifah.” Kata Ketua KAHMI Boltim tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Aliansi Masyarakat Adat Daerah Boltim, Burhan Paputungan, mengatakan terlepas dari hubungan politik antara keduanya, Sehan Landjar adalah seorang Bupati yang sudah menahkodai Boltim selama dua periode sehingga itu masyarakat boltim tidak terima ketika putra terbaiknya dilecehkan.

“Dia (Zulkifil Hasan) harus meminta maaf kepada Sehan Landjar selaku Bupati Boltim dan khususnya masyarakat Boltim yang jelas tidak menerima penghinaan tersebut.” Tegasnya. (Rahman)

Penyaluran RTLH Diduga Salah Sasaran

rtlh-ilustrasi

Ilustrasi RTLH

BOLTIM, Suluttoday.com – Penerima bantuan pembangunan dan rehabilitasi Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) diduga salah sasaran di Desa Kayumoyondi.

Informasi yang didapat, Desa Kayumoyondi mendapat kuota sembilan RTLH. Sayangnya empat unit diduga salah sasaran karena justru diberikan kepada aparat desa yang mampu.

“Ada aparat desa yang menerima, memiliki rumah bagus dan ada yang punya sepeda motor.” Ucapnya seorang warga Kayumoyondi meminta namanya enggan diberitakan.

Padahal masih banyak warga desa setempat yang membutuhkan rumah tersebut karena hanya tinggal digubuk tak layak huni.

“Kami berharap dinas sosial agar menarik dan menyerahkan kepada masyarakat tak mampu.” Bebernya.

Sangadi Kayumoyondi, Masri Patra mengakui adanya empat kepala dusunnya yang menerima fasilitas dari pemerintah daerah tersebut.

“Benar mereka menerima, tapi mereka tak punya rumah dan tak punya kebun. Jadi memenuhi syarat menjadi penerima karena kategori miskin. Saya sudah laporkan ke Bupati dan wabup.” Bebernya.

Apalagi penerima tersebut sudah diverifikasi dinas sosial sehingga tak ada persoalan lagi.

“Memang ada beberapa warga yang tak punya rumah atau rumah tak layak huni. Tapi mereka tak memiliki tanah sendiri.” Bebernya.

Kepala Dinas Sosial, Syaiful Umbola mengaku kaget mendengar laporan adanya perangkat desa yang tak layak menerima RTLH justru mendapatkannya.

“Saya akan cek. Jika benar akan kita tarik jika penerimanya tak layak.” Ucapnya.

Dia mengakui telah diverifikasi oleh stafnya. Namun nama penerima diusulkan oleh Sangadi.

“Itu akan dibangun oleh tentara. Saat ini sudah 30-an rumah terbagun di Desa Togid.” Ucapnya.

Tahun ini pemda Boltim membangun 300 unit rumah warga miskin senilai Rp 4,5 miliar. (Rahman)

Pembangunan 300 Unit RTLH Kerjasama Pemkab Boltim dan Kodim 1303/BM Dimulai

Sehan-RTLH-9-edit

Bupati Boltim Sehan Landjar, SH bersama Dandim 1303/BM Letkol Inf. Sampang Sihotang menandatangani MOU pelaksanaan pembangunan 300 Unit RTLH Program bantuan sosial untuk warga miskin di Kabupaten Boltim, Kamis 11/08/2016 (Rahman)

BOLTIM, Suluttoday.com – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melalui Dinas Sosial menggelar acara peletakan batu pertama pembangunan 300 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Kamis (11/08/2016).

Sehan-RTLH-1-edit

Bupati Boltim Sehan Landjar, SH meletakkan batu pertama dimulainya pembangunan 300 unit RTLH program bantuan sosial bagi warga miskin di Boltim, Kamis 11/08/2016 (Rahman)

Program bantuan sosial untuk warga kurang mampu ini pelaksanaannya bekerja sama dengan TNI AD lewat penandatangan MOU antara Pemda Boltim dan Kodim 1303/Bolaang Mongondow langsung oleh Dandim 1303/BM Letkol Inf. Sampang Sihotang.

Sehan-RTLH-2-edit

Dandim 1303/BM Letkol Inf. Sampang Sihotang turut meletakkan batu pertama dimulainya pembangunan 300 unit RTLH kerjasama Pemkab Boltim dan TNI AD, Kamis 11/08/2016 (Rahman)

Kepala Dinas Sosial Syaiful Umbola dalam sambutan mengemukakan, untuk Desa Togid ada 30 unit RTLH dengan anggaran Rp.15 juta per unit.

“Lahan untuk pembangunan RTLH pemberian dari pak Bupati Boltim, bukan hanya di Togid, bahkan ada beberapa lokasi di wilayah masing-masing yang ada di Boltim ini milik dari pak Bupati Sehan Landjar,SH sudah dihibahkan untuk warga miskin,” jelas Umbola.

Sehan-RTLH-5-edit

Bupati Boltim Sehan Landjar, SH sedang memberikan sambutan mengenai pentingnya program bantuan sosial bagi warga miskin untuk mendapatkan rumah yang layak, Kamis 11/08/2016 (Rahman)

Syaiful Umbola merasa bangga memiliki pemimpin daerah ini yang begitu perhatian terhadap kaum miskin.

“Selaku kepala Dinas Sosial, saya sangat bangga mempunyai seorang pimpinan Bupati yang berhati mulia, sangat perhatian dan giat membantu pada kaum miskin,” sanjung Umbola.

Sehan-RTLH-3-edit

Foto bersama Bupati Boltim Sehan Landjar, SH didampingi Wakil Bupati Boltim Rusdi Gumalangit (kiri), Kepala Dinas Sosial Syaiful Umbola (kanan), Dandim 1303/BM Letkol Inf. Sampang Sihotang (kedua dari kiri) dan Sangadi Togid foto bersama usai kegiatan peletakan batu pertama pembangunan 300 unit RTLH, Kamis 11/08/2016 (Rahman)

Di sisa akhir masa kerja sebagai PNS ini, dirinya merasa bangga diberikan jabatan oleh Bupati dalam mengurus orang miskin.

“Di sisa masa akhir saya sebagai PNS, saya merasa bangga atas jabatan yang dipercayakan pak Bupati, secara pribadi saya sangat bangga dan berterima kasih kepada beliau, karena jabatan ini merupakan ibadah buat saya sampai pension,” ucap Umbola dengan haru.

Bupati Sehan Landjar,SH dalam pidatonya mengatakan, prinsip dari pembangunan itu bagaimana pemerintah mampu memfasilitasi agar rakyat terhindar dari permasalahan dan yang paling utama ketidak mampuan masyarakat untuk memiliki tempat tinggal, menyekolahkan anak dan kesehatan.

Sehan-RTLH-8-edit

Wakil Bupati Boltim Rusdi Gumalangit foto bersama pejabat dan staf Pemkab Boltim usai acara peletakan batu pertama pembangunan 300 unit RTLH, Kamis 11/08/2016 (Rahman)

“Ketidak mampuan masyarakat Boltim, sejalan dengan apa yang sudah ditetapkan oleh saya selaku Bupati bersama Wakil Bupati di mana Boltim dengan program SERU untuk menuntaskan kemiskinan, maka pembangunan rumah baru, rehabilitasi sosial RTLH melalui Dinsos Kabupaten Boltim yang telah dirancang dengan APBD 2016 di lima kecamatan kurang lebih sebanyak 300 unit,” terang Bupati.

Tentunya dengan program RTLH ini baik rehabilitasi berat ataupun ringan maupun bangun baru ini, diharapkan masyarakat penerima menyaluran ini baik yang memiliki mata pencaharian tetap maupun tidak, diharapkan dapat menjalani dan memenuhi kebutuhan hidupnya dengan lebih layak sesuai dengan amanat UU, karena rumah salah satu komponen kebutuhan dasar keluarga yang tidak dapat diabaikan. Karena rumah tempat untuk berinteraksi anggota keluarga untuk menata kehidupan sosial lebih baik keluarga tersebut dengan masyarakat maupun dengan lingkungan disekitarnya.

Sehan-RTLH-6-edit

Bupati Boltim Sehan Landjar, SH saat meninggalkan tempat acara peletakan batu pertama pembangunan 300 unit RTLH bagi warga miskin di Boltim, Kamis 11/08/2016 (Rahman)

“Bupati mengajak kepada para Sangadi, Camat dan isntansi terkait dan tim penanggulangan kemiskinan daerah untuk bersama-sama menyatukan presepsi, niat dan tekad yang tulus dalam mewujudkan program kemiskinan di daerah dan penuntasan permasalahan kesejahteraan sosial yang ada di Kabupaten Boltim yang kita cintai ini,” tegas Bupati.

Selain itu, peletakan batu pertama dan penandatangan MOU atau kerja sama anatara Pemda Kabupaten Boltim dan Kodim 1303/BM adalah titik awal kita dalam mensukseskan pembangunan dan rehabilitasi sosial untuk 300 unit RTLH Boltim melalui dana alokasi umum (DAU) keurang lebih Rp 4,5 Miliar dengan masing-masing anggaran Rp.15 juta satu unit.

“Tentunya atas nama pemerintah daerah mengucapkan banyak terima kasih kepada pak Dandim dan seluruh anggota TNI AD atas dedikasi. Saya tidak akan melupakan jasa para TNI AD yang begitu pro aktif dalam pembangunan di Daerah Boltim ini,” pungkasnya. (Rahman/Adve).

Sentuhan Kepedulian, Pemkab Boltim Salurkan Bantuan Bagi Lansia dan Penyandang Disabilitas

Sehan-Lansia-edit

Bupati Boltim Sehan Landjar, SH., sedang memberikan pengarahan pada pendidikan dan pelatihan yang diikuti para Lansia dan Penyandang Disabilitas sebanyak 215 orang bertempat di BPU Tutuyan II Rabu, 03/08/2016 (Foto: Ist)

BOLTIM, Suluttoday.com – Bertempat di BPU Tutuyan II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltim menyalurkan bantuan kepada 100 orang lanjut usia (Lansia) dan 115 penyandang cacat (Disabilitas) sekaligus dengan pemberikan pendidikan dan pelatihan yang di sampaikan oleh Bupati Boltim Sehan Landjar, SH. Rabu, (03/08/2016).

Hal ini sebagai bentuk kepedulian yang rutin dilaksanakan, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur melalui dinas sosial.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Bolaang Mongondow Timur Sehan Landjar SH, dan turut dihadiri oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekda Boltim, Ir. Astony Angmalisang  serta sejumlah pimpinan SKPD.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan penyaluran beberapa kebutuhan rakyat khususnya lansia dan penyandang kekurangan fisik merupakan program utama pemerintah daerah kabupaten boltim dan juga merupakan program nasional.

“Program ini adalah program utama pemerintah daerah dan dalam waktu dekat akan saya buatkan instruksi tegas kepada para Sangadi agar lebih memperhatikan para lansia dan penyandang disabilitas didesanya masing-masing.” Ujarnya.

Bupati mengatakan Boltim memiliki lansia sebanyak 5.230 jiwa, Penyandang Disabilitas sebanyak 1.129 Jiwa dan Rawan Sosial berjumlah 469 jiwa. Sehingga Ia menyadari belum seluruh lansia dan penyandang disabilitas dapat difasilitasi dan dibantu pemerintah. Namun kata dia, pada APBD Perubahan akan diupayakan penambahan Anggaran untuk memenuhi kebutuhan lansia dan penyandang disabilitas di Boltim.

“Program ini akan terus berlanjut. Dinas Sosial ajukan lagi berapa anggaran untuk memenuhi kebutuhan mereka, dan akan saya upayakan pada Perubahan APBD nanti”, Kata Bupati.

Diakhir sambutannya, Bupati berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat walaupun nilai Bantuan yang diberikan tidak besar. (Rahman)

Tahun 2016, Boltim Bakal Bangun 135 Unit Bantuan RTLH

Kadis Sosial Boltim-edit

Syaiful Umbola, Kepala Dinas Sosial Pemda Boltim (Rahman/Suluttoday.com)

BOLTIM, Suluttoday.com – 135 unit bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga miskin di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) pada tahun 2016 ini akan teralisasi. Demikian kepala Dinas Sosial Syaiful Umbola kepada suluttoday.com. Kamis, (11/02/2016).

“Ada 135 RTLH akan di bangun, programnya tahun 2016 ini akan terealisasi.” Terang Umbola.

Di katakannya, anggaran untuk 135 bangunan RTLH bersumber dari APBD 2016.

“Besaran dana untuk 135 RTLH ini berkisar Rp 2.7 miliar, sumber anggarannya dari APBD 2016.” Singkatnya.

Selain itu kata dia, ada bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dengan kelompok organisasi lainnya, akan tetapi pihak Dinas akan melakukan evaluasi kepada kelompok penerima bantuan sebelumnya. agar kata dia, bantuan kelompok ini tidak di salah gunakan.

“Sebelum penyaluran, kami akan evaluasi dulu jangan hanya di berikan bantuan tapi tidak di fungsikan. Agar di ketahui mana kelompok yang jalan dan mana tidak tidak jalan, supaya bantuan ini tidak menjadi sia-sia.” Tegasnya. (Rahman)

iklan1