Tag: syarifudin saafa

Konsisten, PKS Usung Sonya-Sarifudin Bertarung di Pilwako Manado

SSK saat mengikuti Dialog Interaktif PKS Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Melanjutkan gagasan penting yang diperjuangkan poros koalisi umat Islam di Pilwako Manado 2020, Ir. Sonya Selviana Kembuan akhirnya mempertegas komitmennya merajut dan memperkuat koalisi tersebut. Sabtu (8/8/2020), bertempat di Hotel Kawanua Manado, DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Manado menggelar Dialog Interaktif sekaligus Konsolidasi Struktur untuk pemenangan Pilwako Manado.

Dalam kegiatan tersebut PKS juga mengundang SSK begitu calon Wali Kota Manado Sonya akrab disapa. Tak lagi basa-basi, SSK menyampaikan beberapa visi prioritasnya untuk membangun Manado lebih baik lagi. SSK juga menyampaikan telah bulat niatnya untuk mengambil par (pasangan) calon Wakil Wali Kota dari kalangan perwakilan umat Islam Manado.

”Manado memerlukan konsep pembangunan yang terarah. Jelas dan fokus, agar masyarakat merasakan dampak dari pembangunan. Jika Tuhan berkehendak dan saya terpilih menjadi Wali Kota Manado, maka tugas prioritas saya yakni melakukan perbaikan sistem drainase, sistem pengolahan sampah, pasar-pasar tradisional kita benahi. Para tokoh agama dan warga Lansia kita santuni, lebih yang pernah dilakukan saat ini. Derajat ekonomi masyarakat harus diangkat pemerintah daerah, saya memiliki konsep kuat atas hal ini,” ujar SSK yang disambut tepukan tangan meriah dari kader-kader PKS Manado.

Lanjut SSK menyebut dirinya bersama Syarifudin Saafa, ST.,MM memiliki kesinambungan, saling melengkapi untuk bersama membangun Manado. Menurut SSK pembangunan Kota Manado tidak memerlukan retorika politik dan janji manis yang akhirnya hanya membohongi masyarakat, melainkan dengan tindakan serta contoh yang konkrit. Kota Manado di tangannya akan lebih berkembang pesat, bahkan SSK mengaku pengalamannya mengunjungi sejumlah negara maju membuat dirinya banyak mengetahui konsep pembangunan yang pro rakyat.

”Melaui kesempatan yang mulia ini, saya mengajak kita semua mendoakan agar usaha kita dimudahkan. Kota Manado membutuhkan kepemimpinan yang majemuk, saya sejak sekolah sampai kuliah di Manado, orang Manado makanya risih dan sedih kalau melihat Kota ini tidak maju. Saya punya mimpi besar memajukan Manado, apalagi saya dengan Pak Syarif saling melengkapi dalam hal pengalaman memimpin. Begitu optimis saya, bahwa kita akan menang dalam kompetisi Pilwako 9 Desember 2020 mendatang,” kata SSK yang juga didampingi Irjen. Pol (Purn) Drs. Albertus Julius Benny Mokalu.

Berlangsungnya tatap muka bersama SSK (Foto Suluttoday.com)

Selain itu, Ketua DPW PKS Sulawesi Utara (Sulut), Syarifudin Saafa yang berdasarkan Surat Keputusan (SK) DPP PKS memutuskan sebagai calon Wakil Wali Kota Manado mendampingi SSK menilai apa yang dipersiapkan SSK secara matang akan menjadi jawaban bagi kemajuan Kota Manado. Syarif menyebutkan tentang kepemimpinan yang efektif, inovatif, kreatif dan visioner ada pada sosok SSK.

”Saya sebelum memutuskan bersama Ibu SSK, telah melewati diskusi panjang, saya menggali dan menyaksikan langsung betapa seorang Ibu SSK merupakan potret pemimpin yang peduli pada masyarakat. Beliau perempuan yang visioner, konsep membangun Manado yang dimilikinya sangat tepat digunakan untuk membangun Kota Manado lebih bermartabat, maju, tanpa adanya kebijakan diskriminatif. Tentu saya berharap banyak agar kita semua, keluarga besar PKS untuk berjuang satu barisan, menangkan iktiar politik yang telah kita pilih,” tutur Saafa yang juga Anggota DPRD Kota Manado 3 periode ini.

(*/Bung Amas)

Ketua PKS Manado: Kamis, SSK-SS Terima SK di DPP

SSK-SS (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Peta politik di Pilwako Manado 2020 akan semakin kencang tensinya. Pasalnya dari sejumlah nama bakal calon Wali Kota dan bakal calon Wakil Wali Kota Manado satu persatu mulai menerima Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai politik masing-masing. Konsekuensinya, jika terlambat maka ada bakal calon yang terancam kehilangan kesempatan mendapatkan dukungan untuk syarat pencalonan.

Minggu (26/7/2020), Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Manado, Abu Hasan Syafi’i, ST pada Suluttoday.com menyampaikan bahwa pihaknya ditengah konsolidasi yang intens mulai mengalami progres. Dimana pada Kamis (30/7/2020) DPP PKS akan menyerahkan SK kepada pasangan calon Wali Kota Manado, Ir. Sonya Selviana Kembuan (SSK) dan Syarifudin Saafa, ST.,MM (SS).

”Insya Allah hari Kamis, Minggu depan DPP PKS menyerahkan SK kepada SSK-SS sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado. Capaian komunikasi yang dilakukan massif dalam beberapa bulan terakhir ini kita harapkan dapat terus berjalan dengan baik,” kata Hasan sapaan akrab Syafi’i.

Ketika ditanya kenapa PKS melirik sosok SSK, Hasan mengatakan telah melalui berbagai dialektika pertemuan dan kerja-kerja sosial guna mengasah serta menguji komitmen yang mulai terjalin cukup lama. Hasan menilai SSK merupakan potret politisi yang konsisten, berpihak pada kepentingan semua golongan masyarakat. Pandangan yang majemuk dan komunikasi SSK dinilai layak untuk didukung menjadi calon Wali Kota Manado.

SSK, Benny Mokalu dan SS (Foto Istimewa)

”Tentu kita punya kalkukasi dan penilaian terhadap Ibu SSK. Yang pasti bukan tanpa pertimbangan panjang. Figur seperti beliau dibutuhkan masyarakat Kota Manado, apalagi kemarin saat Koalisi Keumatan menggagas kegiatan sosial saat memerangi COVID-19, Ibu SSK tampil sebagai motor penggerak. Terlebih cara berpolitiknya yang mengedepankan etika akomodasi kepentingan, kesetaraan dan mengedepankan kemanusiaan yang kami nilai sangat berkaitan erat dengan visi besar PKS. Kemudian sejak awal Ibu SSK memang sudah berkomitmen mengambil figur muslim sebagai pasangan calon Wakil Wali Kota yang mendampingi dirinya,” ujar Hasan.

Untuk diketahui, melalui Troy Pomalingo, orang dekat SSK saat dimintai komentar terkait siapa saja yang akan dilibatkan sebagai tim pemenangan SSK-SS, dikatakannya bahwa ada nama Irjen (Pur) Benny Mokalu, mantan Kapolda Bali yang siap turun menjadi Ketua Tim pemenang SSK-SS dalam Pilwako Manado 2020. Benny Mokalu juga saat ini menjabat sebagai Komisaris Independen PT MNC Kapital Indonesia Tbk.

(*/Bung Amas)

Catatan S2 Memperingati HUT 397 Manado

Syarifudin Saafa (Foto Istimewa)

Oleh : Syarifudin Saafa, Ketua DPW PKS Sulawesi Utara

Manado telah banyak kemajuan melampaui Kabupaten/Kota lainnya di Sulawesi Utara. Bahkan bila dibandingkan dengan kab/kota lainnya di kawasan timur Indonesia setelah Kota Makassar pun demikian ada sejumlah persoalan klasik yang belum mendapatkan solusi di usianya ke 397 tahun. Beberapa diantaranya adalah pertama, infrastruktur yang tidak ramah Air. Sebagai sebuah kota yang telah berusia hampir 4 abad, seharusnya persoalan dasar sebuah kota berupa infrastruktur sudah tuntas. Realitasnya hari ini adalah persoalan infrastruktur itu khususnya infrastruktur drainase dan jalan masih membutuhkan alokasi sumber daya yang besar ke depan.

Saat ini infrastruktur kota belum ramah air. Hujan sejenak terjadi genangan dimana-mana. Dan tidak jarang genangan air yang deras dan bervolume besar itu menyebabkan banjir mini yang memasuki rumah rumah warga tanpa permisi. Keadaan ini berdampak pada banyak aspek dan mempengaruhi banyak hal. Mulai dari rasa nyaman dan aman masyarakat, menyebabkan keterpurukan ekonomi, kerusakan infrastruktur lainnya, serta dampak ikutan lainnya.

Dan tidak jarang genangan air yang deras dan bervolume besar itu menyebabkan banjir mini yang memasuki rumah rumah warga tanpa permisi. Keadaan ini berdampak pada banyak aspek dan mempengaruhi banyak hal. Mulai dari rasa nyaman dan aman masyarakat, menyebabkan keterpurukan ekonomi, kerusakan infrastruktur lainnya, serta dampak ikutan lainnya.

Kedua, Pengelolaan Sungai dan dampak ikutannya. Tuhan Yang Maha Kuasa menganugerahkan 5 sungai besar yang membelah kota Manado. Sudah pasti ada hikmah besar dibalik itu semua. Bahwa sungai-sungai itu dimaksudkan untuk membawah berkah kehidupan masyarakat. Bukan sebaliknya. Sekali lagi bukan sebaliknya. Dimana setiap tahun selalu menjadi momok menakutkan bagi warga kota terkhusus mereka yang tinggal disekitaran bantaran sungai. Keadaan ini menyebabkan rasa aman dan nyaman warga terganggu secara massif. Kehidupan sosial dan ekonomi sangat terganggu.

Bayangkan, pasca banjir warga yang mendiami sekitaran bantaran sungai membeli perabot, perbaikan rumah, dan lain sebagainya ketika terjadi luapan air sungai (banjir) menyebabkan kerusakan atau kehilangan kembali apa yang telah diperbaiki dan dibeli tersebut. Ini sama saja dengan gali lubang tutup lubang. Dan akan melanggengkan kemiskinan kota.

Pengelolaan sungai yang belum baik adalah PR kota ini. Kita membutuhkan cara pandang baru dalam memandang lingkungan terkhusus sungai yang membelah kota ini. Ada begitu banyak ide kreatif yang dapat kita hidangkan dalam pemanfaatan sungai yang pada gilirannya memberikan manfaat besar bagi kehidupan masyarakat. Pada konteks ini pula, dibutuhkan sinergisitas antara pemerintah, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Kota serta pemerintah Kabupaten yang bersinggungan dengannya.

Ketiga, Persoalan Sampah Kota Pemerintah telah bekerja keras mengatasi masalah sampah kota yang bervolume sangat tinggi. Kerja keras itu wajib kita apresiasi. Pun demikian, ada yang harus diperbaiki. Bahwa selama ini, cara penanganan sampah kota masih berputar pada memindahkan sampah. Penanganan sampah rumah tangga, dan sampah dunia usaha termasuk sampah dari instansi pemerintah baru sebatas dipindahkan.

Pola semacam itu selamanya tidak menyelesaikan masalah. Bahkan berdampak buruk bagi lingkungan. Kita membutuhkan pengembangan pola penanganan sampah. Kita jangan berpola pindah saja. Tetapi harus dikelola secara baik dengan melibatkan teknologi modern yang ramah lingkungan dan berefek ekonomis bagi masyarakat serta terkelola secara profesional. Kita butuh cara baru. Dan itu bisa kita lakukan.

Keempat, Penanganan Pasar Pasar sebagai tempat saling berinteraksi aksinya masyarakat lintas latar belakang (suku, agama, ras dan budaya) masih memprihatinkan. Keprihatinan terhadap pengelolaan pasar dimaksud terkait dengan aspek infrastruktur pasar, manajemen pasar, kesejahteraan pedagang, profesialisme dan kesehatan perusahaan PD Pasar, dan rekayasa lalulintas dan selainnya. Infrastruktur pasar cukup memprihatinkan. Apalagi bila kita bandingkan dengan pasar semacamnya di kota – kota lainnya di Indonesia. Masih jauh. Dan butuh sentuhan khusus. Apalagi berbicara tentang kesejahteraan pedagang.

Masih jauh. Padahal mereka berjualan sudah berbilang puluhan tahun. Namun nampaknya tidak ada yang berubah dari kehidupan mereka. Realitas itu hadir bukan karena kemalasan para pedagang. Mereka sangat rajin. Mereka ke pasar dini hari dan ada yang pulang malam hari. Manajemen PD Pasar juga demikian. Terlalu gemuk. Karyawannya terlalu banyak.

Sehingga nampak seperti perusahan yang over obesitas. Jangankan diajak lari, bertahan berdiri saja serasa tak mampu menahan beban di atasnya. Ini harus dirubah. Hingga kini belum sama sekali nampak pengembangan dari PD Pasar. Padahal ada organ direksi pengembangan usaha. Apalagi kita bicara kontribusi kepada PAD. Sama sekali tidak relevan. Karenanya perlu dirubah. Agar pedagang sejahtera, dan perusahaan sehat dan maju.

Kelima, Persoalan Kemacetan dan dampak ikutannya Macet adalah wajah harian sebuah kota yang maju. Dan realitas itu telah hadir di tengah-tengah warga kota. Keadaan ini membutuhkan antisipasi. Salah satunya dengan menciptakan alternatif. Alternatif yang dimaksud adalah transportasi air. Dimana kondisi geografis kota sangat mendukung.

Diperlukan kebijakan khusus. Penyediaan alat transportasi air modern dan infrastruktur terminal yang memadai maka akan sangat membantu upaya mengatasi persoalan kemacetan yang suka tidak suka pasti akan menjadi problem ke depan secara serius Pada sisi yang lain, dampak ikutannya adalah terciptanya kegiatan ekonomi baru khususnya adanya lapangan kerja baru.

Siap Hadapi Pilkada Serentak, PKS Manado Rekrut Saksi

Ketua DPW PKS Sulawesi Utara saat memberikan arahan (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.c0m – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Manado, Sabtu (11/7/2020), menggelar perekrutan saksi untuk agenda Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Manado 2020. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Elfah Kota Manado itu, menurut Farist Soeharyo, Sekretaris DPD PKS Kota Manado untuk memastikan bahwa pihaknya telah siap menyukseskan Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Manado.

”PKS kembali menggelar konsolidasi bersama pengurus DPC se-Kota Manado dalam rangka mempersiapkan saksi utk perhelatan akbar Kota Manado yakni Pilwako Manado, 9 Desember 2020. Sebagaimana diketahui banyak pihak bahwa PKS adalah salah satu partai yang memiliki mesin politik yang sangat kuat, kita menggelar perekrutan saksi untuk menyiapkan segala kesiapan. Sehingga tidak tiba saat tiba akal saat Pilwako nantinya,” kata Farist.

Selain PKS yang memiliki kader-kader yang militan, mereka juga terkonsolidasi solid dari jajaran struktur di atas sampai di grass root. Terlebih PKS sangat terkenal secara nasional sangat jeli dan akurat dalam masalah saksi atau pengawalan suara kandidat di TPS. Dalam pertemuan Sabtu malam tersebut, pengurus DPD PKS Kota Manado juga telah menunjuk dr. Suyanto Yusuf sebagai koordinator saksi untuk mengawal suara kandidat di Pilwako Kota Manado 2020.

”Telah terbahas pula dalam pertemuam tersebut teknis pelaksanaan, pola perekrutan bahkan anggaran saksi. PKS akan menyiapkan saksi untuk Pilwako Manado mulai dari TPS hingga perhitungan di Kecamatan. Lantas kandidat mana yang akan dikawal suaranya oleh kader PKS? 3 nama (MOR, JPAR, SSK) sudah di kantongi DPP PKS,” ujar Farist, jebolan Unsrat ini tegas.

Kader PKS Manado solid hadapi Pilkada (Foto Istimewa)

Adapun kepada siapa SK DPP PKS akan turun, DPD PKS Manado masih menunggu keputusan tersebut dari DPP, yang pasti, kepada siapapun SK diturunkan oleh DPP PKS maka kami selaku kader akan selalu siap untuk mengawal amanat tersebut.

Sekedar diketahui, selain Ketua DPC se-Kota Manado yang hadir, terpantau juga Ketua DPW PKS Sulawesi Utara (Sulut), Syarifudin Saafa. Kemudian selaku tuan rumah, Ketua DPD PKS Kota Manado, Abu Hasan Syafii juga hadir dengan jajaran pengurusnya.

(*/Bung Amas)

Partai Keadilan Sejahtera Peduli Penjaga Masjid

H. Amir Liputo saat menyerahkan bantuan (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Memberi perhatian kepada masyarakat di Kota Manado dan Sulawesi Utara (Sulut), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga ikut memberi perhatian khusus kepada para penjaga masjid (Marbot). Apalagi di tengah masa sulit, yakni mewabahnya Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sulawesi Utara dan DPD PKS Kota Manado membagikan paket bantuan secara dari satu Masjid ke Masjid lainnya di Kota Manado.

”PKS Sulut dan PKS Kota Manado hari ini menyalurkan bantuan untuk 210 marbot masjid di Kota Manado sebagai bentuk kepedulian saat pandemi corona. Bantuan terdiri dari beras gula pasir minyak kelapa dan telur diharapkan dapat membantu para penjaga dan petugas kebersihan Masjid se-Kota Manado,” ujar Amir Liputo, SH, pengurus PKS Sulut yang juga anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara 2 (dua) periode ini, Kamis (21/5/2020).

Politisi yang dikenal begitu aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan itu menambahkan, bantuan diserakan kepada 210 orang marbot masjid. Sementara itu, menurut Ketua DPW PKS Sulut, Syarifudin Saafa, ST.,MM agar para marbot Masjid bisa menjaga kesehatan dan terus menjaga kebersihan Masjid, sehingga saat dipakai Shalat kebersihan Masjid terjaga.

Kompak kader PKS Sulut peduli para penjaga masjid (Foto Istimewa)

”Kami bangga dengan pekerjaan mulia para marbot Masjid. Hari ini kita menyalurkan bantuan, semoga bermanfaat dan dapat membantu mereka jelang hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Para marbot kadang kala terlupakan, jarang mendapat perhatian,” ujar Saafa yang juga mantan anggota DPRD Kota Manado 3 (tiga) periode tersebut.

Amir yang juga Kordinator kegiatan tak lupa mengingatkan agar para menerima bantuan dengan ikhlas. Insya Allah kedepan pihaknya akan melanjutkan program ini, sebagai bentuk kebersamaan disituasi yang sulit seperti saat ini. Untuk diketahui, para KUA se-Kota Manado yang telah nembantu menkordinir para marbot juga mendapatkan ucapan terima kasih dari PKS, dan yang turut hadir diantaranya DPD PKS Kota Manado, Faris Suharyo dan Agus Harmoko.

(*/Bung Amas)

iklan1