Tag: Sylviana Murni

Wah, Presiden Jokowi Berpotensi di Panggil Polisi?

Joko Widodo (Foto Ist)

Joko Widodo (Foto Ist)

JAKARTA – Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sylviana Murni menjalani pemeriksaan penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri selama tujuh jam setengah. Usai pemeriksaan, Sylviana mengatakan Joko Widodo (Jokowi) yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, mengetahui soal dana hibah Kwarda Pramuka DKI Jakarta tahun anggaran 2014-2015.

Sylvi mengaku bahwa dana sebesar Rp 8,6 miliar tersebut adalah dana hibah bukan dana bansos Kwarda Pramuka DKI Jakarta tahun anggaran 2014-2015. Bahkan kata dia kebijakan atas mengalirnya dana tersebut juga diketahui oleh Jokowi yang pada masa itu menjabat sebagaiĀ  Gubernur DKI Jakarta.

“Bukan dana bansos, tetapi ini adalah dana hibah sesuai dengan SK Gubernur Nomor 235 Tanggal 14 Februari 2014 yang ditandatangani pada saat itu Pak Jokowi,” ujarnya di Gedung Ombudsman, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Jumat (20/1/2017).

Sylvi menjelaskan, dalam SK tersebut tertulis biaya operasional pengurus kuwarda DKI Jakarta dibebankan pada anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) melalui dana hibah. Sehingga sambungnya dana sebesar Rp 6,8 miliar bukan dana bansos melainkan hibah.

“Selanjutnya berapa dana yang diberikan ini Rp 6,8 miliar dan saya sudah lakukan dengan teman-teman pengurus kuwarda, jelas ini untuk kegiatan 2013-2014,” jelasnya seperti dikuti dari Republika.com.

Sylvi juga mengklaim bahwa hasil kegiatan dan anggaran yang dikeluarkan sudah diaudit oleh auditor independen. Dia tidak mengatakan nama badan auditor tersebut namun menegaskan bahwa sudah terdaftar. (*/ST)

Sylviana Murni Warning Politik Uang di DKI Jakarta

Sylviana Murni (Foto Ist)

Sylviana Murni (Foto Ist)

JAKARTA – Komunikasi politik yang cukup dinamis ditunjukkan Calon wakil gubernur DKI, Sylviana Murni, mengatakan, warga Jakarta bisa mengambil uang yang diberikan untuk memilih calon kandidat tertentu dalam Pilkada DKI. Namun, Sylvi meminta warga tidak memilih pemimpin yang melakukan politik uang itu.

“Kalau 15 Februari, ada yang mau ngasih duit biar Rp 1 juta, Rp 5 juta, ambil tuh duit, soal nyoblos hati nurani,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Sylvi saat memberikan sambutan kepada peserta acara Maulid Nabi di Jalan Regalia di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (17/1/2017).

Menurut Sylvi, jika pihak yang memberi uang meminta warga untuk mencoblos calon tertentu karena imbalan itu, warga cukup menjawab iya saja.

“Bu, ini kasih uang Rp 5 juta, tetapi coblos saya. (Jawab) iya saja,” ujar Sylvi sebagaimana dilansir dari Kompas.com.

Namun, Sylvi meminta jika warga yakin dirinya dan Agus adalah calon pemimpin amanah, ia meminta dukungan. Ketika selesai kampanye, Sylvi dikonfirmasi apakah ia melihat adanya potensi politik uang sebelum pencoblosan 15 Februari 2017 mendatang.

“Kalaupun ada, itu warning, kalau enggak ada, itu yang kita harapkan,” ujar Sylvi. (*/ST)

HEBOH, Agus Yudhoyono Lompat dari Panggung

Agus Harimurti Yudhoyono saat melompat dari panggung (Foto Ist)

Agus Harimurti Yudhoyono saat melompat dari panggung (Foto Ist)

JAKARTA – Luar biasa, bakal calon gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono, atau yang singkat disapa AHY bersama puluhan relawan pendukungnya menyerukan yel-yel saat bertemu di halaman Stadion Tugu, Jakarta Utara, Minggu (23/10/2016) siang.

Meski sedang hujan deras, Agus tak segan bergabung dengan relawannya yang telah basah kuyup sambil menyanyikan lagu penyemangat.

“Ini bukti gue, ini bukti gue, dukung Agus-Sylvi,” seru massa yang kebanyakan terdiri dari anak muda sembari melompat-lompat.

Pantauan Kompas.com, Agus tiba di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB di halaman Stadion Tugu. Kedatangan Agus langsung disambut tepuk tangan dan ajakan foto bersama oleh para relawan.

Setelah beberapa perwakilan relawan menyampaikan komitmennya mendukung Agus sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta, Agus diundang naik ke panggung yang telah disediakan.

Di atas panggung, Agus berterima kasih dan memohon doa agar jalannya dilancarkan dalam mengikuti Pilkada DKI Jakarta tahun 2017.

“Kita maju bersama, Jakarta untuk rakyat,” tutur Agus lantang yang mematik semangat para relawan pendukungnya, saat dilansir dari Kompas.com.

Setelah menyampaikan sambutan, Agus mengajak relawan kembali menyuarakan yel-yel yang tadi. Tidak lama dari yel-yel berkumandang, Agus dari atas panggung nampak memberi aba-aba kepada massa relawan di bawahnya bahwa dia akan melompat.

Segera Agus mundur dua langkah ke belakang, kemudian berlari dan lompat ke massa di bawahnya. Para relawan menangkap Agus dengan sigap dan tetap menyanyikan yel-yel mendukung Agus dan pasangannya, Sylviana Murni.

Selepas acara, Agus mengungkapkan, dia sengaja ingin lompat karena teringat dengan suasana di kesatuan militer tempatnya mengabdi dulu.

Saat itu, menurut Agus, suasananya juga sama, yakni ramai pasukan dan hujan turun dengan derasnya.

“Ketika saya menjadi prajurit, menjabat komandan batalyon, saya terbiasa melakukan hal itu. Ada rasa kegembiraan, kesenangan, dan kebersamaan. Tidak ada jarak. Seharusnya, sebagai pemimpin memang seperti itu,” tutur Agus.

Adapun kelompok relawan yang mendeklarasikan dirinya untuk mendukung pasangan Agus-Sylviana pada acara tersebut adalah Relawan Pancasila Jakarta Utara, Relawan North Jakarta, Relawan RT/RW Jakarta Utara, Relawan Jaringan Santri Progresif, dan Relawan Wong Kito Jakarta Utara. (*/Ikhy)

SBY Ajak Berjuang dan Berpolitik Secara Baik-Baik

SBY dan Jacko ketika berbincang yang didampingi Ibu Ani Yudhoyono (Foto Suluttoday.com)

SBY dan Jackson Kumaat, Ketua KNPI Sulut ketika berbincang yang didampingi Ibu Ani Yudhoyono (Foto Suluttoday.com)

JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengajak seluruh pendukung pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, untuk mengawasi proses Pilkada DKI 2017 mendatang.

“Mari kita berjuang, berpolitik secara baik-baik. Jangan menghalalkan segala cara di Pilkada DKI. Jangan sampai ada penyimpangan, kecurangan dan penyalahgunaan wewenang dari mereka yang memegang kekuasaan,” kata SBY di Cikeas Mansion, Minggu (9/10/2016) saat dilansir dari Viva.co.id.

Menurut dia, pesta demokrasi tingkat lokal tahun depan harus dipastikan berjalan secara jujur, adil dan demokratis. Presiden RI ke-6 itu juga mengingatkan jajaran TNI/Polri dan intelijen untuk bersikap netral dalam proses pemilihan kepala daerah di Ibu Kota.

“TNI dan Polri salah satu pejuang dan pelaku reformasi. Di masa krisis, saya mengingatkan, janganlah TNI/Polri mencederai semangat reformasi. Jangan merusak nilai demokrasi dan melukai hati rakyat,” kata SBY.

Maka, SBY mengajak seluruh pendukung, tokoh agama dan tokoh masyarakat, untuk memenangkan pasangan Agus-Sylvi di Pilkada DKI tahun depan, tentu dengan cara politik yang baik.

“Kita bersatu hari ini, berjuang bersama untuk meraih kemenangan pada Pilkada DKI pada 15-17 Februari 2017,” lanjut dia. (*/Faruk)

iklan1