Tag: tagulandang

Manengkey Membuka Naskah Ujian Nasional di Sitaro

Adry Manengkey (Foto Suluttoday.com)

Adry Manengkey (Foto Suluttoday.com)

SIAU – Ujian Nasional (UN) yang serentak di mulai, Senin (13/4/2015) di seluruh Indonesia, demikian halnya dengan SMA yang ada di Kabupaten Singihe, Tagulandang dan Siau (Sitaro) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Adry Manengkey selaku Sekretaris Daerah Sitaro mewakili pemerintah Kabupaten membuka langsung soal ujian nasional di SMA Negeri 2 Ondong Siau Barat.

Adry sapaan akrab pria low profile ini membuka naskah ujian di SMA Negeri 1 yang beralamatkan di Ondong Siau Barat. Siswa-siswi terlihat begitu antusias dengan kehadiran birokrat tertinggi pemkab sitaro ini. Menurut Manengkey, dirinya sangat mengharapkan generasi penerus bangsa ini bisa mengharumkan nama kabupaten Sitaro dengan mengikuti UN dengan baik dan nanti bisa peroleh nilai yang sesuai harapan.

“Hari ini saya membuka naskah ujian, atau soal ujian.saya berharap siswa-siswi ini bisa mengikuti ujian dengan baik dan bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” pungkas manengkey kepada Suluttoday.com. (Vian).

Petani Pala di Sitaro Sulawesi Utara Minta Perhatian Pemerintah

Pala yang dihasilkan petani Sitaro Sulawesi Utara

Pala yang dihasilkan petani Sitaro Sulawesi Utara

MANADO – Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), merupakan daerah Kepulauan dengan penghasil komoditi unggul Pala. Pala Siau sendiri adalah Pala terbaik di Dunia, tapi menurut para petani Pala setempat pemerintah belum jeli dalam melihat kesempatan bahwa Pala dapat mendongkrak hajad hidup pentani.

Dalam pantauan Suluttoday.com belum lama ini, lahan pertanian di Siau boleh dibilang dipenuhi dengan pohon pala, dan saat mewawancarai A. Sambentiro, sala satu petani, di akuinya bahwa saat ini petani pala belum merasakan langsung kesejahteraan dengan menjadi pala sebagai satu-satunya penghasil secara ekonomis untuk memenuhi kebutuhan mereka.

“Sebagai petani Pala kami belum bisa merasakan langsung kesejahteraan dengan menjual hasil panen kami yaitu pala,karna kami hanya menjual hasil tani kami ini ke tengkulak bermata cipit,bole di katakan kami seperti menjadi orang asing di tanah sendiri,” ujar A. Sambentiro kepada Suluttoday.com Minggu (15/2/2015).

Lanjut di katakannya Pala Siau sendiri sangat di butuhkan oleh negara eropa seperti Belanda, Perancis, dan juga Negara di Benua Afrika. Ditambahkan Sambentiro kalau mereka sangat mengharapkan perhatian khusus baik dari pemerintah untuk bisa memfasilitasi petani Pala agar bisa menjual hasil panen mereka ke pembeli yang langsung, tidak dari tangan ke tangan.

“Yah kami berharap pemerintah Kabupaten bahkan pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk lebih memperhatikan kami para petani Pala. Kalo bisa memfasilitasi kami untuk dapat menjual hasil tani kami ke tangan yang tepat bukan ke tengkulak lagi agar kami bisa mendapat harga yang lebih tinggia,yah lebih bagus lagi kalo pemerintah bisa melakukan lobi pasar dunia dan mendatangkan pembeli langsungnya ke sini,” tutupnya. (Vian).

iklan1