Tag: taha

DAUD: Ulyas Taha Layak Wakili Umat Islam di Pilwako Manado

Ulyas Taha dan Muksin Daud (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Pembicaraan soal hajatan Pilkada Serentak 2020 terus mengalir deras. Untuk di Kota Manado sendiri, warga dan umumnya pengamat pemerhati sosial politik mulai mengajukan siapa jagoannya untuk tampil di Pilwako Manado. Kamis (30/7/2020), Muksin Daud warga Kota Manado yang juga menghidupkan diskusi-diskusi ‘warung kopi’ dan pegiat sosial menyebutkan bahwa sosok Drs. H. Ulyas Taha, M.Si, Ketua Wilayah Nahdlatul ‘Ulama (NU) Sulawesi Utara (Sulut) layak diusung sebagai calon Wakil Wali Kota Manado.

”Dari segi pengalaman kepemimpinan Pak Haji Ulyas Taha telah teruji. Itu sebabnya banyak pihak, terutama kalangan umat Islam Kota Manado, dan kami sendiri mendorong beliau untuk maju sebagai calon Wakil Wali Kota Manado. Ini bukan tanpa alasan, tapi telah melalui pertimbangan, data dan hasil survey bahwa popularitas dan juga elektabilitas Pak Ulyas meningkat. Haji Ulyas Taha layak wakili umat Islam Manado di kancah Pilwako Manado,” ujar Ucin Daud, sapaan akrab pria yang digambarkan Reiner Emyot Ointoe penulis buku UCIN(istik) Ledakan Kebenaran dan Semesta Literasi sebagai ‘pengubung’ (konektor) dalam interaksi sosial ini.

Lelaki yang juga kesehariannya sebagai penggusaha jam tangan, aksesoris dan pedagang kecil-kecilan itu menyebut keberadaan Ulyas di tengah masyarakat Kota Manado yang majemuk begitu terterima. Terutama di internal umat Islam, tidak hanya itu latar belakang Ulyas yang merupakan putra asli Gorontalo, mantan aktivis mahasiswa, pernah di KNPI dan sejumlah organisasi yang pernah mendidiknya membuat Ulyas punya daya pikat tersendiri untuk dipilih masyarakat.

”Kalau PDI Perjuangan mau menang, sosok Ulyas Taha sangat tepat diambil sebagai calon Wakil Wali Kota Manado yang mendampingi Wali Kota usungan PDI Perjuangan. Mari kita lihat rekam jejak Pak Ulyas yang merupakan tokoh umat yang berwawasan nasionalis religius ini, tidak punya catatan buruk berkonflik dengan masyarakat. Beliau sangat kami hormati sebagai aktivis muslim di Manado. Kekuatan Haji Ulyas yang kuat karena beliau latar belakangnya sebagai putra Gorontalo, kader NU, pernah sejak mahasiswa menjadi aktivis pergerakan mahasiswa. Semua itu menjadi keunggulan bagi beliau, dan ini nilai jual yang secara faktual beliau sangat disukai masyarakat. Kalau Haji Ulyas calon Wakil Wali Kota, saya yakin umat Islam Kota Manado akan bersatu dan siap memenangkan beliau,” kata Ucin saat diwawancarai di kawasan Jalan Roda Manado.

Bung Ucin juga memprediksi jika ada calon Wali Kota Manado yang merebut perwakilan umat Islam sebagai Wakilnya, maka paslon tersebut akan menang. Pria yang dikenal blak-blakan saat bicara itu mengatakan tidak dapat dihindari isu terkait politik representasi atau keterwakilan akan mencuat dan rajin dibicarakan masyarakat saat Pilwako Manado 9 Desember 2020 mendatang. Hal itu pula yang membuat dirinya begitu percaya diri memperjuangkan dan merekomendasikan Ulyas Taha sebagai calon Wakil Wali Kota Manado.

(*/Bung Amas)

Peringati HAB, Ulyas Taha: Hindari Praktek Melanggar Aturan dan Pungli

H. Ulyas Taha saat menjadi Inspektur upacara (Foto Ist)

H. Ulyas Taha saat menjadi Inspektur upacara (Foto Ist)

BITUNG – Kerja keras dan keseriusan untuk menjalankan program Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bitung ditunjukkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bitung, H. Ulyas Taha. Hal itu bisa dilihat dari karya nyata melalui gebrakan yang dilakukan Ulyas semenjak menjadi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bitung, sampai saat ini.

Selasa (3/1/2017), setelah membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia (RI) H. Lukman Hakim Saifuddin, dalam upacara memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-71 Kementerian Agama RI di halaman kantor Kemenag Bitung juga memberi penjabaran terkait Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2016 yang merupakan legalitas kepada Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (SATGAS SABER PUNGLI).

Disampaikan Ulyas bahwa untuk memberantas praktek pungli di Indonesia yang memiliki 4 fungsi yakni Intelejen, Pencegahan dan Sosialisasi, Penindakan, serta Yustisi. Satgas ini juga diberi kewenangan untuk melaksanakan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

”HAB 2017 yang mengusung tema Bersih Melayani pada dasarnya sejalan dengan Perpres tersebut. Karena diterbitkannya Perpres tersebut, pada HAB 2016 tahun lalu (pen_3 Januari 2016), menegaskan Kementerian Agama telah mengusung tema yang sama dan telah diimplementasikan pada 2016 kemarin. Sehingga tidak heran jika sejumlah prestasi nasional diraih oleh Kemenag disamping perlu adanya pembenahan-pembenahan di 2017 ini,” ujar Ulyas.

Lanjut dipaparkannya, Kementerian Agama tetap mempertahankan tema ini dengan dilengkapi oleh motto Lebih Dekat Melayani Umat yang bermakna kita harus lebih peka mendeteksi aspirasi masyarakat, lebih sigap membereskan masalah, dan lebih cekatan memenuhi kebutuhan umat. Terang Taha mengulangi sambutan Menag.

”Untuk itu, saya kembali menegaskan kepada seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama Bitung agar menghindari dan tidak melakukan praktek-praktek yang tidak memiliki dasar aturan yang jelas, apalagi yang berkaitan dengan pungutan liar,” kata Ulyas tegas.

Agar duketahui, disela-sela pelaksanaan upacara tersebut, Taha menyematkan anugerah Satyalencana Karya Sayta dari Presiden RI kepada 41 ASN Kemenag Bitung yang telah mengabdikan dirinya dalam memajukan bangsa dan negara melalui instansi Kementerian Agama.

Melalui kesempatan yang sama juga, Taha menyerahkan Surat Keputusan KaKan Kemenag Bitung kepada 40 Penyuluh Agama Islam Non PNS Kota Bitung masa bakti 2017-2019.

Upacara yang dihadiri oleh seluruh ASN Kemenag Bitung, Purna Bakti Kemenag Bitung, DWP Kemenag Bitung, serta Pimpinan Ormas Keagamaan di Kota Bitung berakhir dengan silaturahmi dan ramah tamah. (*/ST)

Cerdas, Syarifudin Taha Mulus Gantikan Boby Daud

Syarifudin Taha, ST saat diwawancarai wartawan (Foto Suluttoday.com)

Syarifudin Taha, ST saat diwawancarai wartawan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Boby Daud dari anggota DPRD Kota Manado, akan berjalan lancar. Pasalnya, yang mengganti Boby adalah Syarifudin Taha, ST telah mendapat sinyal positif dari Ketua DPW PAN Sulawesi Utara (Sulut), Sehan Landjar. Menurut Landjar dirinya telah berupaya untuk memperhatankan Boby Daud sebagai wakil rakyat tapi terganjal oleh aturan main sehingga tidak dapat dipertahankan.

”Kader PAN itu konsisten menjalankan aturan, sehingga hal-hal yang bertentangan dengan AD/ART atau konstitusi partai tak boleh kita langgar. Untuk posisi DPRD Manado yang satu kursinya kosong dari PAN, sudah ada solusinya dimana Boby Daud akan diganti posisinya, saudara Syarifudin Taha yang akan mengganti posisi itu. Saya sudah berjuang untuk mempertahankan Boby tapi karena aturan tidak mengiyakan, makanya tak boleh kita pertahankan,” ujar Sehan yang juga Bupati Boltim dua periode ini, Sabtu (10/9/2016) di Hotel Ibis Manado.

Sementara itu, Taha saat diwawancarai menyampaikan bahwa dirinya akan melanjutkan tugas-tugas partai dan tanggungjawab yang diemban masyarakat kepada dirinya di DPRD Manado. Lanjut Taha berkomitmen memperjuangkan apa yang telah ia janjikan pada masyarakat waktu kampanye.

”Tentunya tugas partai dan tanggungjawab yang diberikan masyarakat kepada saya untuk menjadi wakil rakyat di Manado akan saya optimalkan. Apa yang telah saya sampaikan saat kampanye lalu itu yang akan saya lakukan, saya berusaha maksimal mewujudkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, terutama konstituen saya,” ucap Taha. (Amas)

Ulyas Taha: Wali Kota Bitung Mendukung Penuh Pelaksanaan Idul Adha

Drs. H. Ulyas Taha (Foto Ist)

Drs. H. Ulyas Taha (Foto Ist)

MANADO – Komitmen untuk mewujudkan stabilitas keamanan, dan menjamin kenyamanan ditengah masyarakat, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung periode 2016-2021, Maxmilian J Lomban bersama Maurits Mantiri begitu proaktif serta memperhatikan warganya. Dalam perayaan hari raya Idul Adha 1437 H di Kota Bitung, pemerintah sangat memberikan perhatiannya.

Menghindari adanya informasi yang bakal memprovokasi masyarakat Bitung, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bitung, Drs. H. Ulyas Taha saat diwawancarai Suluttoday.com, Minggu (11/9/2016) menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung atas kepeduluannya pada umat muslim di Bitung.

”Terima kasih Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung yang sangat memberikan perhatian kepada umat muslim di Bitung, Pemkot mendukung penuh warga Bitung dalam menjalankan hari raya Idul Adha 1437 H. Pemkot Bitung juga menyerahkan 16 ekor sapi sebagai persembahan kurban bagi umat muslim di Kota Bitung, hewan kurban ini diserahkan ke tiap Masjid melalui PHBI Bitung dan Badan Tadzkir Pemkot Bitung,” ujar Ulyas.

Terkait adanya informasi miring adanya ‘pelarangan’ Takbir Keliling di Bitung saat Idul Adha 1437 H, kata Ulyas hal itu tidaklah benar. Karena yang berkewenangan mengatur pelaksanaan Takbir Keliling adalah Pengurus Hari Besar Islam (PHBI) Kota Bitung, dan berdasarkan kesepakatan PHBI yang dituangkan melalui surat ke Wali Kota, bahwa pawai atau Takbir Keliling belum dilakukan di Bitung.

”Soal memutuskan Takbir Keliling atau tidak itu menjadi kewenangan PHBI Bitung, baru kemudian mereka menyampaikan kepada kami Kementerian Agama Bitung. Berdasarkan kesepakatan dan pertemuan PHBI, kali ini Takbir Keliling di Bitung tidak dilaksanakan, PHBI sudah menyurat ke Masjid-Masjid untuk memeriahkan hari raya Idul Adha 1437 H di Masjid masing-masing, bahkan PHBI sudah menyurat kepada Wali Kota atas keputusan tersebut, jadi tidak ada pawai tapi Takbiran di Masjid,” tutur Ulyah yang merupakan alumni PMII ini tegas. (Amas)

Dialog FPN dan FKDM, Ulyas: ‘Pelihara Komunikasi Wujudkan Kebersamaan’

Drs Ulyas Taha saat memaparkan materi (Foto Suluttoday.com)

Drs Ulyas Taha saat memaparkan materi (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Bertempat di Summer hotel Kota Bitung, pengurus Forum Peduli Nusantara (FPN) Sulawesi Utara (Sulut) bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Bitung sukses menggelar Dialog Publik, Kamis (4/8/2016). Melalui dialog ini, Moktar A. Parapaga, Ketua FKDM Bitun selaku salah satu narasumber mengajak warga Bitung menjunjung tinggi kebersamaan.

”Yang sering memicu konflik dan pertentangan di masyarakat adalah adanya permasalahan tentang perbedaan. Padahal, dalam semua ajaran keagamaan kita dituntut untuk mewujudkan kasih sayang, kebersamaan dan rukun, bukan sebaliknya. Untuk itu, melalui momentum ini saya mengajak kita semua melepas perbedaan, mari kita wujudkan kebersamaan,” ujar Parapaga.

Suasana berlangsungnya dialog (Foto Suluttoday.com)

Suasana berlangsungnya dialog (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, Drs Ulyas Taha, Kepala kantor Kementerian Agama Kota Bitung menghimbau masyarakat meningkatkan partisipasi terhadap pembangunan, mengedepankan sikap toleransi dan menjaga kerukunan antar umat bergama. Bagi Ulyas yang juga mantan aktivis mahasiswa ini anjuran tentang menyeru kepada kebaikan serta memberi kedamaian antar sesama merupakan tanggungjawab semua manusia.

”Mari kita pelihara komunikasi yang intensif ditengah masyarakat, wujudkan kebersamaan, kita lahirkan partisipasi masyarakat terhadap program pemerintah. Apapun itu, kekacauan atau hal-hal yang sifatnya rusuh tidak dibenarkan semua ajaran agama, dengan begitu menjadi tanggungjawab kita semua untuk menyeru kepada kebaikan serta saling menghargai, menciptakan kondisi sosial yang benar-benar kondusif,” ujar Ulyas. (Ikhy)

iklan1