Tag: takalamingan

ABID TAKALAMINGAN: …Seperti Laju Kereta Kuda

Gubernur Olly dan Wakil Gubernur Steven (FOTO Ist)

Catatan : Abid Takalamingan, S.Sos.,MH

SINERGITAS Pemerintahan sebuah kebutuhan bagi pembangunan. Semakin dapat dipahami ketika Pemerintahan diatas nya selalu menginginkan Pemerintahan dibawahnya berada segaris dengannya dalam visi maupun misi. Bagi Pemerintahan yang demokratis mewujudkan nya tak semudah membalikkan telapak tangan karena masih ada faktor elektoral yang harus dilewati lewat Sebuah pemilihan yang melibatkan banyak orang (Pemilu).

Disinilah crusial pointnya; dimana Kebutuhan sinegritas terkendala oleh sistem pemilu yang tidak ditentukkan oleh satu tangan. Pemerintahan diatas membutuhkan sinegritas Pemerintahan dibawahnya tapi yang memilih dan menentukan adalah tangan yang lain yakni rakyat sebagai pemilik kedaulatan.

Dalam silaturahim tokoh dan aktivis Muslim Sulut dengan Gubernur Sulut Kebutuhan sinergisitas ini semakin menemukan konteksnya ketika sinergisitas tidak ada banyak kerugian yang di dapat oleh rakyat sebagai contoh dalam soal anggaran pembanguanan.

Walaupun dana APBN telah tersedia untuk sebuah proyek pembangunan akan tetapi karena ketidak siapan lahan yang menjadi kewenangan Pemerintahan Kabupaten/Kota maka proyek tersebut tak bisa dilaksanakan yang berakibat kepada baliknya dana kepada pemerintah pusat karena tak bisa diserap.

Inilah yang kemudian salah satu yang menjadi perhatian banyak aktivis dan tokoh ternyata sebegitu dahsyatnya dampak jika sinergisitas tidak ada dalam strata Pemerintahan dari atas sampai bawah.

Oleh karena itu dalam penggalan komentar salah seorang aktivis Muslim yang kebetulan hadir pada malam silaturahim tersebut yakni Mahyuddin Damis mengulang-ulang kata ini karena kesadaran bahwa sinergisitas ternyata bukan hanya kebutuhan oligarki tapi dia juga adalah kebutuhan demokrasi sekaligus.

Kerja keras, kemampuan lobby, jaringan, dan marketing daerah yang dilakukan oleh Pemerintahan Sulut dibawah kepemimpinan duet Olly Dondokambey Dan Steven Kandow yang sgt luar biasa HEBAT juga akan terkendala jika sinergisitas Pemerintahan dibawahnya tdk di dapat.

Saya katakan luar biasa hebat karena bagaimana tdk luar biasa ditahun 2018 ini saja Ada hampir 30T Dana yang bisa ditarik ke daerah oleh Pemprov Sulut yang jika dibanding dengan APBD yang hanya sekitar 4T dan PAD yang hanya sekitar 1,2T.

Dana yang begitu besar itu turun ke Sulut salah satu sebabnya adalah karena adanya sinergisitas antara pemerintah pusat dan pemerintah Sulut disamping mmg faktor kepemimpinan provinsi yang mumpuni, berkapasitas dan full power.

Akan tetapi ditingkat lokal Sulut Ada beberapa proyek tak bisa dilaksanakan karena persoalan sinergisitas tdk dimiliki antara pemerintahan provinsi Dan Kabupaten/kota dibawahnya. Ini diakibatkan karena tdk se Visi dan se Misi, bisa juga karena tdk se garis politik antara pemerintahan provinsi dan sebagian Pemerintahan Kabupaten/Kota yang berada dibawahnya.

Menurut hemat saya hal-hal tersebut sejatinya tak perlu terjadi jika para politisi yang hari ini dipercayakan rakyat mau menempatkan diri sebagai negarawan dan mau mengorbankan segalanya demi kemajuan daerah serta mengabdikan dirinya kepada kepentingan rakyatnya.

Terima kasih Pak Gubernur yang telah menjelaskan secara baik dan sederhana akan makna sinergitas dan betapa penting kata itu hadir untuk memaknai kesinambungan pembangunan yang terus digelorakan oleh Pemerintahan ODSK.

Akan tetapi satu hal sebagai akhir dari tulisan ini boleh jadi memang Pemerintahan dibawahnya tak bisa mengikuti kecepatan lari pemerintah provinsi dan karenanya dia menjadi daya pe “lambat” pembangunan di sebagian wilayah nyiur melambai sebagaimana adagium lama yang saya ingat bahwa “Laju Kereta Kuda Tidak Ditentukkan Oleh Kuda Yang Paling Cepat tapi Justru Oleh Kuda Yang Paling Lambat”.

”Saatnya kami akan berusaha menemukan kuda-kuda cepat agar laju kereta tak lagi bermasalah untuk sebuah Sinergisitas. Semoga… [***]

BAZNAS Sulut Turunkan 2 Kontener, 7 Truck Bantuan dan Relawan untuk Sulteng

Relawan BAZNAS Sulut saat tiba di Sulteng (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Insiden bencana alam akibat gempa bumi dan tsunami melanda Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), tanggal 28 September 2018 ini menjadi suatu luka serta kesedihan tersendiri bagi umat manusia. Tak hanya kecemasan, kesedihan, doa dan keprihatinan saja yang diperlihatkan, namun bantuan materi juga ikut diberikan kepada para korban bencana.

Pihak yang ikut terpanggil dalam meringankan derita dan duka dari para korban ialah Badan Amin Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dipimpin Abid Takalamingan, S.Sos.,M.Si. BAZNAS Sulut seperti diketahui mengumpulkan bantuan dari berbagai organisasi, perorangan dan kemudian menyalurkannya ke para korban bencana di Sulteng. Lembaga BAZNAS juga menurunkan relawan kurang lebih 6 orang untuk membantu korban bencana.

Mobil Ambulance dan truck yang dari BAZNAS Sulut menuju Sulteng (FOTO Suluttoday.com)

Abid saat diwawancarai menuturkan bahwa BAZNAS Sulut membagikan bahan-bahan sembako kepada masyarakat korban bencana di Palu dan sekitarnya. Mantan anggota DPRD Provinsi Sulut itu berharap agar semangat, niat dan ketulusan BAZNAS Sulut untuk kerja-kerja kemanusiaan dimudahkan.

Bantuan yang disalurkan BAZNAS Sulut melalui kapal (FOTO Suluttoday.com)

”BAZNAS menyalurkan makanan (beras, gula, minyak kelapa, sayur, mie instan, aneka kue kering, susu bayi, bubur bayi, ikan kaleng,dan yang lainnya). Selain itu ada juga pakaian (baju anak, dewasa baik laki maupun perempuan, dan selimut). Kita punya membawa terpal, tenda, tikar, alat pertukangan, kain sarung, mukena, jilbab, sajadah, itu semua untuk membantu para korban bencana di Sulawesi Tengah,” ujar Abdi, Selasa (10/10/2018).

BAZNAS Sulut yang menyalurkan bantuan melalui jalur darat penuh antusias (FOTO Suluttoday.com)

Berdasarkan data yang diterima Suluttoday.com, jika dikubikasikan kurang lebih 120 m3 jumlah barangnya. Selain relawan BAZNAS Sulut ada juga relawan yang akan bergabung dilapangan yang sekarang sudah berada di Palu. Rombongan BAZNAS Sulut yang turun ke Palu dipimpin dipimpin Mustafa Marhaba, Wakil Ketua BAZNAS Sulut. (*/Amas)

Dugaan Penyerobotan Tanah di Trans Patoa Bolsel, TAKALAMINGAN Surati Bupati

Abid Takalamingan, S.Sos.,MH (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Terkait polemik penjualan tanah hibah milik masyarakat yang dilakukan secara sepihak mendapat respon luas. Penjualan tanah yang diduga kuat dilakukan aparat Kepala Desa (Sangadi) Desa Trans Patoa Anwar, hal itu disampaikan masyarakat, dan kemudian ditindaklanjuti Koordinator Komite Kemanusiaan Teluk Buyat (KKTB), Abid Takalamingan, S.Sos.,MH yang ikut berjuang pada waktu itu. Abid mengatakan bahwa sejak tahun 2005 tanah tersebut telah dibeli KKTB dari pemilik tanah dan dihibahkan ke masyarakat.

Menurut Abid pihaknya telah telah mengeluarkan surat kepada Bupati Bolaang Mangondouw Selatan (Bolsel) atas adanya insiden yang diduga sebagai wujud dari penyerobotan tanah tersebut. Ironisnya, tindakan sepih itu diduga kuat ditunjukkan aparat pemerintah Desa Trans Patoa.

”Perlu kami sampaikan tanah tersebut adalah hasil pembelian dari KTTB di tahun 2005 dari pemilik tanah bernama Sulaiman Djauhari yang telah kami hibahkan kepada masyarakat transmigrasi lokal eks Desa Buyat Pante Kabupaten Bolaang Mangondow Induk yang sekarang menempati dan menjadi milik resmi Desa Trans Patoa di Kabupaten Bolaang Mangondow Selatan (Bolsel). Keberatan ini telah kami sampaikan pada Bupati Bolsel melalui surat resmi KKTB untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” ujar Abid yang kini menjadi Ketua BAZNAS Sulawesi Utara ini.

Lanjut ditambahkan Abid yang merupakan mantan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara itu, dimana saat ini masyarakat sedang mempertahankan haknya. Tidak hanya itu, Abid mengatakan pemerintah daerah Kabupaten Bolsel harus memahami histori tanah melihat persoalan tersebut secara jernih agar terhindar dari kooptasi kepentingan tertentu.

”Tolong diingat ini tanah hibah, kami meminta pemerintah Desa bersikap bijak dan tidak mendiskreditkan warganya. Apalagi, mengeluarkan statmen yang berindikasi provokatif, atau pelecehan terhadap lambang negara dengan mengatakan bahwa kita bataru akang kita pe “garuda”. Dilain kesempatan di depan warga berdasarkan informasi warga Sangadi mengatakan kalau kita kalah kita mo injak-ijak kita pe “garuda”, ini pernyataan yang tidak memberi teladan bagi masyarakat,” tutur Abid tegas. (*/TimRed)

Mashuri dan Konstruksi Hoax Yang Tidak Cerdas

Abid Takalamingan, Fahri Hamzah, dan Gubernur Olly Dondokambey, dibelakang berdiri Brigadir Mashuri (Foto Ist)

Mashuri dan konstruksi hoax Yang Tidak Cerdas.
Siap komandan

Sehari setelah demo penolakan FH dikarenakan emosi saudara-saudaraku di bumi Nyiur Melambai yang terprovokasi oleh orang yang sengaja menyebarkan berita bahwa FH (Fahri Hamzah, red) membawa sekjen FPI dalam rombongan pada kunjungan kerjanya ke Sulawesi Utara.

Masyarakat yang memang lagi berkabung atas putusan pengadilan yang dijatuhkan terhadap Ahok mendapatkan ruang pelampiasan dan alasan untuk menumpahkan segala unek-uneknya kepada FH. Walaupun akhirnya alasannya kemudian kemana-mana akan tetapi awalnya karena postingan tersebut ; bahwa
FH adalah FPI bahkan tak sedikit yang berkesimpulan FH adalah Sekjen FPI.

Karena memang FH tdk terbukti sekjen FPI dan memang bukan FPI walau sekedar anggota maka sehari setelah kepulangannya issue digeser dengan mengangkat postingan tentang nama Mashuri sebagai wakil sekjen FPI ada dalam manifest rombongan FH. Untuk membangun hoax ini kemudian foto tentang seseorang yang berjabat tangan dengan FH ditampilkan, disampingnya ada foto seseorang yang diidentifikasi sebagai wasekjen FPI namanya KH Ayit Masyuri, dan disertai manifest pesawat yang ditumpangi FH dan rombongan dan melingkari sebuah nama penumpang yakni Mashuri.

Brigadir Mashuri pengawal Fahri Hamzah, yang dituduh Mashuri FPI (Foto Ist)

Hebat…. Massa pun kembali merasa terprovokasi karena yakin dengan nama dalam manifest Mashuri dan ada foto seseorang yang berjabat tangan dengan FH sebelum memasuki balai-balai pesawat yang akan ditumpangi FH dan rombongan.

Sodikin Zakaria, petugas Bandara Sam Ratulangi Manado yang dianggap sebagai Mashuri FPI (Foto Ist)

Tapi kembali lagi ternyata itu juga adalah pemberitaan hoax (tidak benar) yang di framing dengan apik walau tdk hati2 agar kelihatan benar adanya. Ternyata “Mashuri” yang ada di manifest adalah seorang anggota Brimob dengan pangkat Brigadir yang di BKO-kan sebagai pengawal FH- Wakil ketua DPR-RI.

Jadi…. Semakin ketahuan siapa yang bermain api dalam kejadian yang terjadi kemarin, hari ini dan mungkin juga besok dengan mengkonstruksi status dalam medsos agar bertemu dengan emosi masa yang sedang berkabung karena musibah yang menimpa orang yang dianggap sebagai “pahlawan”. Tapi… Selamat untuk Brigadir Mashuri karena anda semakin populer, walaupun anda dirugikan dalam konstruksi hoax yang tidak cerdas itu. (***)

Keterangan: Foto Brigadir Mashuri kemeja putih jaket hitam berdiri dibelakang Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Catatan tulisan Abid Takalamingan

BAZNAS Sulut Sukses Salurkan Ratusan Beasiswa di Tahun 2017

Ketua Baznas Sulut, Pemprov Sulut dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulut saat penyaluran Beasiswa (Foto Ist)

Ketua Baznas Sulut, Pemprov Sulut dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulut saat penyaluran Beasiswa (Foto Ist)

MANADO – Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dibawah kepengurusan Abid Takalamingan selaku Ketua terus menunjukkan kerja pengabdian untuk umat. Terutama di Sulawesi Utara sendiri, dimana untuk menunjang dan membantu masyarakat ‘ekonomi lemah’ agar melanjutkan pendidikannya.

Jumat (27/1/2017), Baznas Sulut menyalurkan bantuan Beasiswa kepada ratusan siswa dan puluhan mahasiswa, hal tersebut seperti disampaikan Takalamingan disela-sela penyerahan bantuan secara simbolis menyampaikan terima kasih karena telah terselenggara penyerahan Beasiswa tersebut.

”Alhamdulillah setelah mengalami penundaan yang semula direncanakan tanggal 12 Januari 2017, kemarin 27 Januari 2017 penyaluran Beasiswa Baznas 2016_2017 bagi 130 siswa SD, SMP, SMA dan Mahasiswa digelar di Ruang CJ Rantung kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Abid, Minggu (29/1/2017).

Penyerahan Beasiswa secara simbolis (Foto Ist)

Penyerahan Beasiswa secara simbolis (Foto Ist)

Lanjut Abid menambahkan bahwa pemberian Beasiswa itu tak lain adalah buah kerjasama Baznas Republik Indonesia (RI), dan Baznas Sulawesi Utara. Prosesi penyaluran Beasiswa tersebut merupakan bertanda bahwa upaya keras Baznas Sulut ‘memerangi’ kemiskinan dan mendukung umat agar melanjutkan pendidikan terus digalakkan.

”Penyaluran Beasiswa sejumlah Rp.774.800.000, rupiah sebagai program kerjasama antara Baznas RI dan Baznas Sulut diserahkan langsung oleh Bpk. Gubernur Sulut yang diwakili oleh asisten dua Hi Muhammad Rudy Mokoginta, ST, MPT. Alhamdulillah, walaupun Manado diguyur hujan selama 3 hari tanpa jeda tapi acara kemarin berlangsung cukup baik, walaupun tdk semua undangan bisa menghadiri karena kondisi cuaca ekstrim,” kata Abid.

Penerima Beasiswa yang didampingi orang tua saat mengikuti acara pembukaan pemberian Beasiswa dari Baznas Sulut (Foto Ist)

Penerima Beasiswa yang didampingi orang tua saat mengikuti acara pembukaan pemberian Beasiswa dari Baznas Sulut (Foto Ist)

Terlihat hadir dalam kegiatan tersebut, selain peserta, orang tua siswa dan Mahasiswa penerima beasiswa, hadir juga tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama diantaranya pimpinan Syarikat Islam (SI) Provinsi Sulut, pimpinan MUI, FKUB, Pimpinan Baznas Kota Manado, para pemerhati pendidikan.

Selain itu, Ketua Baznas Sulut juga menyampaikan terima kasih kepada semua stakeholder yang telah berkontribusi hingga Beasiswa itu dapat disalurkan kepada para penerima. Abid berharap semangat kepeloporan dan kerja nyata untuk umat ini bisa dipelihara, Ketua Baznas Sulut pun memohon maaf bila Beasiswa kali ini masih terbatas quota penerimanya.

Para penerima Beasiswa ketika foto bersama pengurus Baznas Sulut (Foto Ist)

Para penerima Beasiswa ketika foto bersama pengurus Baznas Sulut (Foto Ist)

”Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi sehingga terselenggaranya acara dimaksud, terutama para pimpinan Baznas Provinsi Sulut, Pelaksana/Amil Baznas Provinsi Sulut yang telah memberikan kontribusi optimal bagi acara dimaksud. Semoga Allah membalas semuanya, serta mohon maaf kepada yang belum bisa kami layani karena keterbatasan jumlah, insya Allah dapat dilayani pada kesempatan berikutnya dan doakan kami agar bisa menjaga amanah yang dipercayakan kepada kami semua,” papar Abid menutup. (*/Amas)

iklan1