Tag: tarkam

Tak Diberi Pinjaman, Sopir Nekat Bunuh Guru SMK

Ilustrasi pembunuhan (Foto Ist)

Ilustrasi pembunuhan (Foto Ist)

JAKARTA – Akhirnya, Polisi menangkap Herman (26), sopir yang membunuh majikannya, Nurdin (51), seorang guru di SMK Negeri 33 Jakarta. Korban dibunuh dengan cara dibekap hingga tewas karena pelaku sakit hati tidak diberi pinjaman Rp 100 ribu.

“Pelaku sakit hati, pinjam uang Rp 100 ribu, tetapi tidak diberi dan dijawab dengan kata-kata kasar yang membuat pelaku tersinggung,” jelas Kasubag Humas Polres Bekasi Kota Iptu Puji Astuti kepada detikcom, Senin (18/4/2016).

Puji menjelaskan, pembunuhan bermula ketika pelaku mengantar korban dan istrinya dengan mobil Avanza bernopol B 1368 KKI, berangkat ke sekolah untuk mengajar, pada Rabu (13/4) pukul 05.00 WIB. Setelah mengantar istri korban, Ida (51) ke SMK Negeri 27 Pasarbaru, Jakpus, Herman melanjutkan perjalanan mengantar Nurdin ke SMK Negeri 33 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Korban ke situ untuk absen dan setelah itu korban jogging di Taman Kelapa Gading karena korban menderita stroke di kaki dan tangannya,” imbuh Puji. (**/Dace)

11 Luka Sayatan di Tubuh Budi, Korban Kehabisan Darah

Luka sayatan, ilustrasi (Foto Ist)

Luka sayatan, ilustrasi (Foto Ist)

JAKARTA – Mayat seorang paranormal bernama Budi ditemukan di pinggir Setu Pamulang. Di tubuh korban ditemukan 11 sayatan di bagian tangan.

“Jumlahnya ada 11. Sebelah kanan ada enam sayatan dan sebelah kiri ada lima sayatan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Pamulang, Iptu Budi Yuwono saat ditemui di kamar mayat RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2015).

Dari sebelas sayatan yang ditemukan, terdapat tiga luka sayatan dalam di bagian tangan kiri dan dua sayatan yang juga dalam di bagian kanan.

“Itu diperkirakan mengenai nadi dan korban juga diduga kehabisan darah,” ucapnya.

Sedangkan di bagian tubuh lainnya, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan. “Sudah diperika di bagian kepala dan bagian tubuh lainnya tidak ada tanda seperti itu. Semuanya mulus.

Yang membuat Budi heran adalah barang-barang yang dibawa oleh korban tidak ada yang hilang, termasuk dompet dan sepeda.

Budi memperkirakan luka yang berada di bagian lengan akibat senjata, tetapi belum bisa disimpulkan jenis senjata tajam itu. Pihaknya enggan menyimpulkan penyebab kematian.

“Motif kematian masih dalam penyelidikan kita tunggu saja hasil otopsi dari pihak rumah sakit,” kata Budi.

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, korban sekitar pukul 23.00 WIB tadi malam pamit keluar rumah menggunakan sepeda warna putih, sebelum akhirnya ditemukan tewas. Saat ini mayat sedang diautopsi di RS Fatmawati. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan.(Detik.com/Adi)

Konflik Bergejolak, Damis: Perlunya Penguatan Nilai Diaktualisasikan

Drs Mahyudin Damis M.Hum (Foto Suluttoday.com)

Drs Mahyudin Damis M.Hum (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Munculnya pertentangan ditengah masyarakat yang akhir-akhir terjadi di Kota Manado dan berakibat terjadinya tawuran antar kampung (Tarkam), mendapat tanggapan dari para akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado. Menurut Drs Mahyudin Damis M.Hum saat diwawancarai Suluttoday.com menyebutkan perlunya penguatan nilai diterapkan ditengah masyarakat.

Konflik terjadi itu akibat dari nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan atau kekeluargaan telah tergerus. Kalau fenomena ini tidak diantisipasi, maka akan terlahir konflik berkepanjangan ditengah masyarakat, sehingga dengan demikian perlu penguatan nilai diaktualisasikan, terutama bagi kaum muda di Kota Manado ini. – Drs Mahyudin Damis M.Hum, dosen Antropologi Unsrat Manado, Minggu (29/3/2015).

Lanjut akademisi yang akrab disama Bang MD itu mengingatkan agar pemerintah mengambil peran strategisnya dalam menyelesaikan adanya Tarkam di Kota Manado dengan bersinergi bersama TNI/POLRI. Hal yang menyebabkan terjadinya disintegrasi sosial bagi Damis patut dihindari, agar kenyamanan diantara warga tetap terjaga.

”Masyarakat kadang tidak memahami nilai-nilai sosial yang sifatnya mengikat sehingga sistem keteraturan sosial menjadi tidak diperhatikan. Harusnya kebersamaan nilai-nilai plural ditengah masyarakat dapat dipelihara dengan baik. Kemudian, disintegrasi sosial terjadi karena pemicunya komunikasi dan interaksi sosial berjalan tidak normal, kondisi inilah yang perlu dipulihkan, kebersamaan ditengah masyarakat, merasa senasip dan sepenanggungan harus dipupuk kembali. Saya bisa menyampaikan bahwa ternyata teori konfil tidak mampu diterapkan dengan efektif, akhirnya keteraturan sosial tidak terwujud, saya berharap Ormas kepemudaan tidak terlena dengan situasi politik pragmatis, dan tidak pula terjebak pada kepentingan sesaat,” ujar Damis yang selalu tampil dalam Diskusi Ilmiah tersebut. (Amas Mahmud)

Jemput Aspirasi, Richard Sualang Siap Carikan Solusi Minimalisir Tarkam

Richard Sualang ketika bertatap muka dengan masyarakat (Foto Ist)

Richard Sualang ketika bertatap muka dengan masyarakat (Foto Ist)

MANADO – Keberadaan dr. Richard Sualang, selaku anggota DPRD Manado dan warga masyarakat Kelurahan Kleak Kecamatan Malalayang mendapat respon yang tinggi dari masyarakat, terutama warga Kleak saat bertemu Sualang, Jumat (13/3/2015) dalam masa reses DPRD Manado.

Kegiatan reses yang digelar di Lingkungan 6 Kelurahan Kleak itu menjadi bukti betapa Sualang memiliki dukungan dan disenangi masyarakat Kleak, hal tersebut terlihat dari keterpanggilan ratusan masyarakat untuk hadir dalam reses kali ini. Saat berlangsung dialog dengan masyarakat, Sualang menyampaikan perlunya warga mengungkapkan apa yang menjadi keluhan mereka terkait pembangunan dan kebijakan pemerintah.

”Reses ini merupakan ketentuan dan amah yang harus kami jalankan sebagai wakil rakyat, meski tanpa reses tiap waktu selaku anggota DPRD Manado kami selalu menyerap serta memperjuangkan aspirasi masyarakat. Nah, dalam kesempatan ini silahkan wargaku untuk menyampaikan apa yang menjadi usulan, aspirasi dan keluhan, untuk saya tindaklanjuti,” ujar Sualang anggota DPRD Dapil Kecamatan Sario-Malalayang ini.

Anggota DPRD Manado dua periode, sekaligus Wakil Ketua DPRD Manado itu selain diapresiasi warga, juga dititipkan beberapa hal penting menyangkut dengan pembangunan fasilitas publik, hingga kerawanan keamanan dan ketertiban di Kota Manado menjadi pembahasan dalam reses tersebut.

Warga saat hadir dalam reses Richard Sualang (Foto Ist)

Warga saat hadir dalam reses Richard Sualang (Foto Ist)

”Memang masalah-masalah yang di sampaikan warga merupakan masalah yang urgen, sehingga saya pasti memperjuangkannya. Saat ini Manado memang marak dengan tarkam, perlu ada tindakan konkrit untuk mencegah agar kejadian-kejadian itu tidak terjadi lagi, dan usulan-usulan masyarakat sangat baik yang juga membangun,” ucap Sualang sambil menyampaikan terima kasih pada warga yang ikut memberikan partisipasi dalam pembangunan Kota Manado. (Amas Mahmud)

Boby Daud: Lebih Baik Mencegah, Daripada Mengobati

Boby Daud, anggota DPRD Manado (Foto Ist)

Boby Daud, anggota DPRD Manado (Foto Ist)

MANADO – Terkait fenomena Tauran Antar Kampung (Tarkam) yang kini seolah menjad trend di Kota Manado diakui menjadi keluhan banyak warga Kota Manado. Disela-sela diskusi dalam acara Seminar Sehari yang dilaksanakan pengurus PERMUSI Kota Manado, Jumat (23/1/2015), warga juga menyampaikan keluhannya menyangkut dengan Tarkam.

Keluhan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) sudah menjadi perhatian serius pemerintah Kota Manado, termasuk diantaranya anggota DPRD Kota Manado juga tengah mencari solusi terhadap hal tersebut. Menurut Boby Daud, anggota DPRD Manado mengatakan bahwa perlunya langkah mencegah Tarkam di Kota Manado.

”Tauran antar kampung sudah menjadi pembicaraan warga Manado, dan ini juga mendapat perhatian serius pemerintah Kota Manado, termasuk di dalamnya lembaga DPRD Manado. Saya menilai lebih baik mencegah daripada mengobati konflik semacam ini. Kami juga menjalankan tugas pengawasan, tak hanya itu untuk hal penganggaran Ormas Kepemudaan juga kami sudah carikan solusinya, ini dimaksudkan agar kaum muda di Manado tidak sibuk dengan Tarkam, namun bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang positif,” ujar Daud yang juga Ketua DPD PAN Kota Manado ini. (Amas Mahmud_

iklan1