Tag: tawuran di manado

Tim Paniki Tangkap Sejumlah Anak Muda Bawa Panah Wayer

Sejumlah anak muda saat diamankan tim Polresta Manado (Foto Ist)

Sejumlah anak muda saat diamankan tim Polresta Manado (Foto Ist)

MANADO – Tim Paniki (Rimbas 2) Polresta manado dibawah Pimpinan Ipda Teddy Malamtiga saat itu sedang melaksanakan Patroli di Wilayah Tuminting dan Mendapatkan Sekelompok Anak-anak Muda Yang Sedang Membawa Panah Wayer, Senin (01/08/2016).

Masing-masing, Fauzi Palakuwa (24)warga Mahuwu, Lingkungan VII, Jibril Jase (16)warga Mahawu Lingkungan VII, Zulfikar Nasaru (15) Warga Bailang Lingkungan V, Rival Tampilang (15)Warga Bailang Lingkungan V, Audi Samalam (15)Warga Mahuwu Lingkungan VII dan Agus Tamatompo (14) Warga kelurahan mahau Lingkungan VII, Kecamatan Tuminting.

Selanjutnya Sekelompok Anak-anak Muda yang sebagian adalah pelajar dibawa Ke Polsek Tuminting Untuk Proses Lebih Lanjut. Sementara itu Kapolsek Tuminting Iptu Jhon Bawonte mebenarkan adanaya penangkapan tersebut.

“Keenam orang tersebut sudah diamankan di Polsek Tuminting dan akan di proses sesuai aturan yang berlaku,” ujar Bawonte. (Ghopal)

Jemput Aspirasi, Richard Sualang Siap Carikan Solusi Minimalisir Tarkam

Richard Sualang ketika bertatap muka dengan masyarakat (Foto Ist)

Richard Sualang ketika bertatap muka dengan masyarakat (Foto Ist)

MANADO – Keberadaan dr. Richard Sualang, selaku anggota DPRD Manado dan warga masyarakat Kelurahan Kleak Kecamatan Malalayang mendapat respon yang tinggi dari masyarakat, terutama warga Kleak saat bertemu Sualang, Jumat (13/3/2015) dalam masa reses DPRD Manado.

Kegiatan reses yang digelar di Lingkungan 6 Kelurahan Kleak itu menjadi bukti betapa Sualang memiliki dukungan dan disenangi masyarakat Kleak, hal tersebut terlihat dari keterpanggilan ratusan masyarakat untuk hadir dalam reses kali ini. Saat berlangsung dialog dengan masyarakat, Sualang menyampaikan perlunya warga mengungkapkan apa yang menjadi keluhan mereka terkait pembangunan dan kebijakan pemerintah.

”Reses ini merupakan ketentuan dan amah yang harus kami jalankan sebagai wakil rakyat, meski tanpa reses tiap waktu selaku anggota DPRD Manado kami selalu menyerap serta memperjuangkan aspirasi masyarakat. Nah, dalam kesempatan ini silahkan wargaku untuk menyampaikan apa yang menjadi usulan, aspirasi dan keluhan, untuk saya tindaklanjuti,” ujar Sualang anggota DPRD Dapil Kecamatan Sario-Malalayang ini.

Anggota DPRD Manado dua periode, sekaligus Wakil Ketua DPRD Manado itu selain diapresiasi warga, juga dititipkan beberapa hal penting menyangkut dengan pembangunan fasilitas publik, hingga kerawanan keamanan dan ketertiban di Kota Manado menjadi pembahasan dalam reses tersebut.

Warga saat hadir dalam reses Richard Sualang (Foto Ist)

Warga saat hadir dalam reses Richard Sualang (Foto Ist)

”Memang masalah-masalah yang di sampaikan warga merupakan masalah yang urgen, sehingga saya pasti memperjuangkannya. Saat ini Manado memang marak dengan tarkam, perlu ada tindakan konkrit untuk mencegah agar kejadian-kejadian itu tidak terjadi lagi, dan usulan-usulan masyarakat sangat baik yang juga membangun,” ucap Sualang sambil menyampaikan terima kasih pada warga yang ikut memberikan partisipasi dalam pembangunan Kota Manado. (Amas Mahmud)

Ini Cara Polisi Putuskan Rantai Begal Motor

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono gelar perkara kasus kejahatan ibu kota (Foto Ist)

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono gelar perkara kasus kejahatan ibu kota (Foto Ist)

JAKARTA/MANADO – Langkah polisi mempersempit ruang gerak para pelaku aksi kejahatan dengan kekerasan, atau lebih dikenal dengan istilah begal yang semakin meresahkan warga ibu kota terus dilakukan.

Di antaranya, gencar melakukan razia malam, menyamar sebagai calon korban begal, sampai yang terakhir yakni merazia kios-kios tempat dijualnya suku cadang sepeda motor di pasar gelap.

Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Unggung Cahyono, mengatakan, alasan menyasar kios tempat menjual suku cadang motor di pasar gelap adalah bagian untuk memutuskan mata rantai para pelaku begal.

“Kemarin, penjual-penjual spare part di daerah Depok ada beberapa yang kami tangkap, barang buktinya kami dapatkan ada tiga truk. Termasuk, mesin-mesin sudah dikikir, nomornya sudah hilang, dan sudah banyak dipreteli jadi bagian kecil,” ujar Unggung, Selasa, 3 Maret 2015.

Unggung menambahkan, para pelaku kejahatan begal ini rata-rata sudah mempunyai jaringan dan kedekatan sendiri untuk memuluskan jual beli sepeda motor atau barang lainnya.

“Modusnya, dia (pelaku begal) menjual barang hasil curiannya sebesar Rp1-2 juta. Jadi, kalau kami tutup yang menerima, dia tidak nyari lagi. Selama dia masih ada yang menampung, dia akan melakukan terus (aksi begal),” katanya.

Meski begitu, lanjut Unggung, fokus utama dalam memberantas para pelaku begal yaitu dengan sedini mungkin mengantisipasi terhadap para penjahat jalanan ini.

“Untuk permasalahan curas, curat, dan curanmor, kami setiap malam akan terus laksanakan kegiatan preventif. Bahkan dibentuk tim 1 sampai 5 orang, baik itu dari Brimob, Sabhara, lalu lintas, ataupun bagian narkoba. Kami akan selalu ciptakan Jakarta aman,” tuturnya. (VIVA.co.id/Amas)

Terkait Format Pengendalian Keamanan, Ini Saran Pengurus Pemuda Muhammadiyah

panah-wayer

Panah wayer yang sering digunakan dalam tawuran di Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Setelah Wali Kota Manado, DR GS Vicky Lumentut mempertemukan dua kelompok warga yang bertikai di Kecamatan Sario, Kota Manado diakui mendapat dukungan publik. Senada dengan itu, pengurus Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Utara (Sulut) Jefry Edward Alibasya menilai bahwa substansi dalam pengendalian konflik ditengah masyarakat yang ada di Manado penting menjadi perhatian aparat keamanan.

”Kembali pada keseriusan aparat dalam hal pencegahan dan pemberantasan apa yang menjadi pemicu yaitu penjualan miras serta sajam. Adapun gejala lainnya yang harus di seriusi aparat ialah pemantauan terhadap aktifitas preman kampung pembuat keonaran, apaalagi bagi yang pernah di hukum karna penikaman penganiayaan serta pembunuhan, sebab mereka bisa jadi motifasi baru bagi remaja yang ada di lingkungan tersebut. Sehingga aparat keamanan harus berperan aktif disini,” ujar Jefry saat diwawancarai Suluttoday.com.

Lanjut ditambahkan aktivis muda Sulawesi Utara itu menjelaskan bahwa perlunya pengendalian keamanan di Kota Manado dilakukan secara komprehensif. Bagaimana format pengendalian keamanan yang dilakukan aparat keamanan agar bisa menyentuh hingga ke lingkungan, bukan hanya Kecamatan atau Kelurahan saja.

”Maka perlu pemantauan serius dan identifikasi untuak mendukung pencegahan dan pemberantasan preman yg sudah merambat sampai di kampung-kampung. Sekali lagi masyarakat sangat berharap keseriusan aparat agar keresahan yang sudah berlangsung lama akan segera berakhir,” terang Jefry menutup. (Amas Mahmud)

iklan1