Tag: Telly Tjanggulung

Telly Tjanggulung Puji Keberhasilan Sumendap

Telly Tjanggulung (Foto Ist)

Telly Tjanggulung (Foto Ist)

MITRA, Suluttoday.com – Kemeriahan HUT Proklamasi kemerdekaan RI ke-71 dikecamatan Tombatu Mitra, membuat mantan Bupati Mitra Telly Tjanggulung (T2) hadir dan mengunjungi beberapa kerabat dekat.

Dalam acara pada keluarga Pondalos- Lalugiroth di Betelen kecamatan Tombatu, Rabu (17/8/2016) T2 menuturkan. “Saya memuji Bupati mitra James Sumendap, sebab ditangan Bupati JS, Mitra dapat keluar dari Diklemer,” kata T2.

Keberhasilan JS selain dapat membenahi sistim administrasi keuangan Mitra, juga JS mampu membangun mitra sesuai dengan harapan masyarakat.

”Saya bangga situasi mitra sudah banyak berubah dan pastinya itu semua demi kesejahtraan rakyat Mitra,” tutur Bunda Popolulu sapaan akrap bagi T2.

T2 menambahkan JS menjadi Bupati mitra sudah Ridhonya Tuhan, sehingga mitra lebih baik lagi. Menyinggung soal pencalonan pada pemilukada mitra 2018 mendatang, T2 mengatakan.

“Saya masih lebih senang seperti ini, dapat dengan leluasa berajang sana kepada saudara-saudara yang ada dimitra”, tutur T2 yang terus merindukan saudara-saudaranya di kabupaten mitra ini. (Jemmy k)

Elektabilitas Vicky Lumentut dan Aling Teratas untuk Pilwako Manado

Aling dan GS Vicky Lumentut (Foto IPC)

Daniel F Aling dan GS Vicky Lumentut (Foto IPC)

MANADO – Berbagai hasil Survey dipublikasikan memunculkan figur GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado pada posisi teratas. Kali ini, lembaga survey IPC Terbaru Juli 2015 Elektabilitas Vicky Lumentut dan Aling Tertinggi di Pilwako Manado Manado. Bakal Calon Walikota DR. Ir. G.S. Vicky Lumentut,SH,MSi,DEA dan Bakal Calon Wakil Walikota Daniel F. Aling,SH,MH, memiliki kualitas personal dan elektabilitas tertinggi pada hasil survei terbaru di bulan Juli 2015. Hal itu berdasarkan hasil survei Indoresearch Public Care (IPC), Lembaga Survei Independen berkelas nasional yang berkantor pusat di Rukan Graha Permata Pancoran Kav A-8 Jakarta-12780.

”Kami melakukan survey ini tujuannya untuk mengidentifikasi kualitas personal dan elektabilitas dari masing-masing bakal calon, baik yang mendaftar di Parpol maupun Koalisi Gabungan Parpol. Setiap Calon Walikota dan Wakil Walikota, tentunya memiliki kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Karena itu, perlu diukur vote awareness dan elektabitas figur mereka, berdasarkan keinginan rakyat,” kata Direktur Riset dan Operasional IPC, DR. Afendy A. Nugroho, didampingi Stanly F. Mewengkang, Koordinator Regional Sulawesi Utara dan Victory Ch. Manoppo, Koordinator Area Kota Manado.

Data survei dengan total 1.512 responden, mengambil sampel masing-masing 3 orang dari 504 Lingkungan di 11 Kecamatan, se-Kota Manado. Survey menggunakan metode multistage random sampling yang mengacu pada daftar pemilih tetap (DPT). Indoresearch Public Care (IPC) merilis hasil survei terhadap 12 orang Bakal Calon Walikota dan 26 orang Bakal Calon Wakil Walikota di Pilwako Manado 2015. Kualitas personal dan elektabilitas figur incumbent Walikota Manado Vicky Lumentut, sementara ini masih teratas, jika dibandingkan dengan 11 bakal Calon Walikota lainnya. Begitu juga dengan sosok Dosen Fakultas Hukum Unsrat Manado, Daniel Aling memiliki kualitas personal dan tertinggi elektabilitasnya, jika dibandingkan dengan 25 bakal Calon Wakil Walikota lainnya.

”Ini berdasarkan hasil survey IPC, namun realita politik saat ini tidak memungkinkan keduanya untuk berpasangan maju di Pilwako Manado. Alasannya, Daniel Aling yang dikenal sebagai Tokoh Muda Nusa Utara dan aktif menjadi Ketua Umum / Panglima Brigade Santiago, hanya mendaftar sebagai Calon Wakil Walikota di Koalisi Kebersamaan Gabungan Partai. Hingga kini pun, beliau masih terganjal dengan status pengunduran dirinya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Unsrat Manado. Sedangkan Vicky Lumentut sendiri terdaftar resmi sebagai Calon Walikota di Partai Demokrat, yang juga Ketua DPD Partai berlambang Merci di Provinsi Sulut ini. Pasangan Lumentut dan Aling, tidak akan pernah ada di Pilwako Manado,” tutur Victory Ch. Manoppo, Koordinator IPC Area Kota Manado. Hasil Survei IPC terbaru kali ini, di posisi bakal Calon Walikota Manado menempatkan G.S. Vicky Lumentut teratas meraih dukungan (26.3 %), di urutan kedua Harley A.B. Mangindaan (25.7 %).

Ketiga, Hanny J. Pajouw (23.9 %), keempat Richard H. Sualang (3.2 %). Kemudian kelima, Telly Tjanggulung (2.2 %), keenam Richard Kainage (1.9 %), ketujuh Maudy Manoppo (1.5 %). Selanjutnya kedelapan Andrei Angouw (1.3 %), kesembilan Wenny Lumentut (0.8 %), kesepuluh Alfian Daini (0.5 %), kesebelas Burhanuddin (0.3 %) dan kedua-belas Markus Palantung (0.2 %). Sisanya (12.2 %) responden Tidak Tahu/Tidak Jelas dan Rahasia.

Sementara untuk posisi bakal Calon Wakil Walikota Manado yang memiliki elektabitas tertinggi ditempati Daniel F. Aling dengan perolehan dukungan (9.9 %). Diikuti posisi kedua, Ayub A. Albugis (9.2 %), ketiga Taufik Pasiak (7.7 %), keempat Amin Lasena (6.3 %), kelima Amir Liputo (4.8 %). Disusul keenam Bobby Daud (4.6 %), ketujuh Syarifuddin Saafa (4.5 %), kedelapan Abid Takalaminang (3.8 %), kesembilan Machmud Turuis (3.7 %), kesepuluh (3.4 %).

Kemudian, kesebelas Djafar Alkatiri (3.3 %), kedua-belas James Karinda (3.1 %), ketiga-belas Esther J. Lambey (2.9 %), keempat-belas Djendrie Keintjem (2.7 %), kelima-belas Yongkie Limen (2.3 %), keenam-belas Jeffrey Rantung (2.2 %), ketujuh-belas Victor Mailangkay (2.1 %), kedelapan-belas Revani Parasan (1.8 %), kesembilan-belas Baso Affandy (1.5 %), kedua-puluh Hilman Idrus (1.4 %).

Selanjutnya, keduapuluh-satu Aida Danial (1.2 %), keduapuluh-dua Harvey Sendoh (1.1 %), keduapuluh-tiga Frangky Paat (1.1 %), keduapuluh-empat Tonny Rawung (1.1 %), keduapuluh-lima Rudy Pusung (1 %) dan keduapuluh-enam Audy Lieke (1 %). Sisanya (12.4 %) responden Tidak Tahu/Tidak Jelas dan Rahasia.

Untuk diketahui, Direktur Riset dan Operasional IPC, DR. Afendy A. Nugroho menegaskan, Indoresearch Public Care, pada tahun 2005, pernah berkontribusi menyukseskan Pilwako Manado, yang dimenangkan pasangan Jimmy R. Rogi dan Abdi W. Buchari, untuk periode 2005-2010. Demikian juga IPC pernah berkontribusi menyukseskan Pilwako Manado 2010, yang dimenangkan pasangan G.S. Vicky Lumentut dan Harley A.B. Mangindaan, periode 2010-2015.

Namun harus ditegaskan, bahwa IPC adalah Lembaga Survey dan Observasi Independen, yang tidak berafiliasi dengan parpol ataupun kandidat tertentu. Meski demikian, hasil survei, tidak menutup kemungkinan akan dijadikan referensi maupun rekomendasi parpol dalam mengusung pasangan calon di Pilwako Manado nanti, pungkasnya. (Amas Mahmud)

Fenomena Pecah Kongsi, Ferry Liando: Adanya Koalisi ‘Salah Tempat’

Dr Ferry Daud Liando S.IP,M.Si (Foto Ist)

Dr Ferry Daud Liando S.IP,M.Si (Foto Ist)

MANADO – Berdasarkan data dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ¬†bahwa hampir 95 persen pasangan kepala daerah dan wakil pecah kongsi atau konflik. Hal tersebut menuai tanggapan para akademisi dan pengamat politik Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (14/4/2015), Dr Ferry Daud Liando S.IP,M.Si salah satunya akademisi fenomena ‘pecah kongsi’ terjadi karena terbangunnya koalisi yang sesaat.

”Besarnya Prosentase pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang konflik di Indonesia termasuk Sulut disebabkan karena adanya koalisi yang dibangun hanya atas dasar memperkuat dukungan politik pada saat pemilihan kepala daerah semata . Koalisi tidak dibangun atas dasar yang menjadi tujuan utama yaitu stabilitas pemerintahan. Akibatnya stabilitas pemerintahan tidak bertahan lama,” ucap Liando pada Suluttoday.com.

Ferry yang dikenal sebagai jebolan doktor muda ini bahkan memberikan gambaran atas beberapa fakta pecah kongsi koalisi kepada derah di Sulawesi Utara yang tengah dan sudah pernah terjadi. ”Di Sulut hampir semua daerah mengalami itu. Mulai dari retaknya hubungan Gubernur SHS dengan Sualang, Hanny dgn lahindo di Bitung, RML dan Tuela di Minsel, Djelantik dan Tatong di Kotamobagu, Vreeke dengan Sajow di Minahasa, sajow dan Ivan di Minahasa, Vicky dan Ai di Manado, Tonny dengan kuera di Sitaro, Sehan Lanjar dengan Meidy Lensun di Boltim, Epe dengan Watilangkow di Tomohon, Telly dgn jermia di Mitra dan lain-lain,” papar Liando tegas.

Menurutnya untuk konteks ke-Indonesia-an yang menganut negara demokrasi mestinya koalisi yang dibangun kepala daerah didasarkan atas semangat menjaga stabilitas pemerintah, bukan sekedar berkoalisi dalam memperkuat basis dukungan semata.

”Bagi negara demokrasi, idealnya koalisi di bentuk dalam rangka stabilitas pemerintahan bukan koalisi di bangun hanya dalam rangka memperkuat basis dukungan. Selama ini koalisi yang terbangun dilakukan oleh gabungan dua parpol atau lebih, gabungan-gabungan etnik yang berbeda atau gabungan-gabungan kelompok keagamaan yang berbeda. Akibatnya terjadi gesekan sedikit, langsung terlibat konflik. Kedua, tidak adanya ketegasan soal pembagian kewenangan antara kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam UU pemerintahan daerah sehingga keduanya saling menyerobot kewenangan,” ujar Liando yang juga pengajar di FISPOL Unsrat Manado ini.

Lanjut Liando menyampaikan bahwa yang ketiga, tererlalu dominannya kepala daerah dalam pengambilan keputusan di satu sisi dan di sisi lain tidak adanya kesadaran dari wakil kepala daerah tentang posisinya sebagai wakil kepla daerah yang kebanyakan sering menyamakan posisinya dengan kepala daerah. Dasarnya adalah sama-sama berjuang dan berkorban pada saat Pilkada, sehingga ada keinginan untuk menyama ratakan antara kepala daerah dan wakil dalam setiap pembagian “kue” atau sederajat dalam pengambilan keputusan.prinsip wakil kepala daerah ini sering bertolak belakang dengan prinsip kepala daerah yang bersikap bahwa kepla daerah yang harus lebih dominan. Ke-empat Kuat image bahwa menjadi wakil kepala daerah adalah semata sebagai sarana mempopularitaslan diri. Ketika populer, sang wakil kepla daerah tak segan2 menantang kepala daerahnya pada Pilkada berikutnya. (Amas Mahmud)

Bakal Seru, Telly Tjanggulung Siap Bertarung di Pilwako Manado

Telly Tjangkulung (Foto Ist)

Telly Tjangkulung (Foto Ist)

MANADO – Dari berbagai nama bakal calon Wali Kota Manado yang diprediksi dan sedang giat-giatnya melakukan pendekatan dengan masyarakat untuk maju bertarung dalam pemilihan Wali Kota (Pilwako) Manado, sosok Telly Tjanggulung mantan Bupati Mitra dan istri tercinta dari Elly Lasut ini seolah ‘redup’ dari peta Pilwako Manado.

Namanya nyaris tak terdengar akan bertarung di Manado, ternyata diam-diam, T2 sapaan akrab Tjangkulung melalui timnya mengatakan sedang melakukan konsolidasi untuk mendorong Telly untuk bertarung di Pilwako Manado tahun 2015 ini. Hal tersebut disampaikan Salmon Gandaria, Sabtu (4/4/2015) salah satu tim Telly pada Suluttoday.com, menurutnya tim T2 sudah melakukan kerja-kerja politik demi pemenangat T2 di Manado.

”Kita selama beberapa bulan terakhir sedang bekerja dan berusaha untuk tidak diketahui publik. Sudah menjadi komitmen kami bahwa ibu Telly Tjangkulung harus maju dalam Pilwako Manado 2015 ini, kalau untuk Parpol sementara memastikan beliau maju dari non-Parpol, beliau maju dari independen, sekitar 34 Kelurahan telah kami turun lakukan konsolidasi dan itu tentu untuk memenangkan beliau target kami,” ujar Gandaria.

Dirinya tak lupa menyampaikan bahwa niat baik T2 mendapat tanggapan positif dari suaminya yang tidak lain adalah mantan Bupati Talaud sekaligus Plt Ketua Partai Golkar Sulut versi Agung Laksono. Lanjut Gandaria menilai kalau nama-nama kandidat Wali Kota Manado yang ada saat ini bakal mendapat tantangan besar bila Telly ikut bertarung. (Amas Mahmud)

iklan1