Tag: Tetty paruntu

Golkar-NasDem Menyatu di Sulut, ODSK Punya Lawan Tanding

Bung Amas (Foto Suluttoday.com)

Oleh : Bung Amas, Pegiat Literasi

Perkiraan para analis politik, praktisi dan juga para aktivis terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ketika dilaksanakan 9 Desember 2020. Maka, dikalkulasi akan menguntungkan para incumbent (petahana). Meski digulirnya Pilkada yang tengah bergerak pada tahapan revisi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Konsensus Pilkada dilaksanakan tahun ini bukan isapan jempol, bukan asal-asalan. Ini tentu kompromi kepentingan yang serius dibangun.

Sampailah rancangan PKPU juga tengah digodong. Sabtu (6/6/2020) hari ini, KPU Republik Indonesia (RI) tengah melakukan Uji Publik terhadap rancangan peraturan KPU tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam kondisi bencana Nonalam.

Ketika melakukan simulasi sederhana. Peta politik di daerah yang fluktuatif perlu hitungan terukur untuk menang. Baik pertarungan pasangan calon Pilgub, Pilbup dan Pilwako melahirkan konstalasi yang nyaris sama. Ada probabilitasnya, tidak pasti dalam matematika politik. Konstruksi koalisi secara nasional dari partai politik (parpol) juga akan menjadi ukuran kecenderungan menang atau kalahnya suatu parpol dalam kontestasi Pilkada. Siklus politik memang tidak pernah absolud, tidak pernah paten. Namun berjalan fleksibel, layaknya konstalasi demokrasi umumnya yang berlangsung dinamis.

KPU pun telah memastikan bahwa tahapan Pilkada 2020 akan dilanjutkan Juni 2020. Hal itu sebagai tindaklanjut dari rapat Komisi II DPR RI, Kementerian Dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), serta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sepakat tahapan Pilkada 2020 mulai dijalankan kembali. Penetapan Pilkada di tengah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tidak mudah. Sarat kepentingan politik.

Pemungutan suara akan dihelat pada 9 Desember mendatang. Walau kondisi Indonesia sedang darurat kesehatan, motivasi dan obsesi stakeholder terkait memang sudah bulat. Atas keinginan itu, optimisme menyangkut Pilkada siap digelar mulai disampaikan KPU di daerah sampai Kepala Daerah. Konsolidasi melalui loby-loby politik tentu mulai dilakukan kelompok berkepentingan.

Di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), peluang kemenangan lebih dari 50% berada ditangan petahana. Menarik ketika terjadi head to head di Pilgub Sulut. Petahana Olly DonadokambeyStaven Kandouw (ODSK) akan mendapat lawan tanding yang kuat ketika menghadapi koalisi dari partai Golkar dan NasDem. Jika yang dipasangkan adalah GS Vicky LumentutChristiany Eugenia Tetty Paruntu, Tetty Paruntu-Vonnie Anneke Panambunan, atau Vonnie Panambunan menggaet papan dua dari politisi muslim, berarti ODSK dipastikan kesulitan meraih menang.

Petahana tentu menjual soal kesuksesan program. Perbuatan baik dan kontribusi-kontribusi yang dilakukan, lalu keunggulan perang udara (politik uang) juga menjadi hitungan tersendiri dalam memudahkan kemenangan kandidat dalam Pilkada. Sebagai wacana tanding, melawan petahana dengan skenario politik progresif. Menjadi oposisi yang waras, tidak membabi-buta dalam mengajukan kritik. Apalagi rival politik ODSK punya jejak rekam politik yang ternyata masih dapat dilumpuhkan. Track record menjadi begitu penting disini.

Pihak non petahanan berada dalam posisi bebas dan lebih diuntungkan sebetulnya. Mengelola serta mengemas isu yang akurat juga menjadi penentu. Yang patut menjadi jualan dalam Pilkada 2020 sejatinya yakni humanisme. Memperdagangkan nama baik, bukan mendiskreditkan atau melakukan praktek politik destruktif. Kompetisi program (narasi) perlu diprioritaskan. Bukan menggunakan black campaign. Merendahkan lawan politik dengan cara-cara melabrak etika juga sangat tidak menguntungkan.

Mendrive calon pemimpin untuk menang dalam Pilkada Serentak tidak mudah. Kemudian, tak sampai saja dalam meraih kemenangan. Lebih dari itu, mengawalnya sampai selesai periodesasi kemenangan. Merawat keakraban, soliditas dan harmonisasi kepemimpinan agar selalu akur menjadi penting. Sebab, dalam periodesasi sejarah kepemimpinan Kepala Daerah selalu terjadi ‘pica kongsi’ di tengah jalan.

Selain itu, kekuatan teamwork menjadi kuncinya. Seperti kata Sayyidina Ali bin Abi Thalib, bahwa kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir. Artinya, core dari yang disampaikan Imam Ali yaitu kerja-kerja kolektif. Melalui kerja yang terorganisir, maka segala peluang kemenangan akan mudah diraih. Diprediksi isu politik identitas dan politik dinasti akan mencuat di Pilkada Serentak 2020 ini. Perlu dibendung, disiapkan kanalisasi isu.

Bola politik bisa juga digulirkan untuk menggalang opini guna melawan petahana. Ketika lalai, kurang peka membaca tanda-tanda politik, maka petahana menjadi musuh bersama (common enemy). Pekerjaan rumah lainnya, petahana harus bekerja maksimal membebaskan atau membentengi masyarakat dari penyebaran virus Covid-19. Karena ketika tidak selesai, maka petahana akan diganjal atas isu tidak beresnya petahana memerangi Covid-19.

Keberpihakan nama-nama politisi seperti Jantje Wowiling Sajow, Jimmy Rimba Rogi dan Elly Egelbert Lasut sebagai tolak ukur kemenangan Pilkada Sulut. Ketika JWS sapaan akrab Jentje Sajow bergerak dan gabung dengan NasDem, konstalasi politik di Pilkada Sulut makin menguntungkan posisi NasDem di daerah ini. JWS yang dikenang sempat berseberangan dengan OD terpantau sedang gerilya, melakukan safari politik, boleh jadi ini penanda kalau ODSK bakal menemukan lawan sepadan.

Ketika dipenghujung, kemudian OD mampu merangkul JWS, Elly Lasut dan Jimmy Rimba Rogi atau Imba, berarti OD akan menang dengan tidak terlalu bekerja keras. Politik memang tak semudah yang dipikirkan. Tapi, juga merobohkan ketidakmungkinan-ketidakkemungkinan yang ada. Dalam politik segala sesuatu dapat menjadi mungkin.

CEP Distribusi APD di Rumah Sakit Islam Sitti Maryam Manado

Ridwan Marlian saat menyerahkan APD (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Peduli terhadap perjuangan para tenaga medis dalam melawan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Christiany Eugenia Paruntu (CEP), Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) berbagi Alat Pelindung Diri (APD) di Rumah Sakit Islam (RSI) Sitti Maryam Kota Manado.

Politisi Golkar yang juga Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Sulut dua periode itu melalui Ridwan Marlian, Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi Partai Golkar menyalurkan langsung APD, Sabtu (30/5/2020). Bertempat di RS Sitti Maryam, Kelurahan Mahawu Kecamatan Tumiting, Kota Manado Iwan bersama tim mendapat sambutan dari pihak RS Sitti Maryam yang dipimpin langsung Direktur, dr. Ani Rahman.

Saat diwawancarai, Iwan Marlian menyampaikan perhatian dan dukungan CEP kepada para petugas kesehatan sangatlah tinggi. Menurutnya semenjak wabah Covid-19 meluas, CEP sebagai politisi perempuan yang memiliki kiprah politik yang berpihak pada masyarakat itu tidak pernah berdiam diri. CEP dikatakannya turun membantu masyarakat dan tenaga medis dalam memerangi Covid-19.

‘’Pemberian APD ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Ibu Tetty Paruntu, atau yang akrab kita kenal sebagai CEP kepada pihak Rumah Sakit. Umumnya pekerja kesehatan, tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam perang melawan virus Covid-19, Ibu Tetty selalu peduli kepada mereka. Semoga APD ini dapat membantu tenaga medis dalam kerja-kerjanya,’’ ujar Iwan sapaan akrab Marlian yang juga Anggota Komisi II DPRD Kota Manado ini.

Direktur RS Sitti Maryam berbincang dengan Ridwan Marlian (Foto Suluttoday.com)

Legislator dari Dapil Tumintin, Bunaken dan Bunaken Kepulauan itu tak lupa menyampaikan pesan dari CEP bahwa para pekerja medis yang kerja sepenuh waktu mengobati para pasien Covid-19 agar memperhatikan kesehatan mereka. Politisi murah senyum ini juga mengatakan CEP telah secara rutin turun ke Rumah Sakit-Rumah Sakit yang ada di Sulut untuk mendistribusikan APD.

‘’Ibu Tetty yang adalah Ketua kami di DPD Partai Golkar Sulut juga menitipkan pesan, agar tenaga medis memperhatikan kesehatan. Kalian sebagai harapan masyarakat di tengah menghadapi Covid-19. Itu sebabnya, Ibu Tetty selalu peduli dan memberi dukungan terhadap kerja-kerja pihak tenaga medis. Kami bersama Ibu Tetty sudah turun ke sejumlah Rumah Sakit yang ada di Manado dan Sulut umumnya dalam agenda membagikan APD. Kiranya dapat dipergunakan sebagaimana mestinya,’’ kata Iwan yang juga mengucapkan terima kasih kepada CEP dan Ketua James Arthur Kojongian.

Anggota DPRD Manado, Ridwan Marlian ketika diwawancarai awak media (Foto Suluttoday.com)

Di tempat yang sama, dr. Ani Rahman selaku Direktur RS Sitti Maryam menyampaikan terima kasih kepada Tetty Paruntu yang peka terhadap situasi yang tengah mereka hadapi. Dokter senior itu mengakui kalau pihaknya sangat membutuhkan APD. Harapannya terhadap Tetty agar dimudahkan dan diberi hikmat oleh Tuhan dalam setiap aktivitasnya.

‘’Terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Tetty Paruntu yang peduli terhadap kami. Alat Pelindung Diri yang diberikan ini sangatlah bermanfaat bagi RSI Sitti Maryam Manado. Kami memang masih membutuhkan APD. Tentu dengan bantuan Ibu Tetty kami sangat terbantu. Kami mendoakan agar Ibu Tetty terus diberikan keberkahan dan dimudahkan segala aktivitasnya. Ibu begitu peduli terhadap tenaga medis,’’ tutur dokter Ani menutup.

dr Ani Rahman, Direktur RS Sitti Maryam menyampaikan terima untuk CEP (Foto Suluttoday.com)

Untuk diketahui, giat kemanusiaan ini dilakukan CEP dan telah berjalan beberapa lamanya sepanjang pandemi Covid-19 melanda Sulut. Politisi Golkar yang digadang-gadang maju sebagai calon Gubernur Sulut itu telah membagikan paket Sembako, masker, hand sanitizer, dan juga APD bagi para tenaga medis. CEP yang punya track record terbaik sebagai politisi perempuan inspiratif di Sulut ini dikenal tak pernah berhenti berbuat bagi banyak orang.

(*/Bung Amas)

Diduga Halangi Pilkada di Minsel, AMTI Hajar Elit Politik

Tommy Turangan dan Tetty Paruntu (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Tak ada kompromi bagi elit politik yang menghalang-halangi proses Pilkada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), seperti itu pernyataan keras dari Ketua Umum Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI), Tommy Turangan, SH. Menanggapi polemik yang mencuat di Minsel jelang pelaksanaan Pemilihan pasangan Calon Bupati (Pilbup) Minsel, Turangan menegaskan ada sinyalemen kuat ‘tangan gaib’ ikut bermain menggagalkan Pilkada Minsel.

”Kami mendapatkan informasi, bahkan mengikuti perkembangan di Minahasa Selatan, saat ini elit politik yang sengajaka menggagalkan Pilkada di Minsel. Kami sebut ini tangan gaib, dan bisa juga watak mereka seperti para penumpang gelap demokrasi. Bahaya ini, masyarakat perlu mengetahui. Jangan kemudian semangat menyukseskan Pilkada Serentak 2020 dari Bupati Minsel, malah sengaja dihambat,” kata Turangan, Sabtu (14/3/2020).

Jebolan Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado itu menyebutkan Perkada yang sudah ditandatangani Bupati Tetty Paruntu seperti terjegal tiba-tiba. Bahkan diduga kuat ada grand skenario melemahkan demokrasi di daerah dari oknum tertentu. AMTI mendesak agar proses yang merugikan masyarakat tersebut dihentikan.

”Kami mengingatkan ayo jujurlah elit politik kita, jangan main jegal, dan menghambat Pilkada di Minsel. Elit politik Minsel jagan halangi Perkada yang sudah di tanda tangani Bupati. Ini adalah perintah UU, ketika ditandatangani Bupati Minsel, masyarakat menyambut dengan gembira. Semenentara diduga ada kelompok elit politik yang masih bermanuver untuk menolak Perkada Minsel, ada apa?. AMTI menilai ini sangat merugilan masyarakat Minsel sendiri, Bupati CEP (Christiany Eugenia Tetty Paruntu), justru sanagat bijak demi penyelengaraan pemerintahan yang baik. Dalam kesimpulan kami, yang menolak Perkada berti sama seperti mendorong masyarakat agar menghalang-halangi program pemerintah Minsel,” ujar Turangan menutup. (*/Amas)

Bupati Minsel Sambangu Kantor Ombudsman Sulut

Tetty Paruntu (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Menghormati proses yang sedang ditangani Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Wilayah Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (18/2/2020) Bupati Minahasa Selatan (Minsel), Tetty Paruntu menghadiri undangan tersebut. Menurut Tetty dirinya mematuhi aturan yang berlaku dalam konteks menindaklanjuti laporan masyarakat.

“Ada warga saya di Minsel yang mengadu soal pelayanan publik. Utamanya terkait pengaturan ternak babi, apa yang dilaporkan masyarakat ke Ombudsman dan kaitannya dengan saya sebagai Bupati, maka saya harus hadir mengklarifikasi dan mengkonfrontir hal tersebut. Tentu saya menyambut positif laporan masyarakat ini,” ujar Tetty yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Utara ini.

Tetty saat ditemui di Kantor Ombudsman Sulut diseputaran Kecamatam Wanea Kota Manado itu, juga didampingi Sekretaris Daerah Minsel, ada juga para Camat dan beberapa pejabat daerah dijajaran pemerintahan Minsel juga ikut mendampingi. Tetty mengungkapkan bahwa apa yang disampaikannya kepada Ombudsman adalah apa adanya.

“Syukurlah saya hadir disini dan mengikuti segala ketentuan. Aturan mainnya saya ikuti, ini sebagai wujud saya menghargai institusi Ombudsman. Apa yang ditanya ke saya, telah saya jawab sesuai fakta dan dasar yang benar,” kata Tetty menutup. (*/Am)

Kabar Pilkada Bolsel (1)

Riston bersama Tetty Paruntu, Ketua Golkar Sulut (Foto Ist)

Oleh : Pitres Sombowadile

Kehadiran Riston Mokoagow di Pilkada Bolsel berimplikasi bnyk pada konstelasi persaingan pilkada di negeri perairan selatan Boelang, yaitu:

1. Skenario kotak kosong sbg ciri pilkada yg sangat memalukan (krn calon yg insani diperhadapkan dengan kotak yg bendawi) itu menjadi nihil dpt. diwujudkan, (karena upaya akhir membeli hak pengusungan partai2 demi menghadang munculnya calon alternatif akan potensial pupus).

2. Karena, ketakutan pasangan petahana pepesan kosong yg mengira dirinya berkah itu, skenario kontes pilkada Bolsel harus digeser jadi pilkada yg mempersandingkan dan mempertandingkan beberapa pasangan peserta.

Artinya, penguasa ‘guhanga’ yg kadung mengira dirinya peracik iklim politik Bolsel itu, mesti mendorong kemunculan figur2 tertentu untuk maju sebagai boneka, oh oh bukan boneka, tapi badut.

Soalnya, yg kini sdh jadi pasangan petahana, kan tidak lain hakikinya adalah pasangan boneka dari penguasa ‘guhanga’.

Dalam rangka itu, beberapa org yg dekat dengan ‘guhanga’, misalnya, figur yg sekian waktu menjadi orang yg menyimpan harta kekayaan ‘guhanga’, sontak dicalonkan jadi calon badut.

Tujuannya, jelas terbaca, yaitu, agar suara hasil pencoblosan pilkada terpecah-pecah, dengan keyakinan bahwa pasangan petahana bisa lebih besar raihannya, karena adanya kontribusi dukungan ASN dan pemerintahan desa.

3. Penguasa ‘guhanga’ akhirnya mesti bekerja keras dr Jakarta untuk membantu baik pasangan boneka berkah dan pasangan badut.

Sang penguasa mengatur ritme kerja pencitraan dirinya dan kinerjanya tiap 2 mingguan akan datang ke wilayah Posigadan untuk melemahkan Riston dan memecahkan suara ke pasangan boneka dan badut.

Apakah Riston dapat dikalahkan. Belum tentu. Tergantung pada kesadaran dan ‘iman’ rakyat untuk melawan dan mewujudkan perubahan terhadap tekanan/intimidasi politik.

Perlawanan rakyat dan berpihak pada Riston hanya, efektif jika mereka bersatu secara padu tiada gentar.

Para kandidat juga harus betul membaca, apakah niat maju Anda sedang berada dlm kerangka perekrutan pemimpin secara demokratis, atau sedang terperosok mengekalkan kekuasaan status quo yang gagal.

Ini hanya bacaan semata, selebihnya gunakan indera dan nalar.

iklan1