Tag: tiff

Memberi Kontribusi untuk Daerah, Angelica Tengker Bawa KKK Ikut TIFF 2017

Ketum KKK, Angelica Tengker saat diwawancarai wartawan (Foto Suluttoday.com)

TOMOHON, Suluttoday.com – Begitu kompak pengurus Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) mengikuti kegiatan Tomohon Internasional Flower Festival (TIFF) tahun 2017, semangat tersebut terlihat dari respon dan dukungan Ketua Umum (Ketum) KKK, Angelica Tengker melalui keikutsertaan atau keterlinatan KKK dalam iven bertaraf Internasional ini.

Menurut Angelica, KKK terpanggil untuk ambil bagian dalam Tomohon International Flower Festival 2017. Hal tersebut sebagai wujud keterpanggilan karena rasa peduli mendukung pembangunan pemerintah dan masyarakat Tomohon.

”Iya KKK juga terpanggil untuk mengikuti acara yang luar biasa ini. Terutama dalam rangka pengembangan pariwisata dan pertanian hortikultura, khususnya aneka tanaman bunga hias akan semakin berkembang,” kata Ketum Angelica Tengker, Selasa (8/8/2017).

Lanjut disampaikan Angelica berharap, dengan TIFF akan memberi dampat kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat Tomohon khususnya, dan Sulawesi Utara (Sulut) pada umumnya. Lanjut dia, bentuk support KKK dengan ikut ambil bagian dalam parade kendaraan hias saat Tournament Of Flower (TOF).

”Jadi kami bersama dengan PMT berpartisipasi ikut,” ujarnya didampaingi Ketua Dewan Penasehat KKK Benny Tengker dan Sekjen KKK Ronny Lontoh.

Tidak hanya itu, Angelica mengatakan bahwa TIFF pada tiap tahun pelaksanaannya semakin menarik dan menyajikan sesuatu yang mewakilkan khas warga Sulawesi Utara ke kancah Internasional. ”Ini sangat mengangkat potensi yang ada di Tomohon. Kota Bunga Tomohon dulu hanya Sulut yang tahu. Namun sekarang, sudah meng-Indonesia. Bahkan sekarang sudah international,” papar Angelica.

Putri tercinta Benny Tengker ini berharap semoga iven TIFF terus dipertahankan dan dapat lebih berkembang lagi ke depannya.

”Turis-turis semakin melirik kota ini. Dan baik masyarakat juga wisatawan dalam maupun luar negeri, lebih mengenal jenis bunga di Tomohon,” ucap Angelica.

Sementara itu, menurut Ketua Umum Pakasaan Matuari Tombulu (PMT) Revli Mandagie mengungkapkan, PMT juga ikut bersama KKK mensupport TIFF. Karena menurutnya, bukan hanya pemerintah yang wajib memajukan daerah. Melainkan seluruh elemen, baik masyarakat yang tinggal di dalam maupun luar Tomohon.

”Sudah barang tentu ini iven yang spektakuler, karena Tomohon merupakan tuur intana Tombulu. Jadi kami terpanggil untuk ikut serta dalam acara TOF yang merupakan rangkaian acara TIFF. Begitu juga dengan rangkaian kegiatan lain,” ujar Revli.

TIFF, tambahnya lagi memberikan manfaat penting bagi daerah. Terutama bagi para petani-petani kembang yang ada di Kakaskasen.

”Tomohon merupakan salah satu etnis terbesar dari sembilan etnis di Minahasa. Jadi ke depan, masalah ekonomi, masalah kerakyatan, masalah kesejahteraan masyarakat Tombulu, khususnya para petani kembang, kami berharap dengan acara seperti ini dapat memberikan manfaat bagi mereka. Apalagi gubernur sekarang sangat mendukung kemajuan daerah. Yang tentunya membuat Sulut lebih hebat. Juga membuat sektor pariwisata dan investor serta pelaku bisnis dapat berkembang. Itu yang menjadi kerinduan kami, sehingga kami yang berada di luar Minahasa merasa terpanggil. Ini ibarat pulang kampung untuk membangun daerah asal,” terang Mandagie.

Begitu membanggakannya, KKK walaupun berada di perantauan, tapi tetap memberikan kontribusi membangun tanah leluhur. Beberapa kegiatan dalam enam bulan terakhir sudah dilakukan di Sulut. Di antaranya kepedulian korban banjir bandang di Bitung dan beberapa daerah pada awal 2017.

Dimana partisipasi dalam kegiatan Perkemahan Pemuda dan Remaja GMIM, pada awal Mei 2017. KKK juga melakukan survei di beberapa lokasi wisata dan sumber daya alam seperti Manado Tua, Bunaken, Cagar Alam Tangkoko, Pusat Kebudayaan Sulawesi Utara dan Museum Anti Narkoba di Tompaso, sentra industri Cap Tikus, obyek wisata perbukitan di Rurukan, pusat olahraga Paralayang di Bukit Tetempangan, Koha. Itu untuk menjadi masukan bagi penyusunan program kemitraan kepada Pemprov Sulut.

Yang tidak kalah penting adalah kemitraan dengan PMT dalam rangka mendukung program pemerintah bidang ekonomi kerakyatan dengan pendirian koperasi. ”Semuanya itu bukti komitmen KKK yang siap menjalin kemitraan dengan Pemprov Sulut di bawah pimpinan Gubernur Olly Dondokambey demi Sulut Hebat,” tutur Tengker menutup. (*/Amas)

Car Free Day dan Launching TIFF 2017, Hebohkan Jakarta

Beragam kegiatan Pemkot Tomohon (Foto Suluttoday.com)

JAKARTA – Untuk mewujudkan suksesnya pelaksanaan Tomohon Internasional Flower Festival (TIFF 2017, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI bersama Pemerintah Kota Tomohon menggelar agenda promosi berbentuk Car Free Day (CFD) dan Launching yang berlokasi di sepanjang Jalan MH Thamrin serta Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI di Jakarta (21/5-17). (Stevy)

Tim Pemulihan Aset Kejagung Sambangi Tomohon

Jimmy Eman ketika mendampingi Tim Pemulihan Aset Kejagung (Foto Suluttoday.com)

TOMOHON – Tim Pemulihan Aset Kejaksan Agung (Kejagung) menyambangi Kota Tomohon (18/5) dan diterima Jajaran Kejari Tomohon dan Pemerintah Kota Tomohon di Kejaksaan Negeri Tomohon. Tim yang beranggotakan Sherly Kalesaran SH, Imam Fauzi SH dan Abdul Haris SH bermaksud untuk melakukan pendataan beberapa aset negara di Kota Tomohon.

“Sebab, telah menjadi program melalui institusi kejaksaan dalam melakukan pendataan berbagai aset negara yang tersebar di Indonesia,” ungkap Kalesaran cs.

Setelah pertemuan tersebut, Tim Kejagung bersama Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak dan jajaran melanjutkan peninjauan lapangan kebeberapa lokasi antara lain, di Kawasan Perbukitan Wawo, kemudian mengelilingi Kota Tomohon hingga ke Puncak Temboan Rurukan.

Dalam momentum ini, Eman memperkenalkan pada Tim Kejagung beberapa area potensi wisata di Kota Tomohon, termasuk penyelenggaraan Tomohon Internasional Flower Festival (TIFF) 2017 mendatang. (Stevy)

Jelang TIFF, JIT Ikut Bersihkan Danau Sineleyan

Personal JIT saat ikut membersihkan Danau Sineleyan (Foto Suluttoday.com)

TOMOHON – Menjelang gelaran Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2017 maka salah satu persiapan yang dilaksanakan adalah pembenahan sarana prasarana termasuk kegiatan kebersihan di lokasi destinasi wisata dan sarana umum di Kota Tomohon dengan melibatkan seluruh Perangkat Daerah di Pemerintah Kota Tomohon, diantaranya Danau Sineleyan. Tak mau ketinggalan, Jurnalis Independen Tomohon (JIT) ikut berpartisipasi.

Pemerintah Kota Tomohon melaksanakan kegiatan kerja bakti di kompleks Danau Sineleyan di Kecamatan Tomohon Tengah sebagai salah satu destinasi wisata (Seven Wonders of Tomohon). Kegiatan kerja bakti ini dilaksanakan pada Hari Selasa-Jumat tanggal 2-5 Mei 2017, melibatkan Aparatur Sipil Negara, jajaran kepolisian maupun TNI, serta partisipasi masyarakat.

Menurut Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman SEAk bahwa momen kerja bakti ini menjadi wujud upaya Pemerintah Kota Tomohon dalam menjadikan kawasan perkotaan khususnya destinasi wisata menjadi bersih dan indah sebagai jawaban bagi kedatangan wisatawan. “Aksi ini juga ikut menjadi bagian kampanye bersih kota bagi masyarakat, sehingga dalam menghadapi TIFF 2017 Kota Tomohon akan semakin menarik sekaligus memuaskan pengunjung atau wisatawan. Hal ini juga menjadi jawaban sebagai langkah kongkrit menuju Tomohon sebagai tujuan wisata dunia. Sebab, kebersihan menjadi modal penting terhadap majunya dunia pariwisata,” tandas Eman. (Stevy)

Hadapi TIFF 2017, Disiapkan Ratusan Ribu Kuntum Bunga Krisan

Ir Vonny Pontoh (Foto Suluttoday.com)

TOMOHON – Upaya memaksimalkan pelaksanaan Tomohon Internasional Flower Festival Tahun 2017, maka Pemerintah Kota Tomohon menyiapkan sekitar 420 ribu kuntum bunga jenis krisan melalui 32 kelompok tani dan 12 pelaku usaha tanaman bunga potong. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon Ir Vonny Pontoh MBA saat penjabaran desiminasi program instansi yang dipimpinnya, Rabu (5/4/2017) dalam dialog bersama insan pers.

“Jumlah tersebut sebagai upaya untuk menutupi kebutuhan bunga pada penyelenggaraan TIFF 2017. Sebanyak 420 ribu kuntum jenis krisan dan 169 ribu kuntum bunga jenis lainnya,” ungkap Pontoh.

Dijelaskannya, kebutuhan bunga akan mengalami peningkatan, sebab digunakan pada sejumlah side iven pendukung TIFF. “Terkait hal itu, untuk mencapai target maupun tepat waktu penggunaannya, perlu dijelaskan bahwa proses penanaman sudah atus dilakukan pada minggu pertama Mei 2017,” ujar Pontoh.

Malahan, untuk memaksimalkan kebutuhan, pihaknya telah melakukan pembekalan melalui workshop terhadap semua pihak yang akan terlibat pada penyiapan bunga. “Salah satu strategi dengan digunakan tenaga pendamping bersama penyuluh serta pemantauan setiap minggu untuk mendapatkan perkembangan pasti soal ketersediaan bunga. Jika ada kelompok tani yang tidak melaksanakan sesuai dengan perencanaan, maka bakal dialihkan pada kelompok lain,” jelas Pontoh. (Stevy)

iklan1