Tag: tiongkok

Genjot Percepatan PP, BP2MI (Juga) Seriusi Kasus Kematian ABK

Penjelasan Benny Rhamdani dalam Rapat Dengar Pendapat di DPR RI (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Begitu gencarnya pemberitaan soal insiden meninggalnya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di China belum lama ini, mengharuskan pemerintah Indonesia bergerak cepat. Hal tersebut menurut Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani akan diseriusi pemerintah. Keprihatinan itu ditunjukkan dengan mempercepat penggodokan Peraturan Pemerintah (PP), salah satunya yang membahas tentang nasib Anak Buah Kapal (ABK).

”Saya baru selesai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) ini pembahasan pertama dan terlama. Dimulai dari jam 19.00 (6 Mei 2020) s.d 01.30 (7 Mei 2020). Menarik dan mengasyikan. Berbagai pertanyaan dari pimpinan dan Anggota Komisi lX DPR RI, Alhamdulillah bisa saya jawab dan diterima oleh peserta Rapat Dengar Pendapat,” ujar Benny, Kamis (7/5/2020).

Lanjut dikatakannya, bahwa yang paling seru tentu pertanyaan terkait isu terbaru tentang eksploitasi dan pembuangan jenasah (pelarungan) ABK asal Indonesia ke laut yang menghebohkan jagad raya baru-baru ini. Selain Jawaban bahwa BP2MI serius mengenai masalah tersebut dan sudah mengambil langkah dilapangan dengan Kementerian dan Lembaga terkait, beberapa hal penting yang disampaikan juga.

”Pertama adalah dalam UU No.39/2004, ABK (Sea Based) tidak termasuk. Dan Tugas Fungsi BNP2TKI tidak termasuk ABK. Namun dalam banyak Kasus, BNP2TKI tetap menanganinya. Pada UU No.18/2017 tentang BP2MI, ABK masuk didalammnya. Tapi sampai sekarang, Peranturan Pemerintah (PP) sebagai tuntunan dari UU tersebut belum selesai (belum ada). BP2MI tentu sangat berharap agar terkait masalah ABK, mukai dari proses penempatan, Saat dia bekerja dan Purna benar-benar bisa menjadi kewenangan BP2MI. Makanya kami sedang benar-benar mengawal pembahasan PP tersebut,” kata Benny yang juga politisi Partai Hanura ini.

Benny Rhamdani, Kepala BP2MI saat menjawab pertanyaan DPR RI (Foto Istimewa)

Sekalipun masalah kewenangan masih menjadi persoalan, BP2MI akan menseriusi kasus yang dihadapi ABK asal Indonesia tersebut, tambah Benny. Masalah tersebut sedang didalami dan diselidiki diselidiki secara serius dengan 2 (dua) Pendekatan. Diantaranya, terkait pelarungan (Pembuangan mayat/Jenasah) yang dibuang kelaut di satu sisi. Dan kedua, apakah ada kasus eksploitasi dan penganiayaan terhadap ABK itu sendiri yang akhirnya/berujung ABK tersebut harus dibuang ke laut.

”Sekedar info, bagaimana sebenarnya aturan penanganan ABK yang meninggal saat sedang berlayar?. Penanganan ABK yang meninggal saat kapal berlayar sudah diatur dalam dalam ILO Seafarer’s Service Regulation, Circular letter International Maritime Organization (IMO) No.2976, 2 July 2009 mengenai Voluntary implementation of IMO resolution A.930(22) concerning Guidelines on provision of financial security in case of abandonment of seafarers and of IMO resolution A.931(22) concerning Guidelines on shipowners’ responsibilities in respect of contractual claims for personal injury to or death of seafarers, ketentuan Internasional (international medical guide for ships) maupun Nasional (KUHD) yang menyebutkan salah satu penanganan jenazah dilakukan dengan melarungkan ke laut,” tulis Benny melalui Akun Facebooknya.

Selain dilarung ke laut. Ada penanganan lain, tambah Benny mengulas, jika memang diduga jenazah tersebut berpotensi menyebarkan penyakit berbahaya bagi ABK lain yaitu dapat disimpan di dalam freezer sampai tiba di pelabuhan berikutnya (jika kapal memiliki freezer), atau jenazah dapat dikremasi dan abunya diberikan kepada pihak keluarga.

Bersama jajarannya, Kepala BP2MI mengikuti RDP (Foto Istimewa)

“Artinya jika tidak ada fasilitas penyimpanan yang sesuai untuk menangani jenazah di kapal dan jenazah sakit diduga dapat menular ke ABK lainnya serta jarak dan waktu tempuh ke pelabuhan tidak memungkinkan untuk dilakukan dalam waktu singkat. Maka sesuai ketentuan yang berlaku dalam ILO Seafarer’s Service Regulation, jenazah tersebut dilarung ke laut,” kata Capt. Sudiono, seperti dikutip dari laman Facebook, Benny Rhamdani, Kamis (7/5/2020).

Tidak hanya itu, Capt. Sudiono pun menjelaskan karena yang bersangkutan bekerja di kapal asing, maka aturan yang berlaku pada kapal tersebut adalah peraturan negara bendera kapal tersebut. Untuk diketahui, saat ini, kejadian yang terjadi oleh ABK WNI yang bekerja di kapal penangkap ikan berbendera Tiongkok sudah ditangani oleh Kementerian Luar Negeri dan BP2MI serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub terus memonitor kejadian ini.

(*/Bung Amas)

Taman Paskah Hiasi Kota Relegius Tomohon

Salahsatu Taman Paskah di Kelurahan Talete Satu Kecamatan Tomohon Tengah (Foto Suluttoday.com)

TOMOHON – Kota Tomohon yang dikenal sebagai kota relegius karena memiliki potensi berbagai agama dengan kehidupan yang rukun dan damai, setiap menjelang Hari Paskah selalu dihiasi dengan taman bunga bernuansa keagamaan tersebut.

Dari pantauan Suluttoday.com, sebagian besar sudut kota dipenuhi dengan berbagai ornamen Paskah, terutama taman yang ikut memperindah, sehingga menjadi menarik sebagai tujuan wisata.

“Apalagi, banyaknya wisatawan mancanegara terutama dari Tiongkok yang telah menjadikan Kota Tomohon sebagai salahsatu tujuan wisata dengan berbagai potensi destinasi wisata alam, serta daya tarik pasar tradisional. Kini para wisatawan ikut dijamu dengan berbagai taman bernuansa Paskah,” ujar Dani Tular, salahsatu pemerhati Kota Tomohon. (Stevy)

iklan1