Tag: TKB

Jelang Lebaran Bisnis Sewa Mobil Sepi

Jasa sewa mobil (Foto Ist)

Jasa sewa mobil (Foto Ist)

JAKARTA – Memasuki H-9 Lebaran, pusat penyewaan mobil atau rental mobil masih sepi pemesan. Diperkirakan sepinya order karena faktor ekonomi yang melemah serta maraknya kegiatan mudik gratis.

Salah satu usaha rental mobil yang mengalami sepi orderan yakni milik Eko Sulitio (46), yang berlokasi di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Hingga saat ini, menurutnya, baru lima mobil yang resmi disewa.

“Padahal tahun lalu, dua minggu sebelum Lebaran, mobil yang disewa mencapai 20 unit,” kemarin.

Eko mengaku menyediakan sejumlah merek mobil untuk disewakan, seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia dan Suzuki APV.

Kondisi serupa juga dialami pemilik usaha rental mobil lainnya, Roni Juninto (48), yang berlokasi di Jalan Panjang, Kebon Jeruk. Menjelang Lebaran baru belasan unit mobil yang disewa. Padahal tahun lalu mencapai puluhan unit.

Untuk harga sewa selama dua hari Lebaran jenis Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia di bawah tahun 2012 Rp 350 ribu per hari. All New Xenia/Avanza Rp 400 ribu per hari dan Kijang Innova Rp 500 ribu per hari. (Berita8.com/Faruk)

Formasi Sulut Berbagi Menyambut Bulan Suci

Spanduk kegiatan (Foto Suluttoday.com)

Spanduk kegiatan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Dalam rangka Tarhib Ramadhan Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Nasional (FSLDK) melakukan gerakan #1000AgenFSLDK dengan aksi serentak di 37 kota se-Indonesia dengan tema Berbagi Menyambut Bulan Suci.

Terkait hal ini Windi Astuti, Selaku Sekretaris Umum Forum Mahasiswa Islam (Formasi) Sulut menjelaskan bahwa kegiatan ini ditindaklanjuti melalui rangkaian kegiatan aksi dengan melakukan long march, pembagian alat-alat Shalat, Al-Qur’an & Iqra sekaligus penggalangan dana untuk umat muslim ROHINGIYA pada Minggu (14/6/2015).

”Kegiatan yang akan berlangsung pada pukul 15:00 wita menjadikan Mesjid Nurul Yaqin sebagai titik aksi dan berakhir di Taman Kesatuan Bangsa (TKB),” ujar Windi

Disisi lain Sukri Umasangadji (Penanggungjawab Farmasi) ketika dikonfirmasi oleh wartawan suluttoday.com menuturkan pada aksi damai ini Farmasi bersama Badan Tadzkir/Lembaga Daqwah Kampus dan Ormas Islam se-Sulut.

”Kegiatan ini juga merupakan ajang silaturahmi menyambut ramadhan untuk membagi-bagi alat-alat Shalat, Al-Qur’an & Iqra di kota manado namun untuk ROHINGIYA yang membutuhkan juga partisipasi dana dari masyarakat kota manado,” tutur Sukri.

Lanjut sukri menyampaikan juga bahwa Masalah ROHINGIYA merupakan masalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sebab didalam pembukaan UUD 1945 alinea pertama menyebutkan bahwa penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesaui dengan perikemanusiaan dan keadilan. #SaveIndonesia – #SaveROHINGIYA. (Faruk Umasangaji)

Jokowi Kunjungi Sulut, PMKRI Gelar Demo

Demo yang dilakukan PMKRI Sulawesi Utara (Foto Suluttoday.com)

Demo yang dilakukan PMKRI Sulawesi Utara (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Kunjungi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Presiden Ir Joko Widodo, Kamis (28/5/2015) siang tadi disambut beragam masyarakat Sulut. Puluhan kader Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia ((PMKRI) Sulawesi Utara yang tergabung dari DPC PMKRI Kota Manado dan DPC PMKRI Tondano melakukan aksi demo menuntut Jokowi menyelamatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dalam aksi yang digelar di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado ini, Ketua Presidium DPC PMKRI Cabang Tondano, Lucky Rumlus mendesak Jokowi untuk menyelamatkan KPK dari upaya kriminalisasi dan pelemahan lembaga itu.

”Arogansi dan ketamakan yang ditunjukkan oleh orang–orang yang memetingkan diri sendiri mau menghancurkan institusi hukum kita yang Independen ini yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi. Jokowi harus tegas menyelamatkan KPK,” papar Rumlus bersama sejumlah pengurus PMKRI lainnya seperti Presidium Pendidikan dan Kaderisasi, Karel Welerubun, dan Presidium Pengembangan Organisasi, Bryan Bethan.

Lanjut dia, begitu banyak tugas yang sedang dijalankan untuk memerangi korupsi akan tetapi langkah KPK dipersulit ruang geraknya dengan cara dikriminalisasi oleh oknum-oknum tertentu secara terstruktur. Dalam aksi ini, puluhan mahasiswa juga menuntut penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

”Saat ini kita dibutakan dengan ketidakjelasan harga BBM yang naik turun tidak konsisten. Pemerintah hanya terpaku pada harga minyak global. Padalah kita tahu sendiri bahwa negara kita ini merupakan salah satu penghasil minyak yang cukup besar. Namun, mirisnya harga BBM yang dipasarkan di Indonesia sangat tidak berpihak kepada kaum arus bawah. Justru subsidi yang harusnya diperuntukkan bagi masyarakat marginal malah dinikmati oleh segelintir orang yang hidupnya berkelimpahan,” tegas Benny Supit, Presidium Pendidikan dan Kaderisasi DPC PMKRI Cabang Manado. Aksi yang berlangsung lebih kurang satu jam itu, berakhir dengan tertib beberapa jam sebelum Jokowi meresmikan Jembatan Soekarno.(***/Ady)

Makin Banyak ‘Korban’, Warga Minta Pemkot Manado Perhatikan

TKB Manado dari tampak belakang

TKB Manado dari tampak belakang

MANADO – Akibat semakin banyaknya korban, yang terpeleset di ruas wilayah pejalan kaki, di sejumlah wilayah di pusat Kota Manado bahkan pada hampir semua ruas pejalan kaki. Diantaranya di sepanjang ruas pejalan kaki wilayah sayap kiri dan kanan, arah Taman Kesatuan Bangsa (TKB) menuju Texas Chiken hingga perempatan jalan, warga pejalan kaki, minta Pemerintah Kota Manado (Pemkot) Melalui dinas dan instansi terkait, untuk memperhatikan penyebab dan faktor sering terpelesetnya pejalan kaki.

“Setiap moo lewat di wilayah jalan TKB menuju ke arah Texas, baik samping kiri maupun kanan, pasti ta palisi, apa lagi jika musim penghujan,” jelas Utu Waney warga Tuminting.

Hal senada di sampaikan Ariati Sondakh, warga lawangirung satu. Dirinya selaku menjadi korban, jika melalui jalan samping BCA pusat. “Kita salalu ta palisi, kalo lewat jalan samping kantor BCA pusat, padahal so ekstra hati hati,” ungkap Ariati.

Sama halnya dengan Rivo warga dendengan dalam, yang mengaku sempat lecet dan terplintir, di wilayah yang sama. “Kita sampe lecet, kong ta salah kita pe kaki, waktu da ba jalan di samping bank Mandiri Pusat, pe licin sekali, kita masih muda, jadi capat bae, coba tu so lanjut usia, mungkin patah, kong susah mo bae,”tukas Rivo.

Diharapkan sejumlah warga, keluhan tersebut dapat di respon pemerintah kota Manado, dalam hal ini Walikota Manado melalui dinas dan instansi terkait, untuk kiranya lebih mendominankan, bahkan mengubah wilayah pejalan kaki, untuk semakin nyaman di gunakan. (Angel)

Prosesi Adat Tolak Bala Berlangsung Aman di TKB

Proses adat Rumages (Foto Ist)

Prosesi adat Rumages Tumiwa Mangorai (Foto Ist)

MANADO – Ritual Menolak Bala yang adalah salah satu wujud adat Minahasa, Jumat (10/4/2015) digelar di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Kota Manado. Dimana ritual ini disebut ritual Rumages Tumiwa Mangorai dan dilakukan untuk mengenang peristiwa 300 tahun silam di tanah Malesung kembali terulang.

Berdasarkan pengantar panitia pelaksana dari salah satu sanggar budaya Minahasa, Rumages Tumiwa Mangorai adalah ritual penolak bala. Prosesi adat semacam ini ratusan tahun lalu juga dilakukan di tempat yang sama, sebuah lapangan di tanah adat Minahasa yang kini sudah menjadi TKB.

Tetabuhan yang mengiringi para penari perang Kabasaran membuka ritual tersebut dari arah Watu Timani Wenang atau Tugu Wenang. Sementara di depan Patung Dotulolong Lasut diatur meja ritual dimana di atasnya tertata 3 lilin merah dan bakaran. Depan meja ritual ada pataka setinggi 3 meter dengan lambang salib dan bintang Daud (Star of David) di sisi kepala.

Di atas meja tersebut juga tertata sesajian berupa telur rebus, nasi bungkus, kower berisi saguer, lintingan tembakau, daun sirih yang semuanya berjumlah 9. Pula ada kower besar yang juga sudah diisi saguer, daun tawa’ang dan setangkai tawa’ang putih. Di depan meja diatur 12 potongan kayu setinggi 45 senti sebagai tempat duduk para Walian.

Upacara tersebut terdiri dari 7 bagian; Karai’en (pakaian simbol adat), Raragesan (persiapan meja adat), Masigi Wia Tu’a Pu’una (penghormatan kepada leluhur), Rumages (upacara adat), Wuwuka Raregesan (pembukaan), Sasani (janji kesetiaan) dan ritual Rumages Tumiwa Mangorai.

Perwakilan 9 Pakasa’an adat Minahasa menghadiri ritual adat ini. Juga ada Karo Orpeg Jimmy Ringkuangan, yang juga Ketua Pakasa’an Passo Indonesia mewakili Pemprov Sulut, Kadis Pariwisata dan Budaya Manado Hendrik Warokka mewakili Pemkot Manado, perwakilan Polresta Manado dan Arnold Panahal mewakili Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia. Nampak pula Ketua Pakasa’an Tombulu Sjennie Watoelangkoew. (**/M. Isnain)

iklan1