Tag: TKB

Jelang Natal, PD Pasar Manado Beri Hadiah Bagi Pedagang

Jimmy Kowaas, Dirut PD Pasar Manado

Jimmy Kowaas, Dirut PD Pasar Manado

MANADO – Bakal disediakan ribuan Lapak untuk para pedagang agar dapat berjualan jelang Hari Raya Natal di Kota Manado, hal ini sebagaimana disampaikan, Direktur Utama (Dirut) Perusahan Daerah (PD) Pasar Kota Manado, Jimmy Kowaas, Selasa (2/12/2014) siang tadi. Menurut Kowaas pihaknya akan memberikan kesematan bagi para pedagang untuk berjualan di pusat Kota Manado sesuai lokasi yang ditentukan.

”Kami persiapkan sekitar 1000 (seribu) Lapak atau tempat berjualan lebih bagi para pedagang di Manado, dimulai sejak tanggal 15 Desember 2014 mereka sudah boleh berjualan. Lokasi yang ditenatukan pemerintah Kota Manado melalui PD Pasar Manado adalah diseputaran TKB atau pusat Kota Manado, ini bisa dibilang hadiah Natal bagi warga Manado,” ujar Kowaas.

Lanjut ditambahkan Kowaas bahkan pendaftaran untuk pedagang yang akan berjualan di lokasi tersebut telah dibuka. Pihaknya, tambah Kowaas tidak meminta pungutan mahal kepada pedagang. ”Kami tidak meminta pungutan mahal, sekitar satu bulan dengan tenda yang kami sediakan dan nanti diatur pengelompokan pedagang sesuai jenis barang yang diperdagangkan. Hanya membayar Rp 1.000.000 warga atau pedagang bisa berjualan sampai akhir Desember 2014, ini semua merupakan kepedulian Walikota dan Wakil Wakil Walikota Manado terhadap warganya,” tutur Kowaas menutup. (Amas Mahmud)

Terkait Tempat Transaksi Sex, Ini Langkah Sat Pol PP Manado

TKB Alex Kawilarang Kota Manado

TKB Alex Kawilarang Kota Manado

MANADO – Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Kota Manado yang menjadi salah satu wahana pemeliharaan dan tempat dipentaskannya seni budaya Kota Manado, kini menuai sorotan para tokoh agama dan dikatakan meresahkan masyarakat.

Pasalnya, TKB di malam hari dinilai menjadi tempat transaksi sex. Kondisi ini mendapat respon Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Manado, Kamis (27/11/2014) Kasat Pol PP Manado, Xaverius Runtuwene saat diwawancarai mengatakan pihaknya akan intens melakukan penertiban di lokasi TKB tersebut.

“Kami tiap hari melakukan patroli dan pengawasan di daerah TKB, untuk laporan warga akan kami tindaklanjuti dengan memperketat pengawasan dilokasi ini, untuk transaksi sex akan kami berkoordinasi dengan instansi teknis. Kami akan melakukan penertiban TKB,” ujar Runtuwene saat ditanya Suluttoday.Com. (Amas Mahmud)

Diduga Menjadi Sarang PSK, Sat Pol PP Diminta Bersihkan TKB

Taman Kesatuan Bangsa Kota Manado

Taman Kesatuan Bangsa Kota Manado

MANADO – Taman Kesatuan Bangsa (TKB) yang tidak lain adalah kawasan pengembangan budaya yang dikelolah pemerintah Kota Manado dibawa kewenangan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Manado, kini menampilkan fenomena yang tergolong unik. Pasalnya, banyak pihak menyebutkan TKB yang diberi nama Alex Kawilarang itu sebagai tempat transaksi seks di malam hari.

TKB dinilai menjadi sarang bagi para Pekerja Seks Komersial (PSK) liar di Kota Manado, beberapa masyarakat saat ditemui Suluttoday.Com mengatakan TKB telah kehilangan fungsi sebagai fasilitas pengembangan budaya. Bahkan ada masyarakat yang menilai TKB membawa mudharat jika kondisi yang terjadi saat ini tidak dikontrol.

”Kalau mau cari cewe atau tante-tante sekedar untuk pemuas nafsu, silahkan ke TKB. Kadang torang jadi sedih dengan penggunaan nama TKB yang luar biasa, tapi difungsikan untuk hal-hal yang mendatangkan musibah, pemerintah harusnya memperhatikan ini. Coba datang jam 10 malam, pasti ada para PSK liar di TKB,” ujar Benny yang ditemui di TKB belum lama ini.

Menanggapi hal tersebut, Drs. Mahyudin Damis M.Hum, budayawan dan Atropolog Sulawesi Utara meminta instansi terkait untuk menertibkan TKB dan mengoptimalkan sebagaimana fungsi TKB yang sebenarnya. Dirinya meminta Sat Pol PP Manado bertindak tegas melakukan penertiban.

”Instansi terkait silahkan mengambil sikap, terutama para Satuan Polisi Pamong Praja untuk melakukan penertiban atau Sidak rutin agar tidak lagi ada praktek yang membaca citra negatif seperti saat ini. Fungsi TKB harus diterapkan sebagai fasilitas yang melestarikan budaya kita selaku orang Manado,” ucap Damis yang juga Dosen FISPOL Unsrat Manado itu, Minggu (23/11/2014). (Amas Mahmud)

iklan1