Tag: tommy sumakul

Sompotan Buka Sosialisasi Pengelolaan Energi Panas Bumi

Syerly Sompotan ketika menghadiri dan membuka sosialisasi energi panas bumi bagi siswa (Foto Suluttoday.com)

TOMOHON – Wakil Wali Kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan (SAS) membuka Sosialisasi Pengelolaan Energi Panas Bumi oleh Pertamina Geothermal Enerrgy (PGE) di Gedung Serba Guna PT PGE, Senin (30/05/2017). Dalam sambutannya Sompotan mengatakan bahwa tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk menyampaikan tentang energi panas bumi yang merupakan salah satu sumber daya alam (SDA) di Kota Tomohon, terkait pengelolaannya dan manfaat.

“Dengan bertambahnya pengetahuan tentang energi panas bumi, diharapkan agar para siswa mulai tergerak hati dan pikiran untuk memperhatikan potensi energi panas bumi di Indonesia, terutama disekitar tempat tinggal (Tomohon), untuk itu para siswa harus paham tentang panas bumi atau geothermal,” ujar Sompotan.

Diakhir sambutannya, Sompotan mengharapkan para siswa dapat memahami dan berdiskusi dengan para narasumber yaitu kerjasama Fungsi Energi Dinas Tenaga Kerja Tomohon dengan PT Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong selaku pihak yang selama ini mengelola energy panas bumi.

Sompotan juga berharap agar diantara para siswa kelak menjadi seorang ahli geologi, geofisika dan geokimia yang mampu mengelola dan memanfaatkan sumber panas bumi di tempat para siswa tinggal untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Hadir juga General Manager PGE Area Lahendong Salvius Patangke, selaku Narasumber Tondo Wicaksono, Kepala Dinas Tenaga Kerja Tomohon A Bolang Sh dan para guru serta para siswa SE Kota Tomohon.

Kegiatan dilanjutkan dengan Sosialisasi Regulasi Pemanfaatan Langsung Panas Bumi, Kadis Tenaga Kerja kota Tomohon Jeane Bolang, SH.MH dalam laporannya mengawali kegiatan ini mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi tentang Pemanfaatan Langsung Panas Bumi sesuai undang-undang nomor 21 tahun 2014 serta member arah pelaksanaan pengembangan Energi baru Terbarukan dan Pemanfaatan Langsung Panas Bumi dapat mendukung pembangunan yang ada di Kota Tomohon.

Hadir juga dalam sosialisasi ini Pejabat sementara General Manager PT. Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong Bpk. Ahmad Yani, para narasumber perwakilan PGE Bpk. Rahindradi P. Sambodo, dari Akademisi dr. Tommy Sumakul, SH.MH, Kabid Energi Dinas ESDM Prov. Sulut Ir. Brahma Putra Camat Tomohon Selatan Ronald Kalesaran, Lurah-Lurah se kota Tomohon dan para peserta sosialisasi. (Stevy)

18 Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Diuji Pansel

Syerly Sompotan saat membuka pelaksanaan seleksi pejabat tinggi pratama didampingi Tommy Sumakul (Foto Suluttoday.com)

Syerly Sompotan saat membuka pelaksanaan seleksi pejabat tinggi pratama didampingi Tommy Sumakul (Foto Suluttoday.com)

TOMOHON – Pemerintah Kota Tomohon melalui Panitia Seleksi (Pansel) melakukan proses uji kwalitas dan kapabilitas yang disaksikan langsung Wakil Wali Kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan, Jumat (3/2/2017) di Dinas Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (DKPPD) Kota Tomohon.

Pada kesempatan tersebut, Sompotan ketika membuka pelaksanaan proses seleksi terbuka mengatakan tata cara pengisian jabatan pimpinan tinggi di lingkungan instansi pemerintah, ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2014, sebagai pedoman bagi instansi pemerintah dalam pengisian jabatan pimpinan tinggi secara terbuka. Ditegaskan Sompotan, untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi instansi pemerintah harus dilakukan seleksi secara terbuka.

“Pelaksanaan seleksi jabatan didasarkan pada kebijakan dan manajemen ASN yang dilakukan sesuai dengan kompetensi, kualifikasi, kepangkatan, rekam jejak jabatan, integritas, moralitas, sesuai kinerja, adil dan wajar dengan tidak membedakan agama, ras, latar belakang politik, warna kulit, asal usul, jenis kelamin status perkawinan dan umur,” ujar Sompotan.

Peserta seleksi jabatan.tinggi pratama Pemkot Tomohon (Foto Suluttoday.com)

Peserta seleksi jabatan.tinggi pratama Pemkot Tomohon (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, DR Tommy Sumakul SH MH selaku ketua panitia seleksi menjelaskan tujuan kegiatan ini untuk terselenggaranya seleksi calon pimpinan tinggi pratama Pemerintah Kota Tomohon yang transparan, objektif, kompetitif dan akuntabel.

“Sasarannya yakni terpilihnya calon pimpinan tinggi pratama pada tujuh jabatan yang dilelang terbuka di pemerintah Kota Tomohon yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan,” jelas Sumakul.

Syerly Sompotan saat menyematkan tanda peserta seleksi pada Fransiskus Lantang (Foto Suluttoday.com)

Syerly Sompotan saat menyematkan tanda peserta seleksi pada Fransiskus Lantang (Foto Suluttoday.com)

Lebih dari itu Sumakul menguraikan calon yang mendaftar berjumlah 19 orang terdiri dari 18 pejabat dari Kota Tomohon dan 1 pejabat dari Provinsi Sulut, namun yang lulus berkas hanya 18 orang sekaligus mengikuti seleksi ini. Tampak hadir para panitia seleksi masing-masing Johanis Timbuleng MPA dan Ir Agnes Mandagi MT, serta mantan Kepala BKD Masna Pioh SSos yang saat ini menjabat Kadis Pariwisata Kota Tomohon. (Stevy)

Senior GMKI dan GMNI Juga Usulkan Prof Lafran Pahlawan Nasional

Logo GMNI dan GMKI, perkawanan organisasi Cipayung (Foto Ist)

Logo GMNI dan GMKI, perkawanan organisasi Cipayung (Foto Ist)

MANADO – Mantan aktivis mahasiswa yang pernah berkiprah di organisasi Cipayung, seperti organisasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ikut memberikan dukungan terhadap upaya yang dilakukan Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk mendorong agar Prof Lafran Pane, pendiri HMI dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional.

Seperti disampaikan Dr Tommy Sumakul, SH,MH, senior GMKI cabang Manado yang saat ini menjadi pengurus Persatuan Alumni GMKI mengatakan kekagumannya terhadap karya dan konsistensi seorang Lafran Pane yang dikenal begitu sederhana, namun memiliki ide-ide brilian. Menurut Sumakul yang juga dosen Fakultas Hukum Unsrat Manado itu, pihaknya mendukung untuk diusulkannya Prof Lafran sebagai Pahlwan Nasional karena menjadi teladan bagi rakyat.

”Saya menyampaikan terima kasih dan ikut bangga atas undangan pengurus KAHMI Sulut kepada saya agar bisa menjadi narasumber dalam Seminar Nasional ini. Apalagi, bisa bertemu Bang Akbar Tanjung senior HMI dan juga tokoh Nasional, membaca beragam literatur dan mengikuti rekam jejak Prof Lafran, memang beliau figur yang sederhana, memiliki komitmen perjuangan tinggi untuk kepentingan masyarakat. Beliau ini berhasil mendeklarasikan HMI, yang hingga saat ini terus bekembang, bagi kami Prof Lafran layak menjadi Pahlawan Nasional,” ujar Sumakul saat menyampaikan materi, Jumat (29/1/2016) di kantor Rektorat Unsrat Manado.

Sementara itu, alumni GMNI Soni Sumarsono yang juga Pejabat Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) mengaku mendukung penuh upaya yang dilakukan para alumni HMI untuk mengusulkan Prof Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional. Dengan nada sedikit menyindir, Soni mengatakan harusnya tugas Negara memberikan gelar kepada rakyatnya yang telah berjasa pada bangsa Indonesia.

”Luar biasa gagasan dan konsistensi Prof Lafran, sebagai generasi yang pernah belajar di organisasi Cipayung kami juga mendukung Prof Lafran Pane menjadi Pahlawan Nasional. Pak Lafran ini semasa hidupnya penuh inspirasi dan selalu membela rakyata, seperti cukup banyak diceritakan Bang Akbar Tanjung, tentu kami juga banggsa berada dalam proses ini, mari kita dorong bersama. Disisi lain, saya juga merasa ada keanehan harusnya Negara memfasilitasi rakyatnya untuk hal pemberin gelar Pahlawan, bukan nanti diusulkan rakyat,” ucap Sumarsono, Jumat (29/1/2016). (Amas)

Diduga Menyalahi Kewenangan, Tomy Sumakul Tuai Kritik Pedas

Tommy Sumakul SH,MH (Foto Ist)

Tommy Sumakul SH,MH (Foto Ist)

MANADO – Harapan masyarakat terhadap penyelenggara pemilihan umum (Pemilu) agar bersikap netral dan profesional dalam menjalankan tugasnya terus ditunjukkan. Salah satunya dari Jekmon Amisi SH, yang menilai bahwa perlunya penyelenggara Pemilu dan instansi yang konsen mengawal Pemilu yang berkualitas agar bersinergi, dan kemudian paham terkait kewenangannya.

”Kami berharap penyelenggara Pemilu bersikap konsisten pada aturan dan profesional. Salah satu sikap aneh ditunjukkan Tommy Sumakul, Keua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Sulawesi Utara (Sulut), yang seharusnya dia dapat diberhentikan oleh DKPP Pusat karena ada beberapa pernyataannya di media massa sepertinya melanggar tugasnya. Itu bukan tugas pemeriksa sebagai perpanjangan tangan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Pusat. DKPP tugasnya bukan pada teknis penyelenggaraan pemilu. Tapi hanya mengawasi perilaku penyelenggara Pemilu itupun harus ada pengaduan,” ujar Jem sapaan akrab Amisi yang dikenal sebagai aktivis muda Sulawesi Utara ini

Tidak hanya itu, Jekmon bahkan meminta agar agar lembaga atau oknum tertentu yang melakukan tindakan melanggar kode edit ditindak tegas. Namun, pihaknya menyesalkan atas sikap Tommy Sumakul yang diduga telah over dalam menjalankan tugasnya sebagai tim pemeriksa Dewan Kehormatan.

”Tomy Sumakul sebagai Tim pemeriksa Dewan kehormatan penyelenggara Pemilu tidak ada hak dan wewenang sedikit pun memeriksa berkas calon apalagi mengikuti penelitian berkas calon sampai di sukamiskin dan departemen hukum dan ham adalah pelanggaran brat kode etik. Sehingga Tomy Sumakul telah melanggar kode etik, karena Tomy Sumakul tidak ada kewenangan sedikit pun dalam melakukan penelitian berkas Calon sekali lagi,” tukas Jek pada Suluttoday.com. (Amas Mahmud)

iklan1