Tag: tular

Tular Ingatkan Kepemimpinan EMAS Tolak Pejabat Buangan

Dani Tular (Foto Ist)

Dani Tular (Foto Ist)

TOMOHON – Ketua Lembaga Anti Korupsi Pemerhati Pembangunan Nasional (LAKP2 N) Kota Tomohon, Dani Tular mengingatkan kepemimpinan EMAS di Pemerintahan Kota Tomohon untuk berkemampuan menolak pejabat buangan dari kabupaten/kota lainnya, termasuk dari Provinsi Sulawesi Utara.

Menurutnya, potensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Tomohon memiliki kemampuan yang baik dalam menjalankan konsep pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat, sehingga tidak membutuhkan atau mendatangkan pejabat dari daerah lain.

“Yang pasti, masih ada sejumlah potensi ASN di Kota Tomohon yang belum mendapatkan posisi jabatan, padahal telah memiliki kompetensi yang layak. Apakah pejabat berstatus promosi ataupun yang sudah pernah menjabat pada jabatan tertentu,” kata Tular.

Hal ini ditegaskan Tular berkaitan dengan berbagai informasi bahwa Kota Tomohon bakal mendapatkan pejabat droping dari Provinsi Sulawesi Utara ataupun dari kabupaten/kota lainnya. Malahan Tular menyatakan.bahwa sejumlah pejabat yang telah menunjukkan keberhasilannya pada peran dan tanggung jawab menjadikan Kota Tomohon menjadi lebih baik, perlu dipromosikan pada sejumlah posisi strategis di Pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara.

“Namun demikian memang harus diakui bahwa dalam menempatkan pejabat setelah menyimak perkembangan terakhir, sudah sangat jelas sebuah proses politik telah menjadi pijakan dasar dan wajar ketika hal seperti itu terjadi,” jelas Tular. (Stevy)

Baliho PNS Berlogo Parpol Dibiarkan, Panwas Dituding Pilih Kasih

Logo Bawaslu RI (Foto Ist)

Logo Bawaslu RI (Foto Ist)

TOMOHON – Menjelang pertarungan Pemilihan Walikota (Pilwako) Tomohon pada desember 2015 mendatang, sejumlah sudut dikawasan pemukinan dipenuhi berbagai baliho para figure yang berkeinginan untuk bertarung. Namun, diantaranya sangat nyata baliho dari kandidat tertentu yang hingga kini masih berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) menggunakan logo partai politik penguasa, sehingga muncul tudingan bahwa Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada bersikap pilih kasih karena tidak ditertibkan.

Hal tersebut diungkapkan pemerhati Kota Tomohon Daniel Tular. Disampaikannya, seharusnya pihak panwas dapat melakukan tindakan tegas dengan berkoordinasi bersama instansi terkait, apalagi hal tersebut melanggar undang-undang. “Jika perlu diambil dokumentasi dan diteruskan pada Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birikrasi, karena yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran,” ujar Tular.

Pada prinsipnya, Tular berpendapat dengan didiamkannya kondisi seperti ini, sangat jelas keperpihakan pihak Panwas Pemilukada. “Sebab itu, hal seperti ini perlu dikritisi karena sangat diharapkan perjalanan pilwako di Tomohon dapat berjalan sesuai aturan dan berlaku jujur maupun bersih,” jelas Tular.

Dikatakannya, penyesalan ketika seorang personil Panwas Pemilukada Kota Tomohon mengkritisi kendaraan pribadi milik PNS yang menggunakan stiker nama bakal calon Walikota Tomohon, sebab yang bersangkutan seorang incumbent. “Padahal, justru yang wajib ditertibkan adalah baliho PNS yang menggunakan logo parpol. Ini jelas pelanggaran yang harus ditindaklanjuti, bukan didiamkan,” papar Tular.

Hal senada juga disampaikan kalangan masyarakat umum yang menilai kinerja Paswas Pemilukada Tomohon, perlu dipertegas dengan menindak para pelanggar. “Sangat disesalkan sudah terpampang sejak beberapa bulan terakhir baliho oknum PNS berlogo partai politik, namun pihak Panwas Pemilukada terus menutup mata,” ujar mereka. (davydt)

Sanggar Karema FIS-UNIMA Segera Gelar Mubes dan Dikdas

Michael Tular dan kegiatan yang pernah dilaksanakan UNIMA (Foto Suluttoday.com)

Michael Tular dan kegiatan yang pernah dilaksanakan FIS UNIMA (Foto Suluttoday.com)

TONDANO – Sanggar Seni Karema Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNIMA yang merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak dalam bidang Seni dan Budaya. Organisasi ini memprogramkan kegiatan pengkaderan dan musyarawah besar (Mubes). Hal ini dijelaskan oleh Michael Tular salah seorang pendiri organisasi yang juga Dewan Adat Karema.

”Dalam bulan ini kami mempunyai 2 agenda besar organisasi yakni Pendidikan Dasar Anggota dan Musyawarah Besar Organisasi,” tukas Tular. Ditambahkannya bahwa kegiatan ini merupakan aktivitas tahunan yang harus dilaksanakan organisasi sesuai dengan aturan organisasi.

Henly Mengko selaku Ketua Panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini akan diikuti oleh ratusan mahasiswa FIS Unima, dilihat dari antusias mahasiswa dalam mendalami kegiatan Seni dan Budaya. ”Dari yang telah mendaftar beberapa bulan lalu, dapat diprediksikan kegiatan Dikdas ini akan diikuti ratusan mahasiswa, ini merupakan bentuk keinginan mahasiswa dalam melestarikan Seni dan Budaya di Indonesia.” kata Henly.

Dijelaskannya lagi bahwa kepengurusan Sanggar Karema sudah berakhir maka akan diadakan pemilihan pengurus baru. Sanggar Seni Karema merupakan organisasi yang paling aktif Fakultas Ilmu Sosial, dapat dilihat dari Seminar Nasional Kebangsaan yang menghadirkan Pembicara dari Kementerian dalam Negeri dan Kementerian Hukum dan HAM, organisasi ini menampilkan tarian adat Katrili dan Kabasaran.

Menurut Tular kegiatan ini akan dibuka langsung oleh pimpinan FIS Unima “Rangkaian acara ini akan dibuka secara bersamaan dan didukung penuh oleh Dekan FIS-Unima Dr. Siska Kairupan,M.Si”. ditambahkannya bahwa semua UKM se-Unima akan diundang dalam pembukaan kegiatan ini, tukas Tular yang juga menjabat Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNIMA. Kegiatan ini dalam rangka mempersiapkan mahasiswa dalam Pekan Seni Mahawsiswa Nasional (Peksiminas), yang setiap 2 tahun diselenggarakan oleh Dikti dan Kementerian Pendidikan. (Jonathan Worotitjan)

Mulai Resah, Warga Minta Polisi Razia Miras di Tomohon

Foto Kapolres Tomohon dan kantor Polres Kota Tomohon (Foto Ist)

Foto Kapolres Tomohon dan kantor Polres Kota Tomohon (Foto Ist)

TOMOHON – Maraknya gangguan stabilitas kamtibmas di Tomohon, berbagai pihak meminta Kepolisian Resor Tomohon lakukan razia terhadap peredaran minuman keras (Miras) yang kini sangat mudah didapat. Apalagi, peredaran miras jenis Cap Tikus yang bebas diperjualbelikan pada masyarakat, padahal tidak berijin dalam peredarannya.

Diungkapkan Daniel Tular tokoh masyarakat, para pedagang sudah tidak menyeleksi lagi bahwa pembeli sekaligus pemakai didominasi kalangan remaja yang masih usia sekolah.

“Kondisi ini perlu segera diantisipasi dengan razia pada sejumlah pedagang miras yang tersebar di Tomohon karena miras memicu terjadinya konflik ditengah masyarakat,” kata Tular. Ditegaskannya, akibat peredaran miras yang bebas, banyak generasi muda telah terjebak dalam keterlibatan mengkonsumsi miras jenis Cap Tikus. Karena itu, sejumlah lokasi penjualan Cap Tikus, harus dirazia kepolisian, serta melakukan penyitaan. (Davydt/Amas)

iklan1