Tag: uc

Layanan Kesehatan Gratis, GSVL: Cukup Bawa KTP dan KK

Dr GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado (Foto Ist)

Dr GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado (Foto Ist)

MANADO – Pelayanan pemerintah Kota Manado dibawa kepemimpinan DR GS Vicky Lumentut dan DR Harley AB Mangindaan selaku Wali Kota serta Wakil Wali Kota Manado dinilai tepat sasaran. Kali ini program pelayanan kesehatan gratis Universal Coverage (UC) bagi masyarakat Kota Manado begitu membantu.

Hingga memasuki tiga tahun, program pro rakyat tersebut berjalan lancar dan sukses, tanpa menggunakan Kartu Jaminan Kesehatan masyarakat Kota (Jamkesta), warga Manado yang berobat memakai layanan UC dapat dilayani di rumah sakit cukup dengan persayaratan KTP dan Kartu Keluarga (KK).

Menurut Vicky Lumentut, pemerintah Kota Manado terus menjalankan program UC dengan menarik kembali kartu Jamkesda untuk mempermudah masyarakat memakai program UC dalam untuk berobat di beberapa rumah sakit yang bekerjasama dengan pemkot.

”Sejak 1 April 2015, Kartu Jamkesta sudah tidak diberlakukan lagi. Jadi warga Manado yang akan menggunakan Program UC cukup menunjkan KK dan KTP tercatat sebagai warga Kota Manado,” jelas GSVL. (Amas Mahmud)

Agendakan Senta T Plus, Wawali dan Inspektorat Lakukan Koordinasi

DR Harley AB Mangindaan, Wawali Manado (Foto Ist)

DR Harley AB Mangindaan, Wawali Manado (Foto Ist)

MANADO – Wujudkan pemerintahan bersih serta mencapai target opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) BPK RI di tahun 2015, Wakil Wali Kota (Wawali) Manado, DR Harley Mangindaan melakukan koordinasi dengan Kepala Inspektorat Manado Andre Hosang di kantor Inspektorat Kamis (8/1/2015) siang tadi.

”Intinya jika semua bekerjasama mulai dari tingkat paling bawah hingga SKPD untuk pembenahan tidak mustahil apa yang diharapkan mulai opini WTP dengan pemerintahan bersih akan tercapai. Untuk itu kami awali tahun 2015 ini dengan program reguler Senin Tuntas Temuan Plus (Senta T Plus),” tegas Wawali disela-sela pertemuan tersebut.

Hosang sendiri menjelaskan, petunjuk Wawali kaitan dengan pelaksanaan Senta T Plus akan dilakukan Senin (19/1/2015) mendatang. Itu akan dibicarakan kaitan dengan tindak lanjut semua temuan. ”Semua temuan di SKPD ditahun yang lalu pun akan dibicarakan jika memang masih ada.” ujar Hosang.

Namun diakui Hosang penataan asset seperti di Diknas dan Dinkes akan menjadi fokus di Senta T Plus. ”Ini bagian penataan asset. Karena memang rekomendasi BPK RI adalah asset dan saat ini pun sedang dilaksanakan pemeriksanaan inspektorat. Contoh puskesmas, pendanaan UC, Jamkesmas dan Jampersal itu dimintakan berkas pihak BPK RI. Termasuk juga pungutan pajak,” ungkap Hosang.

Hosang menambahkan, ada juga di BPMPK terkait PBL Mapaluse yang ternyata belum semua KMM sampaikan laporan pertanggungjawaban. ”Namun inspektorat melalui direkomendasikan BPK sedang penyusunan laporan hasil pemeriksanaan,” katanya.

Disentil soal rekomendasi BPK RI yang indikasi kerugian Negara, Hosang menegaskan, sudah disetor semua seperti perjalan dinas Dispenda dan pajak pajak yang belum dipungut dan puskesmas.  ”Yang belum ditindaklanjuti yang belum disampaikan waktu itu pertanggungjawabannya dihitung BPK RI seperti, kewajiban pajak belum disetor. Intinya kita akan bicaran semua hal itu di SENTA T Plus,” terang Hosang. Akan kinerja majelis Tuntutan Ganti Rugi (TGR) di katakana Hosang akan diaktifkan optimal. (**/Amas Mahmud)

Disatu sisi Hosang menekankan soal inventarisir asset di SKPD Pemkot Manado untuk dilakukan.   “Hibah tidak tercatat dengan nilainya tidak ada, yang harusnya ada harga beli waktu itu, inventarisir asset sekolah masih minim muylai SD hingga SMA. Karena sudah ada edaran Sekkot 2014 soal inventarisir asset termasuk puskesmas,” ujar Hosang.

Usai itu Wawali melakukan konsultasi dengan Asisten I Manado Josua Pangkerego terkait dengan lahan kantor Lurah Kombos Timur.

iklan1