Tag: ukm sulut

Terkesan Asal Jadi, Lomban Bungkam

Pengadaan meja yang asal jadi (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Memiriskan proyek pengadaan bantuan bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UKM) , Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Utara. Pasalnya pengadaan meja bagi usaha warung kecil yang dibuat oleh pihak ketiga terkesan asal jadi dan bahan baku pun dinilai yang penting bisa dibuat barang.

Hal tersebut disampaikan Thomas Silooy – petugas Dinas Koperasi dan UKM Sulut yang menangani bantuan kepada 59 UKM.

“Biaya yang dianggarkan untuk pengadaan barang bagi 59 UKM, adalah kurang lebih Rp 750.000 dan diserahkan kepada pihak ketiga dengan hasil sangat tidak layak, asal jadi!,” ujarnya kepada media ini Senin (17/12/2018) sore.

Bahkan salah satu calon penerima bantuan Steven warga Tanjung Batu, menyayangkan hasil kerja pihak ketiga yang dinilai sudah mengambil keuntungan.

“Proyek ini harus diproses secara hukum, karena sudah merugikan pihak pemberi kerja dan calon penerima bantuan,”tegas Steven.

Sementara itu, Kepala Dinas UKM Sulawesi Utara, Marcellino Lomban saat dikonfirmasi diam seribu bahasa.(Cat)

Sulut – Jabar Jalin Kerjasama UMKM

Korah usai menandatangani kesepakatan bersama Kepala Diskop UKM Jabar (FOTO Suluttoday.com)

BANDUNG, Suluttoday.com – Saling melengkapi demi peningkatan kualitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan bagian dari kinerja Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Utara yang mendukung ODSK. Salah satunya adalah melakukan kerjasama melalui sebuah perjanjian dengan UMKM dari Provinsi Jawa Barat (Jabar) belum lama ini.

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Utara, Ir Happy Korah MSi kegiatan di Jabar selain kerjasama juga sebagai langkah memperkenalkan produk UKM dari Sulut. Lebih lanjut Korah yang ingin meninggalkan kesan emas di akhir jabatannya, mengharapkan dengan misi dagang di Jabar, produk UKM Sulut semakin dikenal dan pelaku usaha yang ada bisa menyerap ilmu dari pelaku usaha yang sama dari Jawa Barat.

“Dengan misi dagang kemampuan berkarya pelaku UKM Sulut dapat berkembang dan meningkat yang secara otomatis ada peningkatan pendapatan sebagai upaya ODSK,” tegas Korah yang siap bertarung di Pileg 2019 untuk Kota Manado ini mengakhiri pembicaraan.(Cat)

Balatkop Pacu Peningkatan Kualitas Kewirausahaan

Clara Polii (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara terus berupaya meningkatkan kualitas kewirausahaan melalui sejumlah pelatihan seperti yang digelar UPTD Balatkop Dinas Koperasi dan UKM Sulut. Kepala UPTD Balatkop, Clara Polii SE MSi mengatakan kepada media ini Senin (23/04/2018) bahwa selama 5 hari ke depan pelaku kewirausahaan akan diberikan sejumlah pengetahuan guna pengembangan usahanya.

Salah satu yang bakal diberikan adalah pengemasan yang sesuai dengan standar, sehingga langkah untuk meningkatkan kualitas produk dapat tercapai serta tentunya menambah nilai tambah. Tak hanya itu, dengan segudang bekal yang diberikan pemateri, ditandaskan Polii, pengembangan dengan penambahan jumlah pekerja serta memotivasi masyarakat disekitar usahanya akan mendukung program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan.

Lebih lanjut Polii yang di dampingi Kepala Seksi Pelatihan, Ir Constantine Simbala mengatakan di tempat yang sama selama 5 hari terhitung sejak 23 April juga dibina puluhan pembina koperasi. Melalui pelatihan terkait perpajakan, Balatkop berupaya menyiapkan koperasi yang sehat dan berkualitas dengan sumber daya manusia yang kompeten.(Cat)

Korah Pacu Peningkatan Pengelolaan Manajemen Koperasi

Kegiatan Diklat Manajemen Perkoperasian bagi Pembina Koperasi dan UKM (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kepala Dinas Koperasi dan UKM Daerah Sulawesi Utara, Ir Happy Korah MSi yang belum sebulan menjabat sebagai kepala dinas langsung bergerak demi kinerja hebat dengan membuat sejumlah gebrakan baru.

Salah satu yang dilakukan Korah dan jajarannya adalah melaksanakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Manajemen Perkoperasian bagi Pembina Koperasi dan UKM se- Sulut selama 5 hari di UPTD Balatkop. Kegiatan yang di buka langsung oleh Korah, Senin (5/3/2018) diikuti puluhan pembina koperasi.

Menurut Kepala UPTD Balatkop, Clara Polii kepada Suluttoday.com yang mendampingi Korah menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia pengelola koperasi. Polii menambahkan bahwa peserta juga akan dibekali kewirausahaan pembuatan pupuk organik cair.

Sementara itu, Korah mengharapkan melalui pembekalan yang diberikan selama diklat peserta semakin mampu menyusun laporan dan melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tepat waktu. Seperti diketahui bersama RAT merupakan salah satu tolok ukur koperasi sehat.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulawesi Utara ini menegaskan bahwa pihaknya tak hanya membekali pembina koperasi dan usaha mikro kecil tapi juga tengah mempersiapkan tenaga-tenaga pendamping bagi peningkatan kualitas unit usaha tersebut di Sulut.

Lebih lanjut Korah mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini, puluhan tenaga pendamping Koperasi dan UKM yang telah lolos seleksi berkas juga akan dibekali di tempat tersebut.(Cat)

Soal Dana Bantuan UKM Pemprov Hanya Mengawasi

Ir. Peter Rene Hosang MSi (Foto Ist)

Ir. Peter Rene Hosang MSi (Foto Ist)

MANADO РPemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) menyatakan terkait dana Usaha Kecil Menengah (UKM) mereka hanya mengawasi, dikarenakan anggarannya turun dari pusat langsung ke rekening-rekening para usahawan yang mengajukan proposal untuk mendapatkan bantuan dana.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Ir. Peter Rene Hosang MSi saat ditemui Suluttoday.com, Rabu (4/2/2015) di ruangan kerjanya. Dia mengatakan untuk dana bantuan dan pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) itu turun langsung dari pusat yakni dari Kementrian Koperasi dan UKM bagi para usahawan kecil yang mengajukan proposal ke kami, dan diteruskan oleh kita ke kementrian, dan itu juga akan di seleksi oleh kementrian.

“Dana bantuannya turun dari Pusat yakni Kementrian Koperasi dan UKM ke para usahawan kecil yang mengajukan proposal ke kami, dan diteruskan oleh kita ke kementrian, dan itu juga akan diseleksi,” katanya.

Sementara itu dia juga menambahkan, Dinas Koperasi dan UKM hanya bertugas sebagai pengawas dan pemberi arahan kepada kelompok-kelompok usaha yang mendapatkan bantuan. Pengawasan dilakukan setelah dana dicairkan oleh pusat, dana apakah digunakan dengan benar dan baik. Dan juga nanti kami melakukan pelaporan.

“Kami hanya melakukan pengawasan kepada kelompok-kelompok usaha yang menerima bantuan, dan juga membuat laporan terkait penggunaan dana bantuan tersebut,” terangnya.

Kisaran dana yang diturunkan oleh Kementrian variatif yakni, mulai dari Rp 20juta hingga Rp50Juta, tergantung besaran yang diajukan kelompok usaha kecil di dalam proposal pengajuan. (Fajri Syamsudin)

iklan1