Tag: ULP manado

Indikasi Kecurangan Terkuak, ULP Manado Kembali Dapat Kecaman LSM AMTI

Tommy Turangan SH, Ketua AMTI

MANADO, Suluttoday.com – Pemberitaan yang santer di media massa terkait Unit Layanan Pengadaan (ULP) atau Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kota Manado, bahkan telah sampai ke telinga Wali Kota Manado, Dr GS Vicky Lumentut, tapi rupanya Kabag ULP Manado, Marcos Kairupan tetap cuek bebek. Beberapa pertanyaan yang meminta konfirmasi dari media ini, tidak digubris Kairupan.

Menindaklanjuti keluhan pihak-pihak yang merasa dicurangi dari proses tender proyek di ULP Manado, Ketua Umum LSM Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI), Tommy Turangan, SH mengecam perbuatan tersebut. Dimana protes yang diajukan sejumlah pihak tidak ditindaklanjuti pihak ULP Manado. Padahal, kata Tommy hal tersebut akan berefek pada nama baik Wali Kota Manado.

”Sudah banyak masukan dan keluhan disampaikan kepada kami, terutama monopoli pemenangan tender proyek di ULP Manado. Kami sudah sampaikan, Pak Wali Kota Manado pun sepertinya sudah mengetahui ini. Sayangnya, Kabag ULP Kota Manado tidak peduli dengan ini. Keluhan yang disampaikan kontraktor yang merasa dicurangi harus direspon Kabag ULP, bukan didiamkan, bahkan terkesan lepas tangan. Harus diingat, hal ini berdampak kepada Pak Wali Kota Manado, jangan Kabag seolah-olah cuci tangan,” ujar Turangan, Senin (27/7/2020) saat diwawancarai Suluttoday.com.

Selain itu, keluhan yang muncul juga terkait perusahaan yang tidak mengantongi Surat Keterangan Terampil (SKT), Sertifikat Keahlian Kerja (SKA) yang menjadi syarat bagi perusahaan yang mengikuti tender proyek dan beberapa persyaratan administrasi lainnya, ternyata diabaikan ULP Kota Manado. Upaya menabrak aturan dilakukan, tambah Turangan.

”Ada juga beberapa kejanggalan dalam tender proyek di ULP Kota Manado. Dari syarat-syaratnya juga ada yang sengaja dipaksakan berkasnya. Yang tidak layak, dibuat menjadi layak. Ini bahaya sebeulnya. Ditemukan ada usaha yang bertujuan untuk menabrak aturan secara nyata-nyata. Pihak Pokja di ULP Manado harus bertanggung jawab. Pemeriksaan dan penelitian persyaratan yang tidak selektif melahirkan ada beberapa perusahaan yang belum lengkap tapi dimenangkan saat ikut tender proyek di ULP Kota Manado,” ujar Turangan.

Di tempat terpisah, melalui WhatsApp, Kabag Marcos Kairupan saat dimintai konfirmasi terkait dugaan kecurangan tersebut dan adanya monopoli perusahaan dalam pemenangan proyek di ULP Kota Manado, ia tidak memberikan komentar apa-apa sampai berita ini diterbitkan.

(*/Bung Amas)

Ada ‘Tangan Ajaib’ Kendalikan ULP Manado, Gempindo Sulut Siap Bongkar

Mirdad Husen, Ketua Gempindo Sulut (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Spirit reformasi birokrasi rupanya belum benar-benar diterapkan di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Manado. Bagian yang dipimpin Marcos Kairupan ini disinyalir melindungi sejumlah oknum makelar proyek yang bertugas sebagai joki menawarkan jasa untuk memperalat kontraktor tertentu. Akibat ulah jahat itu, tidak sedikit kontraktor yang ikut tender proyek di ULP Manado menjadi korban.

Praktek busuk itu aromanya mulai terbuka. Setelah sejumlah LSM anti korupsi bicara mendesak agar Wali Kota Manado mencopot Kabag, meminta dilakukannya uji forensik di ULP Manado. Sampai praktek pungli, dan sejumlah kritik atas dugaan kecurangan lainnya yang dilakukan. Sabtu (18/7/2020), DPD Gerakan Masyarakat Peduli Indonesia (Gempindo) angkat bicara. Menurut Gempindo ketidakberesan yang mulai meluas sampai ke media sosial (Medsos) harus secepatnya ditanggapi pemerintah Kota Manado.

”Kalau tidak mampu lagi menjalankan tugas sebagai Kepala Bagian ULP Manado, silahkan turun saja. Jangan membuat wajah Kota Manado menjadi buruk citranya karena praktek makelar proyek, yang dilakukan di ULP Manado. Tim kami menukan ada permainan, beberapa oknum ASN di ULP Manado yang kini menjadi UKPBJ merangkap menjadi joki dokumen-dokumen proyek. Ini bahaya, memalukan Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut,” kata Plt Ketua Gempindo Manado, Mirdad Husen.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada keluhan dan protes yang disampaikan pihak-pihak terkait dalam tendar proyek yang diduga penuh kecurangan menyebutkan bahwa CV Mitra Karya juga pernah melayangkan keberatan disaat sesi sanggahan ke Pokja atau panitia tender di ULP Manado, sayangnya upaya meminta keadilan tidak mendapat respon yang sesuai.

Selain itu, Mirdad menyebutkan ada ‘tangan ajaib’ yang diduga kuat menjamah dan mengontrol ULP Manado sehingga pelaksanaan tender paket proyek lebih bersifat by order. Berbagai kejanggalan kata Mirdad membuat kelompok kerja di ULP Manado bekerja tidak lagi leluasa dan objektif. Maka dengan itu, Gempindo Sulut berkomitmen membongkar ‘orang kuat’ yang bermain mengatur-ngatur proyek di ULP.

Postingan di Medsos yang ramai dikomentari (Foto Istimewa)

”Sinyalemen ini sudah makin terbukti dengan beberapa kasus yang dikeluhkan kontraktor kepada kami. Motif dan modus operandinya sama. Sejumlah kontraktor yang juga mengikuti tender, lengkap berkasnya, tapi tidak sejalan atau dianggap di luar faksi ‘orang kuat’ itu langsung dikalahkan. Jadi para kontraktor yang ikut tender/lelang haruslah orang-orang yang disiapkan si tangan ajaib. Nah, praktek seperti ini yang akan kita ungkap. Investigasi yang kami lakukan mulai rampung, dugaan ini akan kita telanjangi pelan-pelan. Kok seperti ada praktek bagi-bagi jatah di ULP Manado ini,” ujar Mirdad yang menambahkan siap membongkar ‘tangan ajaib’ di ULP Manado.

Sekedar diketahui, melalui sanggahan sanggahan CV Mitra Karya dengan Direktur Yeryek Makasudede menyanggah hasil lelang proyek Normalisasi Anak Sungai Simpony Tuminting yang menetapkan CV Altraco sebagai pemenang. ULP yang kini menjadi menjadi Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) juga mulai viral di Medsos. Sementara itu, Kabag Marcos dihubungi untuk dimintai konfirmasi melalui pesan whatsApp belum mendapat respon sampai berita ini diterbitkan.

(*/Bung Amas)

Beredar Informasi Kabag Marcos Minta Uang, AMTI Sebut Permalukan GSVL

Ketum Tommy Turangan, SH (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Gelombang protes datang dari sejumlah anggota DPRD Kota Manado terhadap pimpinan Unit Layanan Pengadaan (ULP) atau  Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kota Manado yang makin kencang bergulir. Perangkat Daerah yang satu ini sepertinya terus menjadi sorotan publik melalui pemberitaan media massa.

Di tengah situasi politik yang mulai mencuat, hal tersebut menurut Tommy Turangan, SH, Ketua Umum LSM Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI) adalah hal yang merugikan Wali Kota Manado, Dr, GS Vicky Lumentut. Tommy menduga ULP Manado merahasiakan hal-hal yang sebetulnya perlu dibuka ke publik. Jebolan Unsrat Manado itu juga langsung memberikan beberapa contoh penting.

‘’Dalam situasi menuju Pilkada Serentak 2020, keributan yang ramai di muat media massa ini sebetulnya sangat merugikan Pak Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut. Saya juga heran, kenapa Kabag ULP begitu mengabaikan situasi ini. Harusnya ia menjawab secara terbuka, jangan terkesan sembunyi dan menutup-nutupi apa yang ditanyakan wartawan,’’ kata Turangan sambil menyebut Marcos permalukan GSVL sapaan akrab Wali Kota Vicky.

Selain itu, Turangan menambahkan ramainya pemberitaan soal dugaan tender proyek bermasalah di Pemkot Manado membuat banyak pihak mengikuti dan bertanya-tanya apa yang terjadi sebenarnya di tubuh ULP Manado, terlebih Pemkot Manado. Itu sebabnya, Turangan meminta Wali Kota Manado mencopot Kabag Marcos Kairupan yang tidak maksimal menjalankan tugasnya tersebut.

‘’Dugaan tender proyek bermasalah ini berangsur-angsur terkuak. Ternyata ada monopoli pemenangan tender, kemudian ada dugaan kuat Kabag ULP datang ke rumah salah satu kontraktor dan meminta uang. Ini sangat memalukan. Ada pula disinyalir terjadi intervensi pemenangan proyek, setelahnya perusahaan tertentu yang telah lengkap dijatuhkan. Permainan yang akan terus dikejar kalau Kabag ULP ini masih diberikan kesempatan. Itu sebabnya, kami menyarankan Pak Wali Kota Manado segera mencopot Marcos dari posisinya sebagai Kabag ULP Manado,’’ ujar Turangan tegas.

Perusahaan yang menang tender (Foto Istimewa)

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini. Dari sumber orang dalam di ULP Manado menyebutkan ada operasi yang dilakukan untuk mengamankan perusahaan tersebut, dan sebaliknya menjegal perusahaan tertentu agar tidak menang lelang proyek. Nama Ko Ang juga disebutnya yang paling banyak mendapat proyek.

‘’Sudah bukan rahasia lagi, praktek mengamankan perusahaan tertentu agar menang selalu dilakukan. Jujur ini praktek busuk, tapi harus diungkap. Ada perusahaan tertentu yang lengkap berkasnya, juga mereka buat sedemikian rupa agar tidak menang dalam tender. Termasuk perusahaan dari Ko Ang yang banyak mendapat proyek untuk Tahun Anggaran 2018-2019,’’ tutur sumber yang mengaku dekat dengan pejabat di Bagian ULP Manado itu, dan meminta namanya tidak disebutkan dalam berita, Rabu (15/7/2020).

Sementara itu, telah dilakukan upaya dikonfirmasi redaksi Suluttoday.com sayangnya tidak terhubung ke Ko Ang. Beberapa kontraktor yang ditanya enggan memberitahukan kontak dari Ko Ang atau pengusaha sukses dan kontraktor luar biasa yang bernama lengkap Anri Liemang Mailoor.

Mobil yang diduga milik pejabat di ULP Manado, berada di depan salah satu kontraktor (Foto Istimewa)

Rabu (15/7/2020), ketika dikonfirmasi terkait dugaan pihak ULP Manado meminta uang, Kabag Marcos Kairupan membantah hal tersebut. Menurut birokrat mudah yang terlihat gesit ini, praktek semacam itu tidak pernah dilakukannya. Bahkan, Kairupan meminta jika terjadi hal seperti itu, harap disampaikan kepada dirinya.

‘’Tidak benar, tolong dikasi tau kalau ada yang begitu,’’ tukas Kairupan singkat, melalui WhatsApp.

(*/Bung Amas)

Wali Kota Manado Diminta Evaluasi Kinerja Kepala ULP

Wali Kota GSVL saat meresmikan Kantor UKPBJ Kota Manado (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Satu persatu kinerja Kepala Bagian (Kabag) Unit Layanan Pengadaan (ULP) atau Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kota Manado, Marcos Kairupan dikeluhkan. Kabag Marcos diduga menerapkan praktek monopoli pemenang tender proyek di UKPBJ Manado. Tak hanya itu, segudang masalah juga mencuat. Marcos dinilai tidak maksimal bekerja dan akan berefek terhadap Wali Kota Manado, Dr. GS Vicky Lumentut.

Terkait hal itu, Sabtu (11/7/2020), Ketua Umum LSM Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI), Tommy Turangan, SH angkat bicara. Tommy menyarankan Wali Kota GSVL, begitu Wali Kota Manado akrab disapa agar mengevaluasi kinerja Kabag UKPBJ Manado. Jebolan Fakultas Hukum Unsrat itu menyebut ketika Marcos makin mendapat keluhan masyarakat maka berpotensi reputasi Wali Kota GSVL menjadi tercoreng.

”Kami juga mendapati aduan masyarakat terkait kinerja Kabag ULP/UKPBJ Manado yang tidak beres. Sebelum makin banyak masalah yang mencuat ke publik, AMTI meminta Pak Wali Kota Manado, Dr. GS Vicky Lumentut agar segera mengevaluasinya. Bahkan sebelum DPRD Manado menyuarakan kami telah menelusuri dugaan kerancuan yang dilakukan UKPBJ Manado dalam proses lelang proyek. Karena bisa jadi hal ini dikait-kaitan dengan posisi Pak Wali Kota,” ujar Turangan.

Aktivis vokal yang dikenal tidak pernah takut menyuarakan dan mengungkap dugaan korupsi itu menambahkan dalam beberapa temuan dilapangan, AMTI mengendus adanya praktek monopoli perusahaan tertentu dalam memenangkan proyek di Kota Manado. Tidak hanya itu, Turangan menyebut disinyalir Kabag UKPBJ berperan dalam meloloskan sejumlah proyek yang sebetulnya tidak lengkap syarat-syaratnya.

”Tragisnya lagi, kami mendapati ada dugaan praktek monopolo pemenangan proyek yang dilakukan perusahaan tertentu. Lantas perusahan-perusahaan yang lain dikalahkan dengan cara-cara yang kurang berkenan. Selaku Kabag tentu Bung Marcos wajib bertanggung jawab atas hal tersebut. Jangan main-main karena dalam urusan seperti ini nama Wali Kota Manado juga dikait-kaitkan,” kata Turangan tegas.

Untuk diketahui, UKPBJ sebagai bentuk intergasi dari ULP dan LPSE secara nasional. Kepada Kabag Marcos saat dikonfirmasi melalui saluran telpon dan whatsApp, Sabtu (11/7/2020) enggan membalas apa yang ditanyakan. Sampai berita ini diterbitkan, konfirmasi Suluttoday.com belum mendapat balasan.

(*/Bung Amas)

iklan1