Tag: unsrat manado

Dies Natalis ke-62, Fakultas Hukum Unsrat Terus Ukir Prestasi

Kompak, Dr. Floras selaku Dekan dan para pimpinan Fakultas Hukum Unsrat (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com РMemajukan sebuah peradaban besar, memang harus diawali dari ruang dan skala dalam lingkup kecil. Usaha itu umumnya dimulai dengan disiplin, juga kesungguhan. Ketika memimpin Fakulas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Dr. Flora Pricilla Kalalo, SH.,MH, selaku Dekan tentu tidak lepas dari tantangan tugas yang dihadapinya. Atas bekal kemampuan, disiplin, pengalaman dan kemauan bekerja profesional Flora berhasil meraih sejumlah prestasi akademik.

Karya nyata itu terbaca dalam kegiatan puncak perayaan Dies Natalis ke-62 Fakultas Hukum Unsrat. Melalui keberhasilan tersebut, Flora tentu punya prinsip dan standar dalam bekerja. Rabu (2/12/2020), Dr Flora memaparkan laporannya bahwa segala visi misi yang ditetapkannya telah dicicil dalam kerja-kerja konkrit. Bagi Flora pengembangan aspek pendidikan begitu penting, itu semua dilakukannya dengan memicu semangat kerja bersama.

”Kami mulai melakukan banyak hal, dengan sungguh-sungguh. Tujuannya agar Fakultas Hukum Unsrat selalu terdepan. Atas kerja bersama itu, kita telah mampu memperkuatkan, memantapkan dan membenahi pengelolaan keuangan. Kita juga mendorong kerjasama, menggairahkan, memajukan kegiatan-kegiatan penelitian,” ujar Flora yang juga jebolan Aktivis mahasiswa Cipayung ini.

Melalui Dies Natalis yang mengangkat tema: Dedikasi pendidikan hukum di tengah pandemi COVID-19 menuju Indonesia New Normal, Flora menyemangati dan memotivasi segenap civitas akademika Fakultas Hukum Unsrat untuk selalu mengedepankan profesionalisme. Flora dalam laporannya juga menempatkan Fakultas Hukum sebagai satu-satunya Fakultas yang disegani, produktif, berkelas dan maju minimal di Unsrat, bahkan secara luas lagi di Sulawesi Utara, Indonesia dan di mata dunia Internasional.

Foto bersama Dekan Flora Kalalo bersama para dosen (Foto Suluttoday.com)

”Jadikan Fakultas Hukum Unsrat tempat kita bekerja dan berkarya, berikan yang terbaik dan buatlah Fakultas Hukum Unsrat menjadi yang terbaik. Layak kita saling memberi apresiasi atas kerja-kerja kita. Kita telah berupaya serius mewujudkan kompetensi dan mendorong kompetisi di tingkat mahasiswa. Karena keberhasilan pendidikan dapat dinilai dari beberapa faktor, diantaranya faktor media pembelajaran. Sarana prasarana, kurikulum, infrastruktur, tenaga pengajar dan kecerdasan dari mahasiswa itu sendiri. Semua faktor itu harus bersinergi, dari situlah kita menghasilkan mutu pendidikan dan lulusan yang handal,” kata Flora.

Untuk diketahui,¬†sejumlah prestasi yang diraih mahasiswa Fakultas Hukum Unsrat saat dirinya menjadi Dekan. Diantaranya, Juara 1, 2, 3 kompetisi Debat Ilmiah Mahasiswa se-Sulawesi Utara, pada kegiatan ”FEBI Competition”, yang dilaksanakan kampus IAIN Manado 2019. Juara Harapan 1 Lomba Debat Tingkat Nasional Bawaslu Republik Indonesia (RI) tahun 2019. Setelahnya, Juara Favorit, Lomba Debat Nasional dalam Perayaan HUT Lembaga Debat Hukum dan Konstitusi ke-VII 2020. Tak hanya itu, torehan prestasi juga dari mahasiswa Fakultas Hukum Unsrat yang ikut dalam lomba Penulisan Opini, dan mendapatkan Juara 1.

Lomba tersebut dilaksanakan Himapa Universitas 17 Agustus 1945 Tingkat Nasional tahun 2020. Dibidang selanjutnya, Juara 4 Penulisan Artikel Ilmiah Tingkat Daerah Sulawesi Utara 2020. Selanjutnya, Juara 1 Lomba Debat Formasi Universitas Mataram Tingkat Nasional 2020. Terakhir, prestasi gemilang diraih yakni mendapatkan Juara 1 dan 2 di FEBI Competition se-Sulawesi Utara tahun 2020.

(*/Amas)

FISPOL Unsrat Gelar Kuliah Umum Bahas Asas dan Hambatan Implementasi Pemilu

Dekan FISPOL, Dr. Vonie Pioh dan Kajur Pemerintahan Dr. Welly Waworundeng (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Hajatan demokrasi di Indonesia memang selalu menampilkan dinamika yang beragam. Disisi yang lain, masyarakat menghendaki agar proses Pemilihan Umum (Pemilu) melahirkan praktek penegakan keadilan. Aspek langsung umum bebas rahasia dan jujur adil benar-benar diselaraskan dalam tindakan masyarakat masyarakat. Memastikan bahwa kendaraan demokrasi kita masih berstamina, berada di jalan benar, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) kini membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Nomor 7 tahun 2017.

Seperti diketahui, saat ini DPR RI sedang dalam penggodokan revisi UU No 7 tahun 2017 tentang pemilu. Tentu masih banyak hal yang perlu diperbaiki lewat UU itu. Sebagai kontribusi nyata Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISPOL) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado terhadap penguatan UU Pemilu, Kamis (26/11/2020) besok, akan digelar Seminar dan Kuliah Umum yang menghadirkan pembicara dari pusat yaitu Dr Nur Hidayat Sardini yang dikenal sebagai mantan ketua Bawaslu RI.

Pemberi materi dalam Kuliah Umum (Foto Istimewa)

Yang tampil sebagai pembicara pembanding yakni dosen Kepemiluan Dr Ferry Daud Liando. Rabu (25/11/2020), saat diwawancarai, Ketua Jurusan Ilmu pemerintahan Dr Welly Waworundeng mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan program jurusan yang bertujuan mengembangkan keilmuan sekaligus menyerap pasukan akademisi terhadap dunia demokrasi di Indonesia.

”Pertama sebagai kontribusi civitas akademika terhadap perkembangan pemilu di Indoensia. Kedua sebagai kewajiban kampus untuk pengabdian masyarakat dan ketiga sebagai bahan penguatan untuk dokumen akreditasi dan keempat sebagai sarana menimbah pengetahuan baik bagi dosen maupun mahasiwa,” ujar Waworundeng.

(*/Amas)

Hindari Bahaya Laten Politik Uang, Pengamat Politik Bagikan Tips

Burhan Niode (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Pemilihan Wali Kota Manado 9 Desember 2020, diperkirakan mendapat ancaman serius dari dua hal yakni politisasi SARA (Suku Agama Ras dan Antar golongan) dan politik uang (money politic). Menurut pengamat politik Sulawesi Utara (Sulut), Dr. Burhan Niode, MA pragmatisme politik menjadi semacam langganan bagi masyarakat yang kehadirannya lima tahun sekali.

”Money politic merupakan fenomena “lima tahunan” pada setiap perhelatan pilkada. Untuk Pilkada 2020 potensi money politik cukup tinggi, termasuk di Pilwako Manado, karena pilkada sekarang bertepatan dengan pandemi Covid 19, sehingga praktiknya tdk terbatas pada pemberian uang dan sembako seperti yang terjadi para pilkada sebelumnya, tetapi modus politik uang bisa berbentuk bantuan alat kesehatan dan dan bantuan sosial,” kata Niode, Dosen pengajar mata kuliah Pemikiran Politik Islam ini, Minggu (15/11/2020) saat diwawancarai Suluttoday.com.

Praktik politik seperti itu, tambah Niode, setidak-tidaknya dihindari oleh para calon kepala dan wakil kepala daerah karena keberhasilan dalam memenangkan kontelasi Pilkada tidak hanya dilihat dari hasil akhir peritungan suara tetapi dilihat juga dari proses memperoleh suara. Niode yang juga pengajar mata kuliah Metodologi Ilmu Politik, itu menyebutkan bahwa ketika prosesnya bermasalah, maka proses penyelenggaraan pemerintahan selama lima tahun kedepan pasti akan bermasalah. Karena kapitalisasi ekonomilah yang akan dikejar guna menutupi biaya kampanye.

”Ujung-ujungnya yang dilakukan adalah akumulasi modal. Bukan akumulasi pembangunan bagi masyarakat. Untuk itu, perlu kesadaran dari para calon untuk berani dan terbuka menyatakan tidak akan mempraktikan money politic,” ujar Niode.

Disampaikannya pula, problem utama dalam tumbuh suburnya praktek politik uang disebabkan kesadaran masyarakat yang mulai terbangun dengan tradisi berpolitik yang materialistik. Disebutnya, semua pihak harus bersatu-padu dalam menghentikan denyut pergerakan politik uang yang kian mengganas saat ini. Niode juga meminta masyarakat untuk melakukan penolakan terhadap politik uang yang dilakukan politisi atau calon kepala daerah.

”Permasalahan money politic adalah tanggungjawab semua pihak. Untuk itu diharapkan Parpol pendukung juga ikut mendukung untuk tidak mempraktikan money politic. Dan bagi masyarakat harus secara lantang menyatakan menolak segala bentuk Politik uang,” tutur Niode, yang juga pengajar mata kuliah Sistem Politik Indonesia dan Pemikiran Politik Indonesia di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISPOL) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini.

Lebih lanjut, Niode mengatakan pentingnya para calon kepala daerah mempromosikan program disaat last minute (menit terakhir). Bukan berbondong-bondong menjanjian uang kepada pemilih yang dampaknya cenderung merusak masa depan demokrasi. Idealnya, menurut Niode membangun rasionalitas masyarakat untuk membaca program calon kepada daerah yang perlu didahulukan.

”Yang harus ditonjolkan oleh para calon di minggu-minggu terakhir ini meyakini para pemilih melalui tawaran program-program pembangunan yang benar benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk bisa mengatasi sekaligus keluar dari permasalahan pandemi Covid-19 serta permasalahan permasalahan lainnya,” ujar Niode.

(*/Amas)

LPPM Unsrat Gelar Pendidikan Politik di Pesantren Alkhairat Manado

Dr. Burhan Niode, MA ketika menyampaikan materi (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Momentum pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 memang tak lepas dari tantangan. Sehingga demikian berbagai pihak, terlebih kampus sebagai institusi pendidikan juga bertanggungjawab mencerahkan amsyarakat agar terhindar dari praktek yang merusak nilai-nilai demokrasi. Mengambil peran dalam pencerahan demokrasi, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado melaksanakan Pendidikan Politik bagi pemilih pemula.

Rabu (14/10/2020), melalui skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unsrat menggelar kegiatan Pendidikan Politik Pemula bagi Siswa Pondok Pesantren Alkairat Manado. Kegiatan tersebut seperti disampaikan Dr. Burhan Niode, MA saat ditemui disela-sela kegiatan edukasi politik tersebut.

”Walaupun kegiatan ini terbatas diikuti oleh perwakilan siswa. Tetapi paling tidak, menjadi bekal pengetahuan politik yang didapati dalam kegiatan ini. Diharapkan akan disebarluaskan ke siswa-siswa yang lain dan pemilih pemula yang ada lingkungan tempat tinggal mereka,” kata Burhan, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISPOL) Unsrat ini, Rabu (14/10/2020).

Selanjutnya, program Pendidikan Politik terhadap pemilih pemuda itu diikuti para tim dosen Unsrat diantaranya, Drs. Ismail Rachman. Tambah Burhan, dosen yang sering tampil dalam Seminar dan Dialog Publik di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sangat positif dan menjadi kontribusi kampus dalam mendorong terwujudnya praktek demokrasi yang substantif. Para pemilih pemula menang menjadi posisi penting dalam partisipasi politik di Pilkada yang perlu diberikan pendampingan dan pendidikan yang memadai.

Peserta PKM usai mengikuti kegiatan (Foto Suluttoday.com)

”Kegiatan ini dilaksanakan dengan menerapkan Protokol Kesehatan Covid -19, guna mencegah menyebaran virus Corona. Adapun kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk ceramah dan diskusi dalam rangka memperkenalkan tentang apa itu politik? Apa itu demokrasi? Apa itu pemilu/pilkada? Apa pentingnya pemilu/pilkada? Mengapa harus memilih? Siapa yang harus dipilih? Dan Bagaimana setelah memilih?. Tentu ini sangat penting. Pemilih pemula memang harus diberi pemahaman, dicerahkan agar ikut ambil bagian mendorong terlaksananya Pilkada yang berkualitas,” ujar Burhan.

Sekedar diketahui, kegiatan ini diikuti oleh 15 siswa-siswi Pondok Pesanren Alkhairaat Manado, dengan tujuan (1) memberikan pendidikan politik, demokrasi, dan pemilu/pilkada; (2) membangun gerakan memilih yang cerdas, kritis, dan berorientasi pada masa depan bangsa dan negara; dan (3) menumbuhkan komitmen kepada pemilih pemula untuk menjadi pemilih cerdas, aktif, dan bertanggung jawab.

(*/Amas)

Antisipasi Penularan Covid-19, Fakultas Hukum Unsrat Lakukan Rapid Test

Tenaga medis ketima melakukan rapid test (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Memastikan bahwa civitas akademika Fakultas Hukum (FH) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado terbebas dari penyebaran pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Senin (12/10/2020) Dekan Fakultas Hukum Unsrat Manado, Dr. Flora Kalalo, SH.,MH melakukan rapid test. Kegiatan ini melibatkan para dosen, honorer, sampai para sopir. Hal itu disampaikan Flora di tengah berlangsungnya rapid test di Fakultas Hukum Unsrat.

”Tentu kita terus mengantisipasi dan ekstra berupaya memutuskan mata rantai penularan Corona Virus di kampus, terutama Fakultas Hukum Unsrat. Untuk hari ini kita melaksanakan rapid test kepada para dosen, honorer, cleaning service, satpam dan sopir,” kata Flora saat diwawancarai Suluttoday.com.

Dosen yang dikenal selalu tampil mengisi Seminar Nasional, Dialog Publik dan aktif di media massa itu mengajak seluruh stakeholder di Fakultas Hukum Unsrat agar mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Patuhi aturan sekaligus giat melakukan edukasi kepada publik. Menurut Flora penerapan social distencing harus tetap dipraktekkan meski telah memasuki era new normal.

Keluarga besar civitas Akademika Fakultas Hukum Unsrat yang ikut rapid test (Foto Suluttoday.com)

”Mari kita sama-sama patuh protokol kesehatan. Jangan lupa cuci tangan, jaga jarak, menggunakan masker dan tetap memakai hand sanitizer. Tidak boleh diabaikan standar protokol kesehatan. Terlebih lagi saya mengajak civitas akademika Fakultas Hukum Unsrat agar menjadi teladan dalam sosialisasi melawan penularan Covid-19. Di era new normal sekalipun, tetap menghindari kerumunan menjadi perhatian kita bersama,” ujar Flora.

Selain itu, saat ditanya terkait anggaran yang digunakan untuk kegiatan rapid test, Dekan Fakultas Hukum Unsrat yang murah senyum dan akrab dengan wartawan itu menjelaskan bahwa dana dibebankan melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Fakultas Hukum Unsrat. Sementara itu yang ikut melakukan rapid test berjumlah ratusan orang.

Berlangsungnya rapid test di Aula Fakultas Hukum Unsrat (Foto Suluttoday.com)

”Biaya rapid test tidak dibebankan ke masing-masing dosen atau mereka yang ikut dirapid test. Melainkan dana diambil dari PNBP Fakultas Hukum Unsrat. Puji Tuhan kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Kurang lebih 150 orang yang mengikuti rapid test. Mereka terdiri dari dosen, honorer, cleaning service, satpam, dan sopir,” tutur Flora menutup.

(*/Amas)

iklan1