Tag: unsrat

PKM Unsrat di Tomohon Ikut Perkuat Ekonomi Masyarakat

Foto bersama usai kegiatan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Berperan aktif, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado juga melakukan kegiatan Program kemitraan masyarakat di Jemaat GMIM Yobel Uluindano, Jumat (4/10/2019). Kegiatan yang bertempat dilaksanakan di rumah keluarga Ndahwali-Polii, Penatua wanita kaum Ibu GMIM Yobel Uluidano Kota Tomohon dihadiri oleh 35 orang wanita kaum ibu Jemaat setempat.

Program ini di Bimbing langsung oleh dosen Unsrat dalam hal ini Victoria N Untu, SE.,M.Si, Ketua tim, Maria V.J. Tielung, SE.,MM, anggota tim, Dra S. Moniharapon, MM, anggota tim. Program kemitraan masyarakat yang melibatkan warga jemaat GMIM Yobel Uluidano, merupakan Implementasi dari Tridharma Perguruan Tinggi yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian yang ditargetkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Victoria selaku Ketua Tim. Ditambahkannya lagi bahwa diwujudkannya Tridharma Perguruan Tinggi bertujuan untuk mewujudkan pemberdayaan serta kemandirian masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi dari tridharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat,” ujar Victoria.

“Tujuan kegiatan ini adalah sharing pengetahuan tentang manajemen kepada masyarakat Uluindano khususnya wanita kaum ibu Jemaat GMIM Yobel Uluidano,” lanjut ketua tim.

Tidak hanya itu, Victoria menyebutkan kedepan kegiatan ini akan terus dilaksanakan. Sasaran diantaranya dari kegiatan ini ialah pada pengelolaan keuangan keluarga.

“Yang nantinya dengan pelaksanaan kegiatan ini sekiranya pengetahuan masyarakat tentang bagaimana mengatur keuangan keluarga dapat lebih baik sehingga diharapkan kesejahteraan keluarga dapat lebih ditingkatkan,” tutur Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsrat ini menutup. (*/Redaksi)

Buntut Demo Mahasiswa, Sekwan Provinsi Sulut Dipolisikan HMI Manado

Pengurus HMI Cabang Manado adukan oknum Sekwan ke Polresta Manado (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Terjadinya peristiwa pemukulan terhadap kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manado, Rabu (26/9/2019) mendapat respon tegas pengurus HMI Cabang Manado. Pasalnya, oknum yang melakukan pemukulan merupakan Sekretarias Dewan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Menanggapi hal ini Ketua Umum HMI Cabang Manado, Iman Karim mengutuk keras perilaku bar-bar tersebut karena telah mencoreng demokrasi.

”Kami mengutuk tindakan anarkis yang ditunjukkan oknum Sekwan DPRD Sulutu. Seharusnya demokrasi adalah kebebasan menyuarakan pendapat di muka umum sesuai dengan ketentuan-ketentuan tertentu. Apalagi oknum pemukul merupakan salah satu ASN di lingkup DPRD Provinsi Sulut. Beliau pamong yang layaknya menjadi contoh bagi kami para Mahasiswa,” ujar Karim dengan nada menyangkan.

Tambah Karim bahwa pihaknya mendesak oknum ASN tersebut agar mundur dari jabatannya. Selain itu, Ketum HMI yang juga alumnus Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini menyampaikan pihaknya telah menempuh jalur hukum.

”Kami tegaskan oknum tersebut merupakan penghianat Reformasi. Itu sebabnya, harus mundur dari jabatannya karena tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Lalu kami juga meminta kepada pelaku agar segera meminta maaf kepada seluruh kader HMI Cabang Manado atas tindakan anarkisnya melalui media. Kami juga telah menempuh jalur hukum dengan membuat laporan di Polresta Kota Manado, atas dugaan penganiyaan tersebut,” tutur Karim menutup. (*/Redaksi)

Seruan Aksi Tolak RUU Kontroversi dari Sulawesi Utara Menggema

Aksi unjuk rasa aktivis anti korupsi di Sulut beberapa waktu lalu (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Reaksi publik terutama dari aktivis mahasiswa dan kelompok pro demokrasi terus bergerak massif. Kali ini aksi terkait penolakan sejumlah pasal kontroversi dari Rancangan Undang-Undang (RUU) Komisi Pembetarantasan Korupsi (KPK) dan RUU KUHP menyeruak di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Bahkan di Sulut, akan dirangkaikan dengan doa untuk Papua agar damai.

Hal tersebut disampaikan Risat Sanger selaku Koordinator Aksi. Sanger jebolan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsrat Manado yang kini menjabat sebagai Koordinator Jaringan Aktivis Sulut itu mengajak kepada seluruh Massa aksi diharapkan berkumpul di Taman Patung Wolter Monginsidi untuk menggelar aksi damai.

”Kita akan menggelar aksi damai konstitusional pada hari Kami, 26 Sept 2019. Pukul 16.00 hingga 18.30 Wita, dengan titik kumpul di Patung Wolter Monginsidi. Massa aksi diharapkan memakai Jaket Almamater masing-masing kampus bagi mahasiswa, dan bagi Masyarakat penggiat anti korupsi menggunakan baju Hitam. Diperkenankan membawa bendera Organisasi masing-masing,” ujar Risat didampingi sejumlah aktivis Gerakan Anti Korupsi Sulut.

Lanjut Risat mantan Korda FOKUSMAKER Sulut ini bahwa pihaknya menghimbau juga massa aksi supaya membawa Thumbler minuman masing-masing.(*/Redaksi)

Selanjutnya, ini sejumlah tuntutan aksi diantaranya;

Tuntutan :
1. Tolak UU KPK hasil revisi DPR, RUU KUHP dan usut tuntas kebakaran hutan Riau.

2. Mendoakan untuk kedamaian di Papua.

Polbangtan-Faperta Unsrat Galang PWMP

Pelaksanaan Bimtek (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Politeknik Pengembangan Pertanian (Polbangtan) dan Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat Manado bekerjasama dalam menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan pada generasi muda Sulawesi Utara. Hal tersebut terangkum dalam bimbingan teknis Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) di salah satu hotel di kawasan Mega Mas Manado.

Dekan Faperta Unsrat, Prof Ir Robert Molenaar MS PhD saat membuka kegiatan sangat antusias atas kerja sama yang baru terjalin. Molenaar mengatakan dengan bertumbuhnya Wirausahawan Muda yang merupakan jebolan fakultas diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran dan ke depannya mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Sementara itu narasumber dari Polbangtan, DR Ir Syaifuddin MP selaku Direktur Polbangtan menegaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan program dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Peserta kegiatan pun sangat antusias terlebih sejak dini sudah diperlengkapi untuk masuk dalam dunia usaha yang semakin banyak saingannya.(cat)

Warga Sulut: ‘Torang Cinta Indonesia, Torang Sayang Papua’

Berlangsungnya tatap muka bersama insan pers (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Imbas dari perlakukan yang diduga mendiskriminasi warga Papua di Surabaya belum lama ini membawa dampak yang menghawatirkan keberadaan warga Papua yang berstudi di luar tanah Papua. Pasalnya, di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terinformasi sejumlah mahasiswa Papua yang berstudi di bumi Kawanua mulai kembali ke tanah kelahiran mereka.

Ada yang terpicu alasan merasa tidak nyaman lagi ditanah rantau akibat perlakuan rasis terhadap mereka. Sabtu (7/9/2019) warga Sulut yang tergabung dari Jaringan Aktivis Mahasiswa, Ikatan Alumni Unsrat, Manado Cyber Community menyampaikan sejumlah pernyataan sikap.

”Kami punya ikatan yang kuat dengan rekan-rekan warga Papua. Saat kuliah bersama, mereka ramah, baik-baik, dan pintar. Untuk warga Sulawesi Utara ‘torang cinta Indonesia, torang sayang Papua’ (kami cinta Indonesia, kami sayang Papua) tak ada diskriminasi di negeri ini. Kami mengajak rekan-rekan untuk melanjutkan studinya, tak usah terprovokasi dengan kejadian yang sebetulnya kebenarannya masih diragukan,” ujar Risat Sanger, Koordinator Jaringan Aktivis Mahasiswa Sulut ini tegas.

Lanjut mantan Ketua FODIM Universitas Sam Ratulangi Manado (Unsrat) itu menduga kuat ada aktor intelektual di balik kepulangan sebagian mahasiswa Papua ke daerah mereka. Aktivis yang dikenal vokal itu menjamin bahwa warga Sulut yang berasal dari Papua pasti aman berada di Nyiur Melambai, itu sebabnya melanjutkan aktivitas studi dikatakan harusnya menjadi prioritas.

Hal senada juga disampaikan Dekan Fakultas Hukum Unsrat Flora Kalalo, bahwa pentingnya seluruh masyarakat membaca kembali Undang-Undang di Republik Indonesia tercinta. Dimana pasal yang berkaitan dengan referendum tidak ada dalam konstitusi bernegara kita. Flora juga mengajak para mahasiswa Papua yang studi di Sulut untuk fokus menyelesaikan studinya.

Suasana dialog (FOTO Suluttoday.com)

”Berkaitan dengan istilah referendum itu sudah dicabut di TAP MPR 8/1998. Mari kita sama-sama membaca konstitusi bernegara kita supaya tidak salah kapra mengartikan aturan. Selain itu, saya mengajak seluruh warga Papua yang melakukan studi di daerah ini agar tetap melaksanakan tugas-tugas akademiknya. Semoga yang kuliah bisa segera selesai dan memperoleh gelar sarjana, kemudian dapat mengabdi memajukan daerah,” tutur Flora

Turut hadir pada pertemuan kali ini adalah Pengamat Politik Sulawesi Utara Johny Lengkong yang juga dosen Unsrat Manado dan Amas Mahmud, Sekretaris DPD KNPI Manado yang juga Alumni Unsrat Manado. Mereka juga diberikan kesempatan menyampaikan sejumlah pernyataan, serta ajakan agar mahasiswa Papua tetap tidak terprovokasi isu hoax. (*/Redaksi)

iklan1