Tag: vanda sarundajang

Nama Dondokambey dan Rhamdani Melejit Dipentas Caleg DPR RI

Adriana Dondokambey dan Benny Rhamdani (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Tanda kemenangan caleg PDIP Sulut ke DPR RI sudah terbayang. Dari 16 peserta Pemilu 2019-2024, starting six partai berlogo banteng dalam lingkaran paling mengerikan. Keenamnya dikenal bertaji tajam mendulang suara.

Ini terbukti, dari beberapa survey, termasuk poling terbaru yang dilakukan litbang Harian Manado 28-29 Maret 2019. Dari 154 responden yang tersebar di 15 kabupaten dan kota, dua caleg PDIP Sulut untuk senayan meraup suara tertinggi. Jauh meninggalkan lawan dan kawan.

Adriana Dondokambey mendulang dukungan 15,58 persen. Dukungan suara kakak kandung Gubernur Sulut Olly Dondokambey merata menyebar di Manado, Bitung-Minut, Minahasa raya, Nustra dan Bolmong raya. Adriana mendapat dukungan suara tertinggi dari Minahasa raya sekira 41,7 persen, Bitung-Minut 33,3 persen, Manado 20,8 persen dan terendah dari Bolmong raya hanya 4,2 persen.

Di urutan kedua mantan Bupati Bolsel Herson Mayulu. Tandem Adriana ini merengkuh suara sebanyak 14,94 persen. Arus dukungan dari pemilih Manado 52,2 persen dan BMR 47,8 persen. Sementara Vanda Sarundajang berpeluang masuk ke Senayan untuk periode ketiga, karena suara anak mantan gubernur Sulut SH Sarundajang sekira 4,5 persen. Andaikata tiga caleg lain sama signifikan, maka kans PDIP memborong tiga kursi bukan mustahil.

”Perolehan suara caleg PDIP signifkan. Dari enam caleg, lima masuk dalam poling,” kata tim data Litbang Harian Manado Rio Pratama Senin kemarin. Di posisi ketiga caleg Partai Demokrat James Karinda. Politisi muda Partai Demokrat ini meraih dukungan 11,69 persen. Ia meraih cukup besar di Manado 94 persen, sisanya Minahasa 5,6 persen. Andaiakata pemilu 17 April pekan ini, hampir dipastikan kursi PD akan direbut James dari seniornya EE Mangindaan Yang fenomenal adalah caleg Partai Hanura Benny Rhamdani. Senator dapil Sulut ini meraih dukungan suara 6,4 persen.

Dia satu-satunya caleg Hanura yang dipilih dalam poling. Hanya sayang, kerja keras mantan legislator DPRD Sulut ini akan sia-sia kalau tandemnya tidak meraih suara tinggi. Apalagi, survei nasional Hanura sulit masuk ambang batas parlementary threshold (PT) 4 persen. Peluang meraih kursi senayan Partai Golkar. Dua kepala daerah sebagai modal Partai Golkar.

Kans terbesar di tangan Adrian Paruntu putra mahkota PG dan Jerry Sambuaga, incumbent PAW Aditya Moha. Paruntu yunior meraih dukungan 4,55 persen, jauh di atas Jerry Sambuaga 1,3 persen. Kursi terakhir atau kursi keenam masih tanda tanya. Meski prediksi para pengamat melihat Partai Nasdem punya kans menggeser caleg Partai Gerindra dan PAN.

Hasil poling menunjukkan peluang kursi ada di tangan Felly Runtuwene dan Hillary B Lasut. Srikandi asal Minsel ini meraih dukungan 5,8 persen. Gaco dari Surya Paloh ini meraih dukungan terbanyak di Manado 33 persen dan Nustra 33 persen.

Sementara yuniornya Hillary anak bupati terpilih Elly Lasut peluang merampas kursi terakhir karena dukungan dari kepulauan Nustra sekitar 71 persen dn Minahasa raya 28 persen.

”Bisa saja bu Felly atau Hillary meraih kursi Nasdem. Karena keduanya punya basis dukungan yang berbeda. Felly berharap suara Minsel, Manado dan Bitung Minut. Hillary menggantungkan harapan ke bapaknya Elly Lasut, pendukung di Tomohon dan Mitra,” katanya.

Seperti diketahui, poling yang dilakukan tim Harian Manado dilakukan secara random di 15 kabupaten/kota. Dari 154 responden, yang belum menyatakan pilihan 5,84 persen. Alasan mereka belum tahu siapa yang akan dipilih. Bagaimana peluang caleg Gerindra dan PAN? Hasil poling, andalan Gerindra Wenny Warouw hanya meraih dukungan 2,6 persen.

Mantan jenderal polisi ini meraih suara tertinggi di Manado. Di line up Gerindra hanya Wenny yang kuat. Selebihnya belum terlalu popular secara luas. Kursi Gerindra bisa terancam, kalau hanya Wenny bekerja sendirian. Berbeda dengan periode 2009-2014, line up Gerindra diisi Audy Lieke dan Mayjen (purn) Glen Kairupan. Yang paling memiriskan, adalah PAN.

Komposisi PAN yang kurang menggigit untuk DPR RI, membuat kursi yang direbut dua periode sebelumnya terancam embang ke partai lain. PAN saat ini mengandalkan Amelia Landjar dan Bara Hasibuan. Keduanya ditopang dr Makmun Jafara dan Dedy Dolot.(*/Redaksi)

VaSung Utamakan Tugas Partai

Vanda Sarundajang (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Disebut-sebut sebagai salah satu calon kuat Walikota Manado, Vanda Sarundajang (VaSung) menyatakan dirinya mengutamakan tugas partai.

“Penugasan saya oleh partai saat ini adalah untuk memenangkan suara partai melalui Pileg 2019, bersama dengan kader-kader terbaik partai yang lain,” ujarnya kepada media ini Kamis (26/07/2018).

Ditambahkan Sarundajang bahwa pemilihan walikota Manado masih lama dan dirinya belum berkonsentrasi untuk itu. “Pilwako Manado masih jauh.  Dan saat ini saya berkonsentrasi untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019,” tambah anggota DPR RI yang kembali masuk calon anggota legislatif dari Partai Politik Berlambang Banteng Moncong Putih.

Putri mantan Gubernur Sulawesi Utara, DR Sinyo Sarundajang belakangan ini memang masuk nominasi calon pemimpin masa depan Kota Manado. Terakhir disebutkan menjadi pasangannya Christiano Talumepa.(Cat)

Anak Mantan Gubernur Dirindukan Pimpin Manado

Taufik Tumbelaka (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pilwako Manado mulai diramaikan sejumlah nama pejabat Pemprov Sulut seperti Roy Mewoh, Chres Talumepa, Edison Humiang, HTR Korah melihat dari hasil Pilkada Minahasa dan Sitaro dimana dua birokrat senior maju dan menang, namun itu merupakan motivasi bagi sejumlah anak mantan Gubernur untuk maju bertarung di Pilwako Manado.

Saat ini sejumlah nama mantan anak Gubernur mulai ramai dibicarakan seperti Harley Mangindaan, Taufik Tumbelaka, Jefry Rantung, Inggrid Sondakh dan Vanda Sarundajang memiliki kans dan simpati di Sulut khususnya Kota Manado karena nama besar mereka tak lepas dari suksesnya orang tua mereka memimpin Sulut.

Taufik Tumbelaka saat ditanya menegaskan siapa takut, sementara Harley Mangindaan menyatakan saat ini yang paling penting komunikasi enak dengan semua orang  dan enjoy. Sementara itu Pengamat Politik dan Pemerintahan Unsrat DR Ferry Liando menyatakan keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya dirasakan oleh pemimpin itu pada saat menjabat. Namun dampaknya akan bermanfaat ketika pemimpin itu tidak menjabat lagi.

“Jika pemimpin itu berhasil maka akan berdampak kepada kerabat yang ada di dekatnya. Di AS keluarga Bush begitu gampang mendapatkan jabatan dikarenakan kesenangan masyarakat AS terhadap Bush senior. Di Indonesia, Megawati pernah terpilih menjadi Presiden karena simpati publik terhadap Soekarno sebagai pejuang dsn pendiri bangsa. Jika para pemimpin di Sulut berhasil dan menuai simpati publik maka akan berdampak pula pada kerabat-kerabatnya,” ujar Liando.

”Sehingga jika ada kerbat pemimpin yang disukai itu mencalonkan diri pada jabatan publik yang dipilih langsung maka akan sangat diuntungkang jadi jika ada anak-anak penjabat di Sulut tampil mencalonkan diri maka prestasi orang tuanya akan sangat menentukan,” tegas Aktivis Unsrat dan Senior GMKI Manado ini.

Lanjut Liando, jika prestasi orang tuanya buruk pada saat memimpin daerah ini maka akan sulit bagi anak-anaknya untuk bersaing. Biasanya dosa-dosa politik orang tua, menjadi penghambat bagi anak-anaknya untuk berkompetisi. Liando pun berharap ini jadi pelajaran buat para politisi. Jika ingin mewariskan sesuatu kepada anak cucu maka berusaha menjadi pemimpin yang baik.

Jika dalam kepemimpinan memiliki prestasi baik maka dampak politiknya adalah akan bermanfaat secara langsung bagi generasi penerusnya dalam kesempatan meraih kekuasaan politik. (Cat)

Astrid Kumentas: Perduwisindo Kembangkan Pariwisata Sulut

Suasana berlangsungnya Launching (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Mengingat sektor Pariwisata salah satu unggulan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), maka pemandu wisata diharapkan memiliki wawasan maupun pengetahuan mengenai obyek-obyek wisata yang ada di Sulut.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPR RI Vanda Sarundajang saat tampil sebagai salah satu narasumber, dalam Launching Perduwisindo (Perkumpulan Pemandu Wisata Indonesia) di Tuna House, Karangria, Manado, Rabu (13/6).

“Pengetahuan soal obyek – obyek wisata itu sangat penting,” ujar Sarundajang.

Personil Komisi X sebagai mitra kerja Kementerian Pariwisata itu mengakui pentingnya peran pemandu wisata dalam mendampingi para wisatawan. Dikatakannya, bidang pariwisata salah satu sektor unggulan dalam mendukung upaya pemerintahan ODSK.

“Saya berharap Perduwisindo bisa menjadi wadah yang sangat konstruktif bagi pengembangan dunia pariwisata di Sulut,” tukas Putri Duta Besar Republik Indonesia untuk Filipina merangkap Kepulauan Marshall dan Republik Palau Dr SH Sarundajang.

Sementara Ketua Perduwisindo Sulut Astrid Kumentas mengatakan siap bekerjasama dengan Pemerintah untuk mengembangkan sektor Pariwisata. “Kehadiran Perduwisindo akan selalu menunjang pelaku pariwisata dari masyarakat umum,” pungkasnya.

Founder Perduwisindo Refindo Tawaris sendiri bangga dengan hadirnya wadah baru menyangkut pariwisata dalam hal pengembangan. Apalagi Perduwisindo telah memiliki kepengurusan lengkap, guna menopang eksistensi kedepan.

Perduwisindo berterima kasih kepada para undangan dan narasumber yang hadir dalam launching seperti Ayub Ali Albugis (DPRD Sulut), Robert Tambuwun (DPRD Manado) dan Christian Yokung (Tokoh Pengusaha Sulut). (don)

DPR RI Sidak Perpustakaan Daerah Sulut

Suasana Sidak di Perpustakaan Daerah Provinsi Sulut (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Para wakil rakyat, khususnya dari Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Kamis (1/3/2018) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Perpustakaan Daerah Sulawesi Utara.

Didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sulawesi Utara, Jani Lukas, sejumlah anggota dewan cukup prihatin melihat kondisi pasca banjir bandang tahun 2014 lalu yang membuat kerugian bagi perpustakaan hingga miliaran rupiah.

Dalam pembicaraan singkat, para wakil rakyat tersebut menyetujui akan adanya perpustakaan digital yang menambah minat serta kunjungan di perpustakaan. Salah satu anggota komisi X DPR RI, Vanda Sarundajang sebelum menyerahkan kenang-kenangan juga berdialog dengan beberapa pengunjung dan pegawai. (Cat)

iklan1