Tag: vicky

Sambut Tahun 2016, GSVL Ajak Seluruh Warga Manado ‘Bongkar Kebiasaan Lama’

Wali Kota GSVL (Foto Ist)

DR GS Vicky Lumentut (Foto Ist)

MANADO – DR GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado periode 2010-2015, yang baru saja mengakhiri masa jabatan di bulan Desember 2015 ini menitipkan pesan penting pada tahun baru 2016 bagi warga Manado yang dicintainya. Bagi GSVL sapaan akrab Lumentut, semua manusia tak luput dari salah dan khilaf, namun begitu pentingnya manusia sebagai makhluk sosial terus berubah dari yang tidak baik menjadi lebih baik.

Mari kita tinggalkan semua perbuatan dan pengalaman baik, kurangbaik, besar, kecil slama thn 2015 dan kita bersiap diri dan hati bersih untuk bersiap masuk tahun 2016 dengan tekad mau berbuat yang baik meskipun itu kecil untuk kepentingan sesama. – DR GS Vicky Lumentut, yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ini, Kamis (31/12/2015).

GSVL yang dikenal sebagai pemimpin yang menghargai pluralitas ini meminta semua elemen warga Manado agar ikut mendukung pemerintah dan aparat keamanan untuk menjaga keamanan di akhir tahun 2015 dan menyongsong tahun baru 2016.

”Selaku warga Kota Manado yang merindukan kenyaman bersama, mari kita membantu pemerintah dan pihak TNI/Polri untuk menjaga keamanan sekitar kita. Agar kemudian, hal-hal yang kita khawatirkan dapat mengganggu keaman dapat kita minimalisir,” ucap GSVL menutup. (Amas)

Program UC Pro Rakyat, Kaunang: Terima Kasih Pak Vicky

GSVL saat melakukan pengecekan program Kesehatan Gratis (Foto Ist)

GSVL saat melakukan pengecekan program Kesehatan Gratis (Foto Ist)

MANADO – Sejumlah pasien yang menjalani proses cuci darah di ruang Dahlia Instalasi Tindakan Khusus Haemodialisis Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Kandou Manado, menyatakan salut dan berterima kasih kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melalui Walikota GS Vicky Lumentut. Pasalnya, sejak mereka mulai melakukan proses cuci darah di RSUP Prof Kandou dengan memanfaatkan program Universal Coverage (UC) atau layanan kesehatan gratis, mereka tidak pernah dipungut biaya oleh pihak rumah sakit.

Padahal, sekali cuci darah saja pasien harus merogoh uang Rp500 ribu. Jika seminggu harus dua kali cuci darah, warga harus menyediakan uang Rp1 juta.

”Terima kasih Pak Vicky, program UC benar-benar telah saya rasakan. Sampai saat ini tidak sepeser uang saya keluarkan untuk cuci darah, semuanya gratis. Terima kasih Pak Vicky, terima kasih,” ujar Julin Kaunang, warga Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Paal Dua, saat bertemu Wali Kota, Selasa lalu.

Menurut warga, program UC yang ditelorkan Walikota Lumentut sangat membantu, khususnya bagi warga kota dengan tingkat ekonomi lemah. Olehnya, warga berharap program UC dapat dilanjutkan Walikota sebagai upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.

”Pak Wali, terima kasih saya tidak membayar untuk cuci darah di Rumah Sakit Malalayang ini. Kalau boleh Pak Wali, launjutkan saja,” tukas Hadijah Karim, pasien cuci darah warga Kelurahan Karame, Kecamatan Singkil.

Hal senada dikatakan Sherly Nayoan, pasien cuci darah dari Karombasan, Kecamatan Malalayang. Dikatakan, apa yang diprogramkan Walikota Lumentut merupakan program pro rakyat yang menyentuh masyarakat. Walikota Lumentut secara rutin melakukan pemantauan dan pengecekan pelaksanaan program UC di enam Rumah Sakit (RS) yang bekerjasama dengan Pemkot Manado. Ketika berada di ruang Dahlia, tampak sejumlah pasien cuci darah sedang menjalani proses cuci darah didampingi para medis.

”Program UC masih tetap kita jalankan, dan tidak benar jika ada kabar telah dihentikan. Saya rutin melakukan pengecekan di Rumah Sakit apakah berjalan baik atau tidak. Dan selama ini, program UC berjalan dengan baik, sehingga banyak warga yang meminta saya untuk melanjutkan program ini,” tandas GSVL, sapaan akrab Wali Kota, seraya mengatakan program UC menjamin semua penyakit mulai dari flu sampai cuci darah tanpa bayaran.

”Yang tidak dilayani dengan program UC adalah mereka yang ingin melakukan operasi plastik, serta bukan penduduk Kota Manado yang dibuktikan dengan adanya Kartu Tanda Penduduk atau Kartu Keluarga. Program UC hanya sampai kelas tiga, kalau ingin ke kelas dua atau kelas satu, itu bayar sendiri,” paparnya menutup.(Tim Redaksi)

GSVL: Pilkada, Bukan Hanya Soal Penggantian Kepemimpinan

Dr GS Vicky Lumentut (Foto Ist)

Dr GS Vicky Lumentut (Foto Ist)

MANADO – Ketika menyampaikan sambutan dalam paripuran istimewa anggota DPRD Kota Manado, Selasa (14/7/2015) siang tadi di ruang aula serba guna kantor Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado menyampaikan bahwa untuk membangun suatu kota dibutuhkan kerja keras dan kerja cerdas.

”Memajukan Kota Manado butuh kerja keras dan kerja cerdas, semua komponen masyarakat perlu saling mendukung untuk terwujudnya Manado sebagai kota yang maju. Apalagi kita yang sedang menyongsong Pilkada, bagaimana caranya masyarakat memilih pemimpin Kota Manado kedepannya, mari lanjutkan pembangunan,” tutur GSVL sapaan akrab Lumentut.

Ditambahkan lagi masyarakat harus selektif menentukan pilihannya karena momentum Pilakda, kata Lumentut tidak sekedar dijadikan sebagai ajang mencari atau mengganti pemimpin di daerah ini. Tapi, lebihnya bagaimana kesedaran masyarakat untuk ikut memberikan partisipasi politik dan pembangunan.

”Pilkada bukan hanya soal penggantian kepemimpinan daerah, namun merupakan bagian dari evaluasi pembangunan serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk secara utuh memilih siapa figur yang layak diusung sebagai pemimpin daerah ini kedepannya. Masyarakat perlu belajar bagaimana bersatu patu memajukan daerah, bukan sebaliknya, sehingga penting memilih pemimpin dengan mempertimbangkan kemajuan masa depan daerah ini,” ujar GSVL yang juga Ketua APEKSI ini. (Amas Mahmud)

Ketua DPD Partai Demokrat Sulut Tegaskan SK DPP Belum Terbit

Dr GS Vicky Lumentut saat memberikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

Dr GS Vicky Lumentut saat memberikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Beredarnya romor dan isu terkait Surat Keputusan (SK) khususnya dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat (PD) telah terbit, ternyata mendapat bantahan. Senin (29/6/2015), saat diwawancarai wartawan, Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara (Sulut), GS Vicky Lumentut soal kepastian SK DPP PD langsung dijawabnya dengan santai sambil senyum.

”SK DPP Partai Demokrat belum ada, sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sulut saya katakan SK untuk calon Gubernur atau Wakil Gubernur, maupun calon Wali Kota, calon Wakil Wali Kota, bahkan SK calon Bupati, Wakil Bupati belum diterbitkan. Kita menunggu saja mekanisme yang sedang dilaksanakan DPP,” ujar GSVL sapaan akrab Lumentut.

GSVL bahkan mengatakan kalau isu kebenaran SK DPP hanya ada di Media Sosial (Medsos), soal siapa yang akan direkomendasikan DPP untuk Pilwako Manado Lumentut tersenyum sambil mengatakan kalau itu menjadi domain DPP.

”Iya SK cuman ada di Medsos, dan ini tentu tidak benar. Nah sementara menyangkut SK DPP Partai Demokrat akan direkomendasikan pada siapa, saya mengatakan ini masuk domain DPP, kita hanya menunggu keputusan saja dan mematuhi itu,” tutur GSVL pada Suluttoday.com. (Amas Mahmud)

Hadiri Sidang, Kesaksian GSVL Diakui Ronny Eman

Wali Kota GSVL saat mengikuti persidangan (Foto suluttoday.com)

Wali Kota GSVL saat mengikuti persidangan (Foto suluttoday.com)

MANADO – Masih seputar kasus pembangunan Youth Center (YC) Kota Manado, Senin (18/5/2015) GS Vicky Lumentut hadir sebagai saksi dalam kasus tersebut. GSVL sapaan akrab Lumentut dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Manado menjawab beberapa pertanyaan Hakim, menurut GSVL keberadaan kehadiran dirinya diminta untuk menjelaskan tentang keberadaan Komite dalam proyek tersebut.

”Saya diminta untuk memberikan keterangan terkait Komite dalam proyek Youth Center ini. Sebagai warga negara yang baik, saya harus datang memenuhi panggilan sebagai saksi. Semua manusia sama di mata hukum, sengaja saya memakai atribut Walikota karena saya hadir disini kapasitasnya sebagai Walikota. Apa yang ditanyakan hakim dan JPU saya berikan jawaban apa adanya, yang saya tidak tau saya sampaikan saya tidak tau. Saya hanya fokus menjelaskan soal komite dengan mekanisme yang ada, bagaiamanapun terkait pengerjaan proyek itu tugas komite,” ujar Wali Kota.

Sementara itu, disisi lain Ronny Eman selaku terpidana dalam kasus tersebut menuturkan bahwa apa yang disampaikan saksi sudah benar. “Yang disampaikan saksi itu benar, tidak ada lagi pertanyaan,” ucap Eman saat ditanya Hakim dalam sidang ini. (Amas Mahmud)

iklan1