Tag: virus corona

Alumni SMP Negeri 4 Manado Salurkan Bantuan Sosial

Bantuan berupa sembako diberikan kepada masyarakat (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Tidak sekedar menjadi wadah berhimpun yang membicarakan hal serius, namun tidak mampu mewujudkannya dalam bentuk program nyata. Para Alumni SMP Negeri 4 Kota Manado malah berbeda dengan itu, mereka begitu peduli terhadap sesama. Terlebih disaat penyebaran pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Manado, mereka bergerak saling membantu.

Setelah melakukan aksi berbagi bantuan sosial, Senin (22/6/2020) pada Suluttoday.com, Jolene Marie Cholock-Rotinsulu menyampaikan bahwa para Alumni SMP Negeri 4 Manado selalu solid dalam membangun kebersamaan. Sejauh ini mereka salalu saling menopang, terutama Angkatan 2011. Mereka kali ini melakukan aksi peduli untuk membagikan bantuan dari hasil swadaya mereka.

”Sebuah langkah kecil lebih baik dari pada kita hanya diam. Atau sibuk terhadap hal-hal yang tidak bermanfaat. Puji Tuhan kami telah menyalurkan bantuan berupa Sembako kepada masyarakat. Kami Alumni SMP Negeri 4 Manado, khususnya Angkatan 2011 baru saja turun melakukan aksi sosial melalui pembagian bantuan. Kegiatan yang kami lakukan merupakan bentuk dari rasa kemanusiaan kami untuk bisa saling membantu,” kata Jolene yang mengatakan juga kegiatan sosial telah dilaksanakan, Minggu (21/6/2020).

Pembagian bantuan sosial (Foto Istimewa)

Putri Indonesia Lingkungan tahun 2019 dan Miss Internasional Indonesia 2019 itu mengharapkan agar masyarakat yang menerima bantuan dapat terbantu. Sementara itu, Willmore Yosua Tulung, ST, yang kini aktif sebagai kader Partai NasDem itu menyebutkan mereka juga akan menyalurkan bantuan dalam bentuk makanan siap saji. Tulung juga mengingatkan masyarakat Kota Manado agar hidup dalam keadaan menjalankan anjuran pemerintah dengan social distancing dan mematuhi protap kesehatan Covid-19.

”Kita sudah mengagendakan juga pembagian makanan siap saji. Ini akan diberikan kepada warga Manado yang terdampak Covid-19, mereka yang sangat membutuhkan tentunya. Kami Alumni SMP Negeri 4 Manado, Angkatan 2011 juga mengajak masyarakat untuk mengikuti anjuran serta himbauan pemerintah. Semoga bencana non-alam yakni pandemi Covid-19 segera berakhir. Mari kita terus saling mengingatkan agar hidup bersih, gunakan masker ketika berada di luar rumah, rajin cuci tangan dan menghindari kerumunan,” ujar Tulung.

(*/Bung Amas)

Akademisi dan Legislator Sepakat Perlunya Rumah Singgah di Manado

Mahyudin Damis dan Jurani Rurubua (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Manado yang kian meningkat, diperlukan penanganan serius. Hal itu disampaikan berbagai pihak, termasuk akademisi dan legislator Manado. Menurut Drs. Mahyudin Damis, M.Hum, dosen FISIP Unsrat Manado perlunya Pemkot Manado menyediakan rumah singgah sebagai sarana menangani pasien terdeteksi atau mengidap gejala Covid-19.

“Rumah Singgah tentu amat sangat diperlukan. Sebab, Kota Manado adalah daerah yg paling besar jumlah warganya yang terpapar Covid-19. Jika dibandingkan dengan daerah Kabupaten/Kota lainnya di Sulut. Ini perlu penanganan ekstra,” ujar Damis, Jumat (12/6/2020).

Lanjut ditambahkannya bahwa Pemkot Manado jangan melihat karena Pemprov Sulut merealisasikan Rumah Singgah dalam wilayah Kota Manado, kemudian berfikir tak perlu lagi mengadakannya, tambah Damis. Yang diadakan pemprov Sulut itu peruntukannya bukan hanya untuk warga Kota Manado melainkan belasan pemda Kabupaten/Kota lain di Sulut.

“Oleh karenanya diperlukan sinergitas antara Pemko Manado dan Pemprov Sulut dalam menangani pandemi yang sedang menimpa daerah kita ini. Tentu tak hanya terkait soal adanya Rumah Singgah. Kurangnya sinergitas antara Pemkot Manado dan Pemprov Sulut bisa jadi memberi andil melonjaknya jumlah warga kota Mdo yang terpapar Covid-19,” ujar Damis menutup.

Di tempat terpisah, Anggota DPRD Manado, Jurani Rurubua saat diminta berkomentar mengaku Rumah Singgah sebagai salah satu sarana penting dalam upaya mencegah penularan Covid-19 dan juga memudahkan pemerintah dalam penanganan. Rani menyampaikan Pemkot Manado harus menyediakan Rumah Singgah bila serius melawan Covid-19.

“Sangat penting Rumah Singgah direalisasikan pemerintah Kota Manado. Jangan diabaikan hal ini. Rumah Singgah sebagai sarana pemerintah dalam mengontrol dan mengendalikan penyebaran Covid-19 di Kota Manado. Saya mengusulkan agar pemerintah Kota Manado menyediakan Rumah Singgah, ini sebagai penanda bahwa pemerintah Kota Manado serius menangani Covid-19,” tutur legislator dari PSI Manado ini, Minggu (14/6/2020).

(*/Bung Amas)

SAAFA: Masyarakat Terhimpit, Pemerintah Harus Bijaksana

Syarifudin Saafa, ST.,MM (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pelarangan terhadap masyarakat yang berjualam Takjil Ramadhan dibeberapa lokasi di Kota Manado sedang massif dilakukan pemerintah. Tindakan tersebut dilaksanakan Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) dengan alasan social distancing. Menghindari kerumunan masyarakat di tengah penyebaran pandemi Corona Virus (Covid-19). Kebijakan pemerintah tersebut dinilai menyusahkan masyarakat, disatu sisi. Masyarakat yang sedang berusaha memenuhi kebutuhan ekonomi tidak boleh berjualan takjil.

Selasa (28/4/2020), bertempat di Wawonasa Kecamatan Singkil Kota Manado bentrok pun terjadi. Dimana Satuan Pol PP Manado yang melarang masyarakat agar tidak menjual kue (takjil) Ramadhan, mendapat penolakan. Alhasil, terlahirnya saling serang, kegaduhan antara kedua pihak terjadi. Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kota Manado, Syarifudin Saafa, ST.,MM juga langsung turun lapangan dan meminta semua pihak menahan diri.

“Kita semua paham tentang kondisi saat ini. Bahwa di satu sisi ada virus covid-19 yang patut kita waspadai semua. Untuk konteks itu, maka kita semua seharusnya mengikuti protokol kesehatan,” kata Safa, wakil rakyat Dapil Singkil-Mapanget ini.

Bersama beberapa anggota DPRD Kota Manado lainnya, Saafa juga turun meninjau lokasi tersebut. Menurut Sekretaris Komisi 2 ini, masyarakat penjual takjil juga telah mengikuti protap yang ditetapkan pemerintah. Sehingga, bila ada hal yang hendak disampaikan pemerintah untuk dipatuhi lagi masyarakat dapat dilakukan dengan dialog dan cara-cara persuasif.

Dan saya lihat sebagian besar masyarakat sudah mengikutinya. Termasuk tidak berkerumun dan keluar rumah bila tidak perlu,” ujar Saafa, jebolan Universitas Sam Ratulangi Manado ini.

Tidak hanya itu, dari segi kebutuhan ekonomi masyarakat, Saafa menyampaikan keberpihakannya. Apa yang dilakukan para penjual takjil, dinilai Saafa sebagai langkah yang baik. Pelarangan yang dilakukan dikatakannya perlu dibicarakan lagi dalam situasi genting saat ini.

“Nah, saat ini juga masyarakat terhimpit secara ekonomi sehingga mereka memaksimalkan potensi mendapatkan sesuap nasi. Salah satu contohnya adalah berjualan kue,” tutur Saafa.

Selain itu, dalam konteks implementasi dan ketaatan aturan memant pemerintah memiliki kewajiban untuk mengatur masyarakatnya. Dalam situasi ekonomi masyarakat yang terus menurun, mestinya, tambah Saafa pemerintah melahirkan formulasi yang lebih realitis dengan kondisi masyarakat saat ini.

Lokasi yang sempat terjadi kekacauan Pol PP dan masyarakat (Foto Istimewa)

“Memang secara aturan, tidak diperbolehkan berjualan di trotoar. Tetapi pemerintah harus ada kebijakan terkait hal tersebut. Yang penting adalah penjual dan pembeli harus mengikuti protokol medis. Toh mereka berjualan hanya beberapa waktu saja,” kata Saafa.

Politisi vokal itu mengajak Wali Kota Manado agar menyikapi keadaan masyarakat saat ini secara bijak. Dimana keterhimpitan ekonomi dapat berakibat buruk terhadap kehidupan masyarakat. Saafa menyarankan agar warga diberi kesempatan berjualan dengan persyaratan tertentu yang diatur pemerintah.

“Warga yang berjualan diberikan kebijakan dengan persyaratan mengikuti protokol kesehatan dan tidak menggangu arus lalulintas. Pada sisi yang lain, satpol PP harus menunjukan jiwa kepamongannya sebagaimana nama mereka pamong praja dalam merespon keadaan di masyarakat,” tutur Saafa.

Menanggapi hal tersebut, Saafa yang juga politisi PKS ini tak lupa meminta masyarakat harus juga memperhatikan protokol kesehatan secara cermat. Agar kepentingan penertiban pemerintah dan kebutuhan masyarakat tidak saling bertentangan.

(*/Bung Amas)

Hadapi Covid-19, Militan Victory Gelar Baksos di Manado

Suasana persiapan penyaluran bantuan (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Turun tangan melihat situasi masyarakat yang tengah kesulitan saat menghadapi Virus Corona (Covid-19), Militan Victory menggelar Bakti Sosial (Baksos). Senin (20/4/2020), dalam kegiatan Baksos ini, Militan Victory membagikan bahan bantuan sosial kepada masyarakat yang mereka temui di sepanjang jalan Kota Manado. Hal itu seperti disampaikan, Syupriady Indra Saragih.

”Kegiatan bakti sosial ini berdasarkan hasil kesepakatan bersama seluruh jajaran Komunitas Militan Victorya. Kesepakatan ini disetujui Ketua 3 Bidang organisasi militan Victory, Bapak Budi Pusung dan Koordinator Umum militan Victory, Bapak Aldo Pontoh,” ujar Syupriady.

Bantuan yang disalurkan pada masyarakat (Foto Istimewa)

Selain itu, Indra menyebutkan kepedulian tersebut merupakan support penuh dari Ketua Umum Militan Victory, BRK. Dalam pembagian bantuan alakadarnya itu, tim Militan Victory mengelilingan Kota Manado sambil menyalurkan bantuan secara satu per satu kepada masyarakat. Pihaknya menilai apa yang diberikan itu dapat membantu masyarakat ditengah situasi pande Covid-19 ini.

”Kami melihat masyarakat memerlukan uluran tangan kita semua. Jangan hanya berharap bantuan pemerintah, tapi kita yang jika punya kelebihan bisa berbagi. Saling membantu antara sesama disaat masyarakat dilanda musibah Covid-19. Bantuan berupa mie instan yang kita salurkan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Hal ini menandakan bahwa berkaitan dengan sumbangan kemanusiaan, masyarakat kita di Manado sangat merindukan itu,” kata Syupriady.

Patungan, Brian Tulungen Cs Turun Bantu Warga Manado Terdampak Covid-19

Penyerahan bantuan (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Penyebaran wabah Covid-19 atau yang umumnya kita sebut Virus Corona memang diakui membawa dampak tersendiri bagi masyarakat. Terlebih problem ekonomi yang kini dirasakan sebagian sebasar masyarakat Kota Manado. Pasalnya, untuk menghindari serangan penyakit menular tersebut, masyarakat diminta untuk tetap beraktivitas di rumah. Kemudian, melakukan social distancing.

Melihat kondisi masyarakat tersebut, Brian Tulungen bersama teman-temannya turun tangan. Mereka prihatin dengan situasi itu, lalu mengambil bagian berkontribusi kepada masyarakat. Kepada Suluttoday.com, Senin (20/4/2020), Brian menyampaikan pihaknya tengah melakukan bagi-bagi sembako pada masyarakat terdampak Covid-19 di seputaran Kota Manado.

”Saya bersama teman-teman tersentuh melihat situasi masyarakat Manado saat ini. Kita turun untuk membantu para warga Kota Manado dengan cara patung-patungan untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19. Berbagi sentuh langsung kita salurkan ke Ojol dan Orang tua murid PAUD Puspa Dendang Dalam. Bantuan ini berupa makanan siap saji dan sembako,” ujar Brian.

Ia juga menambahkan, kegiatan sosial tersebut dilaksanakan selama 3 hari. Pelaksanaannya mulai dari tanggal 13 April sampai, Senin 20 April 2020, dalam proses pembagian makanan siap saji didata dan ditinjau langsung Christifel Kansil dan juga Chris Kanine yang rela turun lapangan agar tidak salah sasaran bantuan disalurkan. Penyaluran sembako tetap pada aturan menerapkan protokol kesehatan. Hal itu juga disampaikan Koordinator, Muhammad Natsir.

(*/Ran)

iklan1