Tag: wali kota manado

Wali Kota GSVL: Pengucapan Manado Tidak Sama dengan di Minahasa

GSVL bersama istri dan keluarga sedang menyiapkan menu untuk Pengucapan Syukur Manado (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Wali Kota DR Ir GS Vicky Lumentut, Minggu (9/9/2017) begitu sibuk melakukan persiapan untuk pelaksanaan Pengucapan Syukur Manado, hal itu terlihat di rumah kediaman Walikota Lumentut Runtuwene yang biasa disebut Puncak Malalayang, Kecamatan Malalayang. Wali Kota bersama isteri tercinta Prof Julyeta PA Lumentut Runtuwene MS DEA, terpantau sedang membuat kue khas pengucapan seperti Nasi Jaha, Dodol dan kue Bepang.

”Untuk membuat kue, nasi jaha, dodol dan bepang butuh keahlian khusus. Karena, kalau asal jadi, rasanya tidak enak dan hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Selain itu butuh kesabaran. Bakar nasi jaha harus sabar sampai berjam-jam, demikian pula dengan bikin kue dodol dan kue bepang,” ujar Wali Kota Manado dua periode ini.

Selain itu, GSVL begitu Wali Kota pengusung visi ‘Manado Cerdas’ ini mengatakan bahwa pengucapan syukur se-Kota Manado baru pertama kali dilaksanakan. Sehingga, diharapkan tahun-tahun kedepan kegiatan seperti ini dapat dilakukan. Apalagi, makna pengucapan syukur bagi masyarakat Kota Manado berbeda dengan yang dilakukan masyarakat di tanah Minahasa.

”Pengucapan di Manado tidak sama dengan yang dilaksanakan masyarakat di tanah Minahasa. Kita tidak punya hasil bumi yang bisa dipetik atau dipanen. Tetapi kita bersyukur karena Tuhan memberikan kita suasana yang aman dan rukun, sehingga warga Kota Manado bisa beraktifitas dengan baik. Selain itu, kita bersyukur karena seluruh kegiatan Manado Fiesta 2017, terselenggara dengan baik pula berkat pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Wali Kota Manado yang juga putra asli Desa Sinuian, Kecamatan Remboken ini.

Hidup rukun dan damai di Manado (Foto Suluttoday.com)

GSVL mengajak seluruh masyarakat Kota Manado untuk berpengucapan syukur bersama secara aman, nyaman dan sederhana, dengan menerima kunjungan tamu dari luar Manado. Selain itu, warga diajak juga agar tidak menyediakan ataupun mengkonsumsi minuman keras selama berlangsungnya Thanskgiving tersebut.

”Mari kita jaga bersama keamanan dan ketertiban, selama kita berpengucapan syukur. Jangan sediakan minuman keras ataupun mengkonsumsi minuman keras. Karena, pengucapan syukur kita di Manado tidak hanya dilakukan oleh golongan agama atau suku tertentu, tetapi seluruh masyarakat dengan agama, suku dan etnis yang berbeda di Kota Manado. Selamat kita berpengucapan syukur dalam suasana Manado Fiesta atau Manado Berpesta,” papar GSVL menutup.(*/Amas)

Wali Kota Manado Ingatkan Pentingnya Pengurusan Sertifikat Tanah Milik GMIM

Wali Kota Manado saat sambutan (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Terkait aset Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) terutama tanah perlu mendapat legitimasi sehingga tidak terjadi permasalahan di kemudian hari. Untuk merealisasikan hal itu, dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Kantor Pertanahan Kota Manado dengan Kantor Sinode GMIM tentang percepatan pengurusan hak dan penerbitan sertifikat tanah-tanah GMIM, di gedung Jemaat GMIM Bukit Moria Tikala Baru, Kecamatan Tikala, Selasa (1/7/2017).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala Badan Pertanahan Kota Manado Patrick Ekel dan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt DR HWB Sumakul MTh, disaksikan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Utara (Sulut) Edwin Silangen SE MSi, Wali Kota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA serta pimpnan BPMS dan BPN Sulut.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota GSVL menyambut baik MoU antara Kantor Pertanahan Kota Manado dengan BPMS GMIM. Pasalnya, banyak tanah milik GMIM yang diiserahkan secara hibah beberapa tahun lalu, belum memiliki sertiifikat, sehingga sering terjadi masalah hukum.

“Saya dan teman-teman jadi saksi sejarah dalam MoU yang ditandatangani antara Kantor Pertanahan dan pihak BPMS. Banyak aset-aset GMIM yang bermasalah karena tidak memiliki dasar hukum kepemilikan tanah. Karena ini adalah sesuatu yang sulit, dulu diserahkan dalam bentuk hibah tidak diikuti dengan surat-surat jadi masalah hukum sekarang,” ujar Walikota GSVL.

Menurutnya, kejadian yang terjadi di GMIM juga dialami Pemerintah Kota (Pemkot) Manado.

Dimana, beberapa aset Pemkot seperti sekolah, kantor dan tanah lainnya dipermasalahkan secara hukum karena tidak memiliki sertifikat kepemilikan tanah.

“Salah satu masalah di Manado yang sampai ke ranah hukum adalah masalah tanah. Tidak hanya di gereja, di pemerintah Kota Manado juga demikian. Sehingga, muncul persoalan hukum di kemudian hari, bahkan ada yang terpaksa kami keluarkan karena mereka sudah menduduki tanah milik pemerintah,” kata Wali Kota GSVL.

Sebelumnya, Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE melalui Sekprov Edwin Silangen mengatakan Pemerintah Provinsi Sulut mengapresiasi langkah Sinode GMIM yang melakukan kerjasama dengan Badan Pertanahan Kota Manado.

“Ini adalah terobosan yang sangat baik yang dilakukan gereja dalam menyelesaikan persoalan tanah,” ujar Silangen.

Sementara Ketua BPMS GMIM Pdt DR HWB Sumakul mengakui jika aset gereja banyak yang bermasalah hukum dikarenakan tidak memiliki kekuatan hukum tetap.

“Kita berusaha untuk menuntaskan masalah-masalah aset gereja secara hukum. Karena inilah tugas kami, pelayan Tuhan tidak hanya dalam spiritual tetapi juga ikut membantu dalam persoalan hukum menyangkut aset tanah,” tandasnya.

Sedangkan, Kepala Pertanahan Kota Manado Patrick Ekel mengatakan pihaknya sedang melakukan perbaikan dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Kedepan, dalam melayani masyarakat terkait pengurusan sertifikat tanah kita menggunakan aplikasi dan dapat diakses dengan cepat,” pungkasnya.(*/Mas)

Tampil di APEKSI, Ketua TP-PKK Kota Manado Boboti Kegiatan Ladies Program

Prof Julyeta Paula Lumentut Runtuwene (Foto Ist)

MANADO/MALANG, Suluttoday.com – Rabu (19/7/2017), saat mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Manado Prof DR Julyeta PA Lumentut Runtuwene, MS.,DEA juga tak lupa mengikuti program Ledies yang juga dihadiri seluruh istri Wali Kota se-Indonesia.

Kegiatan Ladies Program di ruang pertemuan Hotel Savana Kota Malang, Propinsi Jawa Timur, Enci Paula sapaan akrab Runtuwene pada kesempatan tersebut didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny Rum Usulu, ikut serta dalam kegiatan tersebut. Kegiatan yang dipimpin istri Wali Kota Malang Ny Anton dilaksanakan sebagai ajang memperat tali silaturahmi sekaligus membagi pengalaman kota masing-masing.

”Kegiatan Ladies Program ini merupakan pertemuan istri-istri walikota peserta APEKSI yang tujuannya sebagai tempat menjalin silaturahmi serta saling membagi pengalaman masing-masing. Apalagi, istri walikota yang dua periode menjabat tinggal beberapa. Sebagian besar mereka masih baru, dan perlu saling mengenal satu dengan lainnya,” ujar Enci Paula, istri tercinta Wali Kota DR GS Vicky Lumentut ini.(*/Mas)

ASTAGA, Soal Gaji Karyawan Dirut PD Pasar Manado: Itu Bukan Ngana Pe Urrusan

Fery Keintjem (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Tak tau karena apa penyebabnya, Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Manado, Fery Keintjem saat ditanya terkait sejumlah karyawan di PD Pasar Kota Manado yang belum seluruhnya menerima gaji ditanggapi dengan ‘emosional’. Jumat (30/6/2017) Keintjem saat dikonfirmasi melalui WhatsApp (WA), mengenai apa hambatannya sehingga gaji karyawan belum dibayarkan mendapat jawaban yang menarik.

Dimana wartawan media ini menanyakan kapan rencana PD Pasar membayar gaji karyawan yang berdasarkan informasi sudah mendekati dua bulan ini belum menerima gaji. Pasalnya, karyawan dibayarkan gajinya paling lambat tanggal 10 malah terkesan jawabannya ‘dibuat kabur’ Dirut PD Pasar Manado, apa yang menjadi substansi pertanyaan wartawan media ini tidak digubris.

”Amas ngana pe mau apa?,” ujar Keintjem melalui WA.

Lanjut Keintjem menyampaikan kenapa saat pembaran THR bagi karyawan muslim tidak diberitakan media ini. ”Kiapa waktu kita bayar gaji dan THR karyawan muslim ngana ndak tanya dan naik berita..,” kata Keintjem.

Tidak hanya itu, Keintjem malah kembali bertanya apa yang menjadi kemauan wartawan media ini dengan balasan yang cukup tegas. ”Kita tanya pa ngana sekarang, Amas pe mau apa?,” papar Keintjem.

Diakhir pembicaraan tersebut, Keintjem menyebutkan terkait pembayaran gaji karyawan bukan menjadi urusan pihak lain, selain dirinya. ”Terserah ngana pe mau apa Amas. Itu bukan ngana pe urrusan..,” tukas Keintjem menutup.

Untuk diketahui sejumlah pedagang yang tidak berhari raya (non-muslim) sampai berita ini dinaikkan mengaku baru sekitar Rp. 1.000.000 menerima gaji yang diberikan pihak PD Pasar Manado. Padahal bila dilakukan studi komparasi dengan iuran (retribusi) yang dibayarkan pedagang ke PD Pasar cukuplah tinggi biayanya dibanding kebijakan beberapa Dirut sebelumnya.

Selain itu, Wali Kota Manado, DR GS Vicky Lumentut selaku owner PD Pasar Manado belum lama ini disaat paripurna DPRD Manado menyampaikan sekitar tiga poin penting dalam mengevaluasi kinerja Dirut PD Pasar Manado diantaranya menyangkut pembayaran gaji karyawan PD Pasar Manado. (*/Mas)

Demo Karyawan PD Pasar Manado, Pedagang Bersehati Ini Mengaku Kaget

Pendemo saat diterima langsung Ferry Keintjem (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Sekitar 7 poin tuntutan para karyawan, seperti tertera dalam selebaran yang berjudul ”Suara Hati Karyawan PD Pasar Kota Manado”, dimana isi selebaran pernyataan sikap yang dibagikan pendemo saat mereka berorasi di depan kantor Walikota Manado, Rabu (24/5/2017) pagi tadi. Para pendemo yang adalah karyawan PD Pasar Manado dan Serikat Pekerja Nasional ini menyampaikan sejumlah tuntutan dan memberi dukungan positif kepada kinerja Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Manado.

Tertera sejumlah ”pujian” (apresiasi) dan juga ungkapan bermakna menyalahkan (mendiskreditkan) kepemimpinan Direksi PD Pasar Manado sebelumnya, seperti tercatat pada poin 5 berupa ‘‘….Tidak diskriminatif seperti yang dilakukan Direksi-Direksi sebelumnya dan memberikan gaji tidak pernah terlambat, sangat berbeda dengan Direksi sebelumnya”.

Sekedar diketahui, Direksi-Direksi sebelumnya cukup dikenal sebagai figur yang masih dipercaya seperti Frans Bangkang, Irwan Olii, Jimmy Kowaas, Rum Usulu dan Direksi-Direksi lainnya. Dalam selebaran tersebut menyiratkan makna bahwa hanya Dirut Ferry Keintjem yang menerapkan keadilan dan ‘benar-benar’ mematuhi aturan.

Menariknya lagi di poin 6 karyawan meminta kepada pihak owner PD Pasar Kota Manado yakni Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado memberikan kebebasan penuh kepada Dirut PD Pasar Manado untuk melakukan penataan dan pengelolaan manajemen internal dan juga penataan pasar menuju pasar yang lebih baik. Penegasan poin 6 ini mengindikasikan bahwa selama ini PD Pasar Manado masih diintervensi dan sedang dalam posisi ”tersandera” karena belum diberikan kebebasan oleh owner, atau bisa jadi kebebasan apa yang dimaksudnya para karyawan ini?.

Isi tuntutan para pendemo (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, Jafar Lihawa pedagang Pasar Bersehati Manado saat diwawancarai terkait aksi yang dilakukan karyawan tersebut mengaku tidak mengetahui adanya aksi itu, bahkan Lihawa kaget dengan aksi demonstrasi yang dinilainnya sebagai reaksi kekhawatiran seorang Dirut PD Pasar Manado untuk mempertahankan jabatannya. Bagi Jafar demo merupakan hak demokrasi semua orang, namun begitu lanjutnya, pedagang cukup tahu bagaimana kondisi pasar, sehingga penting Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado mengevaluasi keberadaan Keintjem agar penataan PD Pasar Manado lebih baik.

”Belum tau sebelumnya, tapi saya kaget mendengar ini baru pertama kali begini, kalau soal demo itu sah-sah saja kami memberi apresiasi juga. Itu hak karyawan, menurut saya kalau ada aksi karyawan berarti bisa ditahui ini dari mana arahnya. Coba tanya ke pedagang pasti semua mengeluh dengan retribusi tinggi, pembayaran kios melalui notaris yang sampai saat ini belum terlihat hasilnya, Perdis yang diduga inprosedural, dan segudang masalah lainnya yang akan berdampak buruk kepada citra Wali Kota serta Wakil Wali Kota Manado. Kami yang kemarin melakukan demo, meminta Wali Kota Manado dan Wakil Wali Kota Manado segera mempertimbangkan posisi Ferry Keintjem, masih banyak karyawan yang memiliki kemampuan menata PD Pasar Manado, jangan dibiarkan ini karena membawa dampak merugikan pedagang,” kata Lihawa saat diwawancarai di Pasar Bersehati, Rabu (24/5/2017). (Amas)

iklan1