Tag: wali kota manado

Prestasi Vicky-Ai dan Dinamika Pemkot Manado Beberapa Tahun Ini

Yuddy Crisnandi saat berjabat tangan dengan GS Vicky Lumentut (Foto Ist)

Yuddy Crisnandi saat berjabat tangan dengan DR GS Vicky Lumentut (Foto Ist)

MANADO – Pemaparan berbagai program yang berjalan sukses, dan beberapa bagian penting yang menjadi lika-liku dalam menjalankan program pemerintah Kota Manado, dipaparkan Wali Kota Manado, DR GS Vicky Lumentut. Dihadapan puluhan wartawan di Rumah Dinas Wali Kota Manado, Sabtu (27/12/2014).

‘’Puji Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hanya oleh kasih dan kemurahan-Nyalah, serta berkat topangan doa dan dukungan seluruh elemen yang ada, sampai saat ini saya bersama dengan DR Harley A.B. Mangindaan masih diberi kekuatan dan kepercayaan untuk memimpin jalannya roda pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Kota Manado. Tidak terasa waktu begitu cepat bergulir sejak kami diberikan amanah untuk membangun Kota Manado tercinta. Tepatnya pada tanggal 8 Desember 2010 dengan berdasar Surat Keputusan Mendagri nomor 131.71/205/2010, saya dan Harley A.B. Mangindaan dilantik oleh Gubernur Sulawesi Utara, S.H. Sarundajang. Sejak hari itu pula, telah terpatri di hati kami untuk memberikan pengabdian yang sebaik-baiknya untuk menghadirkan Perubahan dan Pembaharuan dengan tetap menjaga keutuhan kepemimpinan dalam satu tujuan yang sama, yaitu mewujudkan kota manado yang lebih baik,’’ ucap Lumentut.

Lumentut menjelaskan tentang dinamika yang dihadapinya bersama Wakil Wali Kota Manado, DR Harley AB Mangindaan dalam menjalankan pemerintahan di Kota Manado. Apa yang menjadi kesuksesan pemerintah juga karena ditopang masyarakat.

‘’Berbagai dinamika telah mewarnai perjalanan kami dalam upaya untuk membangun Manado menjadi kota yang menyenangkan. Di satu sisi, berbagai kemajuan dalam pembangunan serta catatan prestasi telah menjadi bagian dari perjalanan Kota Manado di empat tahun terakhir ini. Itu semua bisa terjadi karena ada komitmen yang kuat, yang teraktualisasikan melalui kesungguhan dan keterpaduan kerja dari seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Kota Manado yang lebih maju,’’ papar mantan Sekretaris Daerah Kota Manado ini.

Disisi lain, Wali Kota menambahkan dengan berbesar hati kami mengakui bahwa masih banyak yang perlu dibenahi dan diperbaiki agar apa yang kita cita-citakan dapat betul-betul terwujud. Oleh karena itu, dengan penuh kerendahan hati, kami berharap agar kiranya kita semua dapat terus memberikan karya yang terbaik untuk bersama-sama melakukan pembenahan-pembenahan di Kota Manado.

‘’Kami juga berharap agar kiranya saudara-saudaraku masyarakat Kota Manado dapat terus mendukung dan mendoakan kerja dan pengabdian kami dalam menjalankan tugas dan pengabdian sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado. Tidak ada yang bisa kami berikan atas dukungan yang tulus masyarakat Kota Manado selain pengabdian kami yang terbaik bagi kemajuan kota manado. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat atas dukungan bagi kerja dan pengabdian kami, serta atas karya terbaiknya bagi kemajuan Kota Manado tercinta,’’ tukas Lumentut.

Dr. GS Vicky Lumentut (Foto Ist)

DR GS Vicky Lumentut (Foto Ist)

Menurut Wali Kota, melangkah maju memasuki tahun 2015 yang penuh harapan bukan merupakan langkah yang muda. Maka, ada baiknya kita mengkilas balik perjalanan yang telah dilewati terutama untuk melihat kembali berbagai keberhasilan yang berhasil kita toreh bersama, agar terpelihara semangat dan motivasi kerja kita bersama untuk membangun Manado yang lebe bae. Segera setelah kami dilantik, kami menyadari banyak aspek baik dalam pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat yang perlu segera dibenahi. Dalam hal ini, hal-hal yang kurang baik harus diupayakan agar menjadi baik.

‘’Pada bulan Oktober 2012, KPK merilis hasil Penilaian Inisiatif Anti Korupsi (PIAK), dimana Pemerintah Kota Manado meraih peringkat II nasional dari 13 pemerintah daerah yang ikut dalam PIAK yang digelar oleh KPK dengan skor 7,23. Sebagai perbandingan, pada tahun 2011 Pemerintah Kota Manado hanya memperoleh skor 3,17. PIAK itu sendiri merupakan alat ukur guna menilai kemajuan instansi publik dalam mengembangkan upaya pemberantasan korupsi di instansinya. Melalui instrumen penilaian ini, diukur sejauhmana komitmen suatu instansi dalam menerapkan sistem dan mekanisme yang efektif untuk mencegah dan mengurangi korupsi di lingkungannya. Dengan adanya peningkatan skor PIAK, terlihat jelas adanya komitmen yang kuat dari Pemerintah Kota Manado dalam rangka membangun pemerintahan yang bersih dan berwibawa selaras dengan semangat untuk menghadirkan perubahan dan pembaharuan di segala lini,’’ ujar Lumentut menutup.

Tak hanya itu, Wali Kota Manado yang juga Ketua APEKSI ini mengungkapkan tahapan akselerasi realisasi program pada beberapa sektor yang dampaknya sangat positif dirasakan masyarakat Kota Manado.

‘’Melebarkan sayap kerjasama dalam rangka mengakselerasi kemajuan pembangunan di berbagai bidang, maka pada tahun 2012 Pemerintah Kota Manado menjalin kerjasama Sister City dengan Kota Liverpool Inggris, yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Sister City dengan Lord Mayor Sharon Sullivan di Liverpool. Kerjasama tersebut meliputi bidang pariwisata, kebudayaan, pendidikan pelatihan, lingkungan hidup, kesehatan, olahraga, dan industri perdagangan, serta bidang-bidang lain yang disetujui bersama,’’ ujar Walikota.

Tambah Wali Kota Manado menjelaskan tentang beberapa lagi prestasi dibidang lingkungan yang diraih pemerintah Kota Manado. Pemerintah Kota Manado telah menjalankan berbagai program  yang menunjang keberhasilan penerapan transportasi.

‘’Menutup catatan tahun 2012, Pemerintah Kota Manado kembali dianugerahi sebuah penghargaan yaitu penghargaan Program Langit Biru 2012. Penghargaan ini diberikan karena Pemerintah Kota Manado dianggap berhasil meningkatkan kualitas udara perkotaan. Program Langit Biru itu sendiri merupakan upaya Pemerintah guna mendorong menekan tingkat pencemaran udara yang bersumber dari kendaraan bermotor melalui penerapan transportasi berkelanjutan. Keberhasilan ini berkolerasi dengan upaya Pemerintah,’’ urai Wali Kota Manado dihadapan wartawan dan pimpinan SKPD. (Amas Mahmud)

Perjuangan Wali Kota Manado Kucurkan 36 Miliar Bagi Korban Bencana Diapresiasi

Dr. GS Vicky Lumentut (Foto Ist)

Dr. GS Vicky Lumentut (Foto Ist)

MANADO – Sebuah upaya yang sungguh-sungguh ditunjukkan, Dr GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado untuk memberikan bantuan bagi warganya dengan nilai yang fantastis yakni Rp36 Miliar. Dimana khusus warga korban bencana di Kota Manado yang diidentivikasi sekitar 15.000 (lima belas ribu) bakal mendapatkan bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), kebijakan Wali Kota Manado diakui membawa dampak berarti bagi masyarakat Kota Manado.

Wali Kota Manado ketika diwawancarai menyebutkan bahwa bantuan tersebut tak lepas dari pengawasan pemerintah Kota Manado agar tahapan penyalurannya berjalan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku. Lumentut menuturkan pentingnya kebijakan semacam itu dilakukan saat ini agar masyarakat korban bencana dapat dibantu.

”Bantuan bagi warga korban bencana ini saya perjuangkan melalui APBD, yang tentunya memiliki konsekuensi pengurangan biaya lainnya di pemerintahan Kota Manado. Namun, karena untuk kepentingan warga semua harus diterima, yang terpenting adalah masyarakat merasakan manfaatnya,” ujar Lumentut belum lama ini.

Untuk diketahui Lumentut yang juga Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ini sebelumnya terlihat aktif untuk memperjuangkan kepentingan warga korban bencana di Kota Manado ini, beliau terus melakukan konsultasi dan koordinasi pada pemerintah pusat. Sabtu (20/12/2014) kemarin, penyaluran bantuan tersebut telah dikucurkan, dan begitu bijaksana Lumentut berdasarkan penuturan beberapa warga saat melihat pemberian bantuan ini terealisasi. Warga saat ditemuai juga mengapresiasi kepedulian Wali Kota Lumentut. (Amas Mahmud)

Vicky Lumentut Akhirnya Turun Tangan, Kisruh AKD Temui Solusi

Dr GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado (Foto Ist)

Dr GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado (Foto Ist)

MANADO – Espektasi warga Kota Manado pada para wakil rakyat diakui mulai mengalami penurunan, dimana dengan terjadinya beberapa kali penundaan pembacaan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dalam sidang paripurna dewan Kota Manado belum lama ini.

Tarik menarik kepentingan politik ini diduga kuat yang menjadi penyebabnya adalah belum terakomodirnya kepentingan politik dari kelompok tertentu yang ada di DPRD Kota Manado. Kondisi tersebut mulai mendapat titik temu dikala sejumlah masyarakat meminta Wali Kota Manado, Dr GS Vicky Lumentut untuk ‘turun tangan’ dan menjadi mediasi dalam konflik kepentingan itu. Alhasil Lumentut pun mendapat apresiasi warga karena dianggap berhasil mendorong sehingga AKD dibentuk.

Menurut Lumentut yang juga Ketua APEKSI ini mengatakan kurang tepat sebetulnya jika dirinya turut serta dalam penyelesaian konflik antar dua kubu di DPRD Kota Manado soal pembentukan AKD.

Sebagai Wali Kota, tidak seharusnya saya ikut campur atau menjadi mediasi atas dinamika yang terjadi di DPRD Kota Manado saat ini. Namun karena diminta, maka saya turut serta mencari solusi agar pembentukan AKD dapat terlaksana. – Dr GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado.

Hal itu menuai tanggapan positif dari masyarakat, menurut Noho Poiyo apa yang dilakukan Wali Kota Manado merupakan langkah penyelamatan dalam mewujudkan harapan masyarakat Kota Manado melalui realisasi program yang nantinya akan turut di dorong DPRD Kota Manado.

”Kisruh AKD ini relatif lama, sykurlah kalau kehairan Pak Wali Kota Manado untuk terlibat dan memudahkan terbentuknya AKD ini. Dewan Kota Manado sudah harus berjalan maju, tidak lagi berputar-putar pada konflik kepentingan yang bakal merugikan kepentingan masyarakat banyak, jika AKD terbentu maka dewan lebih aktif menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara pemerintahan, kami salut dengan Pak Vicky Lumentut yang ikut melahirkan solusi dalam perdebatan AKD ini,” ujar Poiyo menutup. (Amas Mahmud)

Mawitjere Wakili Wali Kota Manado Terima PKH Award

Frans Mawitjere saat memegang pengrahaan (Foto Ist)

Frans Mawitjere saat memegang pengrahaan (Foto Ist)

MANADO – Tak mau penghargaan Program Keluarga Harapan (PKH) Award dari Kementerian Sosial lepas dari Pemerintah Kota (Pemkot) Manado. Wali Kota Manado, Dr G.S Vicky Lumentut, yang rencananya akan menerima langsung PKH Award tersebut namun akhirnya ‘disabotase’ oleh Legislator Manado yang berulah. Akhirnya mengutus dan menugaskan Kepala Dinas Sosial Manado, Frans Mawitjere SH untuk mewakili Wali Kota Lumentut menerima PKH Award.

Untuk diketahui, PKH Award yang pertama kalinya diraih pemerintah Kota Manado ini diterima di akhir tahun 2014. Berdasarkan informasi yang disampaikan Mawitjere, penghargaan PKH Award tahun 2014 ini diserahkan Menteri Sosial Kabinet Kerja, Khofifah Indar Parawansa di lokasi Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Arena Ex MTQ Kota Jambi kepada Gubernur Kepri, Wali Kota Manado dan dua Kabupaten masing-masing Bupati Lahat Sumsel dan Bupati Mojokerto Jatim, Sabtu (20/12/2014).

Kadis Mawitjere saat menerima Penghargaan PKH Award ini menyatakan bahwa, setelah di tahun 2013 lalu Pemkot Manado meraih Penghargaan PKH Award khusus wilayah Indonesia Timur alias masih tingkat regional. Kini untuk Penghargaan PKH Award tahun 2014 sudah naik tingkat Nasional, dan patut dibanggakan lagi ini menjadi Kota di Indonesia satu-satunya yang menerima Penghargaan PKH Award tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kota Manado, Frans Mawitjere saat menerima penghargaan PKH Award

Kepala Dinas Sosial Kota Manado, Frans Mawitjere saat menerima penghargaan PKH Award

Dijelaskan Mawitjere yang mantan Camat Wanea ini, adapun penghargaan PKH ini dinilai karena Pemkot Manado dinilai sangat berhasil dan tepat sasaran dalam hal perlindungan sosial bagi warga kurang mampu alias miskin. Dimana, sasaran yang dilakukan Pemkot Manado untuk melakukan perlindungan sosial dalam bidang kesehatan dan pendidikan khususnya ibu hamil serta anak usia sekolah. Adapun jumlah penerima atau peserta PKH di Kota Manado hingga saat ini mencapai 2.844 jiwa, dan semoga di tahun 2015 nanti. Sesuai target yang diharapkan bisa menjangkau seluruh kecamatan di Kota Manado, sambil menunggu data akurat dan terbaru pihak Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Manado.

“Penghargaan PKH Award Nasional ini, merupakan cambuk untuk kita bisa terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi perlindungan sosial warga miskin di Kota Manado. Dan sesuai harapan dan petunjuk Pak Walikota Lumentut, itu harus tepat sasaran di terima warga di 11 kecamatan Kota Manado,” ujar Mawitjere yang turut didampingi Korwil PKH Sulut, Noldy Mangerongkonda STP. (**/Amas Mahmud)

Foto Suasana Pusat Kota Manado Jelang Natal

Kondisi jalan trotoar Jelang Natal difungkan para PKL Manado sebagai tempat jualan

Kondisi jalan trotoar Jelang Natal difungkan para PKL Manado sebagai tempat jualan

MANADO – Kondisi pusat Kota Manado jelang perayaan Natal dan tahun baru 2015 terlihat ramai. Berdasarkan pantauan Suluttoday.com, dibadan trotoar juga menjadi bagian yang dimanfaatkan para pedagang (PKL) untuk melakukan jual beli.

Kondisi tenda yang dipadati para pedagang

Kondisi tenda yang dipadati para pedagang

Begitupun beradsarkan kebijakan pemerintah Kota Manado melalui Perusahaan Daerah (PD) Pasar Manado untuk memberikan ”sewa” bagi para pedagang yang berjualan di seputar pusat Kota Manado, lebih khususnya di sekitaran kawasan Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Kota Manado.

Para penjual buang di kawasan TKB Manado

Para penjual buang di kawasan TKB Manado

Untuk diketahui, sejak tanggal 15 Desember 2014 sampai dengan 31 Desember 2014 PD Pasar memebrikan kesempatan bagi para pedagang untuk berjualan diareal-areal yang telah disediakan. Hal itu dilakukan melalui penjualan lapak dengan harga Rp1.000.000 bagi setiap pedagang. (Amas Mahmud)

Situasi pusat Kota Manado jelang Natal dan tahun baru

Situasi pusat Kota Manado jelang Natal dan tahun baru

iklan1