Tag: wali kota vicky lumentut

11 Lurah dan Sejumlah Kabid Resmi Dilantik Wawali MOR BASTIAAN

Wakil Wali Kota Manado, Mor Dominus Bastiaan saat prosesi pelantikan (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Berjumlah kurang lebih 11 Lurah dijajaran pemerintah Kota Manado dilantik, bersama dengan 16 Kepala Bidang (Kabid), 2 Sekretaris Kecamatan (Sekcam) dan 91 pejabat eselon IV dilantik Wakil Wali Kota Mor Dominus Bastiaan atas nama Wali Kota Vicky Lumentut dalam acara pemberhentian dan pengangkatan pejabat pengawas dan pejabat administrator dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, di ruang Serbaguna Kantor Walikota Manado, Kamis (14/9/2018).Sesuai Surat Keputusan (SK) Wali Kota Manado yang dibacakan petugas dari Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Manado. Dimana, beberapa ‘lurah lama’ yang sebelumnya diganti mendapat posisi baru, bahkan ada yang kembali memegang jabatan lurah di kelurahan lain.

Wali Kota Vicky Lumentut dalam sambutan yang disampaikan Wawali Mor Bastiaan, mengatakan rolling jabatan merupakan hal yang biasa dalam sistem birokasi yang tujuannya untuk meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) serta pengingkatan layanan publik kepada masyarakat Kota Manado. Selain itu, berdasarkan visi dan misi Kota Manado untuk mewujudkan Manado Kota Cerdas, membutuhkan aparatur yang Cerdas.

”Pemberhentian dan pengangkatan pejabat pengawas serta pejabat administrator dilingkungan pemerintah Kota Manado adalah hal biasa. Ini dilakukan untuk menciptakan pemerintahan yang akuntabel serta meningkatkan layanan publik kita kepada masyarakat. Untuk mewujudkan Kota Cerdas, maka harus dimulai dari manusia Cerdas,” ucap GSVL sapaan akrab Vicky Lumentut, sebagaimana disampaikan Mor Bastiaan.

Lanjut dikatakan, jabatan merupakan pemberian kepercayaan dari pimpinan. Sehingga, dalam mengemban jabatan, seorang pejabat harus menunjukan loyalitas serta menjadi pemimpin yang baik bagi bawahannya.

”Profesionalisme kerja harus dibangun, karena jabatan yang diberikan semata-mata karena adanya kepercayaan pimpinan. Olehnya, bekerjalah dengan baik dan professional, jadilah pemimpin yang mampu bekerja dan menjadi teladan bagi bawahannya. Pemimpin yang baik memahami kelebihan dan kekurangan, profesional dalam tugas dan kerja, Mari, jalanilah tugas dengan sebaik-baiknya,” tutur Wali Kota Vicky Lumentut lewat Wawali Mor Bastiaan.

Disamping itu, Walikota Vicky Lumentut mengingatkan, selaku ASN di Pemkot Manado harus memahami dan melaksanakan Komitmen 953 yakni 9 Paham, 5 Siap dan 3 Semangat.

”Sekali lagi, bekerjalah dengan baik serta jaga integritas. Harus memahami, menguasai Komitmen 953, dan dilaksanakan komitmen itu dalam melayani masyarakat. Mari kita wujudkan Manado Cerdas Manado Rukun,” kata Wawali Mor.

Selain itu, Wawali juga menyampaikan selamat kepada pejabat yang baru dilantik sambil berharap ada peningkatan kinerja pada bidang kerjanya. Tampak hadir dalam acara tersebut sejumlah kepala Perangkat Daerah di lingkup Pemkot Manado.(*/Redaksi)

Inilah nama 11 lurah yang dilantik, diantaranya :
1. Neltje Kasori SE – Lurah Molas, Kecamatan Bunaken
2. Leopard F Tampi SKM – Lurah Tongkaina, Kecamatan Bunaken
3. Audy Erwin Rumengan SH – Lurah Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget
4. Donny Meindert Tarore SSTP – Lurah Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget
5. Alitrian Deddy Pangkey SSos – Lurah Pakowa, Kecamatan Wanea
6. Jhonly Rudolf Kasenda SIP – Lurah Sario, Kecamatan Sario
7. Raymond R Rawung SP MSi – Lurah Bailang, Kecamatan Bunaken
8. Wempie Tommy Karongkong SE – Lurah Mahakeret Timur, Kecamatan Wenang
9. Putera Djaja Salendah SE – Lurah Sindulang Dua, Kecamatan Tuminting
10. Hence Edwin Patimbano SH – Lurah Sumompo, Kecamatan Tuminting
11. Caroline Sangeroki SPd – Lurah Winangun Satu, Kecamatan Malalayang

Sekretaris Kecamatan :
1.Octavianus AL Barahama SSos – Sekcam Sario
2.Richard Daniel Mantik SIP – Sekcam Paal Dua.

Demi Pembangunan RSUD, Wali Kota Manado Berjuang Tak Kenal Henti

Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut didampingi Sekda Kota Manado Peter KB Assa (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah Kota Manado terus mempercepat pembangunan fasilitas publik, diantaranya juga adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Selain menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Demi kepentingan tersebut, pemerintah Kota Manado mengajukan pinjaman kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero yang berkedudukan di Jakarta. Menindaklanjuti permohonan pinjaman ini, Senin (20/8/2018), Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut diundang PT SMI untuk mempresentasikan rencana penggunaan dana pinjaman sebesar Rp200 Milyar di Kantor SMI, gedung Sahid Sudirman Center, Jalan Sudirman Nomor 86 Jakarta Pusat.

“Kami pernah ada program yang namanya Universal Coverage atau UC yang memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat bekerjasama dengan sejumlah rumah sakit di Manado. Namun, kemudian sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat maka kami mengintegrasikan program UC kedalam program JKN/KIS yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Meski demikian, hingga kini kami masih memberikan subsidi kepada masyarakat kurang mampu dengan membayar iuran BPJS mereka melalui APBD Kota Manado,” ujar Wali Kota Vicky Lumentut.

Selanjutnya, Pemkot Manado kemudian secara bertahap membangun RSUD agar masyarakat Kota Manado terbantu secara penuh. Untuk menyelesaikan pembangunan RSUD tidak cukup hanya mengandalkan APBD Kota Manado semata. Atas petunjuk dan saran Presiden RI Joko Widodo agar daerah memanfaatkan PT SMI untuk membangun infrastruktur, Pemkot Manado akhirnya mengajukan permohonan ke PT SMI dengan persetujuan DPRD Manado.

“Rencananya, untuk pembangunan RSUD kami butuh dana 120 Milyar, 90 Milyar untuk pembangunan fisik sedangkan 30 Milyar untuk pengadaan alat kesehatan,” tutur Wali Kota Vicky Lumentut.

Dikatakan, untuk tahap awal pada akhir tahun 2018 ini, diharapkan PT SMI bisa menyetujui pinjaman sebesar Rp30 Milyar untuk digunakan dalam melengkapi fasilitas beberapa poli kesehatan yang sudah terbangun.

“Selanjutnya, untuk pinjaman tahun 2019 mendatang, kami akan lengkapi surat-surat yang diperlukan dan disyaratkan agar kita semua bisa tidur nyenyak,” kata Wali Kota Vicky Lumentut.

Untuk diketahui, presentasi Pemkot Manado ditutup dengan tanggapan dan saran dari perwakilan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan. Pada kesempatan ini, Wali Kota Mando dua periode ini didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kota Manado Peter KB Assa, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Manado Johnli Tamaka SE dan Kepala Bagian Pemerintahan dan Hubungan Masyarakat Steven Runtuwene SSos.

Suasana berlangsungnya presentasi (FOTO Ist)

Wali Kota Vicky Lumentut memaparkan rencana Pemkot Manado untuk melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manado serta menata infrastruktur pasar tradisional. Dihadapan Direktur Pembiayaan Investasi PT SMI Edwin Syahruzad, dan perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri RI dan Kemenerian Keuangan RI, Walikota Vicky Lumentut msngatakan, sekarang ini Pemkot Manado tengah fokus untuk melanjutkan pembangunan RSUD.

Sebelumnya, Pemkot Manado pernah memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat Kota Manado melalui program Universal Coverage (UC). Namun, kebijakan pemerintah pusat agar program kesehatan di daerah diintegrasikan kedalam program Jaminan Kesehatan Nasional/Kartu Indonesia Sehat (JKN/KIS), maka program UC mengikuti petunjuk pemerintah pusat.(*/Redaksi)

73 Tahun Indonesia Merdeka, WALI KOTA MANADO Teriakkan Tuntaskan Kewajiban

Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut saat menyerahkan bendera merah putih (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Tepatnya, Jumat (17/8/2018), Pemerintah Kota (Pemkot) Manado menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73. Upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tahun 2018 dilaksanakan di area Pohon Kasih Megamas Kota Manado.

Jika tahun-tahun sebelumnya, upacara dilaksanakan di lapangan Sparta Tikala Manado, kali ini berpindah tempat. Dengan panorama laut teluk Manado yang mempesona dan sangat menakjubkan. Meskipun cuaca agak panas, namun peserta upacara dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), kepolisian, Aparatur Sipil Negara (ASN), Tenaga Harian Lepas (THL) serta siswa, mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan masyarakat, namun tidak mengurangi rasa nasionalisme.

Wali Kota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA bertindak selaku inspektur upacara (Irup) didampingi Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Manado. Tepat pukul 10.00 Wita, suara sirene terdengar bersahutan dari berbagai penjuru pertanda detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI.

Wali Kota saat melakukan penghormatan (FOTO Ist)

Pembacaan teks Proklamasi dilakukan Ketua DPRD Manado Nortje Van Bone. Usai Walikota Vicky Lumentut mengajak untuk mengheningkan cipta mendoakan arwah pahlawan kemerdekaan, dilanjutkan dengan pengibaran bendera sang saka Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Manado.

Ke-25 personil Paskibraka Manado didampingi kelompok barisan TNI tampil memukau dengan mengibarkan bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh Kelompok Drum Band Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Manado.

Peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI, menurut Walikota Vicky Lumentut merupakan kewajiban sebagai warga Negara Indonesia untuk melaksanakannya karena memiliki arti dan nilai yang sangat penting.

“Perayaan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2018 ini sangat penting. Kita ingin menanamkan semangat kemerdekaan, cinta tanah air dan bangsa kepada generasi selanjutnya. Oleh karena itu, selaku pemerintah Kota Manado, saya mengajak masyarakat maupun jajaran perangkat daerah untuk merdeka. Merdeka dalam memperoleh hak dan menuntaskan kewajiban. Termasuk juga, mengembangkan pribadi kita menjadi lebih baik, dengan tidak menyalahi hukum dan berbuat sesuai aturan yang berlaku. Dengan begitu, kita semua akan merdeka, merdeka untuk Indonesia yang lebih baik kedepan,” kata Wali Kota Vicky Lumentut.

Wali Kota Manado, didampingi Wawali dan Kabag Pemerintahan Humas Kota Manado (FOTO Ist)

Siswa-siswa SMP Negeri 1 Manado juga tak kalah memukaunya. Mereka menyanyikan tiga lagu perjuangan dengan semangat yakni Hari Merdeka ciptaan H Mutahar, Berkibarlah Benderaku ciptaan Ibu Sud dan Syukur ciptaan H Mutahar. Acara kemudian berpindah tempat dilanjutkan dengan toast kenegaraan Pemkot Manado yang dilaksanakan di gedung Youth Center, kawasan Megamas Manado.

Dipimpin Walik Kota Vicky Lumentut bersama Wawali Mor serta Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Manado Prof DR Ny Julyeta PA Lumentut Runtuwene MS DEA dan Ny Imelda Bastiaan Markus, toast kenegaraan dimulai.

”Hidup pemerintah Indonesia, hidup Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf kalla, hidup pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, hidup Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw, hidup pemerintah Kota Manado, hidup sukses pelaksanaan Asian Games, hidup untuk kita semua,” pekik Walikota Vicky Lumentut, yang disambut sorakan ‘Hidup’ oleh para hadirin.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Vicky Lumentut menerima penghargaan Gold atau medali Emas dari Contact Center World (CCW). Karena, call center Manado Siaga112 milik Pemkot Manado yang diikutsertakan dalam iven CCW se-Asia Pasifik di Macao, Cina, 16-20 Juli 2018 lalu berhasil meraih predikat terbaik dan mendapatkan penghargaan Gold. Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan Perwakilan CCW Indonesia Grace Heny dan diterima Walikota Vicky Lumentut dan Wawali Mor.

Selain itu, juga diserahkan piala lomba Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Tingkat Nasional XII yang dilaksanakan di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, yang digelar 28 Juli-3 Agustus 2018 lalu. Dimana, kontingen Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kota Manado berhasil meraih peringkat pertama.

Wali Kota, Wawali, Ketua DPRD Manado dan Sekretaris Daerah Kota Manado menerima penghargaan (FOTO Ist)

Penyerahan piala itu dilakukan Ketua DPRD Manado selaku Ketua Kontingen Manado didampingi Ketua LPPD Manado Ny Imelda Bastiaan Markus. Rangkaian acara HUT ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI tingkat Kota Manado, ditutup dengan upacara penurunan bendera Merah Putih di areal Pohon Kasih, kawasan Megamas Manado.

Pada pukul 17.00 Wita dengan inspektur upacara Wakil Wali Kota Mor Dominus Bastiaan SE, dan dihadiri Wali Kota Vicky Lumentut dan Ketua Tim Penggerak PKK Ny Prof Julyeta PA Lumentut Runtuwene dan wakil ketua Imelda Bastiaan Markus SE, dan penggagas acara Sekda DR Piter KB Assa dan Asisten 3 Drs Frans Mawitjere selaku ketua panitia pelaksanaan Hari Kemerdekaan RI ke 73 di Kota Manado. (*/Redaksi)

Safari Ramadhan di MALALAYANG, Wali Kota GSVL Ingtakan Warganya Waspadai Terorisme

Wali Kota GS Vicky Lumentut menyampaikan sambutan (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Dalam agenda Safari Ramadhan 1439 Hijriyah tahun 2018 yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado di Masjid Jami’Azzidin, Kelurahan Malalayang Satu Barat, Kecamatan Malalayang, Selasa (22/5/2018). Dihadiri Wali kota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA, ratusan jamaah masjid yang terletak di jalan Sea itu, mengaku sangat senang dikunjungi orang nomor satu di Manado tersebut.

”Kalau tidak salah, sudah tiga kali Pak Walikota Manado datang ke Masjid Jami’Azzidin. Sehingga, sebagai warga masjid, kami tentunya sangat berterima kasih atas semua perhatian yang diberikan Pak Walikota dan jajaran pemerintah di Kota Manado,” ujar Imam Masjid Jami’Azzidin H Husein Peju.

Selanjutnya, Wali Kota Vicky Lumentut dalam sambutannya mengajak umat Muslim dan masyarakat di Kecamatan Malalayang dan Kota Manado untuk merapatkan barisan melawan aksi terorisme yang terjadi di Indonesia. Menurutnya, tidak ada agama yang mengajarkan untuk membunuh orang tak bersalah. Bahkan, semua agama mengedepankan kedamaian dan kerukunan diantara sesama manusia.

”Saya percaya, tidak ada satu agamapun yang mengajari untuk membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Sehingga, kita perlu bersatu melawan aksi-aksi terorisme yang membuat resah dan membuat ketakutan ditengah masyarakat Indonesia. Mari kita bersatu tanpa memandang agama, suku, ras, kita ciptakan suasana yang aman dan damai di Kota Manado,” tutur Lumentut.

Jelang buka puasa bersama di Malalayang (FOTO Ist)

Lanjut dikatakan Wali Kota Manado dua periode yang akrab disapa GSVL ini, bahwa predikat yang disematkan di Kota Manado sebagai kota paling toleran di Indonesia memiliki tantangan sekaligus kebanggaan.

”Mempertahankan predikat sebagai kota paling toleran di Indonesia memang sangat membanggakan, namun memiliki tantangan untuk bagaimana kita menjaga predikat ini. Caranya, mari kita bangun dan pertahankan kerukunan, sikap hidup toleransi meskipun kita berbeda-beda,” kata Lumentut.

Dirinya mengajak masyarakat dan umat Muslim untuk ikut mendukung operasi cipta kondisi yang dilakukan Pemkot Manado. Dimana, pada setiap kecamatan dilakukan razia Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dilaksanakan aparat gabungan Pemkot Manado, TNI dan Polri.

”Saya minta dukungan, jika ada disekitar kita ditemukan warga yang tidak memiliki KTP, kita serahkan dia kepada kepala lingkungan, ada Babinsa dan Babinkamtibmas. Jangan main hakim sendiri yang berujung pada persoalan hukum,” ucap Lumentut.

Tampil sebagai pembawa tauziah yakni H Amir Liputo, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara. Tampak hadir Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado Drs Rum Usulu, Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Micler CS Lakat SH MH, para kepala Perangkat Daerah, juga Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Manado Pdt Renata Ticonuwu STh.

Hadir pula perwakilan Forum Koodinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Manado serta Presidium Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Kota Manado dan tokoh agama di Kecamatan Malalayang. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Vicky Lumentut menyerahkan santunan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Manado kepada mereka yang membutuhkan. (*/Redaksi)

Ikut Penguburan Almarhum Pastor Fred, Wali Kota Manado Terharu

Wali Kota Manado saat jelang dikebumikannya Almarhum Pastor Fred (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Suasana duka menyelimuti warga Kota Manado, dimana atas meninggalnya Ketua Komisi Kerasulan Keuskupan Manado Pastor Frederikus Stevanus Tawalujan Pr atau akrab disapa Pastor Fred dalam usia 67 tahun. Tidak hanya dirasakan umat Katolik Keuskupan Manado, tapi juga dirasakan pemerintah dan masyarakat Kota Manado.

Karena, semasa hidup almarhum Pastor Fred Tawalujan telah ikut berperan dalam menciptakan Kota Manado yang aman, rukun dan damai dengan menjadi perwakilan umat Katolik dalam wadah Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Kota Manado.

Bahkan, meskipun kondisi almarhum terlihat lemah karena sakit, namun semangat untuk terus menghadirkan Kota Manado menjadi kota paling toleran di Indonesia masih tetap dikerjakan mantan Ketua Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Manado itu.

Sementara itu, Wali Kota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA mengaku sangat kehilangan sosok yang sangat bersahaja tersebut. Dengan menahan haru, orang nomor satu di Manado itu meletakan setangkai bunga ke dalam peti jenazah almarhum Pastor Fred Tawalujun, saat berlangsung misa pemakaman di gedung Gereja Katolik Santa Theresia Malalayang, Kecamatan Malalayang, Sabtu (19/5/2018) siang tadi.

Misa dipimpin Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSc, didampingi Uskup Emiritus Mgr Joseph Suwatan MSc serta para Pastor Paroki. Ratusan pelayat yang datang tidak dapat menahan kesedihan karena almarhum Pastor Fred Tawalujan sangat berjasa dalam memajukan dunia pendidikan di Keuskupan Manado.

Melalui kesempatan itu, Wali Kota Vicky Lumentut menyerahkan Akta Kematian almarhum Pastor Fred Tawalujan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Manado dan diterima Uskup Untu.

”Sebagai Walikota Manado, saya mengatasnamakan pemerintah dan masyarakat Kota Manado menyatakan rasa duka yang dalam dengan berpulangnya almarhum Pastor Fred Tawalujan ke Rumah Bapa di Sorga. Semasa hidup sampai menghembuskan nafas terakhir, almarhum telah menjadi bagian kami di pemerintah Kota Manado, sebagai anggota presidium BKSAUA Kota Manado. Almarhum telah ikut bersama-sama menghadirkan Kota Manado menjadi kota yang paling toleran di Indonesia,” ujar Wali Kota Vicky Lumentut.

GSVL begitu Lumentut akrab disapa, menyampaikan bahwa dirinya tidak akan pernah melupakan sosok almarhum Fred Tawalujan. Tidak hanya sebagai teman tetapi sebagai rohaniawan yang selalu memberikan ide dan pemikiran yang bijak untuk kemajuan Kota Manado.

”Selamat jalan almarhum Pastor Fred Tawalujan, Tuhan Allah sumber penghiburan akan memberikan penghiburan yang sejati kepada semua orang yang ditinggalkan almarhum, khususnya umat Katolik di Keuskupan Manado,” kata Wali Kota Manado dua periode ini.

Tampak juga ikut mengantar jenasah ke ladang pekuburan di desa Kakaskasen Tomohon. Sekedar diketahui, almarhum Pastor Fred Tawalujan meninggal dunia pada Kamis (17/05) lalu. Almarhum yang lahir di Talawaan, Minahasa Utara, 7 Mei 1957 itu, pernah memimpin Paroki Hati Kudus Tomohon, Paroki Santo Petrus Langoan, Paroki Santo Paulus Tompaso Baru, Paroki Santo Petrus Nulion, dan Paroki Bunda Hati Kudus Sambiut. (*/Redaksi)

iklan1