Tag: zulkifli hasan

DPP Tegaskan Tak Ada Perubahan SK, DPW PAN Sulut Lakukan Pembohongan?

Kegiatan PAN belum lama ini, foto Ayub Ali Albugis dipampang dengan keterangan Sekretaris DPW PAN (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tensi politik di internal Partai Amanat Nasional (PAN) relatif dinamis, dan juga menyajikan pelajaran politik pada masyarakat. Secara Nasional partai yang dipimpin Zulkifli Hasan selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN itu dikenal tampil mengokohkan kebhinekaan.

Hal itu terlihat jelas pada tagline DPP PAN yakni #MenjahitKembaliMerahPutih. Sepertinya sedikit berbeda dengan semangat yang diusung Ketum Zulhas, begitu sapaan akrab Zulkifli yang juga Ketua MPR RI ini bersama Eddy Soeparno sebagai Sekretaris Jenderal PAN.

Dimana terkait jabatan Sekertaris Wilayah DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Utara (Sulut) masih dinilai membingungkan dan menjadi ‘teka-teki’.  Seperti diwawancarai wartawan, Rabu (14/3/2018) via WhatsApp, Ketua POK DPP PAN, Yandri Susanto memberi tanggapan atas posisi Ayub Ali Albugis pada beberapa kegiatan partai sebagai Sekretaris DPW PAN Sulut.

“Sampai saat ini belum ada perubahan SK DPW,” ujar Yandri yang juga Sekretaris Fraksi PAN DPR RI ini.

Berbeda dengan kondisi di lapangan ternyata. Padahal, jika mengacu pada pernyataan DPP tersebut berarti Felmy Pelleng sebetulnya masih sah menjabat Sekretaris DPW PAN Sulut. Apalagi, selain diperkuat SK DPP PAN, Felmy tercatat pada data Sipol KPU. (*/Redaksi)

Sehan Landjar Pastikan Bertarung di Pilwako Kotamobagu 2018

Eyang-foto-edit

Sehan Landjar, SH Ketua DPD PAN Provinsi Sulawesi Utara (Insert)

BOLTIM, Suluttoday.com – Perhelatan pesta demokrasi di Kota Kotamobagu bakal panas. Walaupun nantinya digelar pertengahan 2018 bakal calon Walikota mulai mencuat.Salah satunya Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Salim Landjar.Dihadapan para wartawan dirinya menyatakan akan maju sebagai calon Walikota Kotamobagu,”saya siap melepas jabatan saya sebagai Bupati Boltim,sebagai bentuk keseriusan dalam ikut serta pada Pilwako Kotamobagu 2018,”terang Sehan Landjar usai coffemorning dengan awak media di Rumah Dinas,Rabu (25/01).

Ketua DPW PAN Sulut ini menuturkan walaupun dirinya tidak diakomodir PAN,dirinya berniat akan maju lewat jalur Independen,”saya sudah siap jauh jauh hari bahkan komunikasi dengan partai politik lain saya akan buka juga.”kata Sehan

Ditanya mengenai siapa yang akan mendampingi dirinya,dia belum memastikan,”figur nantinya akan mendampingi saya bisa saja dari kalangan politisi,aktivis atau perwakilan perempuan,dari kalangan Politisi ada Beni Ramdani,Aditia Moha,Medi Makalalag,dari kalangan aktivis ada Katamsi Ginoga,Nayodo Kurniawan dan dari kalangan perempuan ada hj Muslimah Mongilong mereka semua layak maju di Pilwako Kotamobagu “ungkap Sehan.

untuk datang ke Kotamobagu.Posisi Kotamobagu sangat strategis,namun semuanya Menurutnya Kota Kotamobagu merupakan pusat pembangunan bahkan menjadi ikon di Bolmong Raya,”Kotamobagu harus jadi kota maknit yang mampu menyerap investor maupun masyarakat itu harus ada percepatan pembangunan,”ucap Bupati yang dikenal dekat dengan rakyatnya.(Rahman)

Lecehkan Sehan Landjar, Pemda Sayangkan Peryataan Julkifli Hasan

Sekda-Muhammad-Assagaf-Boltim-edit

Ir. Hi. Muhammad Assagaf, Sekda Boltim (Rahman)

BOLTIM, Suluttoday.com – Pernyataan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, sebagaimana di beritakan salah satu media regional di Sulawesi Utara, berbuntut panjang.

Sebagaimana dalam pemberitaan tersebut dikatakan, Zulkifli Hasan menuding Eyang (sapaan akrab Bupati Boltim, Sehan Landjar) Sakit Jiwa terkait ketidak hadirannya pada kampanye pasangan calon yang diusung PAN.  Pernyataan bernada melecehkan yang diduga disampaikan Zulkifli Hasan saat diwawancarai sejumlah awak media tersebut, menimbulkan reaksi keras dari Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Sekretaris Daerah Boltim, Ir. Hi. Muhammad Assagaf, atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Boltim mengaku sangat menyayangkan ‎pernyataan dari Zulkifli Hasan yang juga menjabat sebagai Ketua MPR-RI. Kata Assagaf, tidak sepantasnya seorang pejabat negara diruang publik melontarkan kalimat melecehkan atau menyerang kehormatan seseorang.

“Sakit jiwa perlu dibuktikan dengan pemeriksaan medis. Atas dasar apa Dia menuding Bupati seperti itu. Terlepas benar tidaknya pernyataan tersebut, yang pasti itu sudah naik cetak di media dan menimbulkan ketersinggungan masyarakat.” Ujar Assagaf diruang kerjanya, Rabu (18/1/2017).

Assagaf menambahkan, bila benar Zulkifli Hasan melontarkan kalimat itu maka Pemda akan melakukan gugatan sebab Sehan Landjar adalah Bupati Boltim lepas dari jabatannya sebagai Ketua DPW PAN‎. Sebaliknya bila tidak benar, pemda  akan melakukan somasi terhadap media yang menulis berita itu.‎ Dikatakannya, terlebih dahulu Pemda akan menyurat secara resmi kepada Zulkifli Hasan untuk meminta klarifikasi maksud dari pernyataan ‎tersebut.

“Bila benar Ketum PAN mengatakan hal itu, Pemda menuntut agar Dia menyampaikan permohonan maaf secara langsung serta menyampaikannya di media cetak dan media elektronik, bila tidak diindahkan kami akan menempuh jalur hukum.” Tegas Birokrat senior tersebut.

Senada, tokoh masyarakat Bolaang Mongondow Timur yang juga mantan ketua pemuda Muhammadiah Bolmong Raya, Syaiful Umbola, mengungkapkan kekecewaan atas statement dari Ketua MPR RI tersebut. Menurutnya, Bupati adalah orang yang dihormati dan merupakan representasi dari masyarakat yang dipimpinnya sehingga penghinaan kepada Bupati secara tidak langsung juga merupakan penghinaan kepada masyarakat.

“Kami tidak terima jika Bupati disebut sakit jiwa. Itu sama dengan mengatakan kalau masyarakat yang memilihnya juga sakit jiwa.” Ujarnya geram.

‎Umbola menilai, pernyataan tersebut menunjukan sikap yang tidak menjunjung adat dan budaya timur serta melanggar norma sopan santun. ‎Terlebih konstitusi telah memberi perlindungan terhadap harkat dan martabat seseorang sebagai salah satu hak asasi manusia.

“Atas dasar apa dia menyebut Bupati sakit jiwa. Perbuatan tersebut melanggar undang-undang karena dilakukan secara sengaja untuk menyerang Bupati agar diketahui umum sebagai Bupati sakit jiwa.” Terangnya.

Terpisah tokoh masyarakat Boltim, Robi Mamonto,menilai apa yang dinyatakan Ketum PAN sebagai pelecehan terhadap institusi pemerintah daerah. Robi menyayangkan adanya pihak yang melakukan hal yang kurang etis, sehingga memunculkan opini publik yang kurang baik terhadap bupati.

“Sebagai warga Boltim, saya tersinggung ketika nama baik bupati dilecehkan. Kami meminta agar Zulkifli Hasan yang notabene adalah Ketua MPR RI meminta maaf, karena telah mengucapkan kata-kata yang menghina seorang kepala daerah sebagai khalifah.” Kata Ketua KAHMI Boltim tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Aliansi Masyarakat Adat Daerah Boltim, Burhan Paputungan, mengatakan terlepas dari hubungan politik antara keduanya, Sehan Landjar adalah seorang Bupati yang sudah menahkodai Boltim selama dua periode sehingga itu masyarakat boltim tidak terima ketika putra terbaiknya dilecehkan.

“Dia (Zulkifil Hasan) harus meminta maaf kepada Sehan Landjar selaku Bupati Boltim dan khususnya masyarakat Boltim yang jelas tidak menerima penghinaan tersebut.” Tegasnya. (Rahman)

Pekan Depan, Diumumkan Orang Nomor Satu DPD PAN di Lima Daerah

eyang-pan-sulut-edit

Ketua DPW PAN Sulawesi Utara Sehan Landjar,SH (Foto:Ist)

BOLTIM, Suluttoday.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Utara yang di nahkodai Sehan Landjar,SH pekan depan akan mengumumkan nama yang akan menduduki kursi orang nomor satu PAN di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Pengambilan keputusan oleh DPW ini akibat terjadinya Deadlock pada pelaksanaan Musda DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Boltim pada bulan september kemarin.

“Minggu depan akan di umumkan siapa yang akan menduduki kursi DPD PAN.” Kata Landjar saat diwawancara wartawan suluttoday.com. Senin, (10/10/2016).

Di katakannya, selain Boltim ada empat daerah yang juga terjadi Deadlock. Seperti Tomohon, Minahasa Induk, Minahasa Utara dan Manado.

“Lima daerah ini tanggal 14-15 pekan ini akan di lakukan rapat dengan pengurus DPW. Semua keputusan saya bawa ke ruang rapat, saya tidak putuskan sendiri. Terkecuali mereka menyerahkan baru saya akan putuskan. Tapi kalau pertimbangan politik, teknis kemudian itu muncul dan itu lebih dominan hasilnya yang akan di ambil. Tapi minggu depan sudah harus ada keputusan.” Terang Landjar sekaligus Bupati Boltim pilihan rakyat dua periode ini.

Dijelaskannya, apa pun keputusan DPW harus di terima.

“Kita tunggu keputusan bersama DPW, keputusan DPW harus diterima.” Singkatnya.

Samsudin Dama (Sadam) salah satu kader PAN Boltim juga anggota DPRD Boltim membidangi Badan Kehormatan (BK). Mengatakan, apa pun keputusan DPW harus diterima dan di dukung, karena keputusan DPW adalah yang terbaik untuk membawa aspirasi rakyat sekaligus membawa partai lebih maju kedepan.

“Selaku kader PAN saya harus setuju apa pun keputusan DPW. Karena dalam atauran partai yang namanya keputusan harus di terima, mau atau tidak mau harus mau, harus setuju dan menerima,  mendukung keputusan itu. Keputusan DPW sudah yang terbaik.” Ungkap Sadam. (Rahman)

Salihi Melejit, Yasti Semakin Ketinggalan

eyang-sehan-landjar-pan

Sehan Landjar, Ketua DPW PAN Sulut (kiri) Zulkifli Hasan, Ketua Umum DPP PAN (kanan) (Foto: Ist)

BOLTIM, Suluttoday.com – Keputusan Politik Partai Amanat Nasional (PAN) dalam menentukan usungan calon pada perhelatan akbar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bolaang Mongondow 2017 nanti masih belum terlihat.

Pasalnya, hingga sampai saat ini, partai berlambang matahari itu, masih terus melirik beberapa calon yang dinilai layak untuk mengendarai PAN dalam pilkada Bolmong. Adapun komunikasi politik di tingkatan elit, dimana dua partai yang selalu ada hubungan hangat yakni PAN dan PDIP kemungkinan besar akan bercerai pada pilkada bolmong.

Informasi yang berhasil didapat Media ini, partai berlambang kepala banteng itu, berkeinginan agar Yasti Soeprejo Mokoagow di akomodir dan bisa mengendarai PAN pada pilkada bolmong.

Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PAN Sulut Sehan Landjar saat ditemui, membenarkan hal tersebut.

“Pak Olly maunya saya pilih Yasti. Tapi itu satu hal yang tidak mungkin.” Ucap Sehan.

Bupati Boltim itu menjelaskan, melihat secara survey saat ini, posisi incumbent Salihi Mokodongan masih di atas dengan presentase 18 %, diikuti Limi Mokodompit 9 %, kemudian Yusra Alhabsyi 8,5 %, dan diikuti Yasti Soeprejo Mokoagow dengan presentase 4 %.

“Penentuan untuk siapa yang bisa mengendarai partai ini, tak segampang membalikan telapak tangan. Intinya selain survei, sebagai ketua partai saya juga melihat calon mana yang diminati masyarakat bolmong.” Jelas Eyang, sapaan aktrab Bupati sekaligus Ketua DPW PAN Sulut.

Eyang menambahakan, jika hal ini terus dipaksakan oleh PDIP kemungkinan saya akan mencari pasangan partai lain untuk berkoalisi di pilkada bolmong.

“Dalam waktu dekat ini saya akan ketemu dengan Ketua DPD I Golkar Pak Stefanus Vreke Runtu. Beliau mengundang saya, yah bisa jadi kami akan bangun komunikasi soal pilkada.” Ungkap Eyang.

Menurutnya, partai Golkar untuk di wilayah bolmong juga memiliki kader-kader terbaik dan mempunyai basis yang jelas.

“Contohnya, Marten Tangkere atau Aske Iroth. Kedua kader pohon beringin itu memiliki masa militan yang jelas. Terlebih mereka mantan anggota legislative, yang sudah lama terjun di dunia politik. Saya rasa jika Golkar berkoalisi dengan partai PAN itu tidak masalah. Intinya semua bisa diatur.” Tutur Eyang. (Rahman)

iklan1